Bisnis Bennar-benar Membuat saya MUAL..

01 Mei 2007
Saya akan Sharing/ cerita pengalaman nggak menyenangakan tapi tujuannya adalah agar para member tahu..bahwa penderitaan/kesedihan itu setiap orang mengalaminya, bukan hanya kita..bahkan dono-kasino-indro pun atau Thukul sekalipun atau Chaplin sekalipun bisa dirundung kesedihan dan kemalangan....

Tapi ingat ya...
Tabah dan sabar menghadapai kemalangan atau musibah yang sifatnya sesaat atau jangka pendek, maka akan berbuah kesuksesan Jangka Panjang...

Mobil anda dibaretin orang...di senggol motor sampe penyok..sabar...yakinlah nggak lama lagi akan anda dapat mobil baru... dan anda berusaha untuk itu,,,
Motor anda dicuri orang..tabah dan sabar...jangka panjang ratusan motor bisa anda dapatkan kalau anda mau...
Anak sakit, lecet2, kena PHK..dll.....sabar....Insya Allah anda tidak menduga kalau efek sabar ini sedemikian dahsyat....

Anda beruntung bisa membaca ini..karena beberapa tahun lalu saya tanpa ilmu tanpa guru tanpa teman samasekali dan berbisnis...hasilnya...sungguh sangat indah..

Bisnis tanpa ilmu sungguh hal yang sangat mengenaskan...betapa saya dan istri ingin sekali bisnis sudah lama bergolak dalam hati bahkan sejak pertama kali TDB...

Kami belajar hanya dari yang kami lihat dan denger di sekitar kita, tidak pernah tepikir untuk belajar dari yang terbaik...

Tahun 1999 atas petunjuk serang pedagang salak keliling yang mau sanggup membeli salak pondoh dari kampung kami 4000/kg..waktu itu harga salak keliling 8000/kg. Di Kampung saya, harga salak 1500kg...dan tanpa pikir panjang kami order salak ke kampung dengan sangat optimis...

Begitu berpeti-peti salak datang...rupanya janji pedagang salak langgananku tidak seindah yang di ucapkan...salak pondohnya kebanyakan air, kecil-kecil,kecut-kecut (Asem) ,tidak sperti salak pondoh Sleman Yogya dll...padahal saya yakin orang awam nggak tahu bedanya...

Sang pedagang hanya berani ambil seribu rupiah tiap kg, itupun bayarnya kalau sudah laku..!!

Kami tersenyum kecut dan memohon beliau mundur dari hadapan kami...
Kami syok...dengan salak sebanyak memenuhi rumah kontrakan kami...dalam perjalanan naik motor pulang pergi ke kantor pikiran saya nggak pernah lepas dari rumah yang penuh dan bau buah salak..!!Bau yang sangat memuakkan...karena itu membuat kami bingung dan tidak tahu haru berbuat apa...

Motor kami yang butut keluaran 93 menjadi saksi ketika malam2 hujan saya berboncengan dengan istri yang hamil tua pergi kepasar Kranji yang sangat kumuh....
Kehujanan dan kakai belepotan sampah yang berupa lumpur dari daun2 dan buah2an yang busuk di pasar tidak kami hiraukan, hingga akhirnya kami bertemu dengan bandar buah yang ternyata hanya menawar 1500.kg..dan itupun bayarnya belakangan...

Daripada kami stress dengan bau salak dirumah dan membuat kami phobia salak..akhirnya kami sewa becak dan bolak-balik dari rumah ke pasar keranji..kami merasa itu adalah mimpi terburuk belajar bisnis di Jakarta.... Saya tidak ingat apakah akhirnya salak kami dibayar atau tidak......

Apakah anda bisa membayangkan..? dirumah anda ada segunung buah salak yang bisa busuk seminggu, sementara anda masih ngantor dan hanya punya motor butut, sementara istri hamil tua 7 bulan sendirian dirumah..?

Apakah bisnis itu menyengankan menurut anda....??? SANGAT TIDAK MENYENANGKAN..membuat MUAL...mau.. MUNTAH...seumur-umur nggak mau lagi coba2 bisnis ....

Itu dulu...hehehe..
Sekarang itu menjadi sesuatu yang Sangat-Sangat.....Indah....bagi kami....

Jadi apa-apa yang sangat sulit dan menyedihkan bagi anda saat ini.. BERPRASANGKA BAIKLAH sama Allah.... Karena hal-hal sulit, menyedihkan, mengenaskan,gagal,bangkrut,PHK itu dll itu atas seijin Allah tiada lain itu adalah justru kenangan terindah dalam hidup anda kelak....

Believe me....

Hadi Kuntoro
www.hadikuntoro.blogspot.com
www.selimutku.blogspot.com

12 komentar:

maruf hadi mengatakan...

salam sejahtera selalu
Bung hadi wah kebetulan namanya juga hadi, eman TDA adalah cara yang terbaik untuk membantu sesama,dan aku sangat setuju sekali, marilah kita merintis TDA dengan jalan bisnis, jangan mau menjadi orang gajian seumur hidup karena kita akan tetap menjadi TDB dari bos si pengaji kita, tapi jadilah bos dari perusahaan kita sendiri, aku adalah orang yang sangat tertarik jika ada oarang berbicara bisnis, karena memang hidup adalah jual beli

daniel rannu mengatakan...

halo mas budi, nama saya daniel, seorang mahasiswa dari salah satu universitas di jakarta. menurut saya pengalaman anda begitu inspirative dan memotivasi saya untuk terus mengembangkan jiwa berbisnis,kalo bole sedikit sharing, sebentar lagi saya akan menyandang gelar dokter. meskipun bagi kebanyakan orang profesi dokter itu profesi yang menjanjikan, tapi bagi saya hal itu memberikan keresahan tersendiri, sebab dalam pikiran saya ada ketakutan dalam menjalankan kehidupan yang monoton dan boring. bekerja sampai larut malam dan tidak mengenal istirahat (yang memang sebenarnya sudah kode etik pekerjaan dokter. Sebenarnya dalam hati ini saya punya impian sama jg dengan impian mas hadi untuk menjadi pengusaha sukses, malah sebenarnya saat ini pun saya sudah menjalankan profesi sebagai pebisnis internet dan webdesign scr freelance. Dan saat ini setelah membaca postingan mas hadi saya merasa terinspirasi dan termotivasui untuk berusaha lebih lagi dalam meningkatkan pendapatan dari berbisnis. Singkat kata, saya sungguh tertarik dengan proyeksi bisnis yang mas hadi tawarkan kepada saya. kalo mas berkenan tolong add YM saya di daniel_rannu supaya kalo ada kesempatan kita bisa berbincang2, dan kalo mas ada waktu monggo mampir ke blog pribadi ku http://antiteori.blogspot.com

danang mengatakan...

Zalam,
Zebuah kebetulan yang Indah. dan Patinya zudah diZet oleh Allah. diuji dan diuji, sebelum diberi kenikmatan, Zungguh Zuatu pengalaman yang indah

Terima kaZih

Anonim mengatakan...

KOMENTAR Mr.EKOJUNE TDA

Terima kasih, pak Hadi atas respon Sharing Day-nya.
Very inrpiring dan menyentuh sekali mengenai perjalanan awal pak Hadi berbisnis. Alhamdulillah menjadi contoh karena bisa bangkit lagi dari proses 'pembelajaran' , tidak kapok, tidak putus asa. Keep on fight.

Sekarang kami semua bisa melihat kesuksesan pak Hadi adalah karena bekal 'pembelajaran' yang dialaminya dulu. Saya coba tangkap 'pembelajaran' yg pak Hadi alami, versi saya loh ya, moga2 sesuai. Bahwa business is unpredictable. Unpredictable gak hanya yg negatif seperti yg pak Hadi alami yaitu kejadian gak terduga mengenai kualitas salak yang tidak sesuai.

Yang positif juga pak Hadi alami yaitu selimut yang tadinya hanya iseng, tanpa diduga sekarang adalah model sukses bisnis yang lain selain distro dengan 4 dan akan menjadi 5 toko, lalu unpredictable mengenai lokasi yg dianggap banyak orang kurang strategis sampe hampir2 berubah pikiran untuk jenis usahanya tapi alhamdulilah tetap fokus dan akhirnya cikal bakal distro di bekasi terwujud.

Tadinya mual mabok laut sekarang jadi nahkoda handal :)Banyak dari member yang mengalami hal yang sama. Pak Fauzi, pak Roni, pak Agus, mbak Yulia, pak Faif hanyalah segelintir yg saya catat.

Bisa bangkit dan pantang menyerah.
Pembelajaran tersendiri buat saya yang masih trus belajar.

Thanks again.
Wassalam.
Eko June

Anonim mengatakan...

KOMENTAR SEORANG PEMBACA DARI MESIR

Pengalaman pak hadi dahsyat..menambah cerita rahasiarejeki yang sudah saya punya
Rahasia rejeki
Sepasang suami istri dengan dua anaknya tinggaldirantau. untuk menunjang kehidupannya merekaberjualan apa saja. Ketika Suatu saat ada pertandingansepak bola besar2an,suami istri itupun tidak melewatkan kesempatan itu. Mereka bekerja semalamanuntuk memasak jajanan untuk dijual di pertandinganitu.

Harapannya tentu mendapat hasil dari jualannyaitu. Dengan semangat dan bismillah dipagi harinyamereka meluncur ke arena pertandingan dan menggelardagannyanya. Detik- demi detik ditunggunya sangpembeli. Hirukpikuk penonton yang menyaksikanpertandingan menjadikan harapannya daganganya akanlaris manis.Namun ternyata sampai waktu pertandinganselasai dan penontonpun sudah pulang semua dagannyamasih utuh. Hampir saja air matanya tumpah namunditahannya. Sambil mulai menata kembali jajannyakedalam kardus. Sampai tiba2 seorang pemain sepak boladatang membeli dagangannya dan lebih suprise lagikesebelasan yang menang itu memborong semua daganganyauntuk sukuran kemenangannya. Subhanalloh. ...hampirtidak percaya.

Segera suami istri itu melayani dgcekatan pesanan sang pembeli sampai semua dagangannyahabis. Dan ditengah perjalanan pulang,sang suami tidaktahan untuk menahan airmatanya yg jatuh.yup dia menangis bukan karena dagangannya tdk lakudiawalnya.

Namun menangis karena ujian kesabarannyadisaat detik-detik terakhirnya Alloh mendatangkanpembeli yg memborong semua dagangannya. .......
Subhanalloh. ....
Masihkan kita tidak bersykukur dengansegala nikmat yg diberikan Alloh kepada kita?....
Maka nikmat Tuhan kamu yangmanakah yang kamu dustakan?*

Salam sukses
Yuni hanafi

Anonim mengatakan...

Aduuh pak Hadi, makasih banyak atas pencerahannya yang luar biasa...
Saya pernah mengalaminya, termehek-mehek jatuh bangun tak terhitung, tapi
alhamdulillah saya gak kapok2 dan subhanallah masih bertahan. Yang ngeri dan
kapok malah para penonton setia saya, adik2 dan teman2
dekat...hehehee. ..Saat ini juga saya belum bangun-bangun amat, masih
merangkak, tapi merasa beruntung sekali akhirnya menemukan kemonitas ini.

Iya saya sungguh beruntung membaca pengalaman bapak, jadi semangat lagi
deeh...makasih pah Hadi.

Salam dahsyat
Lina Tohir
www.griyamuslimhaji .blogspot. com

Anonim mengatakan...

Assalkum pak Hadi kuntoro,tulisan bapak sangat inspiratif.Mudah- mudahan kami juga bisa bersabar seperti yang telah bapak lakukan.
Sejak akhir tahun 2008, sampai sekarang rasanya kami terus diuji oleh Alloh SWT dengan sakit. Pertama mama saya dirawat di RS karena DBD, kemudian disusul 3 minggu kemudian karyawan kami dirawat di RS juga karena DBD. Belum lagi dua minggu karyawan kami keluar RS,berlanjut istri saya harus dirawat karena DBD. Saya sangat sedih karena anak kami yang baru usia 6 bulan ditinggal di rumah.Istri saya pun dirawat selama 5 hari.
Tidak disangka-sangka, sekitar 2 minggu kemudian mertua perempuan saya pun harus dirawat karena DBD.Padahal kami sudah lapor ke RW sampai ke puskesmas karena ganas nya DBD menyerang kampung kami. Tapi hasil nya nihil.Sampai sekarang pun tidak ada respon dari dinas kesehatan.Kami hanya dikasih abate dari puskesmas. Tapi tidak dilakukan foging alias semprot/ pengasapan.
Setelah kira-kira satu bulan anak bungsu kami pun harus dirawat di RS karena dehidrasi.Tapi Alhamdulilah kemarin sore sudah bisa pulang karena kondisi nya mulai membaik. Anak laki-laki kami yang baru berusia 9 bulan ini pun kini masih tetap rawat jalan karena harus terus minum obet.
Semoga kami dapat mengambil hikmah dan bersabar dengan semua cobaan ini. Semoga Alloh SWT meninggikan derajat kami.Mohon doa dari rekan-rekan semua.Semoga keluarga sahabat2 TDA dilimpahkan kesehatan dan kedamaian di dalam rumahtangga mereka. Amien

Wassalam
M Nur Riko Putra
Wassalam

HADI KUNTORO mengatakan...

PPak Muhammmad Nur Riko...
Saya ikut merasakan betapa sulitnya posisi anda saat..karena keluarga dan karyawan bertubi-tubi diserang penyakit ya...dan saya yakin seberat apapun cobaan yang anda alami, Insya Allah semuanya akan ada masanya, dan seiring waktu berjalan semuanya juga akan selesai. Tetaplah pupuk keyakinan anda bahwa ketabahan dalam menghadapai cobaa sesaat, akan mendapatkan bonus kebahagiaan yang waktunya snagat panjang....dan tetepalah berprasangkah baik pada Sang Pencipta...

Salam hangat


Hadi Kuntoro
http://rajaselimut.com

Anonim mengatakan...

Pak Hadi, nyaris menangis sy baca postingan anda ini...

nyaris menangis karena pada saat saya membaca thread ini,kondisi di dompet saya hanya tersedia 50 ribu rupiah yang harus bertahan sampai akhir bulan....sementara 6 hari lagi, susu anak saya yg harganya 98 rb per kaleng sudah waktunya dibeli...

nyaris menangis saya, karena saya pernah mengalami kebangkrutan yang tidak pernah saya sadari sampai sekarang...bahwa saya termasuk yang kurang bersyukur...

nyaris menangis saya baca posting ini, karena saya pernah mengalami penderitaan yang sama, ketika usaha warnet saya harus tutup akibat perselisihan dengan pemegang saham lainnya, padahal usia warnet itu baru 4 bulan...

terima kasih saya ucapkan kepada Pak Hadi...anda telah memberi saya alasan untuk menangis.... anda telah memberi saya jawaban atas semua pertanyaan yang berkecamuk di kepala saya...

artikel ini sungguh memberi inspirasi... :)

june_knows
yunusbani@gmail.com

HADI KUNTORO mengatakan...

Mas Yunus...seberat apapun kondisi anda saat ini ada masanya akan selesai...karena dengan anda bisa menulis email di sini saja, saya yakin anda ada dijalan yang bisa memiliki 1000 cara untuk say good bye pada kondisi saat ini...dan ingat...percayalah kondisi sulit saat ini tiada lain adalah kenangan indah beberapa saat kemudian....

Pasrah sama Allah saja...kalau beberapa saat anda memang tidak bisa membeli susu yang 98ribu..lha wong dulu saya tahu, di sekitar saya bayi2 di kasih air tajin...(air campur saripati nasi ketika menanak nasi)..dan nyatanya sampai sekarang mereka, bayi2 itu banyak yang pada sukses.....

Salam hangat

Hadi Kuntoro
http://hadikuntoro.blogspot.com

Rania mengatakan...

Bapak adalah figur yg sabar,pekerjakeras, pantang menyerah .. terimakasih pak Hadi pengalaman bapak telah menginspirasi saya ..

marijono mengatakan...

sebuah pengalaman yang cukup pahit untuk dilakoni diawal-awal memulai usaha,saya sampai trenyuh membaca pengalaman mas hadi
semoga ini bisa memberikan motifasi bagi siapa saja yang baru mulai memulai usaha termasuk saya.
jangan pernah menyerah hanya karena kerikil kecil yang menghadang perjalan kita.
sukses buat mas hadi