Inspirasi Membangun Loyal Customer Tempoe Doeloe

Selamat Warga DMONC

sudah pada tidur belum yaaa....

Saya masih Jetlag, jadi malam ini belum ngantuk, masih terbawa suasana di Arab sana, jam2 segini masih sekitar jam 6 an...sore...Maghrib

Jadi yang seharusnya ngantuk malam ini belum ngantuk dan untuk menemani temen-temen DMONC yang mulai naik pembaringan karena kecapekan layanan hari ini, saya akan mendongeng...mau saya dongengin...?

Ayah saya namanya Mochammad Amin, lahir tahun 1918 di Purworejo, Jawa Tengah, dan merantau sekitar 90km hijrah ke kampung kecil di pegunungan namanya Karangkobar, di kabupaten Banjarnegara, Jateng

Semasa ayah kecil beliau memiliki kecerdasan yang cukup bagus, gemar membaca apa saja....sehingga bapak saya lumayan nyambung jika ada yang ngomong bahasa Belanda atau Jepang

Ayah keturunan pedagang....kemana-mana berdagang jualan baju, menjahit dirumah juga menitipkan jahitan2 (Maklon) dan diambil di jual

Jaman dulu perjalanan Purworejo ke Karangkobar masih jalan kaki atau naik Kuda, jika orang kaya

Kalau Bapak saya kombinasi keduanya...dagangannya naik kuda, orangnya nuntun kudanya

Pinter nya ayah saya berdagang, membuat seorang Juragan Cina Kaya Raya suka memperhatikan sepak terjangnya.

Jaman dulu juga ada masa krisis...mencari penghidupan tidak mudah, ayah saya seneng baca, gaul dan belajar bahasa-bahasa karena berharap akan hijrah pergi ke Singapura, menjadi buruh untuk menghidupi Ibu dan adik-adinya...

Sang Juragan Cina, melihat potensi ayah yang bagus, menasehati...agar jangan pergi ke Singapura, sayang kemampuanya nanti malah digunakan untuk memakmurkan orang negara lain...
"mendingan fokus dagang di Karangkobar saja....nanti  saya ajarin, saya mentoring, saya pinjemin dagangan, dengan syarat disiplin bayarnya"

Dari situlah ayah kami mengawali dagang di pasar....

Sebagai pendatang baru di pasar, ayah saya ya sama seperti temen-temen yang memulai bisnis...bingung dan bingung...awal-awalnya....

Namun ayah punya strategi yang sangat menarik agar cepet terkenal di pasar dan cepet mendapatkan pelanggan...

Gimana Caranya....._?

Oya...membayangkan pasar jaman dulu, anda jangan membayangkan pasarnya macam pasar sekarang , da bangunan permanen, ruko, apalgi modern seperti tanah abang yaaa.....hehehe
Gimana bentuk pasar jaman dulu...?

Bentuk pasarnya seperti gambar diatas ituu 👆🏾👆🏾👆🏾 kami suka menyebut kios pasar itu "Bango" mirip papan-papan kayu itulah Bango-bango tempat ayah kami menggelar dagangan

Pagi-pagi jam 2 berangkat ke pasar, dangan dan peralatan naik kuda, kuda dituntun melewati jalan-jalan...sampai di pasar dagangan di gelar-gelar...tali-tali di bentangkan seperti jemuran untuk dijadikan pajangan dagangan

Gambar diatas saya ambil tahun 2005, jadi bisa dibayangkan seperti apa pasar itu 65 tahun sebelumnya

Gambar diatas itu Mae di pasar tahun 2005 👆🏾👆🏾👆🏾 di tengah-tengah dagangannya... tahun 40an Sebagai pendatang baru di pasar, ayah saya ya sama seperti temen-temen yang memulai bisnis...bingung dan bingung...awal-awalnya....

Namun ayah punya strategi yang sangat menarik agar cepet terkenal di pasar dan cepet mendapatkan pelanggan..

Gimana Caranya.....?

Di depan bango, ayah menyediakan tempat duduk dari kayu, kamu menyebutnya "Jengkok" dan ayah juga menyediakan meja kecil pendek, namanya Dingklik

Kebayang yaaa....itu adalah jengkok dan Dingklik Di depan bango itu, ayah menata Jengkok dan Dingklik...dan ayah saya menyediakan kopi teh dan makanan-makanan seadanya semacan ketan, wajik, pisang rebus, singkong rebus atau singkong bakar

Disediakan juga perlengkapan merokok, kertas rokok, kulit jagung kering, tembakau, klembak dan kemenyan

Orang-orang dari kampung mereka senang duduk ngobrol-ngobrol apa saja dengan ayah...karena ayah suka baca-baca jadi apa saja nyambung....

Bapak-bapak datang mencari celana kabaret, atau baju atau kain sarung... namun ketika obrolan tentang harga mulai serius ayah membelokkan obrolannya dengan nawarin rokok, ngopi atau minum teh sambil makan ketan...

Akhirnya obrol2n tentang harga jadi tidak terlalu seriuuss....

Jika yang datang ibu-ibu, mereka mungkin mencari kain jarik, kebaya, stagen atau BH yang mirip rompi anti peluru....wkwkwkw....ibu-ibu memilih dan menawar...bapak-bapak yang nganter disuruh Medangan....hahaha

wkwkwkwk..emang seperti baju anti peluruuu Nhaaa...dengan strategi seperti inilah Ayah sangat piawai menggaet pembeliiii

Dan ayah saya TIDAK PERNAH alias NEVER-NEVER-NEVER... marah atau menyepelekan orang yang menawar dengan harga murah Berapapaun Orang menawar harga, ayah saya akan bilan "Iya boleeeh....namun bukan yang itu...bolehnya yang ini..."
saya masih inget bagaiman ayah saya sangat piawai berjualan kebaya, ke pasar manapun ayah selalu membawa kebaya yang tua, lusuh dan bolong-bolong ....dan itu selalu disimpan rapi dalam kotak...jika ada orang yang menawar baju kebaya terlalu murah maka ayah saya akan tertawa dan bilang

"Yaaa..menawar segitu boleh saja....namun kebayanya yang ini yaaa.....(sambil dikeluarkan kebaya lusuh yang bolong-bolong..wkwkwkwk)"

Dan si pembeli tertawa juga...." Lah Mas Nganten niku malah bercanda" (Mas nganten itu sebutan untuk juragan yang terhormat)

Bergitulah...dalam waktu tidak lama ayah cepet terkenal...disukai orang desa-desa dan dalam waktu tidak lama ayah menguasai pasar.....

Hingga tibalah jaman perang, yakni Agressi Militer Belanda ke 1 ke 2 dan perang jaman Jepang tahun 1945 sd 1949

Ayah saya termasuk orang yang diincar dan diawasi Belanda, karena termasuk orang yang disegani orang-orang, dan beliau juga faham strategi makanya pada saat agresi Militer itu ayah mengungsi ke Desa terpencil namanya Kiyudan atau Darmayasa.

Bersembunyi di kampung kecil dibawah kaki gunung Lumbung...di kecamatan Pejawaran , Kabupaten Banjarnegara

ada 3 atau 4 tahun ayah besembunyi dari incaran Belanda...namun dari kammpung itu ayah tetep berdagang seperti biasa....bahan baju waktu itu sulit di dapat, maka ayah membuat baju dari karung-karung beras dan dijahit tangan...pakai benang dari tumbuh-tumbunhan atau membuat baju dari Kulit kambing yang disamak...

Orang-orang kampung tempat ayah mengungsi selama 4 tahun itu sangat menghormati ayah...karena ayah orangnya pinter bergaul...pinter dagang...sekaligus petani yang hebat juga

Salah satu hasil karya Ayah kami yang dikenang hingga saat ini adalah, di kampung itu ayah mengajari ilmu-ilmu pertanian, mengajarkan Tumpang Sari yakni Sawah sekaligus jadi kolam ikan...

Sawah-sawah yang airnya banyak dan bening di desa2 dimanfaatkan ganda sekaligus jadi tempat memelihara ikan Mujahir, dan pada galengan-galengan sawah ditanami kedelai....sehingga para petani bisa mendapatkan manfaat ganda ... bisa panen padi, penen kedelai sekalgus panen ikan

Mengungsi nya ayah ke kampung Kiyudan itu, bagi penduduk disana merupakan berkah tersendiri... karena mereka menjadi petani yang pintar

Dan hingga saat ini....meski ayah sudah meninggal tahun 1979 orang-orang kampung-kampung itu masih sangat menghormati kami sebagai anak keturuan Pak Amin

Cerita Pak Amin itu turun temurun menjadi cerita di kampung itu juga, sehingga sampai saat inipunn jika kami ke kampung itu, ketemu anak-anak muda, meski mereka gak kenal siapa kami, jika kami menyebutkan nama "Saya anaknya Pak Amin" maka mereka akan berebutan mengajak kami mampir kerumahnya....karena mereka mendapat cerita-cerita tentang  Pak Amin dari ayah dan kakek nenek mereka.

Ayah memiliki banyak kebun-kebun jagung yang luas, dan setiap musim Mencangkul atau panen tiba, maka orang2 kampung itu akan berduyun-duyun datang membantu mencangkul tanah..tanpa minta bayaran sama sekaliii...bagi mereka membantu Ayah kami adalah sebuah kebanggan tersendiri

Ayah memiliki Istri 4 orang, dan Mae adalah istri ke 4...mayoritas anak-anak semua pedagang...

Mae menikah dengan Ayah tahun 1969, memiliki anak 4, saya nomor 2...dan 10 tahun sejak menikah ayah meninggal di usia 60an tahun...

Mae waktu ditinggal Ayah berumur 25 tahun, janda 4 anak....dan Mae menikah lagi dengan ayah sekarang di usia 45 tahun

Sampai detik ini Mae masih berdagang meski usianya sudah diatas 60 tahun...semangat dari ayah kami itu seperti ukiran di kepala Mae yang tidak lekang oleh waktu

Ayah meninggal hari jumat...karena sakit jantung...pagi hari ke pasar...sore hari habis ashar ayah ke kebun mencangkul...dan saya bermain-main memanjat pohon jeruk di dekat ayah mencangkul....dan beliau tiba-tiba pingsan dan meninggal disitu....Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun

Sampai hari ini, Nama ayah kami masih hidup....kenapa dagangan Baju nya mae sampai hari tetep Laris...???Karena Mae memakai Nama "Bu Amin"

Orang-orang dari desa tempat ayah mengungsi dulu itu...asal beli apa saja pasti ketempate Mae... jika mau membeli sesuatu, dan sesuatu itu kok "Bu Amin" menjualnya...maka mereka akan beli ke Bu Amin duluu...mereka akan beli ke mae duluuu....

Mereka bisa membeli baju, selimut, seragam, pakaian penganten kemanapun....mereka bisa mendapatkan di toko lain....namun jika barang itu di Mae ada, mereka akan memilih beli di Mae

itulah contoh yang saya sebut "Loyal Customer"

Orang bisa beli bakso yang enak dimanapun, karena mereka "Bakso Lovers" namun jika mereka hanya mau makan jika bakso itu adalah bakso di warung anda, maka itulah yang namanya "Loyal Customer"

Orang bisa beli shake seumur hidup karena dia "product Lovers" dan bisa beli shake dimanapun jika dia mau.... Namun jika *"Dia Hanya Mau Beli"*  shake dari NC anda, maka dia adalah "Loyal Customer"

Cerita diatas bisa menjadi Inspirasi bagi anda.....mae Punya buanyak loyal customer, bahkan turun temurun....kakek pesen ke anak, anak pesen ke cucu...agar kalau beli baju ditempat "Bu Amin"

Darimana Loyal customer itu turun temurun hadiir...? adalah dari REPUTASI ayah kami yang mereka pandang baik di masa lalu.....
inget yaaa...REPUTASI...Reputasii...Reputasiiii...

Salah satu pilar utama agar anda menjadi pebisnis yang sukses dan terus menerus dikelilingi Loyal Customer adalah...Jaga Nama Baik Anda .... Jagalah Reputasi Andaaa...

Berikanlah Manfaat yang Jauh lebih tinggi dari Nilai uang yang mereka bayarkan....

Ayah saya menjual baju...pembeli tidak hanay dapat baju...namun dapat juga ilmu pertanian, ilmu perikanan, ilmu kehidupan....

Petani-petani dari generasi ke generasi setiap kali bertemu dengan kami selalu mengulang-ulang nasehat ayah kami...agar sayapun mendengarnya.... salah satu nasehat nya adalah...

"milikilah rumah yang berpagar batang jagung, tiangnya dari pohon ketela, dan atapnya jerami (batang padi), dan kamu berdaganglah" maksudnya adalah.... jadilah pedagang sekaligus petani....maka hidupmu akan tenang....

Semoga cerita diatas menginspirasi teman-teman semuaa...

:: SELESAI ::

Bonding Bonding Bonding

Ada sharing menarik dari NCIPERS dari Wonosobo, namanya bu Yatni, pemilik bakso paling terkenal di Wonosobo, bakso "bergengsi"

"Pak sejak reuni7 Jogja, gambaran dan langkah bisnis NC makin jelas, perubahan target kita dari semula *Product Lovers* menjadi *Loyal customer* ini sangat menarik, pikiran dan langkah saya makin terbuka" kata mbak Yatni

"Lha kepiye emang menurut mbak Yatni sekarang..?" Saya penasaran

"Intine bonding bonding dan bonding tho pak..? Sekarang setiap pagi saya terus menerus bonding. Saya kan pagi habis subuh ke pasar belanja-belanja keperluan bakso, dari mie, sledri, bawang, bumbu-bumbu dan semua hal... nha sekarang saya belanja2 keperluan itu fokusnya ke customer2 NC saya"

"Customer saya kan banyak orang pasar, jadi apa saja jualan mereka saya usahakan untuk beli meskipun kadang sebenere saya gak membutuhkannya....ada yang jual telo tak beli, ada yang jual opak tak beli...tujuannya agar kita makin dekat hubungane"

"Dengan membeli apapun apapun barang dagangan mereka, maka ada peluang untuk ngobrol, nanyain kabar, follow up, contoh habis belanja _brambang_ tahu-tahu di bakul brambang order produk lagiii"

"Dengan pengertian baru *Loyal customer* Sekarang mengajak orang pasar program lebih mudah... follow up juga lebih mudah... pokoke dia jual apa kita beli... jika yg kita beli bukan barang yang kita butuhkan kita bisa berikan/sedekahkan ke orang lain... pokoke goal saya adalah *bonding-bonding & bonding*"

"Menurut pak Hadi kepiye pak...bener gak apa yang saya lakukan itu apa termasuk bonding..?" Kata mbak Yatni

Jawab saya "ya iyalaah...itu jurus yang sangat bagus...bahkan saya malah belajar banyak dari mbak Yatni...hahaha"

Sebenernya sambil tertawa saya membayangkan teringat semasa kerja dulu, saya pernah ada di posisi pengadaan barang logistik dipabrik... setiap hari saya banyak dikelilingi oleh suplier barang yang suplly macem-macem kebutuhan pabrik... posisi saya sebenere bukan di bagian ujung, yang *deal harga/bagian pembelian* (purchasing) namun fokus saya adalah managemen pergudangannya, namun saya heran ... asal saya jualan (sambilan) apapun, selimut, seprei dll... mereka (para supplier) itu memborong apa saja yang saya jual... bahkan  lebaran atau tahun baru...rumah saya penuuh parsel...hahaha...awalnya saya bingung...

Baru kemudian saya faham... ooo... dengan cara begitu akhirnya tanpa terasa kita terikat gak enak atiii...jika mau pindah supplier... tanpa sadar secara tidak langsung  kita akan menjadi pembela nya si supplier....hehehe

Jadiii... kepada para pemilik Nutrition Club, kenapa jurus cantik itu tidak anda lakukan..? Jika customer anda penjual sandal maka tidak ada salahnya sering-sering beli  sandal-sandal jepit sambil follow up..
Dan sandal itu anda sumbangin ke Mushola, customer anda jualan makanan belilah dagangannya, ada yang jualan baju dipasar tradisional, belilah batik-batik murahnya berikan kepada saudara-saudara anda di kampung, belilah berasnya, belilah ayamnya, belilah mie ayamnya, belilah gorengan-gorengannya, kue-kue nya, belilah baksonya...why not...?

Semoga cerita pagi ini menjadi Inspirasi Anda

FENOMENA "TIPPING POINT WINTER SONATA"

Sejak kecil yang saya tahu tentang Korea ya hanya perang Korea Utara – Korea Selatan, hanya itu saja yang saya denger dari Radio Philips kuno milik tahun 70 sd 80an milik bapak saya.
Kalau Jepang dan RRC sudah familier, sampai lagu-lagunya kadang suka saya dengerin...namun tidak pernah sedikitpun Korea menjadi perhatian saya.

Hingga saya lulus kuliah tahun 1995 tidak ada satupun trend yang hadir dari Korea, baik itu lagu, film, atau artis. Namun lihatlah sekarang, negeri ini seakan menjadi kiblat baru sebuah trend. Anak-anak gadis saya yang masih SMP, SMA hafaaal artis-artis korea, hafal makanan-makanan korea, nyanyi dan tontonannya lagu-lagu Korea, ini gimana ceritanya yaa.....

Beberapa hari yang lalu terjawablah rasa penasaran saya...  ketika saya berkesempatan ngonbrol dan di dongengin orang Korea yang menjadi pemandu Wisata saat kita ke-2 kalinya mengunjungi Korea Awal Desember 2016.

Hebohnya Korea sekarang, setiap bulan di datangin jutaan wisatawan dari seluruh dunia, bermula dari “ketidaksengajaan”

Ini semua berkat jasanya “Bae Yong-jun” Pria halus berkacamata yang tahun 2002 berperan menjadi  Joon-sang, salam drama cinta kasih yang tragis dengan pasangannnya  “Choi Ji-woo” yang di film itu Yoo-jin. Filmnya berjudul “Winter Sonata” sebuah film yang menurut orang korea sendiri tidak menarik...hehehe...

Film ini melawan arus, sosok laki-laki sejati yang umumnya digambarkan maskulin, berotot, tegas, bak Samurai Jepang..ealaaah...di film itu lembut amiiir....lebaaay,,, gitu mungkin menurut masyarakat Korea, itulah makanya di negeri aslinya film ini tidak banyak peminatnya, kecuali ibu-ibu...

Nha ceritanya / kondisinya  berubah ketika film ini di puter di Jepang, whuaa...sukses luar biasa, jadi viral, bahkan sampai dibuat versi Winter Sonata ala Jepang, dimana-mana cewek-cewek ngomongin Joon Sang yang ganteng lembut dan imut-imut dan alangkah beruntungnya si Yoo Jin memiliki cowok  kayak gituuu, Drama Winter Sonata menjadi trendiing topik di Jepang, dan disana banyak tinggal orang asing, apalagi televisi-televisi Jepang juga dengan mudah ditemukan channelnya di di seluruh  dunia, akhirnya legenda cerita  itu menular juga ke China, Filipina, Thailand, Malaysia, Singapura dan Indonesia pun tidak luput dari serangan badai Winter Sonata.

Karena Winter Sonata dibuatnya di sebuah pulau kecil namanya "Pulau Nami", maka semua para wanita-wanita pada kepengin “Ziarah” ke pulau Nami kepengin tahu dimana Joon Sang dan Yoo Jin pacaran, dan mereka berfoto, bergaya yang persiiiis seperti mereka......wkwkwkw....itu para gadis-gadis atau ibu-ibu...

Lha bapak-bapaknya, meski belum pernah nonton Winter Sonata karena menemani wanita-wanita terpaksa kesana juga ikutan “ziarah” dan kunjungan ke pulau Nami inipun jadi Viral...wow...di muslim libur pulau ini bisa dikunjungi ratusan ribu orang, ada kapal yang setiap 5 menit sekali menyeberangkan pengunjung dengan penumpang sekitar 200-300 orang..!...semua karena ulah Bae Yong Jun, si artis Korea...

Dan sekarang apa saja yang jadi trend di Korea jadi laku, film-filmnya makin di gandrungi orang-orang, lagu-lagunya disukai bocah-bocah, acara TV apa saja jadi perhatian... anak saya setiap pulang liburan dirumah nontonnya film siaran langsung Bapak-Bapak lagi momong anak..opa-opa...ya Allah...dari pagi sampai sore nontonnya ituuu muluu...hahaha... semua berawal karena ulah  Bae Yong Jun... ditambah dalam waktu singkat negeri ini kok yaaa...mudah diatur dan cepat berbenah... yaaa...sangat cepat berbenah... kini mereka punya Samsung, LG, Hyundai, dll....

Dulu orang Korea pun sebel dengan produk dalam negerinya, TV Korea itu burem, dan suka ngadat, kalau di pukul baru bener... jadi kalau nonton TV LG atau Samsung kudu deket-deket, nanti kalau gambar mulai goyang-goyang pukul...hahaha.... sekarang barang-barang elektronik tahu-tahu jadi "Nyam-nyung" semuwaaaa......

Enggak cuma itu...semua industri-industri yang berkaitan dengan wisata amu pesat, toko-toko yang menjual asesories korea laris bukan main...dan makanan-makanan korea jadi favorite sampai dirumah kitapun sekarang anda Kimchi...bukan main kaaan...?

Sekarang orang kepengiiiiin ke Korea, dan Korea menjadi Destinasi Wisata favorite meskipun pemandangan alam disana jauuuuuh kalah indah dengan pemandangan wisata di kampung saya. Apalagi Pulau Namii...ya ampyuuun...apa seeeh yang bisa dilihat di pulau Nami...ya gitu doang cuma pohon-pohon yang menjulang tinggi..cumaaa karena di pohon itu pernah bersandar si Bae Yong Jun, maka semua orang kepngin bersandar disitu, kepengin berciuman disitu, bahkan yang belum punya pasangan pada mencium pohon merangkul pohon dan fotoooo...alamaaaak...pada gila kali yaaa... hahahah.... untuung-untuung ane masih waras... atau bisa jadi sudah ketularan gila juga.... wkwkwkw...itulah efek “Tipping Point dari Winter Sonata” semua karena Bae Yong Jun dan kawan-kawannya....



Lalu apa kaitannya dengan  bisnis kita di Indonesia..?

Belajar dari kisah diatas, saya mengajak anda para pembaca dan temen-temen bisnis, sepanjang yang anda lakukan adalah sesuatu yang baik, dan anda lakukan bener-bener dari hati, anda nikmati, lakukan bisnis atau pekerjaan anda dengan rasa ikhlas sukacita, maka suatu saat nanti akan anda kondisi yang tiba-tiba segala sesuatu serasa mendukung anda.

Kita tidak usah dibebani perasaan yang terlalu hebat bahwa saya harus menjadi yang terbaik di Dunia, di negara saya, di daerah saya...tidak usah dibebani dengan perasaan itu, namun lakukan segala sesuatu hari ini lebih baik lagi-lebih baik lagi dan lebih baik lagi dari hari kemarin...niscaya akan ada booom....! tiba-tiba anda mendapatkan diri anda sukses luar biasa, bahkan lebih sukses daripada yang anda bayangkan sebelumnya....

Khusus untuk anda yang bisnis Rumah Nutrisi / Nutrition Club. Bisnis Rumah Nutrisi, yang dilakukan dengan hati, dengan cara yang benar, satu sama yang lain saling bekerjasama, saling bergotong royong, adalah sebuah “Fenomena Bisnis Yang Menarik” awal-awal bisnis ini nampak aneh, namun saya optimis sekali suatu hari ini akan menjadi “Tipping Point Berikutnya dari Sebuah Peluang Bisnis”

Kenapa seeeh kok se optimis itu....?
Karena apa yang kami lakukan di kota kecil kami ini menarik, semua pebisnis kompak, satu sama lain saling membantu merawatkan customer-customernya, tanpa sedikitpun memungut imbalan dari si pemilik customer ini menarik kaaan.... dan apa yang kami lakukan ini sekarang dilakukan sama persis oleh orang-orang luar kota, di lakukan juga oleh orang luar propinsi, bahkan sekarang orang dari Malaysia, Siangpura dan Taiwan pun mulai belajar dari kami....padahal cara kami ini awalnya kita adopsi dari Filipina....hahaha... perjalanannya mirip dengan cerita Winter Sonata kan...?

Cerita-cerita sukses dari kampung kecil kami ini akan terus bergulung-bergulung dan tahu-tahu semua orang akan menggunakan dan setuju dengan cara yang sama, dan booom..! dan Kita sudah mulai merasakan tanda-tandanya, ibarat gunung akan meletus kita faham karena  ada literatur yang mengatakan "Ada tanda-tandanya" dan itu sudah mulai kita rasakan...



Semoga bermanfaat, dan semoga anda anda terinspirasi dengan tulisan ini....

Hadi Kuntoro

Pendongeng dari Kaki Gunung Dieng

TERUSLAH BERGERAK APAPUN MUSIMNYA



Selamat Pagii...temen-temen masih inget obrolan saya dan Ibu saya di Karangkobar, Banjarnegara  kemarin yang saya beri judul “DISPLIN MENJADIPENCURI START”..? pagi ini obrolan saya dengan Mae juga menarik untuk saya tayangkan lagi...hehehe....

Untuk anda wong ngapak-ngapak atau yang memahami bahasa Jawa versi Banyumasan silahkan langsung bisa mendengarkan obrolannya di LINK INI :

Dan untuk yang tidak Faham dialek mBanyumasan terjemahannya ada dibawah ini...

MAE = Yaa...Assalamulaikuum..hehehe (Setiap mengangkat telepon Mae Selalu tertawa jadinya yang menelepon rasanya ikut ceria

SAYA = Waalaikum salaam...Mae Hari ini ini ke Pasar Mana..?

MAE = Hari ini ke Pasar Karangkobar (Kecamatan di Banjarnegara, setiap pasaran Pon dan Legi, Mae pergi ke pasar ini), tapi Mae nanti juga akan ke Wonosobo (kota dimana kami tinggal, jaraknya sekitar 60km) Mae mau berbelanja dagangan...

SAYA = Mae Mau ke Wonosobo.. yeeey....(saya seneng Mae Mau Datang)

MAE = Kamu minta dibawain oleh-oleh apa..?

SAYA = Mmm.. apa yaa... daun-daunan (Sayur mayur segar, karena Karangkobar itu pegunungan dimana sayur-sayurnya seger  dan unik-unik) saya pesan daun Ranti,  sama ketela pohon

MAE = iya..iyaa...Ranti dan ketela yaa... pesen makanan rakyat yaa...

SAYA = hahaha.. iya.. sekarang sudah seperti orang tua, senenge makan ketela...hahahaa... eh Mae Kemarin pulang dari Kalibening jam berapa..?

MAE = Dari Kalibeniing menjelang Shalat Ashar.... Sampai rumaah Pas Ashar (Sekitar jam 4 sore, berangkat jam 5 pagi pulang jam 4 sore luar biasa yaa...jam kerja mae diatas 10 jam)

SAYA = Dapat uang berapa Mak..?

MAE = Waah..yaa dapat uang banyaaak ( Mae enggak pernah ditanya terus mengeluh... wah pasar lagi sepi sekaliiii...misalnya... enggak pernah... hebat yaa...)

SAYA =  Weleh... lha bulan yang paling sepi itu bulan apa Mak..?

MAE =  Bulan paling sepiii...?  bulan apa yaa...mungkin bulan-bulan yang sudah dijalani kali yaa.... (hahaha... mae selalu optimis untuk hari ini dan besok, jadi bulan yang berat ya yang sudah dilewati, hari ini dan besok adalah bulan-bulan baik... optimiiiiis...hahaha) dan sesungguhnya Mae tidak pernah mikir itu bulan sepi atau bulan rame, Mae tetep saja ke pasar tidak terpengaruh bulan...hahaha....

SAYA  =  Enggak mikir rame enggak mikir sepi, setiaaap hari terus  saja ke Pasar akhirnya malah lupa tidak ada bulan rame bulan sepi yaa...

MAE = Iyaa... gak ada yang sepi...

SAYA = hehehe...

MAE = Walah...Mae jadi inget jaman dahulu... kamu masih kecil , Mae pergi ke Pasar Nusupan (Pasar di Kecamatan Pejawaran Banjarnegara) dan Bapak Kamu baru Tiada (Bapak saya Meninggal ketika saya kelas 1 SD dan Kakak tertua kelas 2 SD, adik saya Cewek TK, dan terakhir Oom Yoyok balita yang baru Merangkak) waktu itu Pengalaman Jualan belum ada (karena yang biasanya jualan Bapak, dan Mae Ibu Rumah tangga yang diajarin menjahit oleh Bapak)

MAE = Malam-Malam Mae menjahit, kerja lembur dan pagi-paginya berangkat jualan ke pasar, yang saya contoh si Kucis (Saudara dari Bapak) yang menasehati Mae, agar lebih hemat maka baju-baju mendingan dijahit sendiri jadi untungnya bisa lebih banyak...nha malam-malam menjahit mungkin di pasar Mae mengantuk dan sampai enggak tahu ada copet yang mengambil dagangan Mae, copetnya ada 4 dan yang tahu malah Polisi yang patroli di Pasar, namanya Pak Sarman.

MAE = Pak Sarman membopong baju banyaaak...dan menginterogasi si Pencuri, dan
Polisi tanya ke Saya “Apakah kehilangan baju dagangan...?” saya menjawab “Oalah Iyaa....”
Polisi tanya lagi “Lha kehilangan baju sebanyak ini kok Diam saja....” Saya menjawab “saya malah enggak tahu kalau saya kecopetan sebanyak itu jadi saya diem saja”

MAE = Akhirnya agar dagangan itu bisa kembali Mae jadi ikut sidang menjadi saksi di Banjarnegara pas Hari Seninnya, takuuut sekalii di pangadilan ngapaiiin..jangan-jangan nanti Mae di apa-apain, dan akhirnya Mae ke Pengadilan, dan si pencuri dihukum 3 hari,  dan Mae justru merasa kasihan kepada para pencuri apalagi mereka bilang “Ibu Kasihani kami jangan dihukum karena anak-anak kami masih kecil-kecil” lha saya bingung gimana yaa...karena yang menghukum kamu pak Polisi bukan sayaa dan saya enggak ngerti apa-apa... ... copetnya ada 4 semua di hukum ... kasihaan sekalii...tapi  Mae gak bisa apa-apa dan copet-copet saya nasehati  “Makanya jangan mencopet lagii...kasihan anak-anakmu...” Mae kebingungan dan masih inget sampai sekarang.

SAYA  =  Hahaha....tahun berapa itu ya Mak...? Tahun 80an kali yaa...

MAE = Itu tahun 1979 kali yaaa...kan bapakmu gak ada tahun 1979...begitulah peristiwanya..jualan belum tentu laku... eh malah kecopetan hahaha.....waktu itu Mae Masih Bodoh, belum tahu apa-apa..

Temen-temen, itulah penggalan Obrolan saya dan Mae pagi ini.... pesan saya kepada anda para pabisnis, wes fokus-fokus-fokuskan pikiran kita untuk action dan terus membangun bisnis kita, sibukkan diri anda untuk terus bekerja, maka anda tidak akan pernah punya kesempatan untuk mengeluhkan segala kendala.


Yang menarik dari sebuah petualangan adalah cerita-cerita bagaiamana menaklukkan halangan dan rintangan...dan petualangan yang tidak seru adalah petualangan yang dari A sampai Z muluuuus semua perjalannya... 

Hari yang paling berat adalah hari kemarin...dan itu sudah kita lewati... hari ini dan hari esok adalah hari-hari dimana kita masih punya kesempatan berseandung, menyanyi  dan menari...
Salah satu Nasehat Mae yang akan selalu saya ingat adalah

“Sing udan barat tetep gelem dodolan biasane lewih sukses tinimbang wong sing dodolane nunggu nek terang (Yang hujan angin/badai tetap mau berangkat berjualan biasannya akan lebih sukses dibandingkan yang berangkat berjualan menunggu ketika badai reda)”

Nasehat yang keren yaaa....dan Saya jadi teringat kalimat “Succesfull life is art of dancing in the storm, not waiting to passed on” (Sukses dalam dalam hidup adalah seni menari di tengah badai, dan bukan menunggu sampai badai reda... artinya kira-kira seperti itu lah...hahaha)


Fokus-Fokus-Fokus jangan biarkan ada hal-hal lain yang memecah pikiran anda...

Semoga Bermanfaat
Pendongeng dari kaki Gunung Dieng