Sudahkah Anda Bener-Bener Siap Pensiun

Hari Sabtu 24 Mei 2008 yang lalu, saya diundang menjadi pembicara pada acara pembekalan bagi temen-temen kantor saya dahulu yang tidak lama lagi menjelang masa paripurna,

Ini suatu kehormatan besar dan menjadi momen yang sangat bersejarah bagi saya, karena untuk pertama kalinya inilah saya berjumpa lagi dengan rekan-rekan kerja senior saya dalam forum kelas yang sangat berbeda, saya sering mengajar temen-temen di kantor di hotel-hotel dan materi yang saya ajarkan adalah tentang dunia kerja, macam leadership, QCC, Job Instruction dsb, tapi hari ini sangat lain, yang dibicarakan adalah tentang dunia bisnis pasca pensiun, dan yang ada di hadapan saya adalah senior-senior saya yang dulu satu atap di kantor.

Malah beberapa orang diantaranya pernah menjadi trainner-trainner saya ketika awal-awal saya bekerja, dan selama saya menjadi karyawan dahulu.

Saya diundang sebagai salah satu narasumber dan diharapkan untuk bercerita seputar dunia bisnis pasca pensiun dan jatah sessi buat saya hanya sekitar 30 menit saja, dan waktunya sore hari, namun saya begitu semangat ingin mengikuti semua acaranya, disamping itu ada rasa kangen untuk bertemu mereka juga, makanya pagi-pagi saya sudah berangkat.

Saya simak semua apa yang dikatakan oleh narasumber dari sebuah lembaga konsultan para purnawirawan yang sudah cukup terkenal.

"Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu, sebentar lagi anda akan mendapatkan uang pensiun yang cukup besar, tapi saya berpesan kepada anda, kalau anda sampai saat ini belum pernah memiliki bisnis, maka hati-hatilah terhadap uang anda itu, kalau anda tertarik terjun ke dunia bisnis, maksimal anda hanya boleh mengeluarkan 20% saja dari uang pensiun anda..!" Ini adalah salah satu penggalan kalimat yang beberapa kali diulang-ulang oleh sanga narasumber, saya ikut mendengarkan dengan seksama semua yang dijelaskan olehnya, sangat bagus dan masuk akal paparannya, namun saya rada merinding dibuatnya....apakah mereka bener-bener sudah siap menghadapi pensiun..? Saya bersyukur sekali karena mendengar kata-kata ini tatkala sudah ada diluar...

"Pak bagaimana trik untuk menghilangkan rasa gengsi..? Masak saya yang mantan karyawan di perusahaan kelas dunia terus mendorong-dorong gerobak bakso misalnya.." dari jauh saya menghela nafas penjang ketika ada seorang bapak bertanya mengenai hal ini kepada seorang motivator yang menjadi keynote speaker....saya yakin bapak ini pasti sangat tidak siap mental...pikirku..

"Pak apakah ada trik yang cepat agar tidak sampai satu tahun bisnis kita sudah sukses..?" tanya peserta yang lain...duh-duh...yang ini juga belum siap juga..

"Bapak-bapak coba tunjuk jari siapa yang mau diperpanjang lagi masa pensiunnya..!" kata salah satu pembicara yang berteriak lantang, dan terlihat sekitar 80% yang hadir mengangkat tangan, dari sekitar 90an peserta.

"Siapa yang sudah sangat siap menghadapi pensiun..?" empat atau 5 orang mengangkat tangan.

"Siapa yang tidak siap pensiun..?" tidak ada peserta yang mengangkat tangan...

Saya teringat ketika trainning di Jepang dulu saya juga menyaksikan beberapa acara pelepasan karyawan yang pensiun, namun mereka masih nampak tegap sehat dan ceria, karena pensiun bagi mereka yang bekerja pada titik inti di perusahaan otomotif internasional kami tidak lain hanya seperti pindah pekerjaan saja. Setelah berlibur 2-3 bulan di Bali atau di Hawai, mereka segera bekerja kembali di anak-anak perusahaan yang tersebar di seluruh penjuru dunia...atau kalau mau tetap di jepang juga bisa, nanti bisa bekerja di perusahaan2 supplier yang memasok kebutuhan-kebutuhan bagi perusahaan inti.

Kapan Indonesia bisa seperti itu..? kecuali orang2 pilihan dengan pangkat yang tinggi, kesempatan itu sangat kecil...karena tenaga kerja di Indonesia begitu melimpah..dan tidak banyak perusahaan yang sedemikian bijak mempekerjaan mereka yang sudah usia pensiun, meski dengan gaji katakanlah setengahnya misalnya sebagai tanda terima kasih. Rasanya mustahil...

Pilihan untuk usaha mandiri adalah alternatif solusi terbesar mereka...namun sangat tidak mudah mengubah mindset. Karena dunia karyawan dan dunia wirausaha adalah dunia yang berbeda.

Ibarat Kendi dan guci keramik. Kendi harus bener-bener di hancurkan menjadi tanah lagi, dibentuk dan dibakar lagi agar bisa menjadi guci.Demikian pula mindset mereka. Mindset sebagai karyawan yang aman dan nyaman harus di hancurkan, dan dibentuk ulang agar didapatkan mindset baru, yakni mindset yang ulet,sabar dan tahan banting...yakni mindset-nya wirausaha...dan ironisnya otot ulet,sabar,tahan banting ini adalah salah satu otot yang jarang banget di latih semasa menjadi karyawan.

Saya seneng sekali bisa mengikuti acara ini, karena saya bisa belajar langsung, bahwa di dunia ini tidak ada yang kekal, melainkan perubahan itu sendiri...

Persiapkan diri anda semenjak kini untuk berubah, atau perubahan itu yang memaksa anda untuk mengikutinya...

Oya, hadir pada acara itu salah satu sahabat saya, dulu sama-sama menjadi kepala seksi, sekaligus temen curhat dan diskusi, namanya pak Edi Basuki. Alhamdulillah..sahabat temen diskusi saya di kantor ini menjadi salah satu peserta yang menurut saya sudah sangat siap terjuan bisnis pasca pensiun..."Ogah ah meski di perpanjang..kalau perlu saya malah minta maju 6 bulan hehe" katanya dengan mantap.
Dia saat ini sudah memiliki bisnis, yakni busana muslim yang dikelola hampir 2 tahun ini bersama anak dan istrinya, sudah memiliki ruko di Bekasi.

Eh beliau mengawali semuanya dari jualan selimut juga loh...dan inilah yang membuat saya dekat sekali dengan beliau...hehe..lagi-lagi semuanya berawal dari Selimut Jepang, kisah beliau pernah saya muat di blog saya dengan judul :

PRESTASI BESAR SETELAH 27 TAHUN BEKERJA

[http://selimutku.blogspot.com/2007/04/testimoni-01-prestasi-besar-setelah-27.html]

"Selamat datang dan selamat bergabung di dunia bisnis sahabat-sahabat, jangan takut dan khawatir, anda berasal dari perusahaan kelas dunia, dan kemampuan anda saya YAKIN diatas rata-rata karyawan-karyawan selevel anda pada umumnya, Insya Allah semunya bisa di latih kok...bersama-sama dengan saya nanti anda bisa berlatih menghilangkan rasa gengsi, rasa malu, rasa khawatir dan cemas...semua itu bisa hilang kalau anda mau melatihnya dari sekarang" Kata saya kepada beberapa orang diantara mereka.

Hilangkan ketakutan anda, tentang terhentinya gaji anda, masalah anda bukanlah materi. Ketika masa pensiun anda tiba, sebagian besar problemnya hanyalah tidak adanya aktivitas yang menggantikan kesibukan-kesibukan anda sebelumnya, sehingga anda kadang merasa kosong. Jangan takut mengenai Rejeki, karena Allah tidak akan menyetop.!

Selamat berpetualang dan enjoy di dunia baru anda..!

Salam Hangat..

3 komentar:

Yusuf Iskandar mengatakan...

Mas Hadi,
Tulisan Sampeyan ini sangat menggelitik. Nuwun telah berbagi.

Salam,
Yusuf

Butik-Ceria mengatakan...

Salam pak Hadi,

Tulisan pak Hadi ini sangat menggelitik saya, alhamdulillah usaha saya dan istri sudah mulai berkembang dan tidak nyesal rasanya memutuskan istri utk resign dari kursi empuk dan duduk di kursi panas di butik kecil kami.

Saya sempat telp ibu utk tanya tanya jadi salah satu agent bapak dan kebetulan sekali pangsa pasar kami 90% itu ibu ibu dan diluar jakarta. Maaf bgt pak, masih belum PEDE utk telp Sang Raja, jadi saya coba coba telp sang Ratu dulu :)

Best Regards

Inu Arya A
www.butik-ceria.com
Jual Sprei-Grosir Sprei- Online

Anonim mengatakan...

ALHAMDULILLAH PAK HADI SAYA TAMBAH PENGETAHUAN YG DAPAT SAYA JADIKAN BEKAL MENGHADAPI PENSIUN DAN SAYA SDH COBA USAHA KECIL2AN SAMBIL KERJA BERBAGI SAMA ORG2 YG BUTUH KERJA SUKSES PA...!