Apa yang terjadi pada Samurai San-III (TAMAT)

Baca cerita sebelumnya di LINK INI "Apa yang Terjadi Pada Samurai San-II"

“Samurai San, boleh tidak nanti saya ikut hadir di persidangan” tanya saya..
“Boleh saja, karena persidangan ini terbuka untuk umum, dan nanti malah anda akan banyak tahu apa sebenernya inti masalah saya…” jawab beliau…

Apa sebenernya inti permasalahannya sampai dia ditahan dari tanggal 31 Maret 2009 hingga saat ini..? Dari beberapa kali saya mengikuti sidang untuk memberikan support kepada beliau, agar beliau semangat dan tidak merasa sendirian di negeri orang.

Dari beberapa kali mengikuti sidang terbuka untuk umum yang ternyata dihadiri juga oleh wartawan-wartawan itu saya lambat laun menangkap isi cerita secara garis besar yang menjadi pokok sengketa.

Sekitar tahun 60-70an, datang ke Indonesia seorang Pebisnis dari Jepang dan membuat pabrik selimut di Indonesia. Produknya sangat terkenal waktu itu bahkan hingga di kampung sayapun saya ingat produk itu termasuk produk nomor wahid yang dipakai baik oleh kalangan bawah maupun kalangan atas. Kemungkinan besar market share selimut berbulu di Indonesia waktu dikuasai oleh perusaaan ini yang sebut saja dimiliki oleh Mr.Hitori.

Perusahaan Mr.Hitori ini sangat besar dengan sekian ribu karyawan dan perusahaanya tersentralisir disebuah lahan yang membentuk cluster semacam kawasan Industri kecil.

Beberapa puluh tahun kemudian, sekitar tahun 2001 Samurai san datang ke Indonesia mendirikan pabrik selimut juga, setelah terlebih tercapai kesepakatan dengan Mr.Hitori untuk menyewa lahan hingga tahun 2011, di sebagain kecil lokasi yang dimiliki Mr.Hitori.

Tahun 2004, perusahaan Mr.Hitori mengalami pailit, mungkin karean efek bola salju dari krismon di Indonesai waktu itu, dan akibat dari pailitnya itu, perusahaan Mr.Hitori tutup, semua aset dan bangunannya ada dibawah pengawasan Bank, dan Mr.Hitori nya pulang ke Jepang.

Sedangkan Samurai San berusaha sekuat tenaga berjuang agar perusahaanya tetep bertahan dan eksis di Indonesia meski dilanda tsunami, yakni badai krismon akibat dolar menguat sedemikain hebatnya. Istri dan anaknya yang sebelumnya tinggal di apartemen mewah di Indonesia terpaksa dipulangkan ke Jepang, dan Samurai san menyewa tempat yang biasa-biasa saja yang lokasinya dekat dengan pabrik, adalah salah satu contoh perjuangan beliau untuk menghemat anggaran agar perusahaannya tidak ikut tergulung.

Mobil yang beliau pakai untuk operasional sehari-hari adalah Mitsubishi Kuda keluaran dibawah tahun 2000, dan bahkan kadang banyak yang melihat beliau berangkat dan pulang kerja naik sepeda Onthel..! (padahal dulu saya pergi bekerja naik motor saja rasanya enggak pede apalagi kalau bertemu temen-temen pimpinan kerja yang selevel…heheh…entar dikira orang pelit banget..hahaha…padahal dia yang presdir dan customernya tersebar di Eropa dan amerika saja mau begitu…..jadi malu deh…).

Sekitar tahun 2006, yakni ketika harga BBM naik membumbung tinggi, dan ada kebijakan pemerintah bahwa BBM untuk Industri harganya lebih mahal daripada BBM untuk kendaraan umum, Samurai san melakukan upaya cost reduction, yakni boiler di pabrik yang digunakan untuk proses pemanasan selimut, yang semula menggunakan BBM sebagai sumber pemanas diganti dengan Batubara yang lebih murah.

Dapur pembakaran yang semula pakai BBM, ternyata perlu dirombak menjadi lebih luas agar bisa menjadi dapur yang berbahan bakar batubara. Dan karena membutuhkan tempat lebih luas itulah perusahaan samurai san “terpaksa” memperluas bangunan dan “merobohkan” atau menggusur bangunan semi permanen diluar area yang disepakati dalam perjanjian sewa lahan, kalau tidak salah dengar bangunan itu menjorok lahan seluas 200M2, yakni lahan yang statusnya masih dimiliki oleh Mr.Hitori.

Samurai san berpikir karena Mr.Hitori ada di Jepang dan status lahan itu juga ada dibawah pengawasan bank, maka proses ijin merobohkan bangunan semi permanen yang sudah tahunan yang tidak terpakai itu tidak menjadi persoalan, dan barangkali Mr.Hitori juga enggak akan keberatan dengan hal itu. Dan setelah ijin didapat dari Bank yang menjadi pengawas, pembangunannya pun dilakukan…dan inilah yang ternyata di kemudian hari menjadi sengketa…

Lewat perwakilannya di Indoensia, Mr.Hitori menuntut samurai san yang telah merusak bangunan yang secara sah masih menjadi milik Mr.Hitori, dan samurai san juga bersikeras bahwa tindakan beliau legal karena sudah mendapat ijin dari bank.

Lewat kuasa hukumnya di Indonesia itu Samurai san di laporkan ke aparat , dan aparat karena ada pengaduan terus melakukan penahanan sesuai prosedur hukum…dan inilah yang menghantarkan Samurai san ke tahanan. Dan dari beberapa sidang yang saya ikuti sepertinya Mr.Hitori melalui kuasa hukumnya menuntut Samurai San memberikan ganti rugi dan besarnya berapa saya enggak begitu tahu…tapi enggak sedikit kali ya, karena kalau tuntutannya hanya beberapa juta rupiah saja pasti ya dibayar dan habis perkara..hehehe…

Dan yang membuat Samurai San ditahan cukup lama, karena di penuntut sendiri berada jauh di Jepang sana, dan tidak pernah hadir di Persidangan sehingga setiap kali jadwal sidang tiba, nanti ditunda lagi karena saksi-saksi dari pihak yang melapor tidak hadir…dan persidangan berikutnya keputusannya ditunda lagi dst….wah..bener-bener penantian tiada akhir..dan harus sabar sekali…

Dari kejadian itu saya mangambil hikmah, bahwa kita yang sudah terjun di dunia bisnis harus hati-hati sekali, karena sekali saja kesandung di masalah hukum seperti ini akan kocar-kacirlah perusahaan kita, apalagi kita-kita yang masih masuk kategori UKM…usaha kecil micro..alias keciiilll sekali….dan masih kalah dengan Usaha Kecil Mili, apalagi yang sudah Usaha Kecil Centi..hehehe…kalau sudah menjadi Usaha Gede Makro (UGM) malah sudah aman kali ya….

Seandainya Samurai San pabriknya di lahan saya di kampung nun jauh disana, barangkali mau memakai lahan tambahan 1hektar kalau saya memang punya, apalagi di mau bayar misalnya, dan apalagi lahan saya adalah lahan nganggur ya cincailah…silahkan saja..hehehe..tapi ini lain..saya enggak ngerti deh urusan perusahaan gede-gede seperti itu.

Meski luasan yang menjadi sengketa hanya masalah lahan yang sebesar dapur rumah-rumah di kampung, tapi mungkin dipandang oleh di pelapor sebagai masalah yang sangat besar….dan memang akhirnya menjadi besar karena urusan ini merembet ke karyawan-karyawan yang akhirnya diberhentikan karena pabrik tidak bisa mendapatkan bahan baku untuk produksi akibat pimpinan perusahaanya beberapa bulan menginap di Lembaga Pemasyarakatan…

Dari semua pihak yang bersidang, saya melihat yang paling sulit adalah posisi Hakim….karena beliau harus mengambil keputusan yang seadil-adilnya dan memuaskan semua pihak yang bersengketa…dan pertimbangannya pasti macam-macam dan bikin pusing kali ya….kalau tetap ditahan entar gimana dengan ratusan karyawan dibelakang perusahaanya…kalau enggak ditahan lha wong secara hukum dia dianggap sah untuk ditahan…apa enggak pusing ya…makanya posisi hakim adalah posisi yang paling panas kata sebuah referensi yang saya baca, karena satu kakinya sudah dekat benget dengan Surga, satunya sudah dekat benget dengan Neraka..salah sedikit saja kepeleset ke bara api…subhanallah…

Sidang-sidang yang berjalan di bulan Juni, atau menjelang 3 bulan Samurai san ditahan, suasananya makin hari makin ramai, lama-lama kasus ini menarik perhatian wartawan karena di setiap persidangan di bulan Juni ini karyawan-karyawan dan keluarga karyawan banyak yang hadir untuk memberikan support.

Bahkan dari beberapa sidang yang saya ikuti, selalu ada perwakilan dari kedutaan yang hadir, dan kadang saya berpikir kenapa orang dari kedutaan itu tidak menghubungi Mr.Hitori di Jepang sono, dan suruh salaman damai saja kan habis perkara ya…lha wong tahun 2011 kontrak Samurai San di lahan itu juga habis kok..tapi gak tahulah..yang jelas masalahnya pasti enggak seremeh yang ada di kepala saya…hehehe…

Alhamdulillah..pada saat saya kembali ke kampung, saya dapat kabar dari rekan di Jakarta melaporkan bahwa Samurai san, per tanggal 18 Juni 2009 ini akhirnya diputuskan berubah statusnya menjadi tahanan luar, seneng sekali saya mendapat kabar ini….artinya setelah berada ditahanan sekitar 70 hari akhirnya beliau sedikit bebas…meski setiap seminggu 2 kali beliau masih harus menghadiri persidangan hingga menunggu keputusan Vonis…

Semoga beliau tidak mendapatkan vonis yang menghantarkan ke Lapas lagi…

“Mohon maaf ya…saya telah membuat anda ikut sedih dan saya menyesal karena belum bisa memberikan informasi kapan pabrik akan berjalan lagi” kata beliau..
“Never mind Samurai san…jangan pikirkan itu dulu, yang penting masalah anda beres saya sudah senang..” kata saya..

Kalau saya ada di posisi dia pasti sedih sekali, berada di negeri orang, sendirian keluarga dan anak istri ada di Jepang sana, eh malah masuk tahanan…dan bukan hanya itu, usaha dia yang selama ini dirintis dari nol dengan tetesan keringat dan perjuangan panjang saat ini terancam kesulitan besar menurut saya….

Samurai San, perjuangan anda di Indonesia sudah sangat hebat, dan menginspirasi banyak orang, dan saya tahu kepedulian anda terhadap anak negeri ini lebih besar, bahkan lebih besar dari kepedulian saya terhadap sesama di negeri ini…kalaupun toh akhirnya anda memutuskan untuk beristirahat dan memilih pulang kampung untuk membesarkan bisnis keluarga anda dari sudut negeri yang lain, cerita suka dan duka anda di Indonesia akan menjadi kenangan Indah bagi anak cucu anda…dan saya tidak akan menganggap anda pulang kampung karena menyerah kalah di negeri kami…” Bisik saya dalam hati…

Saya yakin pada saatnya nanti beliau akan menjadi orang besar yang akan senantiasa dikenang..paling tidak oleh saya anak dan cucu saya kelak..

Samura San Ganbatte Kudasai…(selamat berjuang…!)

Semoga cerita ini akan menjadi Inspirasi bagi anda yang membaca, dan saya menuliskan ini semata-mata sebagai catatan harian (diary) sebagai bagian perjalan panjang saya dalam dunia bisnis., semoga tulisan ini akan menjadi prasasti yang indah bagi anak cucu saya kelak di kemudian hari…Amiin..

TAMAT

Salam Hangat

Hadi Kuntoro
http://www.hadikuntoro.com
http://www.rajaselimut.com

Apa yang terjadi pada Samurai San-II

Baca cerita sebelumnya di LINK INI "Apa yang Terjadi Pada Samurai San-I"

Awal mei 2009. Stock yang ada ditempat kami tinggal Sajadah Jepang, yang kebetulan diproduksi dalam jumlah yang sangat besar, lebih dari 200.000 Pcs waktu itu, dan stock selimut sendiri sudah 90% habis, tinggal stock selimut yang bener-bener slow moving.

Hingga saat ini masih belum ada informasi yang jelas perkembangan kasus Samurai San, dan awal Mei 2009 itu karena stock barang sebagian besar telah habis, kami memutuskan untuk beberapa saat meliburkan karyawan, dan ini sekaligus sebagai refreshing karena akhir bulan April 2009 mereka luar biasa kerja keras karena permintaan extra tinggi. Bahkan kadang kami melayani pelanggan bisa sampai jam 12 malam.

Kami libur selama 2 minggu, sambil menunggu perkembangan, dan liburan 2 minggu ini pasti sangat menyenangkan karyawan-karyawan kami tapi tidak bagi Saya..hehehe…dulu ketika saya bekerja juga pasti gitu ya…horee…disuruh liburan..masalah perusahaan ada problem biarin bos-bos yang diatas ada yang mikirin..hahaha…

Ini sesuatu yang paling bagus menurut Allah, dan pasti ada hikmah kenapa Allah menguji saya disaat penjualan sedang bagus-bagusnya..? Ujian dari Allah Setahun tiga bulan setelah resign, sebuah fase di awal-awal saya full sebagai pebisnis.

Namun bisa jadi ini waktu ujian yang paling cocok buat saya…coba kalau ujian beratnya setelah bisnis saya berjalan 20tahun yang pada saat itu usia saya sudah diatas 50 tahun, apa enggak malah lebih down lagi.?

Dititik inilah saya bisa merasakan seperti kita terbanting karena jalur jetcoaster yang kita naiki, menukik amat tajam. Saya YAKIN diujung sana nanti saya akan baik-baik saja, tapi naik turunnya perjalanan ini membuat mental saya kadang naik turun juga..dan alhamdulillah saya memiliki banyak partner ngobrol, dan mereka memberikan support semangat yang sangat besar. Dan penasehat utama yang paling berperan kali ini adalah Istri dan Ibu saya sendiri, misalnya seperti yang saya tulis di blog ini, dengan judul artikel : “IBu Tetaplah Bersemangat..!” yang link nya bisa dilihat Disini.
Mungkin ada yang penasaran, ingin tahu perasaan saya saat ini seperti apa..?

Heheh..temen-temen, saat ini kadang ada saat rasanya cemas, khawatir, mau ngapa-ngapain males, masak harus memulai bisnis dari nol lagi..? kalau begini terus bagaimana….karyawan-karyawan bagaimana…dll..dll….kalau sudah begitu saya biasanya mengadukan semua masalahnya kepada Allah, meski kadang sambil shalat hati juga masih tetep resah..hehehe…tapi saya YAKIN yang Allah maklum dan tahu perasaan saya…

Oya, ada kesibukan baru yang saya lakukan di kampung, yakni setiap minggu bersama istri latihan manasik Haji, dan Insya Allah tahun ini kami akan berangkat haji (mohon doa restunya ya..) dan inipula yang membuat masalah menjadi makin asyik..karena bisnis utama saya ada di Jakarta, sedangkan saya juga harus fokus di kampung untuk acara latihan manasik, jadi praktis saya banyak bolak-balik Jakarta-Wonosobo, hanya saja saya cenderung lebih banyak di Wonosobo.

Memiliki banyak waktu luang di kampung kadang ternyata jenuh juga, dan saya bisa merasakan dan menikmati rasanya menganggur..hehehe…

Dan kata-kata “menganggur” inilah yang sangat menakutkan saya, karena selama ini saya asyik dan senang bekerja, malah sampai kekurangan waktu, dan sekarang banyak bersantai, banyak waktu longgar malah jadi pusing gimana ya..?

Alhamdulillah ada peluang muncul, saya sering banyak ngobrol dengan temen-temen termasuk yang berprofesi sebagai penjahit dan saya melihat loading pekerjaan jahit-menjahit di Wonosobo sangat rendah, dan muncullah ide, kenapa tidak dimanfaatkan kelebihan waktu mereka untuk membuat sesuatu yang spesial, dan nanti saya jual baik online maupun di offline di outlet-outlet kami saat ini..?

Dan dimulailah episode kami mulai memproduksi sendiri produk-produk perlengkapan tidur, yang semoga nanti bisa dipasarkan di outlet-outlet hasuko di seluruh Indonesia. Meski arah kesana tidak terlalu mudah, karena saya harus mengarahkan agar penjahit-penjahit di kampung itu membuat barang yang benar-benar berkwalitas, sesuai standard kwalitas yang sejajar dengan kwalitas selimut jepang.

Dan produk awal yang kami garap adalah produk Sprei dan Bantal. Sengaja kami membuat produk itu menomorsatukan kwalitas, sehingga untuk membuat sprei saja menurut mereka kami sangat “rewel” karena standard kwalitas dan instruksi menjahitnya seperti menjahit Jas buat perkawinan..hehehe..

Hehehe….belum tahu dia…bahwa kalau mereka terbiasa membuat sesuatu yang berkwalitas tinggi maka kedepan apapun yang mereka sentuhpun akan terbiasa mereka kerjakan dengan kwalitas tinggi juga.

Enggak hanya sprei, termasuk tas-tasnya pun kita coba produksi sendiri,sehingga kita juga akhirnya mengajari mereka juga untuk menyamblon, menjahit plastik untuk membuat tas dan sebagainya…mengasyikkan juga, meski banyak makan waktu biaya dan kesabaran…

Alhamdulillah saat ini sudah mulai kita hasilkan produk sprei yang mutunya berkelas, dan kalau di Jakarta sprei-sprei seperti yang kita produksi ini baru akan didapatakn kalau kita berkunjung ke butik-butik dan akan sangat susah mendapatkannya baik di Tanah Abang, Cipadu, Cipulir atau di pasar-pasar besar yang lain, karena umumnya barang yang ada di pusat-pusat grosir itu kwalitasnya jahitannya adalah standard produksi massal, sedangkan kita produksi spesial.

Tes pasar yang dilakukan di Wonosobo alhamdulillah responnya bagus, yakni banyak pembelian-pembelian yang berulang, meski secara harga kita beda sekitar 30% diatas harga sprei paling terkenal yang merajai pasar saat ini.

Selain sprei, bantal dan guling, kita juga mencoba hunting produk-produk selimut dari pabrik lokal, alhamdulillah satu persatu kami mulai temukan. Saat ini bahkan kita sedang ujicoba untuk membuat sendiri selimut bayi, bahannya kami ambil dari sebuah pabrik dan fokus pertama kita adalah membuat selimut bayi, namun pangsa pasar yang kami bidik adalah selimut bayi yang harganya murah yang rencananya kami pasarkan untuk kalangan menengah kebawah dulu.

Kenapa bukan menengah keatas seperti sebelumnya..? Karena kami belum menemukan produk yang kwalitasnya sama atau lebih baik daripada selimut dari Samurai San, dan kami akan terus berupaya mendapatkannya, syukur-syukur setelah masalah hukumnya selesai, Samurai San segera action cepat memeproduksi lagi, meski itu menurut saya tidak mudah hehehe…

Ssstt..adakah diantara pembaca yang memiliki channel pabrik yang bisa membuat kain selimut..? kontak-kontak saya ya kalau ada, siapa tahu kita berjodoh di bisnis ini loh...
Awal Juni 2009, Alhamdulillah saya berhasil kontak dengan orang kepercayaan Samurai San, dan kami mohon ijin agar bisa bertemu dengan beliau dan bisa ada kesempatan bertemu dengan Samurai San, meski di Lapas (lembaga pemasyarakatan) sekalipun. Permintaan kami tersebut diteruskan ke Samurai San, dan surprise karena saya malah diundang khusus untuk datang menemui beliau di tempat tahanan kejaksaan, sebelum persidangan dimulai.

Saya merasa degdegan karena baru kali ini, seumur-umur saya mendatangi lembaga pemasyarakatan.

Nyali saya ciut mendekati ruang tahanan, karena saya melihat banyak tampang asing-asing dan hati saya merasa amat tidak nyaman berdekatan dengan mereka, barangkali karena penjaga-penjaga tahanan itu memang setiap hari harus bersikap waspada, maka begitu kami datang mendekat, banyak mata yang menatap saya dengan tatapan yang menurut saya sangat tidak bersahabat….

Tanggal 8 Juni, di siang hari yang panas saya sampai di pintu tahanan kejaksaan, dari balik jendela di emperan tahanan saya melihat betapa pilu-nya orang-orang yang ada didalam sana.

Terlihat ada ruanga tembok sempit dan pintu ruangan itu dari terali besi, wajah-wajah sendu terlihat saling berdesakan mendekat ke pintu teralis, barangkali berharap ada keluarganya yang datang membawa minuman dingin atau makanan, karena cuaca sing itu panas sekali…dan tentu saja makan dan minum buat mereka dijatah tidak semaunya minta kapanpun dari penjaga…subhanallah..saya berdoa semoga kami dan anak keturunanan kami tidak ada satupun yang berurusan dengan hukum dan harus masuk ke ruangan itu…naudzubilah mindzalik…

Kedatangan saya saat itu membuat Samurai San Terkejut, penjaga tahanan sangat tegas yang kalau menurut saya lebih tepat dikatakan “galak” ketika melihat saya datang, membawa bungkusan, padahal isinya hanya minuman…dan ketika melihat minuman yang saya bawa adalah minuman kaleng, saya diminta untuk menggantinya dengan kemasan dari plastik, karena tidak boleh membawa kaleng masuk ke tahanan. Sorry pak..enggak tahu..hehehe…dan sayapun mencari plastik kantong dan menuangkan minuman kaleng ke kantong plastik..subhanallah….masak Samurai San minum seperti anak saya minum the botol dituang ke plastik…tapi karena aturannya begitu mau bagaimana lagi..?

Alhamdulillah setelah meyakinkan ke penjaga bahwa saya adalah sahabatnya yang ingin mengobrol dengan Samurai san, akhirnya saya dipersilahkan masuk, kedalam sel dan terali besi pintu sel pun ditutup dan dikunci dari luar…subhanallah..bener-bener pengalaman pertama yang luar biasa, saya masuk kedalam sel dan dikunci dari luar, mana sel-nya gelap lagi…merinding saya…Samurai san, awalnya terlihat kaget dan gugup menerima saya...
“Apa kabar Samurai San…..” kata saya
“Baik..anda sendiri bagaimana” kata beliau..hehehe..basa-basi yang bener-bener basi ya…masak ditempat seperti ini kok ‘baik’ hehehe…tapi mau ngomong apalagi karena saya juga kagok..karena kasihan sekali melihat beliau…

Terlihat badannya kurus, hanya saja makin terlihat putih bersih, karena lama enggak lihat matahari barangkali, pakaianya putih bersih dan sandal jepit menempel di kakinya…tidak tega saya melihat beliau seperti itu…

Setelah beberapa saat bisa menyesuaikan diri dengan keadaaan akhirnya obrolan kitapun berjalan lancar…

“Saya tadinya grogi dan malu ketika anda mau datang, dengan keadaaan saya seperti ini..” kata dia sambil tersenyum..
“Enggak usah malu Samurai San, apapun posisi anda, anda adalah seperti pahlawan bagi saya, karena dari anda saya banyak belajar, dan ingat Samurai San, justru orang-orang besarlah yang pada umumnya mengalami kejadian seperti anda ini…”kata saya..

“Anda masih ada kesempatan membaca buku kan..?” tanya saya
“Ya…banyak bacaan yang saya baca disini, mulai dari buku-buku berat macam buku-buku tentang hukum di Indonesia, sampai komik-komik detektif, komik-komik silat banyak saya baca” kata beliau sambil tertawa..
“Wah hebat…artinya semangat anda tidak padam kan..? dan kalau anda baca tokoh-tokoh di komik itu dan pejuang-pejuang besar baik di Indonesia maupun di negara anda, umumnya mereka mengalami hal seperti anda saat ini…jadi siap-siaplah menjadi orang besar…”kata saya….
“Honto..(benarkah) terima kasih saya menjadi bersemangat mendengar kata-kata anda” kata beliau sambil menjabat erat tangan saya…

Ketika kita menunggu keluarga di Rumah Sakit, terasa bahwa jarum jam bagaikan berhenti berdetak, lambat sekali..dan di tahanan ini jauh rasanya lebih parah lagi..jarum jam seperti membeku….subhanallah..seperti apa rasanya perasaan beliau disini selama 2 bulanan..? bagaimana yang merasakan seperti ini setahun, 2 tahun atau dihukum seumur hidup..? Naudzubillah mindzalik… saya bener-bener merinding rasanya…
“Samurai San, boleh tidak nanti saya ikut hadir di persidangan” tanya saya..
“Boleh saja, karena persidangan ini terbuka untuk umum, dan nanti malah anda akan banyak tahu apa sebenernya inti masalah saya…” jawab beliau…

Siang semakin panas, dan diruangan ini terasa pengap, sesekali pintu teralis berderit dan sangat menyakitkan telinga, karena banyak keluar masuk tahanan-tahanan yang satu persatu dipanggil untuk mengikuti sidang…dengan tangan terborgol baju berwarna putih dan kepala tertunduk mereka berjalan di dampingi petugas menuju ruang pengadilan…

Obrolan saya dan Samurai san, terhenti karena ada panggilan, bahwa beliau diminta bersiap-siap memasuki ruang sidang…dan sayapun keluar terlebih dulu menuju ruang sidang, mencari tempat paling strategis di depan agar bisa cermat mengikuti persidangannya…semoga kedatangan saya di sidang sedikit membuat beliau lebih bersemangat….

Apa sebenernya inti permasalahannya sampai dia ditahan dari tanggal 31 Maret 2009 hingga saat ini..?

Lanjutan dari cerita ini telah ada, dan anda bisa melihatnya di LINK INI : " Apa yang terjadi pada Samurai San-III"

Semoga anda terinspirasi membaca tulisan ini

Salam Hangat

Hadi Kuntoro
http://www.hadikuntoro.com
http://www.rajaselimut.com

Apa yang terjadi pada Samurai San-I

Baca cerita sebelumnya di LINK INI "Terjuna ke Dunia Bisnis = Naik Jetcoaster"

Menurut kabar temen-temen di pabrik, Samurai San di jemput oleh polisi tanggal 31 Maret 2009 atau 5 hari setelah acara shooting saya dan beliau ditayangkan di Trans TV, karena penayangannya sendiri tanggal 4 April 2009.

Mengapa beliau sampai bisa masuk Penjara..? Awalnya saya sendiri tidak tahu persis,dan hanya menebak-nebak mungkin ada masalah dengan Bea Cukai, atau ada masalah dengan Keimigrasian atau apalah, karena beliau orang asing yang posisinya memiliki perusahaan dengan sekian banyak tenaga kerja pasti paling enggak lama juga keluar, paling-paling tahanan luar...

Tunggu punya tunggu sehari, 2 hari, 3 hari..hingga 1 minggu kok enggak keluar-keluar juga ya..? Dan anehnya link-link komunikasi saya dengan beliau juga terputus, dan ketika saya konfirmasikan kepada temen-temen yang di pabrik, mereka mendapat pesan dari Samurai San agar mereka fokus saja di produksi, dan kami fokus saja di penjualan, dia akan baik-baik saja dan secepatnya bisa selesai katanya...

Karena mendapat arahan seperti itu, maka kami tidak terlalu mempersoalkan keberadaan dia, karena kami yakin dia akan menyelesaikan semuanya dengan baik, apalagi penjualan selimut di bulan April 2009 atas kehendak Allah, kita mencetak sejarah rekor penjualan, dan dari sinilah baru muncul persoalan...

Stok-stok barang mulai ada yang habis, dan ketika kami konfirmasikan ke pabrik kapan mau ada lagi, tidak ada seorangpun bisa menjawab, dan saya mulai khawatir ketika ngobrol dengan bagian pengadaan barang, karena order bahan baku tidak ada katanya, karena kontrak pengadaan bahan baku harus ada approval dari Samurai San, sedangkan saat ini posisi Samurai San ada di Tahanan.

Apakah tidak ada yang diberikan kuasa dan tidak diberi delegasi oleh beliau..? saya tidak terlalu jauh menanyakan ini, karena ini adalah faktor internal di perusahaan, dan memang saya mendapat jawaban dari beberapa orang, tapi itu saya anggap informal.

Bisa jadi masalahnya cukup kompleks, karena untuk mengorder bahan baku dari luar, kan harus membuka LC segala, dan untuk itu perlu Bank Penjamin LC, dan Bank penjamin LC itu tidak berani menjamin LC-nya karena sang pemilik sedang berada di tahanan kesangkut masalah hukum...mungkin seperti itu...dan masalah yang sama juga terjadi pada saat mau eksport...wah ruwet ya...

Satu persatu selimut dari selimut yang paling laris stocknya menipis, dan dari pabrik tidak ada produksi lagi, bahkan ketika kami konfirmasi ke bagian produksi dan bagian marketing, jawabannya adalah ada arahan dari Sacho San (Presdir) agar kita menjual stock yang ada saja dulu, sampai waktu yang tidak bisa ditentukan...menunggu bos selesai masalahnya......wah....

Apabila penjualan kami rata seperti tahun 2008, maka stock kami sebenernya akan cukup hingga menjelang akhir tahun 2009, tapi penjualan awal 2009 ini bener-bener diluar prediksi, penjualan 4 bulan saja sudah mendekati penjualan setahun, dan efeknya adalah barang makin cepet habis, stock bahan baku tidak beli lagi karena terkendala Samurai San di tahanan, sehingga akhir April 2009 kami terpaksa menutup keagenan.

Kami tidak melayani lagi penjualan ke Agen baru. Penutupan keagenan ini malah justru membuat orang makin penasaran, masak mau jadi agen selimut saja tidak bisa..? bahkan ada yang menawarkan nominal lebih tinggi, belanja sampai puluhan juta, agar bisa menjadi agen...

Antara enggak enak, kasihan dan bingung campur jadi satu. Enggak enak karena membuat mereka kecewa, kasihan karena temen-temen banyak yang sudah lama mengumpulkan uang agar bisa menjadi agen, eh setelah uang terkumpul banyak malah keagenan ditutup, dan bingung karena kami belum berani memberikan penjelasan secara terbuka semua sebab musabab barang sampai kehabisan.

Mau menceritakan bahwa penyebab nomor satu sesungguhnya karena Samurai san, di owner sedang ada masalah dan saat ini ada di tahanan, kok rasanya enggak enak, karena nanti akan muncul prasangka yang enggak-enggak...wah...kalau dalam bahasa Jepang perasaanya “gocha-gocha” alias bingung enggak karuan...hehehe...

Ada juga yang komplain dan marah-marah...hehehe....masak enggak profesional banget, bisnis sudah jalan, barang jadwal bikinnya kapan, datangnya kapan kok enggak ada yang menjawab..? Dan temen-temen yang menjadi team selimut Jepang di Bekasi banyak menjadi sasaran keluhan...dan kepada mereka sendiri saya berpesan jangan sampai memberitahukan bahwa problem utama ketiadaan stock ini karena ada kasus samurai san ini.

Alasan yang kami pakai adalah :

  1. Pertama karena ada krisis global, sehingga pabrik kesulitan mendapat order dan suplai bahan baku, ini benar (tapi masih bisa diatasi dengan memperbesar promosi untuk suplai ke pasar domestik)
  2. Kedua karena sedang sibuk dalam project perpindahan pabrik sehingga produksi terganggu, ini juga benar (tapi sebenernya masih bisa diatasi)
  3. Yang ke-3 karena Samurai san ditahan aparat. Inilah yang alasan seperti kalau dalam permainan catur disebut skak mat, tidak biasa diatasi, alias enggak bisa mengelak lagi. dan menyebabkan pabrik berhenti total.
Tanggal 30 April kami makin gelisah, karena nyaris 70% stock selimut sudah habis, dan stock-stock yang semula menjadi selimut yang bergerak lambat, alias “Slow Moving” pun ternyata ikut laris, seolah-olah selimut ini bahkan menjadi koleksi mengingat stock akan habis dan kapan lagi produksi tidak ada seorangpun yang tahu.

Agen-agen memborong selimut dengan membabibuta, bahkan ada agen yang membeli selimut dua mobil box sekaligus....hehehe..ada rasa senang barang habis, tapi bercampur kecut setelah ini kita jualannnya bagaimana..?

Dan pada akhir bulan April 2009 itu pula, muncul berita yang makin mengkhawatirkan, yakni Samurai San dari tahanan menginformasikan bahwa beliau menawarkan kepada karyawan untuk mengambil paket pensiun dini, diberikan pesangon, karena nasib beliau sampai kepan di tahanan juga tidak jelas, dan yang pasti stock bahan baku habis sehingga mereka tidak ada pekerjaan lagi di pabrik.

Tawaran ini mungkin disambut sedih dan haru....karyawan pabrik tidak berdaya...dan mau tidak mau harus diambil. Dan Samurai san kabarnya memberikan pesangon yang cukup besar, sesuai peraturan menteri tenaga kerja, bahkan setelah diberikan pesangon itu, bagi karyawan yang masih tetap mau bergabung, meski kondisinya masih belum jelas, perusahaan welcome untuk tetep menerima mereka bekerja kembali namun sebagai karyawan kontrak harian....saya sungguh salut dengan apa yang beliau lakukan....beliau menomorsatukan karyawan...

Mendengar hal ini saya makin kecut, dan mulai saat itu kami giat mencari opsi baru terobosan-terobosan bisnis sebagai alternatif pengganti sementara, dan sukur-syukur pada saatnya nanti menjadi pendamping utama ketika selimut jepang sudah diproduksi lagi.

Alhamdulillah kami sudah memiliki rekanan yang memproduksi handuk yang produksinya masih tetap lancar, dan kami juga berusaha menaikkan produksi sprei Hasuko dan Bed cover.

Alhamdulillah untuk sprei sudah mulai ketemu link-link dan cara-cara produksinya, sedangkan untuk bed cover kami masih kesulitan mengejar kecepatan produksinya.

Bagaimana usaha kami untuk tetap eksis di bisnis seputar tempat tidur ketika suplai dari Samurai san akhirnya bener-bener mandeg..?
Apa yang terjadi dengan Samurai San di tahanan..?

Semoga ada maanfaatnya, dan anda terinspirasi dengan cerita ini...
dan untuk melihat lanjutan tulisan ini anda bisa membaca di LINK INI : " Apa yang Terjadi pada Samurai San-II"

Salam Hangat

Hadi Kuntoro
http://www.hadikuntoro.com
http://www.rajaselimut.com

Terjuna ke Dunia Bisnis = Naik Jetcoaster


Satu hal yang tidak saya lupakan saat awal-awal pernikahan saya, adalah ketika saya dan Istri main ke Dunia Fantasi (Dufan) di Ancol. Kami bertekad untuk mengikuti dan menaiki apapun permainan atau wahana-wahana yang menarik disana, karena tiket masuk yang mahal dan akan rugi kalau tidak dimanfaatkan maksimal, pikir saya.

Ada satu wahana yang sangat menarik dan membuat kami penasaran. Wahana itu adalah Jetcoaster, yang di Ancol disebut Halilintar. Wahana paling heboh waktu itu yang bisa membuat orang pendiam seperti apapun bisa berteriak-teriak seperti anak-anak balita.

Jeritan ketakutan bercampur dengan kegirangan, itulah yang membuat kami tertantang untuk mencoba, bahkan bagi saya naik wahana ini “hukumnya wajib” agar tidak penasaran.

Saat giliran tiba, dada berdebar-debar, cemas, khawatir dan takut gimana rasanya ya..? Setelah alat pengaman di sematkan ke badan kami, halilintar itu bergerak perlahan, awalnya jalurnya rata, dan terdengar bunyi bergeretak saat wahana menanjak naik, ah ternyata enggak apa-apa, kenapa orang-orang itu menjerit..?

Nha...setelah naik dan berada di pncak itulah ternyata cerita serunya dimulai. Tiba-tiba gerbong halilintar yang paling depan menghilang dan sepersekian detik berikutnya giliran gerbong kita yang terhampas, terasa pusar seperti naik sampai ke ubun-ubun, dan reflek saya menjerit ketakutann, dan sebelum saya sanggup meyakinkan diri bahwa saya baik-baik saja, tiba-tiba jetcoster itu bergerak makin liar, berputar kepala dibawah kaki diatas...waduh..bisa mati nih...dan saat itu muncul penyesalan ngapain tadi naik ya...tapi belum sempat berpikir gerakannya makin liar lagi, wahana bergerak berpilin mengikuti jalur spiral....wah...untunglah kejadian itu hanya 1-2 menit saja, bisa jadi malah enggak sampai semenit, tapi rasanya lama sekali...

Bonus dari kenekatan kami naik Halilintar adalah perut rasanya mual-mual tapi enggak bisa muntah, istri pucat pasi, dan berlari ke kamar mandi, yang kepengin muntah katanya, yang kebelet Pipis yang enggak tahan mau bab..hahaha...

Itu pengalaman pertama, dan beberapa lama kemudian ada yang aneh, ketika kami “Terpaksa” harus naik wahana itu lagi, ternyata perasaaan yang kami alami tidak seheboh yang pertama dulu ya, bahkan ketika untuk ketiga kalinya saya naik jetcoaster bersama temen-temen kantor, saya malah merasa geli memandang wajah-wajah kawan-kawan yang sedang berteriak ketakutan di samping saya......

Kejadian naik jetcoaster itu mirip dengan dunia bisnis yang saya rasakan saat ini, ketika bisnis yang saya geluti masih menjadi sambilan, saat masih bekerja di kantor, melihat kawan-kawan yang sudah terlebih dulu nyemplung full bisnis, sepertinya seru sekali.

Ada saatnya mereka terdengar berteriak kegirangan dan kita kepanasan mendengar “Success Story” mereka, dan ada saatnya kita “Miris” saat mereka sedang terpuruk, dan setelah itu ternyata kok mereka baik-baik saja, dan bisa tersenyum-senyum lagi, dan bahkan ada yang cepat bisa melesat lagi, dan membuat saya iri dan kepanasan lagi..seru banget ya...

“Omset sekarang berapa cak..?” tanyaku pada seorang sahabat yang waktu itu getol berbisnis pulsa, namanya Masbukhin.
“Alhamdulillah sebulan bisa 1M sampai 2M cak....” wow...hebat sekali..padahal dia di kantor adalah juniork saya.

Kali berikutnya saya telpon, suara disana terdengar loyo, “Waduh cak, saya barusan ketipu 500jutaan, modalku dibawa kabur sama rekanan bisnisku...” saat itu saya merasakan betapa menakutkan di dunia bisnis...syukurlah saya meski sudah punya bisnis tapi masih bekerja jadi kalau ada apa-apa bisa berpegangan..kalau seperti dia gimana ya...

Setahun kemudian saya bertemu dengan dia, yang kali ini sudah naik Toyota Fourtuner, dan saya takjub mendengar dia berkata “Alhamdulillah cak, sekarang omset sudah lebih dari 1M sehari dan saya sedang mengarah untuk menjadi distributor untuk telepon ini...(sambil menyebut sebuah operator)” wah...bagi orang yang sebelumnya nyaman di dunia pegawai, terjun ke dunia bisnis itu bener-bener kayak naik jetcoaster .....banyak hal yang tidak terduga, kadang menjerit ketakutan beberapa detik kemudian tertawa bahagia.

Seru sekali ya, pikir saya...dan beberapa tahun kemudian sayapun berada di dunia yang sama dengan mereka...ya saya bener-bener berada disana....naik jetcoaster bersama mereka...

Awalnya saya ingin fokus di bisnis baju muslim, tapi setelah yakin dari A ke Z usaha kami ini di handle full oleh Yoyok adik saya terlihat baik-baik saja, dan bahkan barangklai Enggak efektif kalau saya ikut nimbrung, karena nanti akan ada dua orang pimpinan, maka saya berniat untuk fokus saja di Bisnis di seputar peralatan tidur...karena merasa passion saya berada disana...apalagi saya mendapat dukungan suplai barang full dari seorang sahabat dari Jepang yang saya sering sebut Sang Samurai yang memiliki salah satu pabrik Selimut premium quality di Indonesia.

Dan benar seperti yang saya duga, pertama full di dunia bisnis bener-bener membuat dunia bagai surga, apa yang tidak saya dapatkan di kantor bener-bener saya dapatkan diluar sana, dan naik wahana “Selimut Jepang” ini ternyata sangat menarik menurut saya...memiliki ratusan agen di seluruh Indonesia, bahkan ada beberapa yang di negeri tetangga bener-bener menyenangkan seperti naik jetcoaster yang pelan-pelan terus merangkak naik, bahkan naiknya lebih dari yang saya prediksi sebelumnya...karena baik koran, majalah, talkshow, seminar bahkan televisi-televisi ikut meramaikannya...

Pada saat mendaki naik itu sudah mulai ada perasaan waswas, nanti kalau bener-bener ini seperti naik jetcoaster dan tiba-tiba turun gimana ya....?

Tenang saja, kalau masanya itu tiba, dan saya YAKIN akan baik-baik saja, dan saya bisa pasang kuda-kuda dari sekarang dengan mencari alternatif produk yang tidak hanya dari satu sumber saja.

Sebelum selesai kami menuliskan skenario produk pendukung yang lainnya, karena karena sedang sibuk-sibuknya menata pasar yang sedang naik bak grafik eksponensial (naik ekstrim terus menerus) tiba-tiba bless....!

Bisnis selimut ini terhempas mendadak seperti jetcoaster yang turun terhempas kecepatan tinggi karena memang jalurnya menukik tajam dan berpilin-pilin.

Tiba-tiba badai krisis moneter dunia datang, order selimut dari negara maju ke pabrik rekanan kami yang semula stabil puluhan kontainer sebulan, mendadak permintaan amblas sampai titik terendah yang pernah dialami sebelumnyanya...

Padahal pasar ekspor ke mancanegara dari pabrik itu 90% dari total produksinya....hal ini membuat pabrik limbung seperti orang Jepang kebanyakan minum Sake..hehehehe...

“Tenang saja Samurai San, pasar ekspor turun tapi kita kan bisa membesarkan potensi pasar lokal yang tadinya hanya 10% dari total kapasitas anda , menjadi lebih besar lagi, Indonesia ini luas seklai loh...dan saya optimis produk anda bener-bener bisa menjadi market leader, dan pabrik tetep bisa hidup meski tanpa ekspor misalnya...” kata saya pada Samurai San
“Honto (benarkah)....?”
“Honto desu, mochiron...(bener bos...tentu saja..)” kata saya, di sela-sela acara shooting liputan bisnis selimut jepang di Trans TV, sebuah televisi yang getol banget menyiarkan informasi seputar wirausaha.

Saya berharap seusai acara TV ini ditayangkan penjualan pasti makin booming, karena efek bola saljunya makin membesar. Shooting di Trans TV tanggal 24 dan 24 Maret 2009 yang sangat sukses itu teryata belakangan menjadi cerita yang sangat indah...(Lihat acara shootingnya di LINK INI)

Acara ditayangkan pada hari Minggu tanggal 4 April 2009, dan kami menikmati acaranya ramai-ramai bersama keluarga di kampung, dan saya berharapa Samurai San juga menyaksikan acaranya, saya coba kontak-kontak beliau ingin mendapatka komentar seputar tayangan itu, ternyata nomor beliau susah saya kontak, dan ketika saya mengontak orang-orang di sekitar beliau, ternytata saya mendapat berita yang mengejutkan, ternyata sejak tanggal 31 Maret 2009, Samurai San di tahan oleh kepolisian..!

Dan inilah cerita di balik layar yang tidak terlalu saya ekspose di blog ini, tapi setelah saya pikir-pikir, akhirnya saya memutuskan untuk mempostingnya karena ini juga terkait dengan perjalanan hidup saya dalam dunia bisnis, agar tulisan perjalanan hidup saya dalam bisnis tidak ada “missing link”.

Kenapa Samurai San ditahan..?
Apa efeknya hal itu dalam perjalanan bisnis saya..?

Lanjutan ceritanya bisa anda baca di LINK INI "Apa yang terjadi pada Samurai San-I"

Semoga anda mendapatkan inspirasi dari cerita ini.

Salam Sukses Mulia..!

Hadi Kuntoro
http://www.hadikuntoro.com
http://www.rajaselimut.com

Ibu Tetaplah Semangat..! Samurai San..Gambate Kudasai..! Saya...HARUS lebih semangat lagi..!


"Assalamualaikum, wes pada tangi anak-anak ya (sudah pada bangun anak-anak ya)...?" Pagi-pagi terdengar suara ibu menelepon dengan ceria seperti biasa.

"Alhamdulillah sampun, boten sami rewel (sudah, dan enggak pada rewel) mae niki teng pundi (ibu ini dimana)?" Di ujung sana terdengar suara hujan deras.


"Mae agi neng pasar pejawaran, malah tekan pasar udan deres banget, tapi alhamdulillah lumayan laris (ibu sedang dipasar pejawaran, malah sampai dipasar hujan deras sekali, tapi alhamdulillah lumayan laris)" kata ibu.

"Mugi-mugi laris nggih mak, ngatos-atos(mudah-mudahan ibu jualannya laris dan hati-hati ya)" tidak terasa suara yang terakhir itu terasa nyangkut, mencekat di tenggorokan saya.

Pejawaran adalah sebuah kecamatan kecil di pegunungan sebelah utara Banjarnegara, tempat yang sangat dingin, apalagi pagi hari hujan seperti saat Ibu menelepon. Dan yang namanya pasar disana bukan pasar seperti kita yang ada di kota.
Gbr. ditempat yang dilingkari itu pasar pejawaran berada semenjak jaman belanda dulu sampai sekarang tidak banyak perubahan...

Pasarnya ada di bukit, yang dulunya merupakan ladang kebun jagung barangkali , dan untuk menuju kesana butuh perjuangan pada saat hujan. Karena harus jalan kaki sekitar 500m dari parkiran mobil yang membawa penumpang dan barang-barang.

Gbr. Pasar pejawaran letaknya ada di puncak bukit kecil

Saat hujan gerimis, jalan menuju pasar licin, pernah naik bukit kecil yang jalannya belum di aspal..? kebayang kan..? kira-kira licinnya seperti itu, dan hujan deras seperti yang saya dengar dari HP-nya ibu, tentu saja membutuhkan perjuangan lebih ekstra lagi.

Gbr. Pedagang2 di kampung kami ke pasar Pejawaran itu naik kendaraan seperti ini pada pagi dinihari...kalau hujan gmana..nah itulah perjuangan hebatnya....

Sambil berjualan pasti dingin sekali, dan kalau melihat pemandangan yang jauh terbentang akan terlihat jajaran pegunungan yang biasanya masih diselimut kabut sepagi itu.

Saya pernah menuliskan suka-dukanya menuju ke pasar ini di tulisan saya “PESONA PASAR KAHYANGAN”

"Mae agi neng pasar pejawaran, malah tekan pasar udan deres banget, tapi alhamdulillah lumayan laris (ibu sedang dipasar pejawaran, malah sampai dipasar hujan deras sekali, tapi alhamdulillah lumayan laris)" kata ibu.

Pagi ini tiba-tiba seperti dibangunkan dari tidur. Bukan tidur karena kelelahan fisik, tapi tidur panjang karena demotivated, kehilangan motivasi, bingung, cemas,jengkel,khawatir, mau ngapa-ngapain malas, tidak bergairah dll.

Kenapa..?

Berawal dari akhir April 2009, “Mainan” bisnis saya yang sangat menarik, bisnis yang tiga tahun saya bangun, bisnis yang sedang merangkak naik eksponensial dari bulan ke bulan tiba-tiba pet.....suplai selimut jepang yang biasa kami distribusikan dari ujungke ujung Nusantara, bahkan temen-temen di negeri Jiran juga sedang pada semangat untuk mencoba memasarkan disana, tiba-tiba produksinya dari pabrik terhenti.

Bagaikan listrik mati mendadak pada saat sedang meriah-meriahnya perhelatan besar, kebayang kan..?

Dan telepon Ibu pagi-pagi itu membuat saya terharu sekaligus seperti menemukan energi baru. Energi yang sementara terrcerai berai dan saya sedang coba kumpulkan satu persatu.

Saya membayangkan perjuangan Ibu pagi itu di pasar Pejawaran, orang yang sudah tua seperti beliau, yang sebenernya bisa duduk-duduk santai dirumah, ternyata masih memiliki spirit yang sangat luar biasa, kenapa saya yang hanya sesaat sedang diuji kehilangan “Mainan” saja sudah ribut seperti ini..?

Oho..kalau beliau saja masih memiliki semangat juang seperti itu seharusnya saya juga memiliki ribuan kali lipat..!  Masa depan masih panjang (Insya Allah) fisik masih sehat &kuat temen banyak.....dll...

"Ibu faham kondisi kamu, jangankan seperti itu, lha wong kalau membuat istana dari pasir  di pantai saja kesal, sedang seneng-seneng istananya jadi tiba-tiba keterjang ombak, tapi tenang saja, paling kamu hanya istirahat sesaat...nanti ada kalanya semuanya selesai seiring berjalannya waktu..." kata-kata beliau ini membuat hati adem dan tenang rasanya...... 

Kenapa suplai selimut Jepang ke kami terhenti saat ini..? 

Ceritanya sangat menarik, dan saya sudah menyinggung sebagian ceritanya di tulisan saya di LINK ini..”Selimut Jepang akan Kosong Beberapa Saat”

Hingga saat ini masih belum ada kejelasan kapan lagi akan mulai produksi, namun hati kecil saya yakin sekali, selama masih ada kata-kata “Krisis Global Negara Maju” maka selama itu pula suplai selimut kemungkinan masih akan terganggu, karena 80-90% produksi selimut mitra kami pasarnya ke negara-negara maju itu, dan waktu yang "beberapa saat" yang ada di tulisan ini bisa jadi akan menjadi waktu yang cukup lama..wallahu a'lam...

Segede-gedenya pasar lokal saat ini, nampaknya masih belum sanggup menggerakkan roda pabrik untuk berjalan lagi, itu tebakan saya loh…itu yang saya tangkap dari perbincangan saya dengan Yasashi San, Sang pemilik pabrik.

Memang tidak ada kata-kata sedikitpun yang menyatakan bahwa pabrik menyerah dengan krisis global, tapi intuisi saya mengatakan pasti ada kondisi yang berat sekali yang sedang terjadi di pabrik sohib saya ini, yang beliau sendiri enggak mau terbuka karena mungkin takut saya menjadi khawatir dan tidak konsen jualan lagi….(hehehe..kali saja…)

Sejak akhir Agustus 2008, muncul tanda tanya besar dalam hati saya, kenapa selimut sisa ekspor ke Amerika yang semula bisa banyak sekali saya dapatkan, sekarang kok tidak ada..? ternyata memang tidak ada order dari negeri Pak Obama itu.

Menjelang akhir tahun 2008, kekhawatiran saya makin beralasan, kalau di Amerika krisis hebat gitu pasti akan ada “something happened” akanterjadi pada pabrik ini…

Dan benar….pabrik yang semula 24 kerja sekarang turun menjadi 8jam da tanpa ada tambahan overtime lagi…wah…ini sih agak kacau..pikir saya….

Apalagi ada informasi pabrik sudah harus pindah tempat karena pemakaian tempat untuk pabrik sekarang ijinnya hanya sampai 2011…waduh..makin berat saja ya posisi Yasashi San yang menjadi nahkoda pabrik gede ini…

Ketika hal itu saya konfirmasikan ke pabrik, saya masih belum mendapatkan jawaban seperti yang saya inginkan, mungkin memang ada sesuatu yang harus mereka rahasiakan dari kita, wallahu a’lam, dan saya memakluminya.

Bisa jadi akan ada kebijakan-kebijakan buat karyawan-karyawannya, semacam pensiun dipercepat, dirumahkan sebagian atau di PHK dulu dan entar rekrut lagi tenaga outsourching misalnya…semua kemungkinan itu ada, dan mungkin sangat beresiko kalau semua informasi itu dibuka semuanya….

Oke Samurai san…gambate kudasai….saya faham dan sangata maklum apa yang terjadi pada pabrik kesayangan anda, meskipun saya muslim dan anda bukan muslim, tapi saya akan berdoa agar Tuhan saya memudahkan segala urusan anda…

Salam Hangat

Hadi Kuntoro
http://www.hadikuntoro.com
http://www.rajaselimut.com

Note :
Tulisan ini sekaligus buat wacana dan gambaran kondisi terkini bagi para agen-agen mitra kami ya..semoga akan segera ada berita yang menggembirakan du bulan Juni ini...keep your semangat..!

 

blogger templates | Make Money Online