Hati-hati Kalau anda Lahir tahun 1970-1975..

”Generasi yang lahir tahun 70-75 memang kayaknya generasi tanggung. Kakak-kakak kelas kita Yang lahir tahun 65-69 sudah pada mantap dan mendapat posisi yang bagus di kantor kita, dan keberadaan mereka bener-bener seperti payung yang memblokade karir kita, sehingga sulit bagi kita untuk bisa duduk di posisi yang tinggi di kantor. Paling-paling menunggu mereka pensiun, padahal pensiun mereka itu paling selisih 1-3 tahun dengan kita, sehingga karir bagi angkatan kita memang tidak begitu menjanjikan” ini adalah diskusi saya dengan beberapa temen seangkatan saya yang bekerja masuk ke perusahaan sekitar tahu 95 an.

Di Sessi yang lain saya ngobrol dengan salah seorang temen akrab juga yang dulu sekolah di jurusan Psikologi di Yogya, yang sekarang bekerja di perusahaan harian yang besar di Indonesia ”Bener kata sampeyan mas, memang generasi kita ini kayak generasi yang hilang, bos-bos yang memiliki jabatan tinggi sekarang dulunya lulusan-lulusan sekolah menengah saja, dan dibawahnya sudah menanti kakak-kekak kelas kita yang lulusannya S1 tahun 93-94, dan cilakanya lagi adik-adik kelas kita kok ya pinter-pinter dan karirnya jago2...jadi kita mau naik keatas sulit, dibawah dipepet sama adik kelas..hehehe...kayaknya kita ini generasi yang serba bingung..hehehe..”

Dalam satu sesi obrolan lain dengan seorang sahabat namanya Mas Edi Sasmita, beberapa hari lalu saat akan mengisi seminar "Golden Shake Hand" di PT.Biofarma Bandung, beliau adalah mantan pejabat di sebuah harian bisnis terbesar di Indonesia, yang sekarang membuka konsultan pendampingan untuk para Calon pensiunan, juga ada pembicaraaan yang menarik tentang Fenomena temen-temen yang seangkatan dengan kami

”Bener Cak, saya setuju dengan hal itu. Dulu orang-orang tua kita, Lingkungan, guru-guru kita bahkan dosen-dosen kita sepertinya hanya memberikan 1 opsi yang terbaik untuk masa depan kita, yakni menjadi Pegawai Negeri atau Karyawan perusahaan Swasta yang Besar. Alangkah bangganya dosen kita kalau ada berita kakak kelas kita diterima di IPTN (Nurtanio), Schlumberger, P&G, TAM, Pertamina ..misalnya.”

”Bahkan di mata kuliah kita ataupun di kegiatan ekstrakulikulerpun, tidak ada yang bau-bau entrepreneur hehehe, pernah ada kawan yang sekolah sambil bisnis tapi menurut kita anak ini malah aneh..” kata saya.

”Keadaan yang terbalik adalah saat ini, hampir semua anak-anak kuliah sekarang gandrung sekali dengan wirausaha, dan tidak banyak yang ngacung ketika dalam satu sesi kuliah umum saya bertanya siapa yang nanti lulus berniat menjadi karyawan profesional..aneh ya..mereka maunya pada punya bisnis sendiri..” temen saya yang juga mengajar partimer di sekolah elite London School di Jakarta.

”Jadi kesimpulannya generasi yang seangkatan dengan kita (lahir tahun 70-75) adalah generasi peralihan yang serba tanggung bahkan bingung mau bergerak kiri (jalur profesional) atau bergerak ke kanan (jalur wirausaha)..hahaha...di dalam karir sebagai karyawan tidak maksimal, karena jabatan-jabatan strategis di perusahaan di kuasai kakak-kakak kelas kita, di dalam dunia usaha juga kita kalah nyali dengan adik-adik kelas kita hehehe..kok jadi ruwet begini ya....?”

”Bener Cak...” Kataku”
"Lihatlah sekarang banyak anak-anak muda kelahiran 80an keatas yang melesat dan cepet kaya dari wirausaha, sementar kita di pinggiran bak menonton mereka diatas mobil formula..."

”Saya sendiri yakin angkatan kita ini memang The Missing Link, bahkan kelak kursi-kursi dari presiden sampai menteri-menteripun bisa jadi kita enggak dapat porsi, karena kakak-kakak kelas kita yang sekarang terjun di pemerintahan atau parpol praktis sudah menguasai banyak sudut yang strategis , praktis merekalah yang nantinya bakalan memegang kendali negeri ini"

"Di sisi lain, trend kedepan yang bakalan menguasai pemerintahan adalah mereka yang sangat kuat jiwa entrepreneurnya, terbukti cikal bakal sekarang sudah kelihatan, mereka yang entrepreneurnya hebat bener-bener dielu-elukan atau memgang kendali, seperti Bupati Purbalingga, Lamongan, Abuzial Barie, Jusuf Kalla, Sutrisno Bachir..dll...bahkan dagangan yang sekarang dijual para calon presiden yang kuat-kuta itu tidak jauh dari jualan mengenai Wirausaha”

Terus, siapa yang paling siap terjun ke Wirausaha..? mereka adalah adik-adik kelas kita yang lahirnya tahun 80an keatas..!, jadi yang mengendalikan negara 10 tahun lagi adalah kakak-kakak kelas kita, dan kemudian disusul adik-adik kelas kita...kita sendiri yang lahir tahun 70-75 terbengong-bengong karena mereka bergerak meloncat menyusul diatas kepala kita hahaha..."

"Ya kesimpulan kita sementar ini adalah...NAMPAKNYA kita yang kelahiran 70-75 ini Generasi Yang Hilang atau The Missing Link...hahaha...bener cak..obrolan ini menarik dan saya akan ingat-ingat kata-katasampeyan...kalau ternyata ini bener, nanti saya sebut ini ramalah Mbah Hadi hehehe..”

”Terus...menurut sampeyan piye agar kita tidak menjadi bagian deri generasi yang hilang, atau sithik-sithik melu numpang anget gitu...” dia meeminta pendapatku..

”Kalau menurut saya sih kita ini harus memiliki motivasi yang berlipat-lipat, dan JANGAN TANGGUNG-TANGGUNG MELANGKAH” kata saya..

”Kalau memang kita mantep di wirausaha ya sudah....jangan tengok kanan kiri sepahit apapun kondisinya saat ini keep on track in your wirausaha world. Jalanlah terus dan jangan berhenti berusaha sekecil apapun usaha kita..(meski cuman jadi reseller selimut jepang misalnya ..hehehe) tapi kalau dunia usaha kok membuat kita miris dan tidak menikmati ya sudah, jangan tanggung-tanggung...carilah ilmu, sekolah dan seminar tentang pekerjaan yang sebaik-baiknya, tutuplah segala hal tentang ilmu-ilmu wirausaha dll...agar langkah kita mantap di dunia kerja..menurut saya seperti itu loh...” kata saya

”Yes setuju...wah..beruntunglah kita sekarang sudah diluar ya cak..” kata Mas Edi

”Iya ya..kita bukan termasuk mereka yang bimbang...padahal kita sendiri kadang masih tanda tanya kayaknya apa masih akan bisa hidup layak terus sampai bulan depan..? hahaha..” kata saya...

”Iya, semua orang yang awal-awal menjadi pengusaha ya memang gak akan jauh dari pertanyaan-pertanyaan seperti itu..tapi buktinya sampeyan sudah hampir setahun resign sekarang masih hidup kan..? Saya sudah 2 tahun malah....dan sekarang masih bisa nginep di hotel yang enak begini sambil ngobrol ketawa-ketiwi mbek sampeyan....uenak kan..? inilah hidup yang seseungguhnya..hahaha...” kami terkejut sendiri karena dinihari itu tawa kami terdengar keras banget...

Besok hari kami mengisi seminar di acara calon pensiunan PT.Biofarma Bandung, dan malam ini menginap bareng dengan teman-teman yang dulu 1 kost dari tahun 90 sampai 95..

Semoga ini Mengispirasi anda..
Salam Hangat..

Hadi kuntoro
www.rajaselimut.com
www.hadikuntoro.blogspot.com

3 komentar:

Nining's Blog mengatakan...

Ada benernya..tapi nggak semuanya juga bener.Bukan karena saya kebetulan termasuk angkatan tersebut. Tapi lebih karena kehati-hatian saja.Tidak tanggung dalam melangkah itu bagus,karena akan membuat hasil maksimal.Tapi hasil maksimal juga tidak bisa didapat hanya dengan langkah yang yang tidak tanggung. Tapi seberapa besar tanggung jawab kita terhadap kehidupan yang kita miliki dan jangan lupa, keberadaan Allah SWT juga amat berperan,manusia hanya bisa terus berusaha,tapi Allah-lah yang menentukan kita bisa jadi apa dimasa mendatang...dengan kerja kantoran atau dengan wirausaha.Karena pekerjaan apapun kalau niat-nya untuk menjadi rahmatan lil alamin akan menjadikan hasilnya maksimal dan menjalaninya dengan penuh semangat.Wallahualam bishawab. Maaf jika kurang berkenan.

Budhi Cahyadi mengatakan...

Wadhuh... saya jadi kuatir juga, sebab saya lahir di tahun '74. Tapi menepis semua kekuatiran tersebut saya selalu mengingat kata-kata orang tua saya bahwa kelahiran saya di tahun '74 yang merupakan tahun macan menurut perhitungan tionghoa, yang lahir di tahun tersebut bakal jadi pemimpin masa depan. Amien.. Allahumma Amien.. Diluar hal itu saya punya pendapat berdasarkan pengalaman pribadi mengenai generasi tanggung ini, yang jelas di perusahaan saya sekarang dimana saya masih diberi kepercayaan untuk bergabung, SDM kelahiran tahun '70-'75 yang memegang kendali bagian2 strategis, untuk generasi dibawahnya sudah mulai di 'audit' sejauh mana potensi dan kontribusi bagi perusahaan. Sedangkan generasi diatasnya belum bisa diberi kepercayaan, kalaupun ada tidak lebih dari jumlah jari tangan kanan saya. Alasan yang sering muncul karena masalah emosi atau psikologis yang belum matang.
Sekali lagi saya hanya bisa berdoa, berharap dan berusaha bahwa kata-kata orang tua saya adalah doa yang mujarab mengenai pemimpin masa depan. Amien.
Semoga berkenan.

HADI KUNTORO mengatakan...

Hallo Mas Budhi..hahaha..jadi khawatir ya..tulisan opini saya itu saya arahkan agar kita yang lahir di era tanggung ngeh....dan kita bekerja tidak tanggung2 harus totalitas agar dapat mencapai goal maksimal...selamat berkarya...
Salam Hangat