Bagaimana Ibu Saya Menghadapi Krisis Global Di Kampung

"Pak Hadi strategi bisnis bapak untuk menghadapi krisis global sekarang ini bagaimana..?"
"Pak saya bergerak di bisnis IT dan saat ini bisnis saya bener-bener lesu akibat dollar naik dan permintaan turun, apa yang harus saya lakukan pak..?"
"Pak kira-kira tahun depan negeri kita masih hidup enggak ya..?"
"Punya strategy jitu untuk melewati tsunami ekonomi sekarang enggak pak"

Hehehe..menarik ya, banyak orang yang begitu ketakutan, dan besarnya ketakutan dan kecemasan itu melebihi krisis itu sendiri kali ya, padahal semua orang tahu, apapun bentuknya entah krisis, badai, tsunami bahkan kiamat kubro pun pasti ada masa-masa usainya...iya enggak

Banyak pertanyaan yang senada dengan tulisan diatas datang dari segala penjuru, dan saya sendiri keki menjawabnya karena pengalaman saya menghadapai krisis pada posisi saya sebagai pebisnis jua masih bener-bener masih hijau.


Lha Saya baru resign dari kantor kan Maret 2008 kemarin, so bisa dibilang masih sangat hijau kan di dunia bisnis.?


Kalau saya jawab pertanyaan itu dengan mengacu pada buku-buku maupun dari sumber-sumber di Internet barangkali mereka malah jauh lebih jago ...maka saya sengaja mencari jawaban ke narasumber yang bener-bener alamiah, yang kesahihan kata-kata dan sumber-sumber informasinya bener-bener tidak saya ragukan. Siapa narasumber saya..?
Hehehe....tidak jauh-jauh beliau adalah Ibuku..motivator utama saya..


Sudah menjadi rutinitas, setiap jam 5 pagi saya telpon Ibu, itu adalah jam-jam Ibu mau berangkat ke pasar.
“Ibu sehat..? hari ini ke pasar mana..ini pasaran apa disitu, wage apa kliwon sih? Kemarin bagaimana laris..?” kalimat pembuka itu sudah kayak password kalau saya telpon. Ibu setiap hari ke pasar jualan baju dipasar, dan pasarnya setiap hari pindah-pindah mengikuti hari pasaran jawa, kliwon kemana, legi kemana, pahing kemana...dst..muter-muter.

“Mak, wonten mriku krisis global kraos boten (Bu di situ krisis global terasa enggak)” hehehe...pertanyaan ini pasti membingungkan beliau

“Nha..kowe takon kaya ngono nyong dadi kepengin ngerti, neng tivi ana krisis global krisis global...kuwe apa sih..terus beritane arep ana PHK masal barang anu ngapa sih (nha kamu nanya gitu saya jadi pengin tahu, di televisi ada krisis global-krisis global..itu apa sih...terus beritanya mau ada PHK massal segala, itu kenapa sih)” nah loh...malah kebalik ibu yang nanya, saya jadi terkekeh...karena saya yang nanya jadi saya yang menerangkan..

Menerangkan sejarah krisis di mulai di Amerika, dari soal Lehman Brothers, sampai imbas-imbasnya ke Indonesia dan segala macam sungguh mengasyikkan...ibuku jadi ngerti banyak hal, bisa cerita ke temen-temennya di pasar, dan beliau pasti akan menjadi pedagang tradisional yang paling pinter dan modern...hehehe...karena saya tahu persis krisis seperti ini tidak akan ada pengaruhnya di kampung ibuku yang di pelosok pegunungan.

“Terus krisis yang seperti ini baru kali ini apa sudah pernah terjadi..?” tanya beliau, saya jadi garuk-garuk kepala, karena beliau kan lebih tua seharusnya lebih tahu kan..?

“Untuk Indonesia yang sudah sering dong Bu, Jamannya pak Sukarno pernah sampai motong duit katanya, terus tahun 83, tahun 1998, terus sekarang tahun 2008, itu yang gede-gede bu, yang kecil-kecil mah banyak dan sering terjadi di Indonesia” kata saya..

“Kalau sudah sering lalu kenapa pada khawatir dan diributin ya, Ibu yang enggak lulus SD saja, kerja sendirian tiap hari ke pasar, tidak ada liburan sepanjang tahun menghidupi kalian 4 anak ditambah kakek, nenek dan adik-adik ibu alhamduillah masih hidup sampai sekarang, padahal krisisnya sudah berkali-kali ya”

Dan Ibu menambahkan lagi “Jadi bagi orang yang cemas dan khawatir karena tiap hari nonton berita krisis global di TV atau baca koran, barangkali ada efeknya meski di kampung, tapi bagi Ibu ya enggak ada apa-apanya..” oho..ibuku sudah mulai menjawab pertanyaan saya apa ada efeknya krisis global ini di kampung

“Pokoknya jalani saja seperti hari-hari biasa, pergi ke pasar dagangan laku dan dapat untung syukur alhamdulillah, kadang rugi, dapat untung 20ribu buat makan, transport, karyawan ternyata totalnya lebih dari 50ribu ya di syukuri saja, secara angka bagi kita rugi tapi lihatlah..ibu sudah jadi saluran rejeki si sopir, saluran rejekinya si Suryanti karyawan kita yang setiap hari ibu kasih 20ribu, yang punya warung nasi, pengemis, kuli panggul...itu kan kebahagiaan juga..”

“Kalau kamu sakit dan pergi berobatnya ke dukun ya diagnosanya kamu kesambet setan, atau di guna-guna orang, lain lagi kalau ke dokter, demikian juga soal masa depan, jika kamu tanyanya ke ahli ekonomi kelas dunia ya masa depan barangkali akan sangat suram dan dunia akan terasa sempit sekali...pandai-pandailah cari tempat bertanya, kalau jawaban mereka membuat kamu makin cemas berarti kamu bertanya pada orang yang salah...hehe”

“Tidak usah takut,cemas dan khawatir dengan berita, ramalan dan sejenisnya, apapun kendala yang menghadang seorang pebisnis itu adalah test layaknya kamu mau naik kelas saja, enggak cuma di bisnis, di masalah yang lain seperti keimanan, hati, perasaan semuanya sama..ujian sing arep ndadekna kowe tambah pinter lan dewasa (ujian yang akan menjadikan kamu makin pinter dan dewasa)”

“Ibu selalu ingat kata-kata guru ngaji Ibu, orang Wanayasa (Ustadz dari tetangga kecamatan) bahwa untuk berbisnis itu modal utamanya adalah DUIT, De-nya Doa, U-nya Usaha, I-nya Istiqomah dan Te-nya Taqwa...” kata beliau, dan kata-kata yang terakir ini bener-bener membuat saya terperangah...hebat nian nih Ibu dapat ilmu yang uptodate seperti yang saya dapat di seminar-seminar komunitas TDA.

Kalau di TDA, step-step bisnis ada RBDSAPP (Reason-Believe-Dream-Strategy-Action-Persistence-Pray)

Ternyata meski di pelosok Ibu sudah terlebih dulu memiliki jurus Pray (Doa)-Action (Usaha)-Persistence (Istiqomah) dan Taqwa (ini masuk mana ya..mungkin masuk Believe kali ya...percaya bahwa Allah pasti membimbing kita)

“Yang penting rajin sholat dan ibu percaya kamu orang pinter, Ibu hanya tahu pasar Pejawaran, Kalibening, Sibebek,Batur, Karangkobar (ini nama-nama pasar di kampung Ibu yang setiap hari bergantian beliau kunjungi ) sampai hari ini masih hidup...malah makin seneng, lah kamu pasarnya seluruh penjuru pulau, bahkan mulai punya pasar di luar negeri...itu bener-bener diluar jangkauan Ibu...dan bersyukur...mungkin pendapatan kamu tidak seberapa, tapi sekarang kamu sudah menghidupi banyak karyawan...itu adalah kebahagiaan yang tidak ternilai...

Satu lagi nasehat penting banget dari ibu sebelum telepon ditutup :

Sing udan barat tetep gelem dodolan biasane lewih sukses tinimbang wong sing dodolane nunggu nek terang (Yang hujan angin/badai tetap mau berangkat berjualan biasannya akan lebih sukses dibandingkan yang berangkat berjualan menunggu ketika badai reda)


Saya jadi teringat kata-kata kata kata mutiara “Succesfull life is art of dancing in the storm, not waiting to passed on” ( maksud saya adalah menuliskan bahwa yang Sukses dalam kehidupan adalah seni menari di tengah badai, dan bukan menunggu sampai badai reda...bahasa inggrisnya bener enggak ya..? sory kalau salah dan gak nyambung..hehehe tapi )

Semoga ada manfaatnya bagi anda..

Salam Hangat
Hadi Kuntoro
http://www.rajaselimut.com/
http://www.hadikuntoro.blogspot.com/

Note :
Alhamdulillah Protoype selimut animasi yang bahannya 100% Acrylic sudah jadi (Little Mermaid, Spiderman, dan Pricess Amazing Park) dan saat ini sedang kami evaluasi apa-apa yang harus di perbaiki, sebentar lagi anda bisa melihat bentuknya di http://www.rajaselimut.com/ , halus sekali...semoga produk ini akan booming sampai ke negeri jiran..amin...

8 komentar:

meithreea mengatakan...

Salam kenal pak Hadi..
Subhanallah.. beneran ya pak.. filosofi al ummu madrasatun ula'.. nggak usah jauh2 kemana.. tnyt ilmu yang utama justru kita dapat dari suri tauladan ibunda.. Semoga kita semua termasuk orang2 yg tetaP mdpt rahmat barokahNYA.. Aaameen..

Fitri mengatakan...

Pak Hadi,

Saya juga sangat terkesan dengan ibu bapak. ga salah kalau bapak menjadikan ibu bapak sebagai motivator utama :). Nasehat yang diberikan luar biasa dan sangat mengena. Terima kasih buat sharingnya Pak. Sukses!!!

Anonim mengatakan...

bener2 tulisan yang bikin semangat..
rasanya "fresh" banget setelah ngebacanya:..
bner banget tu pak, makin sering saya baca berita, baik via koran maupun internet n tv, makin pesimis saya..
mendingan cuekin aja lah semua itu, dari pada bikin mindset kita kacau..
hehehe... yang penting Doa n Usaha jalan terusss... saya yakin InsyaAllah bakalan ada jalanna:)

makasi ya Pak..

nadiya
nadiyamustafabaabad.multiply.com

Irwan The Chapter mengatakan...

pak maknyus dan renyah...izin kopi paste di blog ku boleh?

maturnuwun

wahjoe mengatakan...

Pak Hadi, seneng banget baca tulisan-tulisan Pak Hadi. Saya yang terkungkung dengan rutinitas perusahaan jadi "puanasss".. Satu hal lagi yang bikin saya semakin "salut campur kelapa parut" pak hadi sangat sayang ma ortu, so care..itu yang sedang saya pelajari pak, bahwasannya ridho allah datang dari ridho orang tua kita juga. Truss.. saya seneng banget saat pak hadi sebutin tempat-tempat yang mana saya sangat setuju kalo tempat itu disebut surga di atas awan. Saya orang semarang yang masih tdb, kerjaan mondar-mandir kaya setrikaan jualan cat buatan orang laen. Kalo hari rabu saya punya jadwal kunjungan ke karang kobar, wanayasa, sibebek, kalibening.. Sedikit cerita pak, sebelumnya ga ada yang berani buka area tersebut, karena jauh, medan sulit dsb..tapi hal seperti itu bukan penghalang bagi saya, saya malah bayangin tempat itu sangat bagus pemandangannya..dan sungguh berkali-kali saya ucapkan "subhanallah.." betul-betul indah..
Pak Hadi, saya jadi pengen kenalan sama ibunya pak hadi, barangkali saya bisa jumpa, boleh kan pak? hehehe..
thaks ya pak..

HADI KUNTORO mengatakan...

Hallo Pak Wahjoe...seneng sekali mendpat komentar dari anda, nanti Insya Allah kita ketemu kok di Karangkobar, karena saya sedang membuatkan satu toko buat Ibu...salam hangat..

danang mengatakan...

alhamdulillah Zatu lagi tuliZan dari pak hadi yang mencerahkan. Ztart no, pokoke

DEWI mengatakan...

Selamat pagi, pak Kuntoro. sy sngt terinspirasi dan termotivasi dgn tulisan2 bapak. slma ini sy punya dream mau bk usaha di kampung lain. ada 4 petak rumah pnya bpk saya yg mau sy beli, dan mau sy bk countr hp, studio mini rumahan, salon, dan warkop. menurut bpk, apa mungkin smua dream sy terlaksana ya? sy jd smakin semangat stlah membaca tulisan bpk. terus terang sy org yg agak pesimis dan takut2. sy udah 5 th bk countr dan cetak ft+ warkop. msh sewa tmpt, tp thn ini gak di kasi sambg lg. mknya sy terpaksa pindah kampung. kasih sy motivasi ya, pak. mksh..