HUJAN DI PAGI HARI

Ketika saya menulis artikel ini pukul 05.30 pagi, di Bekasi hujan turun deras sekali. Semalam jam  18.45 saya  baru tiba di Rumah Bekasi lagi setelah berlibur (eh kerja juga ding..) dari kampung, hampir 15 hari saya berada di Wonsobo. Naik Taksaka dari Purwokerto yang sepanjang perjalannya hujan juga sampai di Jakarta.

Alhamdulillah saat ini waktu saya sudah lumayan longgar, temen-temen yang bekerja di Bekasi sudah bisa saya tinggalkan, dan pekerjaan dari order barang, entry barang datang, penyimpanan barang, stock opname, melayani customer, memilih ekspedisi, mengirimkan barang hingga menghandle kalau ada komplain sudah bisa dilakukan oleh mereka.

Saat ini saya fokus terjun ke pasar bermain-main dan mencari rekanan untuk mendapatkan produk-produk baru yang saya bisa sandingkan dengan Selimut Jepang.

Ngomong-ngomong soal hujan, saya jadi teringat sebelum resign dulu. Saya bisa tidur enak di Bekasi kalau malam hari hujan datang, karena udara jadi sejuk, dan tetesan air hujan di genteng itu membuat suasana bener-bener bisa mempercepat saya untuk bisa lebih khusuk menghayal indahnya tinggal di pedesaan someday....hehehe..

Namun keindahan itu tidak berumur panjang, karena sekitar jam 5 pagi, saat-saat paling indah mendengarkan tetesan air hujan itulah saya harus mempersiapkan diri berangkat kerja.

Dulu saya ada 2 kantor, satu di daerah Sunter sekitar 25km dan yang satunya di Karawang Barat, kompleks KIIC sekitar 5okm, dan saya termasuk orang yang paling tidak sabar dengan kemacetan, makanya  kalau pas dapat giliran di Sunter saya sering naik motor. Karena jarak yang hanya 25km kalau menggunakan mobil kadang sampainya bisa lebih dari 2 jam..gila kan..muacet-e iku rek....ditambah perasaaan ngantuk, bunyi klakson mereka yang tidak sabar, angkot yang memotong jalan melulu, motor-motor yang jalan melawan arah dan bolak-balik nyenggolin spion..wah-wah..lengkap deh...buat ngurangin stress dan ngurangin dosa karena bawaaannya marah melulu, naik motor menjadi alternatif terbaik ke Sunter dari Bekasi.

Nha perjuangan naik motor sering mengasyikkan juga. Sengaja saya pilih jalur yang motong kompas, Alexindo, Pondok Ungu terus sampai ketemu jalan Cakung Cilincing (Cacing) dan ke sunter melewati jalan alternatif itu. Tujuannya agar lebih cepet ke kantor, tapi kadang-kadang ya malah lebih terlambat.

Misalnya sedang terjadi kemacetan karena ada kerusakan truk kontainer puluhan km di ujung jalan sana, wah akhirnya jalan itu penuh kontainer, karena ini akses me7 pelabuhan, dan motor-motor bergerak di sela-sela roda kontainer yang gede-gede itupun kadang sampai stag..macet...mau puter balik gak bisa, kadang untuk bergerak saja nungguin sampai 1 jam, pernah nyoba berputar dan melawan arus, terlebih dulu menyeberangi rerumputan pembatas jalan yang berrawa-rawa..eh malah jatuh di rawa-rawa..akhirnya seragam kena lumpur.. kadang bisa sampai nangis...akhirnya pulang, istri kaget..kok balik lagi belepotan lumpur..tapi enggak berani komentar...

Hujan-hujan naik motor, pulang kerja, jatuh beberapa kali pernah mengalami juga..
Ketika kantor kami di Karawang, wakt itu jalan tol belum di perlebar, kemacetan pagi di Jalan tol juga menjadi kejadian lumrah di pagi hari. Kalau hujan turun  bawa mobil juga perjuangan tersendiri...ngantuk berat..meski kadang bunyi radio atau tape sudah di kerasin banget, dan bahkan saya kadang-kadang berteriak  atau ikut menyanyi sekeras-kerasnya pun kadang tidak bisa menghalau rasa kantuk...mau minggir tidak bisa, jalan macet dan kejebak ditengah-tengah...kadang kaget karena ada bunyi klakson di belakang mobil kita, dan ternyata mobil di depan kita sudah ratusan meter di depan ..hehehe...

Setelah bertemu pemberhentian di sekitar Cikarang (dulu belum ada Peristirahantan bagus spt saat ini), enggak tahan biasanya minggir dan tidur...eh bangun-bangun sudah jam 8..terlambat lagi...pulang sore hari juga begitu...

Itu adalah salah satu hal juga yang makin mendorong saya untuk meninggalkan dunia karyawan. Gila saja lha wong hidup sekali kok harus seperti ini...apakah tidak ada dunia yang lebih baik..?Bisa nemenin anak-anak mandi, bisa ngantar sekolah, abis itu masih bisa ngobrol-ngobrol dengan istri, kemana-mana tidak macet, namun pendapatan tidak kalah atau lebih gede dari yang susah begini...Pasti ada...pasti ada...saya sering ngomong sendirian seperti ini kalausedang berada dipuncak kejenuhan..

Alhamdulillah...ternyata kalau kita memang sungguh-sungguh meminta kepada Allah, Insya Allah sambil ternsenyum Sang Pencipta pun akan memberikannya kepada kita..meski untuk melewati itu harus menyebarangi tabis yang SANGAT MENAKUTKAN, tapi setelah di lewati ternyata ketakutan sebenernya tidak beralasan..karena day by day selama setahun ini saya lewati, hal yang paling menakutkanpun bisa dilewati setapak demi setapak perjalanan kita..

Untuk anda yang saat ini masih menjadi Karyawan, namun hati anda sebenernya tidak tertambat di posisi anda saat ini, jangan menyerah dan putus asa...sekecil apapun teruslah bergerak kearah mimpi anda...ketakutan itu hanyalah bayangan kita yang merasa seolah-olah hal-hal buruk pasti terjadi pada diri kita...ya apa yang kita takutkan ternyata hanya bayangan saja...

Tapi temen-temen yang menjadi karyawan di perusahaan yang sama dengan saya, dan terlihat menikmati sekali pekerjaannya dan juga banyak, bahkan lebih banyak barangkali dibandingkan dengan yang seperti saya...jadi meski menghadapi masalah yang sama belum tentu yang ada di benak orang-orang itu sama ya....kalau semua orang seperti saya nanti bubar deh...lah kita resign dan menjadi pengusaha pun akan repot karena enggak ada yang mau jadi karyawan kita..hehehe...

Hujan masih turun, dan saat ini sudah jam 7.30...
Selamat Berjuang dan nikmatilah petulangan anda hari ini...!

Salam Dahsyat

Hadi Kuntoro

NB:
2 Outlet perlengkapan tidur kami di Wonosobo dan Banjarnegara sudah mulai di buka transaksi, dan alhamdulillah penjualan sudah mulai bagus, meski secara project baru selesai 40%, belum ada papan nama, belum ada standard-standard kerja (SOP), desain interior juga masih sederhana...yang penting ada cashflow dulu...jangan menunggu semuanya sempurna baru jalan...tapi mulailah berjalan meski dengan kondisi seadanya...itu nasehat bagus...

5 komentar:

Evi Indrawanto mengatakan...

Jadi, sebenarnya ketakutan itu cuma ada dalam pikiran kita ya Pak? Untung cuma ada disana, karena kita adalah tuan untuk pikiran kita, segala ketakutan itu bisa kita menej untuk di dudukan pada tempat semestinya. Nyeberang jalan gelap tetap perlu dikatakuti, tapi kalau nyebrang jalan yg ada cuma dipikiran, yah, gak perlu takut lageee...

Salam suksek Pak Hadi

Muhammad Suharto mengatakan...

Pak Hadi, Kisahnya sangat mirip dengan saya. Saat ini saya masih menjadi karyawan dan setiap hari menghabiskan waktu di jalan sekitar 4 jam. Saya tinggal di Kudus dan bekerja di Semarang. Namun, hal ini menjadi motivasi tersendiri buat saya, yaitu membuat saya jadi Kepepet, saya berjanji dalam hati, untuk sesegera mungkin keluar dari rutinitas yang menguras tenaga, namun hasilnya sangat minim. Saya seolah ingin segera mandiri dan segera hijrah kuadran. Untuk mendukung cita-cita saya itu, salah satunya saya berpartner dengan rekan saya Yumono Labdo mendirikan perusahaan retail dimana salah satunya menjual selimut jepangnya Pak Hadi. Mohon arahan dan doanya ya pak, agar saya bisa cepat hijrah dari Kuadran E ke B. Wassalam owner www.tokotoedo.com

Anonim mengatakan...

wah ...cerita yang menarik ..kalo di tambahin cerita banjir lebih seru doongg hehehe ...
Kalo di wonosobo, di tempat yang pernah saya temui beliau (HK) saat beliau akan memulai hidup barunya sungguh asyik, sejuk , tenang dan kayaknya Ta ada banjir dech ...

Pa HK , Bpk kan sudah menjadi HK sejati, masih mau kan kalo kita gabung lagi di suatu acara , sharing dll....

Salam SSR (Sehat , Sukses & Ridho)

HADI KUNTORO mengatakan...

Anytime...asal jadwalnya matching saya SIAP untuk diundang where ever you are....semoga sukses pak ya...tapi ini pak siapa ya, kok pernah ketempat kita juga di Wonosobo..?

ovan mengatakan...

Assalamualaikum wr.wb.

Alhamdulillah Pak Hadi, setelah email saya dibalas Pak Hadi mengenai bagaimana memulai usaha pakaian sementara saya belum pernah melakukannya dan Pak Hadi menyarankan untuk mengamati atau bertanya pada orang yang lebih dulu menjalaninya.

Kini saya sudah mencoba memulai usaha meski online (dana blm cukup utk buka toko offline).

Saya memulainya dengan membuka toko online busana muslim cahaya di http://tokobusanamuslimcahaya.blogspot.com

dan

http://jilbabcahaya.blogspot.com

IsnyaAllah ini menjadi jalan baik untuk ke depannya.

terima kasih