PELAJARI ILMUNYA JAUH LEBIH PENTING DARI KULAKAN BARANGE


Jualan sepatu bukanlah sekedar kulakan sepatu yang banyak terus ditawar-tawarin atau yang lebih aneh lagi jika kita yang sakjane gak ngerti opo-opo tentang sepatu mendorong-dorong orang beli sepatu banyak-banyak juga untuk mereka jual...walah yo cilokooo... meskipun sepatune uapik-apik merek terkenal lha mereka emang gak bisa menjual piyeee.....jangankan mereka lha kita saja juga susah...hahaha

Jauh lebih penting memahami ilmu persepatuan terlebih dahulu sebelum kulakan sepatu...

Bagaimana anda bisa sukses jualan sepatu sedangkan sepatu saja anda tidak faham....??

KENAPA MEREKA MENEMUKAN INI KENAPA MEREKA MENEMUKAN ITU


Brett & Kelly nemu MAP
Bart Nemu Ambassador
Mariaane & Kit nemu NCIP
Geoge DC fitkopel nemun Fit Camp / Warehous Fit
Leon Waisbein Nemu konsep sarapan sehat...nemu konsep akumulasi 4K yang sebelum nya 5K

mengapa-mengapa-mengapa..mengapa...mereka nemu itu....

kenapa mereka bisa nemu itu...?
Mengapa Indonesia belum nemu apa-apa...??
Apakah sedemikian tidak kreatifnya orang Indonesia....?

Bisakah orang Indonesia menemukan sebuah konsep baru....yang ora asal nemu/ngarang ngawur2an...???

Apa bedanya orang Indonesia dengan orang luar negeri ituuu....???
bagaimana kita bisa menemukan sesuatu....??

Jawabannya ada di Reuni Solo

Nanti akan kita jelaskan dengan sangat detail di meeting tabteam
Mengapa mereka bisa menmukan itu

Ternyata ada penjelasan menarik...dan jika kita bisa memahaminya maka dari team ini nanti akan muncul penemu2 kelas dunia....

Kans/Peluang yang paling besar dari indoensia sebagai penemu sebuah konsep besar yang mendunia, Inshaa Allah terbesar dari group ini

Saya mulai melihat itu...di Kudus, di Mojokerto, di Pati dan di Semarang

LEBIH BAIK EDIFIKASI PERILAKU ATAU KEBIASAAN-KEBIASAAN SEHATNYA SAJA

"Lha ini loh pak Hadi yang tadi saya ceritakan, beliau levelnya sudah President Team, gajiane di bisnis ini sudah turah-turah (sangat banyak) sampai mau buat beli apa bingung... hehehe " turun dari mobil Mas Fulan mengajak seorang bapak-bapak, dan begitu masuk ke NC kata-kata itulah yang keluar pertama.....                       

"Pak Hadi, bapak ini anggota DPR yang sebentar lagi selesai masa tugasnya, dan biasalah... kita ngobrol-ngobrol tentang aktivitas usai paripurna tugas, nha saya ajak kemari saya perkenalkan dengan pak Hadi, agar makin termotivasi untuk melihat peluang bisnis menarik ini...." lanjut mas Fulan                       

"Iya Mas Hadi... kemarin mas Fulan ini ngobrol-ngobrol, saya mulai mencoba Herbal di rumahnya ternyata ini ada bisnisnya juga... dan alhamdulillah malah sekarang ketemu dengan presiden nya langsung" kata Bapak DPR.....                       

Sambil salaman saya menjawab "Selamat njiih pak sudah mulai sarapan sehat, haaaaah... sing presiden niku pak Jokowi, saya itu cuma president Kethoprak.... hahaha...."                       

Pada kesempatan lain, saat saya ada kesempatan main ke Club nya mas Fulan yang pagi itu lumayan rame, begitu masuk pintu saya disambut dengan cerita "Selamat datang Pak Hadi, teman-teman perkenalkan  inilah Pak Hadi, presiden team kita. Pak Hadi bapak-bapak ini adalah pengusaha-pengusaha, yang ini bos penggilingan padi, yang ini bos sembako...."

"Sugeng enjang bapak-bapak, saya Hadi, Presiden Republik Kethoprak....hahaha.... Mas Fulan ini sukanya ngarang-ngarang...hahahaha..."                       

Beberapa waktu  berselang Mas Fulan datang ke Club kita, mobilnya penuh dan mereka adalah pengusaha-pengusaha " Yang ini pengusaha property, yang ini juragan kuliner, dan yang ini bos sepeda motor terbesar di kota kami, perkenalkan ini Pak Hadi, presiden team yang kemarin saya ceritakan, kerjanya hanya olahraga namun pasif income sudah mengalir ratusan juta setiap bulan...." kata Mas Fulan

Bapak yang bos Motor berkata "Lha yang kemarin diperkenalkan itu president herbalife juga..?"

"Bukan pak, yang kemarin yang gajian 100jutaan itu Millionare Team, lha ini atasnya lagi.... Presiden team, gajiannya lebih tinggi dari yang kemarin...." Jawab Mas Fulan

Saya menjawab "Haaalah...Mas Fulan senenge ngarang, saya ini presiden-presidenan pak... hahahha... presiden Ketoprak"                       

Mas Fulan ini selalu dan selalu begitu.... sering datang membawa banyak orang-orang yang "Potensial" dan kata-katanya selau begitu, sukanya ngalem-ngalem (memuji-muji) betapa enaknya bisnis ini apalagi jika levelnya sudah seperti kami.....                       

Perkataaan "Ngalem-Ngalem" seperti ini sering dikenal dengan istilah EDIFIKASI                       

Dan edifikasi yang dilakukan oleh Mas Fulan ini contoh Edifikasi Salah Kaprah                       

Dan Edifikasi seperti ini adalah kebiasaan yang jamak dan lumrah di Bisnis MLM.... bahkan kadang menjadi semacam keharusan atau kesepakatan tidak tertulis bahwa kita harus ngalem-ngalem orang yang di hadapan kita habis-habisan, agar orang yang akan diajak bergabung makin termotivasi dan semangat ikut bisnis MLM yang ditawarkan                       

Dan Mas Fulan yang sudah memiliki pengalaman bisnis MLM satu ke MLM lain, akhirnya menjadi kebiasaan, meski sudah membuka NC pun Edifikasi yang Lebay-lebay istilah bahasa Jawanya sampai "Entek Amek Kurang Golek" (memujinya sampai kehabisan kata-kata dan kemudian mencari-cari serta seperti sampai kurang kata-kata sehingga sampai harus mencari-cari cari lagi...hahaha) masih saja keluar.

Hingga suatu hari pas ada kesempatan saya ajak ngobrol.                       

"Mas Fulan, yang menghalangi sukses di bisnis NC ini justru kebiasaan-kebiasaan kecil yang menurut njenengan bagus, yakni SEMUA ORANG INGIN DITARIK KE BISNIS INI. Saya perhatikan setiap orang yang ketemu dengan saya kok sudah di jelaskan panjang lebar tentang bisnisnya, bahkan orang-orang itu banyak yang mereka masih mulai program.... hehehe mulai sekarang hentikan kebiasaan itu fokus saja ke edukasi yang baik tentang Pola Makan yang Sehat.... khusus untuk sampeyan saran saya  HILANGKAN EDIFIKASI dan FOKUS EDUKASI " kata saya                       

Teman-teman, cerita tentang mas Fulan diatas bisa menjadi pelajaran bagi kita, lakukanlah bisnis ini se natural mungkin, hilangkan sandiwara dan hilangkan kebiasaan seperti pemain drama.

Jika ada yang levelnya hebat masuk ke NC kita, perlakukan mereka customer biasa pada umumnya, karena suasana di NC menjadi lebih natural....                       

Mungkin anda suprise NC anda di datangin seorang Presteam Senior misalnya, dan anda ingin memperkenalkan dan memberikan Edifikasi kepada para tamu...its oke, namun fokus saja ke hasil produknya atau ke kebiasaan-kebiasaan sehatnya saja....                       

"Teman-temen kenalkan Pak X ini  hebat looh....sangat tertib dengan Mealplan dan sudah turun 30kg..!"                       

"Ibu ini hebat sekali...sudah 15 tahun konsumsi produk yang kita minum tiap pagii..ayuk tebak usia beliau berapa...?"                       

Termasuk juga di forum-forum di panggung-panggung, mulai saat ini jika kita ingin mengidifikasi seseorang, misalnya beliau adalah Sponsor kita, lakukanlah yang natural dan wajar-wajar saja                       

Perhatikan bagaimana para chairman atau pembicara-pembicara Internasional menceritakan sponsornya, yang mereka ekspose adalah perilakunya....                       

"Terima kasih sponsor, terima kasih mentor, malaikatku, my enjel.... jika saya tidak bertemu denganmu entah seperti apa nasib saya sekarang......" is Lebay                       

"Terima kasih sponsor-sponsorku D, terima kasih C, terimakasih B terima kasih A, karena merekalah saya ada disini...." inipun Lebay                       

Jadikanlah bisnis Rumah Nutrisi ini bisnis yang Natural, apa adanya, berbincang-bincanglah dengan pebisnis yang sukses, apakah mereka lebay-lebay menyebut orang-orang yang membuat para pebisnis itu sukses....?                       

Pebisnis-pebisnis itu Mereka akan bercerita apa adanya secara natural.....                       

Menjalankan bisnis ini dengan baik, merawat customer adar dapat hasil produk yang baik, mengedukasi dengan benar, bonding customer dengan hati, attitude kita baik... adalah wujud terima kasih kita yang bener, adalah wujud hormat kita yang bener kepada sponsor kita, dan itu lebih powerfull daripada kata-kata....                       

semoga temen-temen terinspirasi dengan cerita Mas Fulan pagi ini.....

CERITA DARI GUDANG MUKENA

Rumah Mae di Karangkobar cukup besar, ada 6 kamar tidur, 1 kamare tamu dan 4 kamar dibuat untuk Anak-anak, ternyata kami jarang kumpul bareng kecuali lebaran, 4 kamar-kamar itu kosong, kayak hotel tanpa tamu. Dan lebaranpun kami lebih senang di ruang utama, depan tipi semua kasur dikeluarkan, semua pada tidur di lantai seperti hotel-hotel tradisional di Jepang heheh...seru...
Kemarin kami pulang seperti tahun-tahun lalu, 4 kamar beralih fungsi menjadi gudang dagangan hehehe, kamar depan punya kakak tertua penuh dengan stok selimut dan bed cover, kamar lain penuh rok-rok, gamis, training dan seragam-seragam sekolah, bahkan sekarang ada kamar baru isinya full selimut, dan , kamar kita kini penuh dengan stok mukena Takjub.... hahaha lha ini lebaran sudah rampung kok stok barang masih sebanyak ini..?

"Mae stok mukena kok sebanyak ini, berapa juta yaaa......" tanya saya...

"Hehehe...ya berjuta-juta yaaa....” jawab Mae

“Lha kapan dijualnya apa ini stok matii...?” tanya saya

Hehehe...ya uduuu... kuwe mengko bar bada li rame tenaang bae... bada siki beda karo bada mbiyen,  lebaran barang entek utange egen akeh, nek siki bada mae duwite akeh barange egen akeh...heheheh...asale wes oranana sing njaluk duwit maning hehehe... wingi harep bada mae esih tuku barang, asale regane murah-murah (hehehe.... ya bukaaan... itu nanti habis lebaran kan laku keras tenang saja.. lebaran sekarang beda dengan jaman dulu, yang lebaran barang habis duit habis, sekarang lebaran uang mae banyak dagangan juga masih banyak, sekarang enggak ada yang minta uang lagi hehehe... karena menjelang lebaranpun mae masih belanja ke juragan harganya murah-murah)” Kata Mae

“Mukena-mukena itu murah, Mae dapat diskon spesial, dan muter e cepet sekali karena yang beli pedagang-pedagang juga , hehehe...kowe belum tahu apa, Mae sekarang jadi juragan lhooo....hehehe...." Kata Mae

"Weleh...hebat sekali ya Mak....lha belanja sebanyak ini gimana carane, ini barang dari tanah abang..?"

"Itu barang dari Tegal Gubug, sama kayak barang tanah abang juga, lah orangnya buka grosir juga di Tanah Abang, Mae sering dikirim, bayarnya terserah mae kapan saja, dan harga yang diberikan ke Mae harga yang paling murah, jadinya dijualke teman-teman pedagang saja bisa untuk 3000-5000an, jadinya muter uangnya cepet..." kata Mae

Saya teringat dulu sering kali kami belanja barang ke Tegal Gubug. Pasar Tegal Gubug adalah pasar garmen tradisional letaknya di Cirebon, dulu sekitar tahun 2000an kami sering kesana modelnya seperti pasar sayur, tapi yang dijual berbagai macam garmen dari kain, gamis, jilbab, baju batik sampai bed cover apa saja ada, ...rame sekaliii... dahulu puncak keramain pasar tegal Gubug itu dinihari sekitar jam 01.00 sd 04.00 begitu matahari terbit pasare selesai.... mungkin sekarang sampai siang kali yaaa... dan pasarnya dibuka di hari-hari tertentu saja. Dulu waktu SMA dan kuliahpun saya beberapa kali menemani Mae kesana....

"Lha ceritanya Mae kok bisa dapat juragan seperti itu sih gimana..?"

"Ceritane panjaang....berawal dari ada seseorang ketempate Mae, menawarkan dagangan, mukena alus-alus...Mae bilang mukena seperti ini yang bisa jual ya pedagang-pedagang muda yang gaul-gaul, nanti saya kenalin sama Mbak Saroh yaaa....." kata Mae

Dipanggillah Mbak Saroh, pemilik toko besar yang terbiasa jual barang-barang kualitas bagus, gaul dan harganya mahal untuk ukuran kampung.

Diperkenalkan juragan itu ke mbak Saroh, juragan itu percaya karena direkomendasikan Mae, terjalinlah hubungan bisnis yang bagus antara Juragan itu dengan Mbak Saroh, setelah beberapa tahun terus belajar, akhirnya mbak Saroh jadi berkembang bisnisnya, lama-lama bisa pergi ke Tegal Gubug sendiri. Alhamdulillah Suami istri sekarang jadi pedagang muda yang sukses.

Suatu hari pedagang dari Tegal Gubug dari dahulu dipertemukan Mae ke Mbak Saroh datang kerumah, kali ini membawa banyak mukena kalangan menengah kebawah, Mae enggak niat mengambil, namun si juragan meninggalkan barang,

"Silahkan dijual nanti setornya kalau sudah laku dan tidak dibatasi sampai kapan, itu adalah bentuk RASA TERIMA KASIH karena Mae sudah berjasa memperkenalkan mbak Saroh " Kata sang juragan

Mukena titipan itu dijualah secara grosir, karena gak pakai modal Mae menjual dengan untung tipis pun gak masalah, konsumennya pedagang, syaratnya bayar Cash...ada mukena yang ambil untungnya duaribu perak tapi ambilnya banyak...karena grosir.

Eh ternyata jurusnya Mae berhasil. perputaran uangnya cepet sang juragan makin seneng, Lebaran kemarin mae dikirimin banyak oleh-oleh, dikasih megic jar, dikasih panggangan roti yang Mae gak bisa pakai gak tahu caranya...wkwkwkw.....

Sekarang selain mukena Juragan itu juga memberikan barang-barang yang lain dengan skenario pembayaran yang sama, pokoknya fasilitas buat mae sangat spesial, bahkan mbak Saroh pun sering ambil barang ke Mae.....

Mbak Saroh usahanya semakin maju, di pasar Kecamatan Kalibening, lapaknya sangat bagus dan strategis, malah letaknya persis berhadap-hadapan dengan lapaknya Mae.
Setiap kali ketemu saya Mbak saroh bilang " saya terima kasih banget dengan mae..."

Mae juga bersyukur karena lantaran mbak Saroh usahanya makin maju, akhirnya mbak Saroh sering ke Tegal Gubung membawa mobil sendiri, dan Mae sering nitip belanja...gak perlu capek-capek..dan free ongkos kirim...hehehe..

Dan update cerita yang menarik, sang Juragan Tegal Gubuk dalam perjalannya mengalami kebangkrutan karena sesuatu hal, kesulitan keuangan hebat dan sambat (minta tolong) ke Mae, dan oleh mae dibantulah keuangan sang juragan, dan beberapa tahun kemudian sang juragan bangkit lagiii... bagus lagii bisnisnya..... akhirnya sekarang Mae butuh barang apapun sang juragan akan mencarikan di Tegal Gubuk dan SAMA SEKALI ENGGAK NGAMBIL UNTUNG, ini fasilitas khusus karena merasa hutang budi ke Mae.... hehehe.... banyak cerita-cerita-cerita lebaran kemarin...]\


Di satu kesempatan kami Ngobrol

"Mae, kalau di herbalife disebut UPLINE, dan mbak Saroh disebut DOWNLINE, dan si Juragan seperti Herbalife. Karena memperkenalkan mbak Saroh akhirnya Mae dapat Bonus dari si Juragan" kata saya....

"Ooo....kalau gitu baru mae Mudeng (faham) hehehe...."

"Mbak saroh tahu gak kalau Mae dikasih barang murah malah bayare tempo..? dia Iri enggak..." Tanya saya

"Ya tahuu...dan Saroh malah seneng karena bisa ngambil barang ke Mae, dan ya pasti enggak iri Saroh malah terima kasih, dan sering Munjung (ngasih oleh-oleh), emang kenapa kok iri..? " Mae kelihatan penasaran...hehehe...

"Ya kali sajaa... Mbak Saroh yang belanja banyak, malah mae yang dikasih fasilitas istimewa..." kata saya....

"Hahahaha... ya enggak ada perasaan seperti itu.... kepikiran saja enggak..." jawabnya

"Mae..sekarang kan Mbak Saroh maju, sudah daftar haji..kenal banyak juragan, kenal Tegal Gubug jika  Mae enggak dapat apa-apa, bahkan kesalip majunya sama mbak saroh gimana...?"  Saya penasaran dan memancing Mae...

"Ya enggak apa-apa....lha wong dulu saya awalnya mau dikasih mukena murah itu juga enggak mau.... dan kalau Saroh tambah maju itu rejekinya dia....mae malah ikut senang" katanya...


Teman-temen, dari ceria Mae tentang mbak Saroh ini saya mengambil banyak hikmah.....

Ini adalah sebuah cerita yang sangat indah untuk dijadikan contoh di Bisnis herbalife, dengan cara Nutrition Club yang sedang kita jalankan sekarang....

Diluar sana, seseorang sudah sangaaaaat berteriima kasih karena diperkenalkan dengan juragan, itulah makanya SAYA SANGAT BERTERIMA KASIH kepada seseorang yang memperkenalkan saya dengan Herbalife.... cukup kenal herbalife saja sudah berterima kasih.... namun kadang ada yang aneh... sudah diperkenalkan ke herbalife, masih pulak menuntut diajarin ilmunya, kadang malah memusuhi upline nya... wkwkwkw.... dunia kebolak-baliik

"Upline saya enggak ngajarin ini, enggak ngajarin itu..saya jadi galau..." kata seseorang suatu hari....

"Kamu yoo aneeh.... lha upline mu emang gak serius di Herbalife kok kamu yang galau, lha nanti kalau upline nya pindah keluar dari Herbalife  kamu gimana... wkwkwkw..... kalau misale upline mu lulusan SD, sedangkan kamu S2 apakah kamu akan menunggu upline mu pinter dulu baru kamu belajar dan bebas galau....wkwkwk...aneh-aneh saja..." kata saya...

Pokoke sambil praktek belajar-belajar-belajar dan terus belajar... , di lapangan kita belajar, di majelis-majelis ilmu kita belajar....

Umumnya masalah bisnis sebenernya ada pada diri kita yang masih minim ilmu, namun kita menunjuk kian kemari bahwa masalahnya ada diluar...

Yaaa....YANG BELAJAR ADALAH KITA bukan berharap upline yang membawa ilmu pamungkas, mengatas segala masalah, dan mendatangi kita....

Berfikirlah simple seperti Mae dan Mbak Saroh berbisnis mukena.

Herbalife ada UPLINE ada DOWNLINE namun jika istilah itu justru membuat kita ENGGAN BERGERAK mencari ilmu dan hanya MENUNGGU & MENUNGGU PETUNJUK HADIR, mengapa tidak kita hilangkan saja istilah itu dari mindset kita, anggap saja UPLINE itu Kakak atau Orang tua kita..

Adakalanya KAKAK atau ORANG TUA kita hanya lulus SD, SMP namun beliau tulus menginginkan kita lebih maju, setelah banyak belajar kita lulus Sarjana lebih tahu banyak hal, yang harus kita ucapkan adalah terima kasih... bukan keluh kesah pada saudara yang SD itu tidak mengajari apapaun dan anda lelah karena belajar mencari ilmu sendiri.....

Hiburlah upline anda jika sedih, Rangkul dan bimbinglah upline anda, arahkan ke cara yang benar jika menurut anda si upline belum faham banyak hal..... berdoalah agar upline anda memiliki kekuatan dan dimudahkan segala uruasannya, lakukanlah itu sebagai bentuk syukur dan terima kasih anda karena Upline memperkenalkan anda kepada SANG JURAGAN...


Note :
* AnGGaP SAJA SPoNSoR ADaLaH KaKaK KanDUNG, BeReS KAN..?*

Semoga anda terinspirasi dengan tulisan ini.

www.hadikuntoro.com

TAK PIKIR-PIKIR SEMUA SING NENG nDONYA IKI YA UJIAN

Yang saya tulis diatas artinya "Saya pikir-pikir semua yang ada di dunia ini adalah ujian tidak lebih dari itu" , kata Mae 
Setelah Shalat Ied kami sekeluarga pergi ke Pemakaman ayah, dan ini rutin kami lakukan, mumpung kita kumpul keluarga, mumpung secara kebahagiaan lagi di puncak, mumpung kegembiraan sedang hebat-hebatnya..... 
Dan saya pikir dititik inilah memang kita perlu pergi ke Pemakaman, agar kita ingat bahwa apapun kondisi kita saat ini, jangan berlebihan karena ujung-ujungnya kita semua akan terdiam...dan dikubur seperti orang-orang yang mendahului kita 
"Kita ke pemakaman bukan untuk Sharing Kebahagiaan agar yang dikubur merasakan bahagia seperti kita, namun JUSTRU kebalik.... dalam Diamnya yang dikubur JUSTRU memberikan sharing ke kita, hati-hati dengan segala UJIAN, karena nanti kamupun akan seperti kami yang disini " dan kata-kata UJIAN dari Mae itu membuat saya merinding.....hahahaha

"Mereka telah SELESAI dengan ujiannya dan kita sedang mengerjalannya" Kata Mae.....

Dan dalam perjalanan pulang, kami sekeluarga sengaja mengambil rute yang jauh, memutari Pemakaman..... jalan pelan-pelan dan dalam perjalanan Mae terus bercerita sambil kadang bercanda.... "Rumah Paling tenang itu di kuburan, karena tetangga-tetangganya enggak ada yang rewel...hehehe" Kata Mae

"Dunia ini Kayane (Kayaknya) sejak awal di ciptakan memang di desain sebagai tempat ujian, karena tak pikir-pikir tidak ada kok orang yang tidak di ujii..... malah janjane kayane (Sebenernya kayaknya) dimulai dari kita ada Nyawanya, ujian itu sudah di mulai...." (Mae Bilang kayak gitu saya Saya membayangkan acara Ninja Warrior hehehe.... tempat shooting itu didesain emang untuk TANTANGAN, dan ujian dimulai sejak Bel pertama kali dj pencet...hehehe)

Jadi kalau ada orang yang mengeluh karena MENDERITA itu enggak tepat karena dunia ini memang ajang Ben wong-wong (agar orang-orang) menderitaaa.....

"Lha deneng ka kados niku (lha kok begitu)...?" Tanya saya.....

"Asale kesenengan ya ujian, kesusahaan ya ujian, wong sugih di uji dengan bandana, wong mlarat di ujia dengan kesengsaraaane (karena KESENANGAN yang ujian, dan KESUSAHAN ya ujian, orang kaya di uji dengan hartanya dan orang miskin di uji dengan kesengsaraanya" kata Mae....dan saya manggut-manggut setuju.......

"Terus...?" kata saya......

"Ujian di datangkan dari berbagai penjuru (lagi-lagi saya membayangkan Ninja Warrior...hehe) ada yang di uji dengan kekayaan , eh terbalik siki di uji dengan kemiskinan, ada yang dulu di uji dengan caci maki sekarang di uji dengan puja-puji....ada yang di uji lewat pasangannya, awalnya bahagiaaa...eh sekarang di uji pasangannnya nggandeng-nggandeng liyane, ada yang di uji lewat anak, anake dibuat pinter berprestasi sukses....itu ujian....kita sombong apa ora...? anaknya lahir eh malah cacat, lemah, sangat terbatas...kita sabar ora...?" kata mae.....

"Kadang ujian berganti-ganti datangnya....eh kadang bareng-bareeng... di dirinya sendiri di uji+ di uji pasangannya+di uji anak-anaknya+di uji dengan cacian makian.. + ana maning (ada lagi)... ana maning... ana maning..."

"Kae Mbak Fulan, esih enom di uji ditinggal bojone (suami), terus stress eh malah stroke dan ditungguin anaknya, setahun dua tahun menggantungkan dengan kerabat lama-lama yang namanya manusia ada bosennya kan wajar... mungkin pasangan kerabatnya kurang mendukung atau gimana lama-lama si anak yang nungguin kan bosen dan pergi ke kalimantan cari pekerjaan.... Mae sering datang dan ngasih bantuan.... bocahe nangiiiis ngglolo (nangis dengan keras dan terus menerus).... itu conto ujian sing bareng-bareng" Kata Mae

"Ana sing kabeeeh apik.. Usahane Lancar, bandane akeh, anake pinter-pinter, njago dari pejabat lolos, dimana-mana di puji-puji, di hormati, ya ada yang begitu, itupun ujian..."

"Lha Nek cara mae Pitik, Lele kae ana ujian apa ora...wkwkwkwk..? (Menurut mae ayam itu ada ujian apa enggak)" Tanya saya....hahaha.... saya tanya seperti itu ketika melewati kolam ikan milik Mae, yang lele nya gede-gede dan diatasnya buat memelihara Ayam oleh orang kampung

"Hahaha... ya ora... ayam karo lele bebas ujian, yang di uji yang merasa memilikinya....
"Mereka kan gak punya AKAL yang berkembang dan makin lama makin pinter KAYAK KITA, karena enggak punya akal maka mereka menjalani hidup TANPA PILIHAN" kata Mae

"Nha ini karunia hebat lainnya dari gusti Allah, Manusia diberi AKAL dan dikaruniai KEBEBASAN MEMILIH, malaikat mungkin dikaruniai akal juga, tapi ora bisa bebas memilih kaya menungsa" kata Mae

"Mulane neng neng Alqur'an kae malaikat kon sujud hormat ke manusia, karena manusia diberi satu kelebihan yakni akal sing terus berkembang dan kebebasan memilih...lha nek malaikat anane wiridan teruus ndina mengiii (lha kalau malaikat sing malam berdoa terus)"

"Ndonya iki memang di ciptakan nggo tempat ujian, sapa sing di uji makin lama makin bijaksana, tambah apikan, tambah bijaksana, tambah ngajeni wong tuwa (hormat pada tua), tambah eman karo sepada-pada (menyayangi orang lain) , tambah sabar, tambah tunduk rajin sholate, tambah merendah, tambah tawakal maring gusti Allah, tambah imane itu berarti lulus ujian"

"Angger di uji malah menjauh dan salah jalan...lha itu orang-orang sing merugi, ujian datang nggak membuat dia tambah mantep sholate, diuji malah blas ora tau sholat.... di uji malah mlayu maring dukun (malah lari ke dukun).... di uji malah bunuh diri... diuji malah ngumbe miras (minum miras).. di uji malah jadi sombong, di uji malah jadi angkuh.... itu adalah orang-orang yang merugi" kata Mae

Obrolan itu terhenti saat sampai dirumah.... namun saya tidak berhenti memikirkannya.... ada 3 hal hebat yang saya dapatkan dari Obrolan ini, #1DuniaAdalahTempatUjian, #2ManusiaPunyaAkal #3ManusiadiberikebebasanMemilih

Semoga Obrolan itu bermanfaat yaa.......