Mulai dari yang Kecil, Mulai dari yang Mudah-VI

Dulu di kantor, kalau ada pekerjaan misalnya ada project besar, rasa-rasanya enggak ada masalah, karena didukung dana besar dan team yang sudah tahu pekerjaan masing-masing, tapi kalau nanti anda memiliki project, yang project itu milik anda sendiri, maka ceritanya akan lain...ternyata enggak mudah ya punya bisnis...hehehe...tapi ini sangat-sangat menarik...dan anda akan mendapatkan cerita itu di artikel kali ini.Ini adalah sambungan dari tulisan saya sebelumnya, dan link-nya adalah
(LINK-Mulai dari yang Kecil, Mulai dari yang Mudah-V)

Untuk membuka toko yang ke-5, usaha yang cukup besar bagi kami, tidak semulus yang direncanakan, dan menarik sekali untuk diceritakan.

Banyak hal besar yang sebelumnya benar-benar tidak kami pikirkan, misalnya untuk mengisi interior saja dari rak-rak, tata lampu dll, tadinya kita pikir angkanya 10-15 juta sudah cukup, eh ternyata butuh sampai 40an, belum ditambah ditambah renovasi bangunan, membuat baliho-baliho, nambah daya listrik…whua...pokoknya seru..uang sudah enggak ada, jadinya lucu deh…setiap ada pengeluaran kami langsung ngitung-ngitung berapa bunga tiap bulan yang harus kami bayarkan..hehehe…Setelah eksterior dan interior selesai, tempatnya beres dan lega, ternyata kami kebingungan ngisinya..

Barang-barang dari pabrik di Bandung datang 1 truk, dan kelihatan banyak banget ya..? tapi sebenernya tidak ada apa-apanya ketika barang itu kami tata di rak-rak baik rak utnuk retail maupun rak buat persediaan grosir, karena kami membawahi Agen se Jogja dan Jateng, sehingga stok kudu banyak..Mau opening besar-besaran...barang kok cuman sedikit..? malu-maluin kan..?
Akhirnya kami tarik barang-barang yang ada di toko-toko kami sebelumnya, dan ini menjadi problem tambahan lagi..karena toko-toko yang sekarang running malah melompong, sedangkan toko yang baru karena belum opening ya belum ada transaksi...menarik kan..?Bukan cuma itu yang diluar perhitungan, Biaya besar yang lagi-lagi lebih besar dari perkiraan kami adalah acara opening Ceremony, tadinya kami berpikir seperti di kota besar saja, opening cukup pakai snack saja, tapi usulan dan masukan dari keluarga selain snack, makanan juga wajib bagi tamu undangan, karena ini di desa bukan di kota, kata kakak ipar kami.

Menutup akses jalan raya, karena di tengah jalan itu kami dirikan panggung ternyata juga butuh biaya lumayan, karena kami juga harus meminta bantuan aparat untuk menertibkan arus kendaraan.

Malam-malam sebelum pembukaan, ketika dekorasi sedang dilakukan muncul problem juga, ada warga yang merasa terganggu dengan acara itu, protes, intinya mengapa kami mau mengadakan keramaian kok tidak meminta ijin dan tidak melibatkan beliau....hehehe..ada-ada saja ya...untunglah Yoyok tahu persis bagaimana meredam sekaligus mengambil hati dari orangyang protes ini..Oya, Ikonnya Kerudung Rabbani, Mbak Aci (Astri Ivo) juga sengaja diundang di acara ini, dan ini kami maksudkan agar memberikan efek heboh kepada masyarakat sekitar kami, yang selama ini hanya melihat artis dari layar televisi. Beliau terbang dari Jakarta dan mendarat pagi-pagi sekita jam 7 di Yogyakarta, sehingga perlu ada team penjemput yang harus berangkat dari Wonosobo Subuh.Tidak lupa Pejabat-pejabat daerah juga kami undang juga untuk acara pengguntingan pita meresmikan toko kami (hehehe...ini ada efeknya juga loh..kan ibunya jadi tahu..dan nanti akan cerita ke ibu-ibu yang lain).Selain itu kami undang juga group Nasyid dari Bandung beserta semua crew Rabbani termasuk Ownernya (Pak Amri Gunawan dan Ibu Nia Kurnia)...Bener-bener momen acara yang tidak kami bayangkan sebelumnya...sampai saya stress sendiri, meski saya bukan pelaku utama, tapi hanya aktor di belakang layar, dan pelaku utamanya adalah Yoyok...sedemikian khawatirnya saya....hingga saya melakukan pelanggaran atas kebiasaan buruk yang sudah saya tinggal sekitar setahun waktu itu...yakni merokok lagi heheh...(ssst ...itu berjalan sampai saat ini, dan saya sekarang sedang berusaha untuk berhenti lagi mengingat fatwa ROKOK=HARAM sebentar lagi keluar...kalau sudah di nyatakan haram ya enggak bisa saya tawar-tawar lagi kan..? heheheh..ini sebenernya aib yang enggak boleh diceritakan disini ya, tapi biarlah…agar tulisan ini mengingatkan saya dan saya akan senyum-senyum ketika membacanya 20-30 tahun lagi..hehehe )

Akhirnya setelah melalui perjuangan panjang berdirilah toko kami yang ke-5...alhamdulillah...
Lokasinya tidak berada di pusat kota, kira-kira 500m dari pusat kota, namun cukup strategis tempatnya karena berdekatan dengan tempat tinggal kami sekeluarga.Ada kata-kata menarik dari Yoyok, adik saya “Tempat usaha yang tidak dekat dengan pasar/pusat keramaian justru tempat yang menarik, karena orang yang datang 99% adalah orang yang tertarik dan memang mau beli produk kita, bukan hanya melihat-lihat saja, dan seni kita menggiring mereka ketempat kita itulah hal yang sangat menarik” optimis sekali kan..?
Keramaian acara ketika pembukaan toko kami ini ternyata ada dampaknya juga di kemudian hari.
So saya menyarakan kepada anda, kalau memang dana anda cukup untuk membuat bisnis yang gede, pada saat pembukaan, lakukanlah opening ceremony yang heboh, dan nanti efek ramainya dan efek getok tullarnya pasti akan menggema terus menerus
Semoga tulisan ini menginspirasi anda, dan tulisan ini masih akan berlanjut dan selanjutanya kami akan ceritakan bagiamana strategi kami untuk menaikkan penjualan retail dan grosir kami.

Kami juga akan ceritakan bagaimana toko ke-5 di kampung ini akhirnya melanglang buana menjadi toko yang mengekspor baju-baju muslim dan kerudung ke berbagai negara.

Baca sambungannya di Link ini:

Salam Hangat...
Nimati petualangan bisnis anda hari ini..

Hadi Kuntoro
http://rajaselimut.com
http://rabbani.asia
http://hadikuntoro.blogspot.com

Nb:
Insya Allah minggu-minggu ini, salah satu agen kita akan membuat Outlet Selimut Jepang Hasuko di daerah Yogyakarta. Insya Allah outlet-outlet ini akan kami copy-copy kan dengan kepada partner-partner kami yang lain di seluruh Indonesia...dan ini akan kami lakukan setelah outlet2 percontohan bener-bener telah kami selesaikan konsepnya...

Mulai dari yang Kecil, Mulai dari yang Mudah-V

Mulailah dari yang terkecil dan termudah bagi anda, anggap bisnis sebagai adventure atau permainan biasa, karena kalau baru memulai kok langsung gede, ketika mengalami kerugian maka bisa jadi kita akan trauma, dan takut untuk memulai lagi..

Artikel ini adalah lanjutan dari tulisan :
(Link: Mulai dari yang Kecil, Mulai dari yang Mudah-IV)

Toko kami yang ke-4 ini bener-bener kami jadikan ajang untuk ber-improvisasi, baik cara promosinya maupun mengatur tata letak interiornya.
Misalnya :
1. Kami beriklan di Radio, dan suara Astri Ivo mengiklankan toko kami sehari 3 kali di radio-radio yang rating-nya paling bagus di kota kami, dan anggaran untuk ini ternyata cukup hanya Rp.300.000-400.000/bulan di setiap radio...(Murah ya, iklan radio di kampung..)

Berapa kami harus membayar Astri Ivo untuk beriklan..? Jawabannya GRATIS...dan perjalanan kami bisa mendapat iklan gratis ini bisa dibaca pada blog saya 3 tahun yang lalu.
Dan bagaimana Mbak Aci (panggilan untuk Astri Ivo) bisa dibaca pada Link dibawah ini :

2. Tata lampu juga kami atur, seperti toko-toko yang modern di jakarta, banyak sekali lampunya, dan ada efek-efek pencahayaan3. Letak meja kasir berada di depan, di pintu masuk, ilmu ini saya jiplak dari tokonya Brad Talk, dengan menempatkan kasir di depan maka ada kesan toko rame sekali, karena orang yang antree bayar, meski hanya 2 orang misalnya akan terlihat dari luar seperti kerumunan, dan ini menarik perhatian orang untuk datang.4. Lantai toko kami beri karpet dan tempat duduk panjang yang empuk, dan orang akan betah karena mereka bisa mengaso lesehan di lantai atau sandaran di bangku panjang, padahal dalam ilmu retail katanya, kalau bisa menahan orang selama 20detik di toko kita, maka kemungkinan seorang customer untuk membeli barang adalah 80%...(dan fasilitas lesehan ini bisa menahan mereka lebih dari 15menit..hehehe lebih gede lagi kan kemungkinanya)Dan masih ada strategi lain lagi yang kami terapkan, dan anda bisa membacanya di postingan saya 3 tahun yang lalu juga :


Aktor di lapangan yang melakukan itu semua adalah adik saya Yoyok (Waktu itu Yoyok juga masih ngantor di Bank-nya) dan istrinya Obi, sedangkan Istri saya, dan anak-anak masih tinggal di Bekasi, dan saya masih ngantor di Karawang.

Step membuat toko ke-1,2,3,4 sudah kami lewati dan ini membuat kami berani mengambil peluang ketika produsen kerudung terbesar saat ini Rabbani, di Bandung mengeluarkan ide untuk membuka distributor-distributor (di Rabbani di sebut Markas) kerudung Rabbani di seluruh titik-titik strategis di Indonesia, dan kami termasuk generasi awal di Rabbani yang termasuk nekad, karena untuk menjadi Markas seperti ini membutuhkan dana besar, yang impossible bagi kami.

Kalau uang di kantor saya tabungkan, dan kami hanya makan nasi+tempe selama 10tahun, barulah kami bisa endapat dana sebesar itu..hehehe..

Tapi enggak tahu kenapa kami nekad sekali, dan lagi-lagi kami menjual ide kami kepada Investor-investor, dan yang paling besar diantaranya adalah saudara kami yang memiliki rekening koran “nganggur” di bank yang bisa kami pinjam.

Ya..inilah pertama kalinya kami nekad menerapkan strategi BODOL (Hehehe...ini istilah paling terkenal di telinga temen-temen EU, Berani-Optimis-Duit-Orang-Lain), dan inilah babak baru perjalanan bisnis kami yang memanfaatkan PRK (Pinjaman Rekening Koran) dari dua bank Nasional terbesar di kota kecil kami.
Untuk mewujudkan mimpi ini kami bener-bener habis-habisan mengeluarkan segenap upaya kami. Yoyok mengajukan resign ke Bank yang menjadi sumber utama nafkahnya, dan saya nekad memulangkan anak dan istri ke kampung, berpisah dengan saya, yang masih di Bekasi...Subhanallah...ini adalah langkah paling berat dan paling gila serta tidak habis di mengerti oleh saudara-saudara kami di kampung...mau apa sih sebenernya kami-kami ini..?

Step-step Yoyok keluar dari tempatnya bekerja, pernah saya ceritakan juga di blog ini, link-nya salah satunya ada dibawah ini

(Link: Step-Step Adikku Resign dari Bank-nya)
(tulisaannya berseri dan saya tulis di bulan Maret sampai April tahun 2007):

Kami menyewa tempat yang cukup besar, ada kalau 200-250 M2 kayaknya, dan nilai sewanya cukup aduhai menurut kami, dan akhirnya berdirilah toko kami yang ke-5 yang di Wonosobo terkenal sebagai toko Rabbani. Tempat ini adalah Distributor utama produk-produk kerudung Rabbani untuk daerah Jateng dan DIY, sekaligus sebagai pusat retail sentral kerudung dan busana muslim.Dana dari pihak ke-3 yang kami alokasikan untuk toko ini cukup besar, dan setiap langkah dalam perjalanan untuk membuka tempat ini ternyata memerlukan anggaran yang tidak sedikit, yang kadang-kadang tidak kita pikirkan sebelumnya.Misalnya untuk opening ceremony saja anggaran yang dikeluarkan jauh lebih gede daripada anggaran untuk resepsi pernikahan 3 pasang penganten di kampung..hehehe...mumet deh..Bagaimana mumet dan hebohnya proses pembukan toko kami yang ke-5 yang menghadirkan Artis dengan Ikon kerudung paling terkenal di Indonesia itu akan kami tulisakan di postingan saya selanjutnya...

Ternyata sebagaimana kita bekerja dulu, ketika kita menerjuni dunia bisnis, kita harus dinamis untuk improve-improve terus,

"Hati-hati dengan Zona Nyaman, meskipun kamu sudah full TDA loh..." Kata sahabat saya dari Yogyakarta yang sudah sukses, namanya Pak Bambang Triwoko (http://betigaklaten.wordpress.com)

"Kamu harus tetap menciptakan hiu-hiu terus, supaya kamu terus kepepet, karena kalo kepepet ide-ide baru terus akan muncul.." Katanya..

Semoga Tulisan ini menginspirasi anda, dan nantikan sambungan dari tulisan ini ya...

"Kalau bisnis kita sebagai petualangan, maka ini akan memberikan spirit luar biasa kepada diri kita. Selamat menikmati petualangan bisnis anda"

Salam FUNtastic..!

Hadi Kuntoro
http://www.rajaselimut.com
http://www.rabbani.asia
http://www.hadikuntoro.blospot.com

NB :
Setelah di pakai oleh dokter-dokter di Rumah Sakit Siloam Tangerang, kini Selimut Jepang sedang di uji untuk di pakai di RS.Sardjito Yogya. Hasil uji dengan mesin cuci di Rumah Sakit, ternyata tidak ada sedikitpun bulu yang rontok.

Ketika coba keringkan dengan pengering yang ada pemanas hingga 80% selimut kami rusak. Kami sudah info agar jangan dikeringkan pakai pemanas, tapi karena memang disengaja oleh Pihak RS ya gak apa-apa, karena standard pengeringan memang ada 2, Hot & Cold, saat ini sedang si coba dikeringkan pakai pengering tanpa pemanas...moga-moga bisa sukses ya...Amiin

Langkah Kecil yang Ajaib..

Saya sering sekali mendapat email yang membaut saya berbunga-bunga, karena begitu banyak pembaca blog ini yang katanya "Terinspirasi" (hahah..terlalu tinggi bahasanya..) dan mulai melakukan langkah-langkah BESAR yang menurut mereka langkah KECIL...

Enggak peduli satu langkah, setengah, seperempat..atau seribu, yang jelas siapapun yang melangkah menuju hal yang diimpikan akan lebih baik, daripada hanya kepngin saja tapi diem..karena tidak ada Reinkarnasi...

Dibawah ini saya postingkan email menarik, dan silahkan kalau anda mau kontak-kontak kerjasama atau diskusi-diskusi dengan beliau...

Salam Hangat
================

TELAH KUMULAI...

Assalamu`alaikum Wr. Wb.

Bpk Hadi, kenalkan nama saya Andi (nama sebenernya saya simpen, takutnya belum berkenan) , di Krian-sidoarjo pembaca setia blog bapak (baru 2 minggu).

Pak hari ini saya menuai hasil dari langkah kecil yang saya lakukan kemaren. Saat ini (udah lama) saya dalam persiapan membuka usaha “Bubur Ayam Lezzato” yang memiliki 5 cita rasa (Ayam, Bebek, Daging sapi, Ikan, Ayam jamur). tapi modal tak ada. Termotivasi oleh blog bapak akhirnya dengan Bismilah....saya buat proposal kerjasama usaha (materi saya ambil dari contoh perjanjian Syari’ah Musyarokah di blog bapak). Dan saya minta tolong istri untuk memberikannya pada teman-teman di Tk tempat anak kami sekolah.

Alhamdulillah...banyak yang ingin bekerja sama, sampai kuwalahan padahal saya hanya butuh modal sekitar 2-3 jt. saja. sore ini saya harus menemui beberapa orang, sebab mereka minta kerjasamanya lebih besar. untuk hal ini saya tetap pada kebutuhan saja.
(Hadi-Semoga Sukses pak..Insya Allah ini tanda-tanda awal yang sangat bagus)

Minggu lalu saya telah terima kiriman harga selimut dari bapak.
InsyaAllah saya akan mendaftar untuk jadi reseller dan usaha ini akan saya jalankan dengan istri saya. Modalnya saya ambilkan dari gaji saya 4 bulan kedepan, Oh ya saat ini saya sebagai operator warnet seorang teman dengan gaji 500 rb.
(Hadi-Gak perlu takut mas, tenang saja saya kasih fasilitas sampai barang enggak laku barang kembalikan dan saya bayar balik..paling2 anda hanya kehilangan sedikit ongkos kirim..tapi dari hari pertama jualan sampai hari ini belum ada yang balikin 100% tuh..ajaib ya..)

Mohon restu dan bimbingannya pak. Sejak tahun 2001 saya lakukan usaha, memilih tidak melamar pekerjan seperti orang lain. Meski beresiko dapat cibiran keluarga istri, bahkan istripun ikut ikutan. Tapi itu dulu sekarang alhamdulillah hubungan sudah membaik meski usaha belum lancar.
(Hadi-Modal besar itu enggak hanya uang kok...KEYAKINAN anda ini juga harta karun loh..dan sedulur-sedulur anda seperti saya banyak...silahkan banyak silaturahim lewat email, FB, SMS or dateng..someday...)

selama ini saya berjalan sendiri tanpa bimbingan seorang mentor. Saya mohon bapak berkenan menjadi pembimbing saya...(sangat memohon). Saya akan menembus batas , pikiran dan keterbatasan diri membangun usaha yang Rahmatan lilalamin.
(Hadi-Saya juga masih belum apa-apa kok mas, cuman bedanya apa yang saya alami saya tulis di Internet jadinya saya kadang kelihatan hebat banget ya...apalagi saya tampilin foto-foto yang banyak senyum segala..hehehe...ayuk sama-sama belajar saja..apa yang saya alami sudah saya tulis di blog ini, jadikan sbg referensi anda juga, moga2 ada sebagian yang menginspirasi anda..)

Email mas Andi, kalau anda mau kerjasama, silahkan kontak di alamat ini : rudi_widodo80@yahoo.co.id

Mulai dari yang Kecil, Mulai dari yang Mudah-IV

Kalau anda sudah membaca tulisan saya sebelumnya, artikel ini adalah lanjutan dari tulisan :
Mulail dari yang Kecil, Mulai dari yang Mudah-III

Postingan ini sebenernya sudah tidak relevan lagi dengan judulnya yakni "Mulai dari yang Kecil, Mulai dari yang Mudah" karena ibarat game level yang saya lalui di step ini sudah di level "Mulai Lumayan Gede, dan Mulai Enggak Mudah" hehehe..tapi karena semuanya masih dalam satu rangkaian cerita, dan masa-masa ini juga sudah berlalu maka inipun kami anggap langkah kecil menuju tangga berikutnya...

Saat main game di komputer, awal-awal kita biasanya milih yang Easy atau Beginer..tapi lama-lama pasti ingin yang intermediate rada-rada mumet dan perlu cekatan dikit, dan lama-lama...kita akan ampun-ampunan main di level expert..dan tidak akan berhenti kalau belum menang...dan kalau main pertama kali kok ujug-ujung mau ke level expert pasti akan kedodoran, dan ujung-ujungnya malah trauma..hehehe...

Ternyata di bisnis barangkali juga begitu...

Setelah melahirkan 3 toko (Radissa di Bekasi, Almasyhur Distro-I di Garasi rumah di Wonosobo, Almasyhur Distro-II di Banjarnegara) akhirnya lahirlah toko kami sekitar bulan September 2006, dan toko ini kami namai Almasyhur Distro-III.

September 2009, Team kecil bisnis kami yang terdiri dari Saya, Istri saya, dan Istri Yoyok,yang namanya Obi mengikuti acara pertemuan para dealer Rabbani di seluruh Indonesia, yang acaranya diadakan di sebuah hotel di Bandung.

Bagaimana lugu, culun, dan noraknya kami (hehehe..), orang kampung yang kegedean mimpi bisa anda baca pada postingan saya 3 tahun lalu di blog ini juga yang judulnya :

September 2006 itu adalah masa yang paling mendebarkan, karena itu adalah momen lahirnya toko kami yang ke-4, yang letaknya di tempat yang sangat strategis di Wonosobo, dan tentu saja dengan harga sewa yang sangat strategis juga..alias impossible sebenernya untuk ukuran kami waktu itu...

Bulan demi bulan berlalu, dari toko 1,2,3 kami, rutin selalu mengirimkan informasi keuangan sederhana ke Investor kami , yakni BMT yang saya ceritakan di postingan sebelumnya.

Keputusan nekat melahirkan toko ini hadir sesaat berdasarkan intuisi setelah membaca SMS dari Bankir Baitulmal kami, ketika acara di Bandung itu, dan bunyi sms-nya adalah :

Mas, toko anda yang kami biayai di Banjarnegara hasilnya bener2 diluar prediksi kami, saran saya bukalah satu lagi di Wonosobo tapi letaknya yang ditengah kota” begitu bunyi SMS-nya.

Saya tidak menanggapi dengan serius sms itu karena salah satu pertimbangan yang membuat saya hanya membuka toko di Garasi rumah di kampung yang jaraknya 8km dari kota Wonosobo adalah karena semata-mata murah meriah, dan untuk menyewa lagi di kota Wonosobo tentu butuh modal yang gede, dan belum terjangkau.

Untuk mempromosikan toko di garasi kami, Yoyok sudah melakukan banyak gebrakan, diantaranya memasang iklan di radio-radio yang di putar sehari 3 kali, dan ternyata efek dari iklan itu ada 2, efek positif dan negatif.

Positifnya toko kami ramai, negatifnya followernya banyak sekali dan membuat kami panas. Terutama setelah iklan2 saya di radio di jiplak habis dan banyak toko-toko lain di kota yang memulai menjual barang-barang yang sama dengan produk kami, mereka ambil dari daerah lain, dan ada pula produk tiruan namun dengan promosi bahwa barang itu yang biasa dikenakan oleh ikon produk Rabani kami, yakni Artis Astri Ivo.

Toko mereka yang di kota, tentu saja dengan mudah di datangin pembeli, dan yang mau beli 1-2 kerudung tentu saja enggan datang ketempat kami yang berjarak 8km dari kota. Saya merasa bener-bener tertantang, meski terus terang waktu itu kami tidak ada uang cash karena setiap dapat hasil maka selalu kami putar kembali untuk berbelanja, dan kas kami hampir selalu kosong.

"Saya HARUS membuat toko di Kota Wonosobo apapun caranya" kata saya dalam hati, meskipun di pojok hati yang lain muncul suara-suara

"Mana Mungkin..uang darimana itu...?" hehehe..entahlah..saya yakin pastin ada jalan...
"Ya..HARUS.." kata saya dalm hati..

Dan yang lebih gila lagi, saya ingin agar toko saya itu launching paling lama 1 minggu setelah saya dapat ide itu..! makin gila kan..?

(Kota wonosbo yang ramai)

Namun setelah saya mengatakan kepada team saya di kampung bahwa kita HARUS-HARUS-HARUS dapat tempat dan dalam satu minggu harus sudah bisa start transaksi. Singkat kata meskipun awalnya beberapa team saya dan saudara2 saya juga keberatan karena saya dipandang terlalu gegabah, namun saya tetap akan maju, dan soal dananya saya serahkan ke ketua team senior di kampung, adik saya sendiri, Yoyok.

Yoyok inilah yang berusaha amat keras mewujudkan impian itu meski dia menurut saya terlihat pesimis, dan kalaupun mau berusaha itupun demi hanya ingin memuaskan rasa penasaran dari kakaknya.

Tapi terus saja saya cekokin semangat...hingga lama-lama pesimisnya mulai turun, pada akhirnya Pandangan-pandangannya hampir 80% sudah sama dengan saya, dan ini membuat Yoyok semangat mencari toko dan akhirnya ditemukanlah toko yang disewakan 25juta setahun.

Cara dia mendapatkan toko itu Wallahu a’lam mungkin dia door to door asal ada toko tutup dia gedor pintunya atau dia cari info siapa pemilknya dan didatangi kerumahnya dan ditanyakan kenapa tokonya tutup apa mau disewakan..? Nekad ya...hehehe


Awalnya dia mungkin sangat yakin kalo saya nggak akan setuju dengan sewa sebesar itu, karena sewa toko di seputar bekasi saja paling banter 2 juta sebulan, ini sewanya 2 juta lebih di kabupaten kecil lagi...

Diluar dugaaan Yoyok barangkali, saya berani dan berkata ”Oke saya berani, kalo emang harga itu nggak bisa kurang lagi” (Ini adalah target toko kami yang ke-4)

”Terus Bayarnya..?” katanya barangkali sambil tersenyum kecut karena dia tahu kakaknya bener2 kehabisan uang saat itu.

”Terserah kamu deh cara nyarinya...(nah luh..) kamu setahun bekerja di Bank langsung bisa jadi manajer masak cari uang segitu nggak bisa..?” dia mungkin garuk kepala....apes dah...pikirnya karena setahu saya namanya karyawan bank itu malah pihak yang paling kesulitan kalo harus cari uang palagi pinjaman dari bank tempatnya bekerja.

Namun karena semua sudah kehendak Allah tiba2 ada pertolongan datang, salah satu reseller kami yang tinggal di seputar kota ada yang mau invest..!

Tentu saja kesempatan itu dikejar oleh Yoyok, singkat cerita akhirnya ada suntikan dana 13 juta dari sang reseller dan itu buat DP sewa wetahun, dan atas pertolongan Allah tidak sampai seminggu kami bisa melunasi yang 12 jutanya dari omset toko kami sebelumnya dan untuk belanja dekorasi dan dekorator sekitar 5 juta jadi total 30an juta kami investasikan untuk toko baru ini, dan proses ini hanya memakan waktu 11 hari, dari target semual 7 hari..Alhamdulillah.

Tapi kebahagiaan itu tidak berlangsung lama karena setelah ada toko ke-4 ini (yang ukurannya cukup gede 2x lipat yang sebelumnya) barang-barang dagangan ditempat kami di toko-toko sebelumnya menjadi kosong, karena hasil omset tidak dipakai buat belanja tapi buat invest.

”Toko2 kita menjadi melompong ” Kata adik dengan nada putus asa...

”Gak apa2 kita sekarang sudah punya 4 Kampus, dan meski barang kita hanya sedikit kalo semua bisa berputar maka entar juga lumayan, tinggal bagaimana menatanya agar kelihatan penuh” kata saya yang dalam hati terus terang juga khawatir. (Awal-awal toko kami buka, masih burem ya..heheh..lha wong dananya mepet)

Dan kekhawatiran kami akhirnya terbayar lunas waktu itu, setelah hari pertama omset kami tahun 2006 di toko baru itu hampir 2.6 juta, hari ke-2 sekitar 1.5 dan hari ke-3 sekitar 2.1 alhamdulillah bisa buat belanja lagi...

(Obi, Yoyok dan Anak saya yang pertama, namnya Adhis)

Happy ending-kah..? Ternyata belum..
Allah masih ingin menguji kami, disaat kami sedang order dagangan sebesar 20 juta dan siap dikirim seminggu lagi dari Rabbani Bandung tiba-tiba cobaan datang. Sang investor kami yang juga reseller tersebut ”Mungkin” mendapat masukan dari atau mendapat pengaruh yang membuatnya berbalik dari komitment awalnya. Atas dibukanya toko kami yang awalnya dia sangat mendukung sekarang berbalik dan merasa dirugikan. Toko kami akan mematikan tokonya,mungkin itulah yang ada di benaknya.


Oya awalnya kami sudah menerangkan ke investor tersebut bahwa jangan takut toko dia tersaingi dengan toko kami yang baru, karena toko besar kami hanyalah simbol bahwa kami bener-bener eksis di kota kami, dan fokus utama toko kami hanya eceran,dan harga akan kami buat lebih tinggi dari harga di reseller tersebut dan seandainya dengan kehadiran toko kami kok dia mengalami kerugian atau omset tidak mencapai target maka kami sepakat akan membagi sebagaian profit ke dia diluar hasil investiasi-nya (apa nggak enak...?)

Tapi rupanya apapun keterangan kami tidak sedikitpun dia dengar bahkan dia mengultimatum agar besok Jum’at 15/9/2006 kami harus mengembalikan semua investasinya sebesar 13juta, ditambah lagi dia sudah terlanjur membuka toko maka kami harus mengganti biaya dekorasi sebesar 1.8 jadi total 14.8 juta.

Obi, yang kami angkat sebagai direktur toko kami dikampung hanya termangu mendengar ultimatum itu, karena janji kami yang bener-bener tulus tidak sedikitpun didengar dan yang lebih menyedihkan karena sang investor itu adalah temen akrab Obi sendiri, semenjak di SMP dahulu.

Tapi dengan tabah ultimatum itu di setujui meskipun uang kas kami saat itu hanya ada 5juta-an, sedangkan yang harus kami penuhi 14.8 juta.

Malamnya hal itu kami bahas dan kami bener-bener mentok bingung mau cari pinjaman kemana dan akhirnya disepakati saya telepon ke saudara-saudar. Pinjem 1-2 juta ke beberapa saudara kami yang terus terang juga membuat kami kasihan karena mereka juga kesulitan keuangan,dan sisanya kami gantungkan dari omset sehari besok, dan kalo tidak dapat terpaksa saya akan mencairkan kartu kredit saya....ya Allah..niat kami untuk membangun ekonomi yang ideal menurut syariah ternyata tetap ada yang menentang dan itu ternyata dari sesama kami sendiri..tapi saya yakin dibalik ini pasti ada proses pembelajaran...

Dan Subhanallah...setelah kami diskusi panjang lebar lewat telepon mencari alternatif sumber dana yang selesai pembicaraan jam 11 malam ternyata miracle itu bener2 muncul.
Tepat jam 12 malam..! ada pelanggan datang di Banjarnegara dan belanja 8 juta..! Mahluk haluskah..? mimpikah..? ternyata NYATA..!

Ada pelanggan kami dari kampung jauh yang sedang membangun toko dan mumpung lewat depan rumah kontrakan adik saya. Mereka baru pulang dari perjalanan dari luar kota, dan mereka mampir dan rencana akan pulang subuh sambil bawa dagangan agar pagi2 sekali grand opening tokonya terlaksana....AllahuAkbar...itulah bener2 misterinya pedagang...kita bener2 dibuat selalu dekat dengan Allah waktu demi waktu...

Dan diluar dugaan juga paginya, jumat sebelum jam 10 omset istri saya sudah mencapai 2 juta, sehingga pagi2 saja sudah ada 5juta+8juta+2juta alias 15 juta...akhirnya kami bebas dari rasa dipermalukan...oleh sang investor yang berubah haluan tersebut.

Tepat jam 11 siang disaat investor tersebut datang uang 14.8 bisa kami berikan utuh dan tersenyum puas ....kami sama sekali tidak benci atau marah ke dia tapi malah justru merasa kasihan mungkin dihatinya masih terbersit rasa tidak percaya akan komitment kami..memang pemikiran yang ”out of the box” kadang sulit sekali difahami oleh mereka yang masih ”think in the box”.

Suatu saat pasti beliau faham....dan kami komitment sedikitpun tidak menaruh rasa marah karena itu tiada lain hanya salah satu ujian di dari Allah di Kampus kami.

Sudah selesai dan happy ending..?Rupanya belum….

Hari Sabtunya sang investor datang lagi dengan bawaan sekarung dagangan yang pernah kami supplai…

”Saya akan mengembalikan semua dagangan ini denga nilai sekitar 8 juta rupiah, dan Saya juga menuntut agar uang sewa toko yang dia sewa sebesar 1.5juta setahun dikembalikan juga”…Masya Allah….Sang investor datang bersama ayahandanya dan sang ayah sebenernya sudah menasehati agar jangan sampai setega itu kepada kami karena kami juga tidak pernah memaksa untuk berbelanja ditempat kami…namun shohib ini keukeuh dan besok jam 16.00 harus sudah ada uang cash sebesar itu.

Lagi2 adikku mengangguk…ah ada Allah ini…dan sungguh diluar dugaan keesokan harinya sebelum jam 16.00 kami sudah bisa melunasi kembali semuanya, bahkan adikku meminta agar kalo ada yang akan dikembalikan lagi agar secepatnya dibawa sekalian karena kami memang kekurangan barang…saya tidak tahu bagaimana reaksi beliau namun kami bener2 tidak membencinya..dia hanya tidak faham…kata saya dan Yoyok adik saya kepada team2 kami…

Belakangan barang2 yang dia kembalikan ternyata tidak sampai seminggu habis bahkan dengan harga eceran di toko kami yang baru tersebut.Bahkan pada saat kami kebingungan lagi cari uang 20juta untuk membayar dagangan yang siap dikirim dari bandung ternyata ada investor baru datang dan mengantarkan sendiri uangnya sebesar angka tersebut…

Anda yang membaca kisah ini mungkin banyak yang tidak percaya ..saya tidak heran, karena saya sendiripun kadang tidak percaya dengan apa yang kami alami..Tapi bener-bener kekuatan doa-doa dari Ibu kami,team kami dan doa-doa dari temen-temenlah yang saya yakin di denger oleh Allah langsung dan juga doa-doa dari salah satu dari anda pembaca setia blog saya dari awal kelahiraannya yang turut meluruhkan belas kasihan Allah kepada kami.

Kenapa toko kami yang ke-4 itu cepat booming..? secara fisik kami melakukan aktivitas2 yang selama ini mungkin tidak disadari oleh para pedagang.Kami melakukan hal2 kecil yang sebenernya oleh orang awam termasuk ”Not Urgent not Important”

Yakni kami 3 hari sebelum buka memasang spanduk2 di 4 jalan utama pintu masuk kota kami, selain itu kami memajang foto-foto team kami yang mejenjg dengan Mbak Astri Ivo, dan kami juga sudah melaunching iklan radio yang ada suara Astri Ivo-nya.

Oya cerita bagaimana cerita toko kami diiklankan gratis oleh Astri Ivo di radiojuga merupakan sebuah Miracle, dan ini saya ceritakan detail banget di artikel :

EVENT DAHSYAT AWAL SEPTEMBER-II (Berburu Foto & Iklan Artis)

Hingga saat ini alhamdulillah, toko kami Almasyhur Distro Masih survive dan rating penjualan di toko ini selalu menduduki ranking tertinggi dari keempat toko kami sebelumnya, dan kira-kira 6 bulan setelah toko ini dibuka, akhirnya toko kami yang di garasi, yang merupakan kampus pertama kami, diitutup. (Foto beberapa bulan yang lalu..sekitar Oktober 2008, sudah terang benderang ya...)

Kenapa ditutup..?

Karena setelah toko ini dibuka, 95% pelanggan-pelanggan kami, baik yang retail maupun agen-agen, pada memilih belanja disini, mengingat tempatnya yang deket dan sangat mudah diakses dari mana-mana.

Kisah kelahiran toko ketiga ini pernah saya tuliskan di blog saya dengan judul

KISAH KELAHIRAN “ALMASYHUR DISTRO” YANG KE-3

Dan tulisan ini adalah review yang melengkapi saja dari rangkaian tulisan saya "Mulai dari yang Kecil, Mulai dari yang Mudah"

Semoga anda terinspirasi dengan tulisan ini, dan anda bisa melanjutkan bacaan dari artikel ini, ditulisan saya selanjutnya yakni :
Mulai dari yang Kecil, Mulai dari yang Mudah-V..

Salam Hangat..

Hadi Kuntoro

http://www.rajaselimut.com

http://www.rabbani.asia

http://hadikuntoro.blogspot.com

NB:
  1. Alhadulillah, saat ini outlet selimut percontohan kami sudah mulai beroperasi, masih sederhana memang, tapi karena kami promosikan baik online maupun offline, setiap hari saat ini selalu ada transaksi, outlet kami ada di kota Wonosobo, dan di Karangkobar, sebuah kecamatan kecil di Pegunungan sebelah utara Banjarnegara.
  2. Saat ini sedang ada rencana juga seorang calon distributor akan membuka outlet di Yogyakarta, Insya Allah..dan kalau rencana ini terealisir nanti saya akan publish juga disini.
  3. Di RS Dr.Sardjito Yogyakarta sedang ada uji kwalitas mengenai selimut kami, dan kalau memang masuk kualifikasi mereka dan harganya cocok, Insya Allah mereka akan memakai ini di pavilliun2 RS terbesar di DIY itu...mohon doa restu ya...siapa orang hebat yang berhasil menembus RS itu..entar deh saya beritahu kalau memang bisa berhasil tembus ya..hehehe

Mulai dari yang Kecil, Mulai dari yang Mudah-III

Tulisan ini adalah sambungan dari artikel saya sebelumnya :
Mulail dari yang Kecil, Mulai dari yang Mudah-II

Dalam beberapa sessi seminar, ketika saya sharing tentang perjalanan usaha busana muslim saya mulai dari 0 (nol), ada komentar yang beberapa kali saya dengar dan ini sangat menarik yakni :
“Pak Hadi kan lulusan S1 dari Teknik Mesin UGM, dan bekerja di perusahaan Internasional pula, jadi wajar saja kalau dalam berbisnis bapak tidak mengalami kesulitan, karena bapak tidak ada masalah dengan modal. Bagaimana dengan kami-kami yang hanya lulusan SLTA, dan tentu saja gaji kami tidak seberapa sebagai modal usaha..?”

Ini adalah pertanyaan klasik, dan untuk menjawabnya saya biasanya gantian bertanya kepada beliau

“ Pak, menurut bapak agar bisa sukses berbisnis perlu modal berapa..? 100juta..? 200 juta..? 500 juta..? atau kalau saat ini tiba-tiba ada yang memberikan modal kepada anda 1 milyar apakah anda bisa langsung bisa berbisnis..? Hehe..bisa jadi kalau saat ini diberi 1 Milyar paling-paling anda deposito kan dan anda makan daru uang deposito...jadi kapan bisnisnya..? apakah bener bahwa modal berupa uang itu satu-satunya kunci agar anda memiliki bisnis dan bisa sukses...?”

Menarik ya...kalau anda sendiri, para pembaca blog ini bagaimana..?hehehe..jangan-jangan sama saja...

Membuka toko kami yang ke-3, di tempat yang cukup strategis di Kabupaten Banjarnegara (Jateng) adalah babak baru usaha kami. Sebelumnya kami hanya berani memanfaatkan tempat-tempat yang murah meriah, dan kini mulai memberanikan diri untuk menyewa tempat.

Kalau anda sudah memiliki toko yang besar atau usaha yang sudah running, barangkali hanya tersenyum kecil dan merasa lucu melihat kami yang begitu antusias dan memiliki harapan terlampau tinggi dengan tempat kecil yang hanya berukuran 2.5x5 m heheh...tapi begitulah...saya yang merasa ini adalah dunia baru, karena selama ini saya kehidupan saya tidak banyak variasi, kerja-kerja-kerja...tiap hari begitu, sehingga mendapatkan income dari sumber seperti ini adalah sesuatu yang amazing, dan membuat kami semangat menyala-nyala..

Bagaimana caranya ya, bisa memiliki toko namun modal yang dikeluarkan sedikit saja, dan saya tidak mau berhubungan dengan perbank-kan dulu, meminjam uang buat modal, karena itu sesuatu yang baru yang saya belum tahu ilmunya. Memang sih di kantor pernah minjam-minjam ke Bank, tapi kan nicilnya dari gaji sehingga tidak merasa terlalu pusing...kalau nicilnya dari keuntungan bisnis, sedangkan bisnis sendiri belum tentu 2-3 bulan bisa langsung mendapakan keuntungan buat nicil bank...iya kalau untung..lah kalau sebaliknya...? Apa enggak modal abis utang masih tetep ada..?

Itu pemikiran saya waktu itu, tapi modal sendiripun juga sanga terbatas..? Tapi saya maunya berhasil meski modalnya pas-pasan. Menarik kan..? disinilah seninya..

Saya ingat di kantor, setiap awal semester atau awal tahun, bagian demi bagian selalu diminta untuk menyerahkan rencana-rencana belanja (Budget) untuk membiayai pekerjaan baik pekerjaan rutin atau pekerjaan yang sifatnya project, apakah perlu dana untuk Menambah bangunan, membeli mesin2, peralatan pendukung, studi banding ke Jepang, Mendatangkan seorang guru ahli, dll..dll.

Biasanya dikantor kami ada meeting besar (Meeting budget tahunan or semesteran) yang mengumpulkan seluruh usulan-usulan dari berbagai departemen, biasanya usulan awal gede banget, terus satu persatu disuruh presentasi, di gojlok, di bantai oleh bos2..dan yang pasti usulan yang aneh2 dan bisa dihilangkan maka sekecil apapun usulannya pasti akan lenyap, sebaliknya sesuatu yang menarik, masuk akal, terukur dan lebih-lebih akan mendatangkan profit, meskipun gede, maka bos akan sangat mendukung bahkan bisa jadi “Apa anggaran ini tidak kurang..?”

Terinspirasi dengan hal itu, maka sayapun mencoba mengaplikasikan jurus ini diluar kepada orang lain, yang saya anggap bos saya seperti di kantor ketika itu.

Kebetulan Yoyok, adik saya yang saat itu masih aktif di Bank Danamon dan istrinya rajin sekali menuliskan catatan harian transaksi di toko Garasi wonosobo, sedangkan saya dan istri menuliskan laporan untuk toko Bekasi. Catatannya sederhana saja, hanya seperti contoh dibawah ini :
(Kalau gambarnya kurang gede di klik saja ntar mungkin bisa gede loh)
Catatan simpel seperti itu kami buatkan summary-nya dari bulan ke bulan, dibuat grafik-grafik, dibuat juga proyeksi-proyeksi keuntungan kalau seandainya kita memiliki modal yang besar, dan semuanya hanya kami buat di selembar kertas.

Kemudian kami presentasikan dengan target investor pertama kami, yakni sebuah BMT kecil di kampung, yang ketuanya kebetulan kakak kelas saya sendiri, namanya Mas Umar. Saya inget,waktu itu sore hari saya dan Yoyok mempresentasikan di sebuah rumah makan ayam goreng di deket alun-alun Banjarnegara.

“Mas Umar, saya ada rencana someday untuk back to kampung, kepengin sedikit andil menerapkan ilmu yang saya dapat baik ketika sekolah maupun ilmu yang saya dapatkan di pekerjaan, dan ilmu-ilmu bergaul selama di Ibukota. Dan salah pintu yang akan kami lewat adalah melalui jalur bisnis” Kata saya

“Langkah itu sudah saya mulai saat ini meskipun semuanya masih dengan modal yang terbatas. Namun kami memiliki team yang Insya Allah bagus ada Saya dan Yoyok, dan semuanya akan kita kendalikan langsung oleh kami sendiri, dan kita juga punya komunitas bisnis yang luar biasa dan pusatnya ada di Jakarta, dan kami juga sudah sering melakukan konsultasi bisnis dengan para ahli disana”

“Ilmu marketing bisnis kami juga sebagaian mengaplikasikan ilmu marketing terbaru yang saat ini uptodate di kota-kota besar, dan inilah hasilnya yang kami dapatkan beberapa bulan ini” kata saya sambil menyodorkan selembar kertas yang merupakan summary atau rekapitulasi usaha kami selama beberapa bulan dari toko2 murah meriah kami.

Dan satu persatu di terangkan detail oleh Yoyok yang kala itu menjadi salah satu marketing terbaik di Bank tempat dia bekerja, hingga karirnya cukup bagus dan melompat-lompat kelasnya.

“Aku wes maca dan wes mudeng kabeh, dan Insya Allah saya tertarik dengan usaha ini karena nyong juga trust karo rika (Saya sudah baca dan mengerti semua, Insya Allah saya tertarik karena saya percaya dengan kalian)” kata Mas Umar dengan dialek Banyumasan yang khas sengaja saya tuliskan.

“Jadi sekarang apa yang bisa saya lakukan untuk kalian..?” Katanya.
“Ada 2 macam investasi dari kami, apakah mau beli putus apakah investasi sharing modal..?”

“Kalau saya maunya yang sharing modal saja Kang” Kata saya
“Kalau aku rugi di sangga (dipikul) bareng kalau untung ya pada untung bareng, kalau melihat angka-angka kami di kertas itu, bisa jadi keuntungan yang BMT-mu dapetin jauh lebih tinggi, dan berlipat daripada kalau saya pinjem uang di Bank konvensional, tapi ini malah menyengkan, kami bisa jualan dengan tenang, dan kalau hasilnya gede kami ikhlash ngasih gede ke Bank-mu, gimana..?”

Singkat cerita, presentasi kami berhasil meyakinkan beliau...alhamdulillah...dan akhirnya beberapa puluh juta sharing modal diberikan kepada kami, dan sebagai formalitas, kami diminta tetep menyerahkan sesuatu agunan agar Mas Umar juga enak dengan anak2 buahanya, meski menurut beliau tanpa agunanpun gak apa-apa karena beliau kenal betul dengan kami..subhanallah....

Dan muncullah Perjanjian kerjasama Bagi Hasil, dan kalau anda tertarik pengin lihat seperti apa perjanjiannya bisa melihat ke Link ini..Insya Allah akan sangat berguna bagi anda:
Dan akhirnya berdirilah toko kami yang ke-3
Dan alhamdulillah sesuai harapan, bulan demi bulan kami bisa memberikan bagi hasil yang lumayan gede kepada BMT yang ada di kampung tempat saya berasal, yakni BMT Al-Huda di kecamatan Karangkobar. Misalnya kalau saya pinjem ke Bank 10juta bunganya barangkali hanya sekitar 150ribu sebulan, tapi ke BMT ini kami bisa memberikan lebih dari 500ribu..tapi anehnya kami ridlo dan ikhlash...memang menurut saya perbankan yang seperti ini adalah perbankan yang paling indah...dan yang seharusnya ada di Dunia...Wallahu a’lam...

Dari modal itu berdirilah toko Almasyhur Distro yang Ke-2.
Almasyhur Distro yang ke-1 adalah yang saya ceritakan di tulisan saya sebelumnya yakni toko garasi rumah yang ada di Wonosobo. Jadi saat itu toko kami ada 3, Wonosobo, Bekasi, dan Banjarnegara...semuanya masih kecil-kecil..tapi semangat kami gede banget...sampai-sampai adik kami Yoyok sambil kerja, sambil bantu2 njagain memberikan support kepada Istrinya..

Posisi Yoyok yang sebagai marketing bank di lapangan sangat memungkinkan untuk bisa ketemu klien2nya di toko kami, sambil nawarin pinjaman sambil nawarin bisnis...hehehe...
Letaknya cukup strategis, meski kecil dan bangunannya bangunan lawas yang rapuh. Kalau anda pergi ke kota Banjarnegara, toko kami letaknya ada di seberang Polres Banjarnegara, di samping Bank BCA, kalau anda kebetulan lewat anda bisa mampir ke toko kecil yang membuat hati kami heboh ini...karena inilah pertama kalinya kami menyewa tempat yang menurut kami cukup mahal waktu itu...


Jadi...anda tahu sendiri kan..? Semuanya tidak berarti harus diawali dengan modal besar. Sekecil apapun diri anda, Selemah apapun kekuatan anda, sesempit apapun waktu anda, anda pasti tetap bisa melangkah mewujudkan mimpi anda...

Mulailah dari sekarang, karena menunda untuk mulai adalah pekerjaan yang sangat-sangat-sangat merugikan...

Nunggu modal dulu, nunggu warisan dulu, nunggu pinjaman dulu, nunggu waktu paling tepat, nunggu ada saat luang...karena bisa jadi ketika yang anda tunggu itu datang kesempatannya sudah lari...dan ingat, waktu Setahun, Sebulan atau seminggupun yang kita lewatkan sia-sia, tidak pernah akan kita dapatkan kembali meski kita sudah punya uang milyaran... mulailah berlatih dari sekarang agar ketika modal yang gede itu datang kita tidak kebingungan...

Di cerita berikutnya, saya akan menuliskan kisah yang jauh lebih menarik lagi, yakni perjuangan kami untuk membuka toko yang ke-4 di kampung, yang nantinya akan menjadi toko Almasyhur yang ke-3.

Ikuti ceritanya di :

Mulai dari yang Kecil, Mulai dari yang Mudah-IV

Semoga tulisan ini menginspirasi anda...

Nikmati apapun yang anda lakukan hari ini...

Hadi Kuntoro
http://www.rajaselimut.com
http://www.rabbani.asia.com
http://www.hadikuntoro.blogspot.com

NB:
  1. Bila ada orang yang bertanya “Saya kepengin sekali berbisnis, tapi saya bingung bisnis apa ya..? maka jawaban saya adalah “Lihatla semua benda yang ada di sekitar kita, apa yang tidak bisa dijadikan bisnis..?” dan hingga saat ini banyak tidak tahu jawabannya...jadi..? peluang ada sebenrnya ada di mana-mana..
  2. Alhamdulillah Insya Allah sebentar lagi bakal ada "Calon Distributor" di Yogyakarta
  3. Selimut Jepang kami Alhamdulillah mulai banyak di pakai dan di rekomendasikan dokter2 loh..(nantikan ada ceritanya ya..ada cerita dahsyat tentang hal ini)