Bisnis BEP hanya 2 Malam..? Yang bener..

Dear Pembaca,

Di luar sana, lompatan-lompatan kemajuan bisnis seseorang, atau lebih tepatnya lompatan ajaib kadang sering sekali terjadi, di depan mata saya.
Dulu ketika di kantor, waktu terasa begitu-begitu saja, kadang setahun rasanya cepet banget. Yang Membedakan tahun lalu dan tahun ini adalah ada kenaikan gaji sesuai inflasi 10%-15%, dan berkurangnya umur..begitu saja..yang lain-lain relatif sama rasanya...

Yang pagi macet terus saja macet, yang sore capek lebih macet parahnya juga gitu terus....sabtu -minggu gitu2 saja...tidur-tiduran males dirumah, istri ngomel-ngomel karena ngajak jalan-jalan karena di komplain anak, tapi kita ogah-ogahan, minggu pagi rasanya damai banget..tapi minggu sore rasanya sedih banget...heheheh...

Diluar sana kadang saya temui fenomena-fenomena aneh...ada yang tahun lalu begitu sekarang millarder, ada yang tahun lalu mobilnya 2 sekarang puluhan, ada juga yang tahun lalu millarder sekarang terlilit utang, ada yang tahun lalu jadi majikan sekarang malah cari kerjaan...

Keajaiban-keajaiban di dunia bisnis...

Malam ini saya mendapat satu kejutan, ada email masuk dari seseorang yang transaksinya selimut cukup Fantastis saya pantau..

"Kalau bisa seperti ini terus, dan kita eveluasi selama 3-5 bulan kok trend-nya naik terus, kita bisa naikkan levelnya menjadi Distributor Selimut di Yogyakarta" Kata saya kepada Manager Selimut Jepang Saya, Toto.

Saya enggak begitu mengenal beliau, paling sesekali saja telpon saya hello, dan saya pikir beliau adalah orang yang memiliki jaringan amat luas, kok bisa menjual selimut sedemikian banyak sebulan,

"Beliau kontraktor sih kayaknya.." Kata Toto.
"Pantesan..pasti channelnya banyak, uangnya banyak..dan paling beliau beli banyak buat stock, karena pengin mengejar distributor saja kali ya..." Kata saya...rada pesimis...

Hingga pada malam ini saya bener-bener terkejut, ternyata orang yang perbincangkan itu email saya, dan yang membuat saya terkejut rupanya modal beliau awalnya cuman 2juta, dan balik modal selama 2 malam, terus sekarang bisa memutar modal hingga pembelian ke kami mencapai puluhan juta...

Ajaib kan..? Dan saya ingin membagikan keajaiban ini pada anda, lihatlah email beliau dibawah ini :

==================

Assalamu'alaikum pak..
Trims replynya tapi saya sudah baca semuanya di blog bapak hehe..
Setelah saya pikir-pikir dan puter-puter Jogja mencari tempat usaha yang cocok, akhirnya pilihan tempat untuk "toko" saya insya Alloh jatuh di "RUANG TAMU" ...!

Yah, seperti obrolan terakhir kita pak, memang untuk status 'karyawan' seperti saya ini agak kesulitan bagi waktunya (memang ada istri tapi kebetulan anak juga masih kecil), & memang benar Pak kalo baru mulai bisnis dah mikiran beban ini itu (maksudnya sewa tempat mahal, gaji, dll) rasany kok kurang pas gitu..

Buat saya bisnis ini adalah pengalaman pertama saya untuk menjual 'Barang', karena biasany saya 'jual jasa', dan ternyata...asik juga ya pak..
Saya menjalaninya serius tapi santai..

Untuk hitungan pemula, Alhamdulillahirobbil'aalamiin dengan modal awal Rp.2jt(yang balik modal dalam waktu 2 malam) sekarang saya hanya tinggal muter-muter modal. Sampe saat ini saya masih fokus ke penjualan grosir (ke reseller).

Rencananya dengan adanya toko 'Ruang Tamu' (walaupun saya masih ada sedikit pesimis) ni pengin juga menggenjot ecerannya Pak. Jadi saya tertarik dengan 'acara' yg ditawarkan Pak Hadi untuk mem-publish lewat web itu, apa yg mesti saya kirimkan/lakukan pak?

Ilustrasi rumah saya di dalam komplek perumahan, paling pojok lagi, di daerah Jl. godean. tapi akses mudah..masih agak dekat kota.

Ok... saya tunggu balasanya, doakan mudah-mudahan semua lancar ya Pak..amiin..

Wassalamu'alaikum..

Festa Antoni
festa.antoni@yahoo.com

====================
Temen-temen Yogyakarta, kita saksikan bersama-sama apakah beliau akan bener-bener menjadi Distributor Yogyakarta..? Kita Lihat sekitar bulan Mei 2009..

Pak Toni, kalau anda membaca postingan di blog ini "Pasti Akan Kaget" dan anda tidak akan menduga..ibarat lomba, anda sudah kami naikkan podium dan penonton bersorak untuk kemenangan anda...kita lihat apakah HASUKO di areaYogyakarta akan menjadi milik anda..?

Tapi saya ingatkan kembali, jangan jadikan beban ya...karena bisnis yang kita lakukan itu SYARATNYA HARUS FUN..!

Saahabat-sahabat, kalau anda ada di sekitar Yogyakarta, dan pengin mendukung Pak Toni, silahkan kontak-kotak email beliau, karena bersinergi itu lebih bagus daripada bermain sendiri-sendiri..

Salam FUNtastic..!

Hadi Kuntoro
http://www.rajaselimut.com
http://www.hadikuntoro.blogspot.com

Note :

Hari ini ada berita gembira, selimut kita yang Cashmere dan Animasi 100% berhasil lolos uji di RS.Dr.Sardjito, Yogyakara, meskipun ujiannya informal, yakni oleh pihak RS, diwakili staff , dan selimut dicuci pakai mesin cuci rumah sakit (Mesin Besar) hasilnya tidak ada bulu yang rontok selama proses pencucian.

Kami Mengucapkan Terima Kasih Kepada Dokter Fiki & Staff RS.Dr.Sardjito,Yogyakarta yang telah menguji Selimut Jepang kami (Cashmere & Animasi 100% Acrylic) dengan hasil "Memuaskan" & akan dipakai di Super VIP Room..Insya Allah.

Oya, Dr.Fiki kebetulan mitra dan merupakan "calon saudara" Pak Toni ini juga akan membuka konsep semacam Hasuko Distro di Jl.Kaliurang Yogyakarta, dan nantikan berita hangat dua bersaudara ini ya...

11 komentar:

jafis mengatakan...

wahh...sukses yaa pak...

abdur rachman mengatakan...

minta ijin copy paste buat isi blog saya gak. sumber blog tetap akan saya munculkan. soalnya sangat inspirative banget. blog saya : www.aneka-jaya.blogspot.com

HADI KUNTORO mengatakan...

SIlahkan Pak Abdurachman..copy saja apa yang anda mau, GRATIS..dan saya akan lebih seneng kalau link saya sebagai sumber dimasukkan disana...
Semoga Sukses

Anonim mengatakan...

Wah wah.. membaca tulisan ini saya jadi malu sendiri... Saya baru saja mendaftar menjadi Agen Selimut, tapi saya sudah mimpi langsung jadi Distributor.. mungkin karena sekarang masih 100% TDB dan pengen cepat2 TDA, saya jadi seperti orang kalap menjual selimutnya.. Saya datang ke Pekanbaru dan langsung menghubungi Pihak Mall dan hitung-hitung estimasi penjualan dsb, dsb..

Saya jadi lupa bahwa saya jadi Agen supaya saya bisa kerja enjoy n fun.. Lha kenapa malah sekarang saya jadi kalap..?? hehehe...

Tulisan pak hadi ini memberi udara pada paru2 saya rasanya sesak grasa-grusu gak karuan... Nah, sekarang saya tarik nafas dalam2 dulu...... Ssssssppppppppp.... haaaaaah..

Oke, udah agak tenang,.. jadi sekarang dengan "Bismillah" saya akan mulai dengan lebih Fun dan Lebih Enjoy....
Mohon do'anya Pak..


Marah Adil

Anonim mengatakan...

satu lagi ya Pak Hadi dan saudara-saudaraku TDA'ers, soal BEP yang
cuma sekejap. kalau ini cuma tiga jam loh......apa barangnya?
Otak-otak ikan tenggiri.
gini ceritanya,
sepulang saya dari Korea menjadi TKI tahun 2001 karena cari kerja di
tahun 98 agak susah (jamannya kerusuhan) saya mulai melakukan
pencarian kemungkinan berbisnis, mulai dari kemungkinan buka warnet,
buka loundry kiloan, sampai buka studio photo digital. tahun 2001,
yang namanya mau cetak foto digital susahnya minta ampun, mana
harganya mahal lagi. sambil cari-cari peluang bisnis, kebetulan di
rumah ibunda tercinta, sedang menggoreng cemilan otak-otak tenggiri.
saya coba makan satu, ternyata enak. saya tanya ibunda tercinta,
harganya berapa dan beli dimana? katanya harganya 1800 rupiah per
bungkus isi 20. Dasarnya otak saya dianugerahi Allah untuk selalu
liat peluang bisnis. langsung saya bilang sama ibunda tercinta " bu,
mau bantu saya untuk ketemu yang jual? saya mau coba jualan nih otak-
otak." ibunda tercinta merespon dengan langsung menelepon teman
sepemberangkatan hajinya yang memproduksi itu otak-otak.
singkat kata, hari sabtu malam saya beli 40 bungkus untuk dijual di
lapangan gasibu bandung, dimana di tempat ini kalau hari minggu
dipenuhi orang jualan dan orang yang jalan-jalan maupun berolahraga.
esok pagi-pagi jam enam berangkatlah saya beserta ibunda tercinta
naik motor ke lapangan gasibu, membawa keranjang berisi 40 bungkus
otak-otak.
setelah memarkirkan motor, saya dan ibunda tercinta mencari lokasi
yang masih agak kosong, ternyata semua tempat sudah penuh.
akhirnya kami dapet tempat di sela-sela orang lain. dan mulai mencoba
menjual otak-otak.
tidak ada teriakan, tidak ada upaya aktif dari kami berdua kecuali
kalau ada yang tanya. sejam tidak ada perubahan. otak saya langsung
bikin strategi.... ..saya harus promosi!!.Gimana caranya? langsung
saya teriak-teriak. ..otak-otak ikan tenggiri.... otak-otak ikan
tenggiri.dari teriakan itu Alhamdulillah mulai banyak orang yang
melirik dan akhirnya membeli.
ada hal lucu waktu menjual otak-otak ini , dasarnya baru pertama kali
jualan, kami berdua lupa membawa kantong kresek untuk
pembeli...alhasil pembeli cuma dikasih bungkusan otak-otak tanpa
dibungkus kantong plastik..... hahahahaha
dua jam sejak saya teriak-teriak "otak-otak ikan tenggiri" habislah
sudah dagangan, dan kami berdua pulang.
sampai dirumah saya dan ibunda tercinta menghitung uang penjualan,
hasilnya .....woooww. ..BEP dan langsung bisa menikmati profit.Kenapa
bisa begitu? Lha wong otak-otaknya saya jual 4000rp
hehehehehe.. ..berarti BEP kaaann....wong belinya cuma 1800rp
jadi buat saudara-saudaraku semua, jangan takut untuk memulai,
mulailah dari yang kecil bila nyali anda memang kecil, tapi
"Jangan Tidak Memulai"

salam sukses
judo
http://chicakcommun ication.multiply .com
indahnya berbagi bahagianya memberi

Anonim mengatakan...

yang BEPnya cuma 5 jam juga ada koq Pak, jualan nasi kuning(nasi
uduk) hehehehe...
ini pengalaman saya jaman kuliah dulu,
kebetulan kampus baru aja di pindahkan dari sekeloa ke jatinangor,
belum banyak orang jualan dan masih gersang.
saya yang tiap pagi berangkat kuliah sarapan dulu, sampai di kampus
ngeliat temen-temen pada "ngeces" karena nggak ada yang jual makanan.
dari situ langsung keidean untuk jual "sarapan"
gimana caranya? pertama saya hubungi tetangga yang memang jualan nasi
kuning yang menurut saya dan keluarga sangat enak karena nasinya
pulen dan tidak lengket, belum lagi sambel oncomnya.... maknyuuuusss.
saya bilang mau pesen nasi kuning 20 bungkus, dengan harga 400 rupiah
(sekitar tahun 1996 nasi kuning 400rp udah pake irisan telur, irisan
timun, kerupuk dan sambel oncom), terus saya kasih kemasan ke ibu
yang bikin nasi kuning itu, pake kemasan plastik, ditambah
sendok "bebek" plastik yang kualitas 1 (pinggirannya ndak tajem),
untuk kemasan dan sendok habis 65rp/pc.
Saya bilang besok pagi jam 6 saya ambil udah siap ya bu.
besok paginya saya berangkat kuliah, saya bawa tuh 20 bungkus nasi
kuning seharga 500rp(465rp) , saya titipkan di tukang parkir kampus
(sebelumnya saya sudah sounding sama dia mau titip dagangan)saya
bilang sama tukang parkir titip jualin dengan harga 1000 dari saya,
mamang jual bebas aja berapa. akhirnya dia jual harga 1500 sudah
termasuk teh botol (jaman dulu teh botol kalau nggak salah masih di
kisaran 200- 300 rp)
4 jam saya kuliah dan mau pulang saya tanya tukang parkir gimana
jualannya? Habis den. Alhamdulillah. ..
jadi dalam 5 jam jualan saya sudah BEP dongk. :D modal 500rp kali 20
= 10rb rp pulang-pulang bawa uang 20 rb rp. hehehehehhee. ...
kalau yang seperti itu udah termasuk bisnis belum ya Pak Hadi?
besoknya saya langsung tambah quantitinya jadi 40 pcs, Alhamdulillah
habis lagi.....seterusnya saya cuma bisa bawa 40 pcs itu, wong pake
motor dari bandung ke jatinangor(jarak kurang lebih 25 Km) mau
kuliah. selama beberapa bulan jalan terus dan Alhamdulilah pulang
kuliah habis terus. Dari situ saya sudah nggak pernah minta uang
bensin lagi sama ortu.
Tapi ceritanya berakhir setelah saya mulai jarang kuliah karena sudah
mulai skripsi. si mamang tukang parkir akhirnya coba menduplikasi
nasi kuning saya, dan dari ceritanya hanya laris beberapa hari,
selanjutnya sering sisa, sehingga akhirnya dia nggak jualan nasi
kuning lagi, mungkin rasanya nggak seenak nasi kuning yang saya jual.
kasian juga sih. tapi saya udah jarang ke kampus jadinya kalau
dipaksakan berat diongkos.
jadi buat rekan-rekan yang belum action, segeralah action. seperti
yang Pak Hadi katakan, mulailah dari yang kecil. jangan kita bermuluk-
muluk, tetapi lakukan sesuai kemampuan dulu. lambat laun perbesarlah.
mengenai nasi kuning ini pun saya masih berkeyakinan, bahwa ini
merupakan peluang usaha yang kalau ditekuni bukanlah sesuatu yang
remeh temeh, justru yang remeh temeh ini yang jarang dilirik orang
dan biaya untuk memulainya tidak terlalu besar tetapi memberikan
income yang cukup besar.
ada cerita lainnya yang sangat religius, soal jual nasi kuning di
kampus ini, semuanya berhubungan dengan rasa malu alias gengsi, dan
saya langsung di "peringatkan" oleh Allah. ceritanya saya sharing di
postingan berikutnya.

Someone

Anonim mengatakan...

Saya jadi teringat pengalaman ponakan saya yang saat ini masih sekolah
kelas 1 smp.

Pernah ketika dia masih duduk di bangku SD kelas 6 dia membeli gantungan
HP dari teman sekelas seharga 2500 sebanyak kurang lebih 6pcs, kemudian
dalam waktu cukup singkat dia bisa menjual kembali seluruh gantungan HP
tersebut dengan harga 5000 ke teman-teman di kelas yang lain.

Pulang sekolah dia hanya senyam-senyum sambil menghitung uang hasil
penjualannya untuk dimasukkan ke dalam celengannya.

Subhanallah, bahkan peluang itu bisa dia fikirkan begitu cepat. Terus
terang, saya banyak belajar dari ponakan saya ini.

Dan benar seperti kata pak Hadi, kemanapun dia pergi, dia selalu membawa
dagangannya (sticker dan Gantungan HP). Ke tempat les, ke tempat kursus,
ketika bermain ke rumah tetangga, ke kolam renang ketika bermain bersama
teman2nya. Bahkan, ketika private dirumah pun, pengajarnya menjadi
sasaran pembeli. Hehehe, bener2 berjiwa entrepreneur bocah satu ini!

Salam,
Tia Rotandiko
www.jasminejilbab. com

Anonim mengatakan...

Waduh Pak Hadi ceritanya sudah lama bgt....ketika saya masih kuliah di Unibraw Malang. Pada saat bulan puasa tahun 95 di kota Malang belum ada trend untuk menjual ta'jil di pinggir jalan. Saya sama temen2 kos punya ide untuk menjual ta'jil di pinggir jalan, caranya bagaimana ya..... wong kita ga ada yang bisa masak. Akhirnya kita ambil aja kolak dan teman2nya dari ibu kos. Kita beli Rp 500 dan kita jual Rp 1.000 pada saat itu. Cuma dalam waktu 2 jam semua makanan habis terjual...akhirnya setiap hari kita melakukan itu selama 25 hari. Menjelang lebaran kita ga jualan karena harus pulang ke kota asal untuk berlebaran. Bisnis itu memang mudah kalau kita bisa melihat peluang yang ada.

salam sukses

Imam Wijayanto
http://imamwijayant o.wordpress. com/

Anonim mengatakan...

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh,

Masya Allah, saya baru menyadari saya juga pernah lakukan hal yang sama saat saya masih kecil. Seingat saya sejak TK, SD, SMP dan SMA saya sudah berjualan kecil-kecilan. Dari Jual gambaran, kelereng, karet gelang, biji karet, menyewakan buku2, Jual buku2 pelajaran, makanan kecil, mengajar privat pada teman2 dan bahkan bisnis fotocopy.

Benar BEP bisa terjadi hanya dalam waktu 1 hari. Kalau dipikir ternyata saya sudah punya bakat jadi Enterpreneur bahkan sejak di masih di TK. Mungkin karena saya anak tunggal & sudah yatim sejak kecil usia 7th. Sementara Ibu saya harus bekerja dikantor seharian. Untuk membunuh rasa sepi itu saya lakukan kegiatan mengasikan dan menguntungkan. Lumayan kan, kecil2 sdh punya duit sendiri. Sampai untuk bisa beli Sepatu, Tas, Buku dan Pakaian yg sedang tren pada masa itu dan saya tidak perlu minta uang ke Ibu.

Tapi kok makin kesini malah jadi malas. Kalau ingat itu, saya jadi semangat lagi.
Dulu masih kecil bisa, kok sekarang malah melempem. Saya jadi malu.
Saya harus wujudkan semua mimpi yang sudah saya lukis di langit sejak saya berusia 6 tahun.
(Saya senang sekali menatap langit dan menggambarkan yg saya inginkan).
Kenapa saya bisa lupa dengan semua itu ???

Sekarang saya sadar, saya berbakat untuk jadi Enterpreneur.
Dan saya harus jadi Enterpreneur yang sukses. HARUS jadi TDA !!!!
Saya harus Action !!! Insya Allah saya hadir di MILAD 3 TDA. Saya sudah daftar.

SALAM SUKSES !
SALAM DAHSYAT !
FUNTASTIC !!!!

Wa'alaikumsalam warahmatullahi Wabarakatuh,

Dian Ekawati

Anonim mengatakan...

Assalamu'alaikum pak..
trims replynya tp saya dah baca semuanya d blog bapak hehe.. setelah saya pikir2 dan puter2 jogja mencari tempat usaha yang cocok, akhirnya pilihan tempat untuk "toko" saya insya Alloh jatuh di "RUANG TAMU" ..
Yah, seperti obrolan terakhir kita pak, memang untuk status 'karyawan' spt sy ni agak kesulitan bagi waktunya (memang ada istri tp kebetulan anak jg msh kecil), & memang benar pak kalo br mulai bisnis dah mikiran beban ini itu (mksdny sewa tempat mahal, gaji, dll) rasany kok krg pas gitu.. buat saya bisnis ini adlh pengalaman pertama saya untuk mnjual 'barang', krena biasany sy 'jual jasa', dan ternyata...asik jg y pak.. saya menjalaninya serius tp santai..
Untuk hitungan pemula, Alhamdulillahirobbil'aalamiin dengan modal awal Rp.2jt(yang balik modal dalam waktu 2 malam) sekarang saya hanya tinggal muter2 modal. Sampe saat ini saya masih fokus ke penjualan grosir(ke reseller). Rencananya dengan adanya toko 'Ruang Tamu' (walaupun sy msh ada sdikit pesimis) ni pengin jg menggenjot ecerannya pak. jadi saya tertarik dengan 'acara' yg ditawarkan p hadi untuk mem-publish lewat web tu, apa yg mesti saya kirimkan/lakukan pak?
ilustrasi rumah sy di dlm komplek perumahan, paling pojok lagi, di daerah jl. godean. tp akses mudah..masih agk dekat kota.
ok... saya tgg balasanya, doakan mudah-mudahan smua lancar y pak..amiin..
Wassalamu'alaikum..

Festa Antoni

azam-personal mengatakan...

Ass,,
saya senang baca2 postingan anda.saya juga lagi berusaha untuk bisnis kecil2an dari internet untuk memperluas bisnis saya.
mohon kritik dan sarang anda tentang bisnis saya di http://personalbisnis.com
Wss,,,