The Golden Shake Hand

Pagi hari yang sangat cerah, di hotel yang sangat bagus dan indah, di seputar jalan setiabudi Bandung saya mendapat kesempatan untuk mengisi acara pembekalan para calon purnawirawan sebuah BUMN yang sangat terkenal.

Mungkin mereka banyak yang tidak menduga bahwa perjalanan waktu ternyata sedemikian cepatnya, sehari-hari mereka bekerja tidak mengenal lelah, waktu pensiun adalah cakrawala yang masih sangat panjang dan lama, dan persiapan pensiun adalah satu hal yang jarang terpikirkan oleh mereka, tapi apa hendak dikata, seberapapun lamanya akhirnya tanpa bisa di cegah saat yang tidak dinanti-nantikan itupun tiba juga.

Sebenernya proses pensiun mereka adalah sesuatu hal yang istimewa. BUMN tempat mereka bekerja memberikan suatu penghargaan yang sangat istimewa, yakni mereka diberikan kesempatan untuk mengambil pensiun dipercepat dengan imbalan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan apabila mereka pensiun normal. Istilahnya mereka mendapatkan “GOLDEN SHAKE HAND” atau terjemahan bebasnya adalah “Salaman Emas” hehehe..artinya setelah mereka bersalaman dan diminta pensiun, mereka dibekali dengan uang tali kasih yang kalau dibelanjakan bisa untuk membeli beberapa kg emas..! hahaha...mungkin seperti itu...

Alangkah senengnya kalau saya bisa seperti mereka, dibandingkan dengann saya, yang ketika mundur. Kalau mereka “Golden Shake Hand” maka saya mendapatkan paket “Bronze Shake Hand”, uang tali kasih saya hanya bisa untuk membeli beberapa kg perunggu..hehehe..

Namun yang membuat saya heran, pesangon yang demikian gede itu tidak terlihat membuat wajah-wajah mereka memancarkan kebahagiaan atau berbinar harapan, tapi justru sebaliknya, cemas, khawatir, tegang, kaku dan ekspresi-ekspresi lain yang agak sulit saya gambarkan terlihat jelas pada sebagian wajah-wajah mereka.

Meskipun pihak management sudah memberikan prolog yang sangat mencerahkan, misalnya pihak perusahaan akan tetap berusaha membimbing mereka agar bisa berdikari diluar, bahkan ada kemudahan yakni ada dana dari perusahaan yang bisa mereka pergunakan sebagai pinjaman modal apabila suatu hari mereka membutuhkannya, tentu saja dengan mengajukan proposal misalnya, namun itupun prolog itu saya lihat hanya sedikit mengubah ekspresi mereka.

Bahkan ketika sessi acara pembekalan dimulai, oleh konsultan, perusahaan konsultan “Pra-Pensiun” yang sudah ahli dan profesionalpun, terlihat suasana masih tetap agak kaku, meski sang pembicara pertama sudah memberikan ice breaker yang menarik.

Ruangan di hotel Sriti, Bandung itu ditata melingkar. Dan jumlah peserta angkatan pertama ini ada 21 Orang, dengan usia antara 45 sampai 52 tahun.

“Bapak-bapak, sebelum acara dimulai, saya akan membuat game perkenalan, yakni Bapak memperkenalkan rekan di samping, siapa namanya, apa kesan baik yang bapak terhadap rekan yang diperkenalkan itu, oke pak..? Ayo kita mulai...” Kata Mas Edi Sasmita.
Suasana hening, bapak yang pertama mendapatkan kesempatan tidak bersedia melakukan apa yang di perintahkan, demikian pula bapak yang di sebelahnya, hingga akhirnya ada salah seorang bapak yang angkat bicara,

“Pak situasi saat ini bener-bener membuat saya shock, dan hati kecil kami belum sanggup untuk menerima apa yang terjadi saat ini, jadi mohon maaf kami tidak bisa melakukan apa yang bapak perintahkan..” wow...kelas yang sangat menarik..pikir saya...

Akhirnya sessi perkenalan peserta di skip dulu, dan diganti perkenalan para pembicara. Sessi pagi itu yang menjadi pembicara utama adalah Edi Sasmita dan Saya sendiri.

Edi Sasmita ini adalah pria kelahiran Jember, Lulusan Filsafat UGM, seangkatan saya, bahkan dulu dari satu kos-kosan di sekitar kampus UGM di Yogya, dari masih kecil sampai lulus, sekitar tahun 95-96.

Namanya satu kos-kosan saya tahu persis seperti apa kehidupan beliau sehari-hari, selalu makan di warung makan yang murah, makan sehari paling 2x, terlalu makan banyak mie instan dan kerupuk....sama-sama mahasiswa eselon sangat sederhana..hehehe.

Wajahnya yang ganteng, pinter bergaul, hebat menjadi orator, dan rajin banget baca koran, membuat saya dan beberapa temen saya yakin beliau suatu saat bisa menjadi pejabat minimal menteri deh.

Hingga pada suatu hari saya mendapat kontak dari dia setelah 12an tahun berpisah, beliau ternyata bekerja di harian bisnis terbesar di Indonesia, dengan jabatan yang sudah mapan, namun ternyata beliau terpanggil untuk wirausaha mandiri, merangkak dari nol, dengan segala resiko, suka duka dan harapan besarnya.


Pertemuan saya dengan Edi Sasmita ini menarik sekali, dan pernah saya ceritakan di artikel Rajaselimut Siaran di Radio FM 103.4 (Day FM).

Saya ceritakan mengenai sosok Edi Sasmita kepada mereka, dan Sohib saya itupun menceritakan tentang perjalanan saya dan hal ini ternyata cukup ajaib, karena pelan-pelan para peserta mulai kendor ketegangannya.

“Bapak-bapak, pernah ada petinggi di Astra yang ngomong kepada saya, bahwa pensiun itu adalah peristiwa yang sangat unik dan menarik. Gini Mas, saya ceritain ya, kata beliau yang big bos, usia pensiun adalah masa dimana loyalitas saya kepada perusahaan ada di peringkat tertinggi, perusahaan seolah rumah,taman bermain,tempat paling menyenangkan, karena bagi orang seusia saya anak-anak sudah tidak mau bergelantungan lagi bermain-main dirumah, mereka sibuk dengan sekolah,tugas,pekerjaan dan temen-temennya. Istri juga sibuk dengan klub-klub arisan, kondangan, pengajian dll..kita dirumah bingung dan asing...” inilah prolog saya di awal sessi ketika giliran saya berbicara tiba.

“Maka dari itulah, otomatis kita lebih betah di kantor, apalagi kalau kita memiliki jabatan, power kita sungguh membanggakan, datang ke kantor dengan sopir pribadi, turun pintu dibukain, tas di bawakan, di loby gadis-gadis cantik serentak berdiri mengucapkan selamat pagi, dan satpam-satpam yang tegap tegak hormat berdiri” Para peserta mendengarkan dengan hening

“Tiba-tiba di puncak loyalitas itu, datanglah surat dari direksi yang mewakili pemilik perusahaan, isi suratnya ucapan terima kasih dan meminta agar kamu pelan-pelan mundur dari pintu gerbang, yang beberapa saat kemudian ditutup, kamu tidak boleh masuk lagi, kecuali kamu ijin dulu meninggalkan KTP pada satpam-satpam mudah yang tidak mengenal engkau lagi, gadis-gadis di loby yang mempersilahkan kamu duduk di ruang tamu, menunggu konfirmasi teman kamu atau bawahan kamu dulu, apakah dia bersedia menemuimu...menarik sekali bukan..?”

“Ini sangat menyakitkan kalau kamu tahu, makanya Apapun kondisinya, pastikan secara mental 10 tahun sebelum kamu pensiun, kamu sudah siap-siap mandiri...nasehat beliau” suasana di kelas masih hening..

“Bapak-bapak, saya ingin anda berbagi cerita kepada saya, apa yang anda rasakan saat ini, dan dalam waktu dekat ini yang merasakan seperti anda ada jutaan orang, dan ingat, bahwa rejeki adalah kaitan Anda dengan Sang Pencipta, bukan anda dan perusahaan anda. Hubungan anda bisa stop, tapi rejeki anda tidak akan putus, kecuali kalau anda sendiri yang tidak mau menerimanya..”

“Bandung ini surganya peluang bisnis, orang dari seluruh penjuru dunia berdatangan untuk berbisnis kesini, dan itu terjadi di hadapan anda, kalau di perusahaan mata anda tertutup karena ada tembok, saat ini tembok itu sudah hilang...dan anda terlahir kembali menjadi orang yang bebas merdeka...dan saya menantang anda untuk sama sekali tidak memakai uang pesangon anda untuk berbisnis, dan 3 hari kedepan ini kami ingin agar anda memiliki wacana, dan membuka mata anda bahwa peluang ada di mana-mana”

Alhamdulillah sessi sampai makan siang sudah bener-bener cair, dan sepanjang sessi saya, isi materinya adalah mengenai perjalanan saya mulai dari ketika saya masih bekerja dulu, hingga posisi saya saat ini.

Saya ceritakan semua perjalanan saya di sebuah buku harian, dan diary saya tempatkan di Internet (http://www.hadikuntoro.blogspot.com) yang anda baca sekarang, supaya jutaan orangn yang senasib atau sejalan dengan pemikian saya bisa mengambil inspirasinya.

Hingga sore hari ketika acara usai, kelas ini menjadi kelas yang amat menyenangkan, tanya jawab, diskusi menjadi aktivitas yang menarik.

Hari ke-2 para peserta diajak untuk berkeliling Bandung, dan salah satu kunjungan menariknya adalah ke Abdurrahman bin Auf Trade Center (ATECE),
kami berikan contoh, berupa fakta yang nyata kepada mereka, bahwa untuk berbisnis modal nomor satu bukanlah banyaknya Uang yang harus mereka miliki saat ini, kemauan, keyakinan, dan motivasi merekalah yang paling penting saat ini.

Acara jalan-jalan di hari ke-2 itu mereka di dampingi oleh para istri agar mereka bisa saling memahami satu sama lain akan kondisi yang mereka hadapi saat ini dan mereka bisa merenda mimpi apalagi yang akan dicapai selepas mereka paripurna dari tempat tugasnya.

Hari ke-3 acaranya adalah couching dan konseling mengenai apa-apa yang akan mereka lakukan setelah hari-H tiba. Para peserta yang saat itu sudah berubah 180 derajat menjadi peserta yang sangat kooperatif kami ajak untuk menuliskan dengan jelas aktivitas apa dan apa target-target yang ingin di capai pada tahun pertama.

Targetnya harus clear yakni Apa, Kapan,Bagaimana dan target besarnya apa.


Pada sessi ini para peserta saya perkenalkan salah satu metode untuk bisa mempercepat mereka untuk bisa mewujudkan mimpi-mimpi mereka, yakni di simulasikan adanya group-group mastermind, seperti yang biasa diadakan di komunitas bisnis kami, yakni komunitas Tangan Di Atas (TDA) http://www.tangandiatas.com/

Mereka membentuk group, sekitar 5-7 orang, yang akan terus menerus bertemu secara rutin untuk saling mereview aktifitas-aktifitas bisnis paska pensiun mereka. Mereka saling sharing mengenai “Dream” mengenai “Strategy” yang akan diterapkan untuk mencapai dream itu, dan “Action” apa yang akan dilakukan segera, saling sharing untuk membangun motivasi, sharing mengenai buku bagus yang mereka baca, mengundang tamu-tamu pebisnis untuk sharing kiat suksesnya kepada mereka dll...
Menarik sekali sessi ini, ada yang mau usaha peternakan Belut, ada yang mau berdagang ATK, pembibitan lobster, menambah kontrakan, membangun penginapan, membuka warung makan dll...


Semua peserta wajib untuk menuliskan semua Dream,Strategi,Action (DSA) yang akan dilakukan, dan di akhir sessi hari ke-3 itu masing-masing harus membacakan di depan kelas dan peserta-peserta yang lain mendengarkan, memberi masukan dan mendoakan agar bapak yang maju itu dimudahkan jalannya oleh Allah agar bisa terwujudi apa yang beliau impikan.Dengan mendaulat para peserta untuk maju dan menyampaikan apa program-programnya diharapkan mereka bener-bener akan serius untuk mewujudkan mimpi-mimpinya itu...kalau enggak pasti akan malu karena di tagih rekan-rekannya..hehehe..

Sebelum kelas ditutup saya menyampaikan pesaan lagi, bahwa selain DSA tadi, ada lagi yang tidak boleh dilupakan yakni :

  1. Reason, untuk sukses harus memiliki alasan yang sangat kuat, kemudian

  2. Believe , yakinlah bahwa kita bisa, anda sudah bisa membawa perusahaan anda sekarang ini menjadi asset negara yang sangat besar, dan ini pekerjaan bukan main-main dan ternyata anda bisa...maka alasan apa yang membuat anda skeptis terhadap diri anda...ketakutan,kecemasan,kekhawatiran itu hanyalah dengan bayangan, dan bukan dengan kondisi sebenernya....yang bisa jadi jauh lebih gampang.

  3. Persistence atau istiqamah jangan menyerah, lakukan terus apa yang harus dilakukan, kalaua da strategi yang gagal bicaralah ke forum mastermind, barangkali ada strategi lain yang orang lain tahu. Dan yang terakhir adalah

  4. Pray berdoa, serahkan semua kepada Allah (tawakkal) dan yakinlah bahwa binatang melata-pun akan diberikan rejeki oleh Allah..apalagi manusia yang dikaruniai Allah yakni bisa berpikir...

Jadi semuanya ada 7 kunci, RBDSAPP –Reason-Believe-Dream-Strategy-Action-Persistence-Pray (tenkyu spesial kepada komunitas TDA, http://www.tangandiatas.com/ yang telah banyak memberikan inspirasi kepada saya hingga saya bisa semakin banyak menularkan ilmu-ilmunya ke khalayak ramai diluar) Acara hari terakhir yang diadakan di hotel Bumi Sawunggaling itu berjalan sangat cepat rasanya, tidak terasa para peserta menjadi sedemikian akrab dengan kami, bahkan kami diberi nomor kontak semua peserta, dan mereka akan selalu kontak-kontak dengan kami, kata mereka..Insya Allah.. Selamat jalan bapak-bapak dan Ibu-Ibu purnawirawan PT.Biofarma, semoga Allah memudahkan segala urusan anda...semoga anda membaca tulisan ini dan saya berharap anda akan terus ingat dan mewujudkan apa yang telah anda bacakan di depan kelas di hadapan saya...Amin...
Semoga artikel ini menginspirasi anda..

Salam Hangat
Hadi Kuntoro
http://www.rajaselimut.com/
http://www.hadikuntoro.blogspot.com/

Note: Ada some one partner kami, yang memiliki visi bisnis besar untuk bisa eksport selimut ethnic kebanggan budaya Indonesia, dan target marketnya selimut high class untuk para kolektor pencinta budaya, dan juga pasar eksport, lihatlah informasinya di http://www.iglooline.com

7 komentar:

Muhammad Suharto mengatakan...

Assalamualaikum wr wb.
Sharing posting yang luar biasa bagus. Memang manusia sering terlena oleh waktu. Dan tiba-tiba saja sudah berusia lanjut, padahal belum sempat membuat rencana besar. Saya jadi teringat QS Al Ashr, dimana Alloh swt bersumpah demi waktu manusia sesungguhnya dalam kerugian kecuali yang beriman, beramal soleh dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Inti dari QS ini adalah perencanaan, bahwa untuk menjadi orang beriman perlu perencanaan, untuk beramal soleh juga perlu perencanaan demikian juga dalam hal nasehat menasehati.
Sukses terus untuk bisnisnya Pak Hadi.

Wassalamualaikum wr wb

official partner selimutjepang
http://toedoselimutjepang.blogspot.com

abduh mengatakan...

Luar biasa pak critane sampeyan. Sampeyan sudah cocok jadi motivator jempolan. Tak tunggu crito-crito liyane.

samurai mengatakan...

moga2 peserta pelatihan ini berhasil dan sukses seperti menthornya, amin.

inos mengatakan...

Luar biasa.. tulisan yang menginspirasi nih mas Hadi..
Saya sudah melewati fase ini 5 tahun yang lalu, walaupun cuma dapat 'bronze shake hand' seperti mas Hadi, tapi selalu semangat untuk mengembangkan diri dan bisnis. Sukses ya mas!

HADI KUNTORO mengatakan...

Selamat Mas Inos, semoga makin sukses ya..

Aang mengatakan...

assalamualaikum wr wb.
salam kenal pa hadi, panggil saja saya Aan( pak Edy pasti kenal saya ).
tulisannya bagus pak, ngga kalah ma blog nya pak ronny( founder nya TDA), cm kalah jumlah posting aja kali.

ok, gt dl pa Hadi, sukses selalu ya, salam buat p Edy

Wassalamualaikum wr wb

Phillip Soegiharto mengatakan...

Inspiratif sekali pak, saya baru akan menjadi 100% usaha mandiri.
Mohon dukungan , dan sekarang saya merintis usaha toko online www.sentragrosir.com , untuk yang mau usaha alat-alat listrik , saya bisa bantu.

Salam sukses.