Kuliah Sehari Bersama Pak Haji Alay-III

Cerita sebelumnya di (Kuliah Sehari Bersama Pak Haji Alay-II)

Tiba di Bandung sekitar jam 10 pagi saya kami langsung menuju lokasi Mall yang sedang dibangun oleh Pak Haji. Rombongan kami disambut orang-orang yang rata-rata berjubah dan bersorban juga, dan saya yang siang itu seperti biasanya memakai jeans dan kaos jadi agak merasa risih hehehe...dan lagi-lagi mereka menyambut kami dengan melebihi sambutan 2 orang sahabat yang sangat lama tidak pernah bertemu.subhanallah..Mall yang digarap Pak Haji ini sepertinya bekas Mall Matahari yang sudah lama tidak dipakai. Terlihat jejak-jejak sepertinya beberapa tahun yang lalu tempat ini pasti tempat yang cukup ramai. Konstruksi AC yang bagus, beberapa eskalator juga terlihat masih bisa di fungsikan.

Kalau membangun setiap lantai ada 200an kios, dan bangunan ini ada lima lantai, maka akan ada 1000 kios, setiap rolling door misalnya 10juta..wow..buat rolling door saja 10 milyar, Pekerja-pekerja terlihat sibuk di sana-sini sedang memasang keramik, rolling door, memperbaiki jalur AC, mengecat, Memasang Instalasi listrik...dsb..subhanallah....proyek seperti ini pasti besar sekali biayanya...

Padahal Pak Haji memiliki tempat sepert ini di banyak tempat, Sukabumi, Cilegon, Cipadu, Ciputat, Tanah Abang...hehehe..enggak kebayang deh...bener-bener beliau ini bukan hanya gajah...tapi embahnya gajah...pantesan kalau menurut kabar yang saya dengar zakatnya saja bisa untuk membangun sebuah pesantren....subhanallah

Balau di Indonesia nanti ada 1000 orang yang seperti ini..? Bagaimana kalau 2000..? semoga akan bener-bener ada...

Saya mendampingi kemana saja Pak Haji Alay berjalan, karena saya yakin pasti banyak pembelajaran..., dan benar saja ada dialog menarik yang tidak akan saya lupakan.
Bermula dari pertanyaan Pak Haji kepada seseorang yang mungkin dinobatkan menjadi kepala keamanan..

"Mas-X kalau saatnya nanti dibuka kan tempat harus bersih dan rapi, pedagang2 yang saat ini berada di sekitar halaman, bahkan ada yang berjualan menempel dan membuat bangunan semi permanen di sisi gedung ini gimana..?" Tanya pak Haji."Begini Pak Haji, saya kebetulan sudah diskusikan mencari solusi dengan mereka, dan mereka juga sadar sebagai orang kecil yang menumpang disini dan tidak memiliki hak apa2 dan siap kapan saja kalau sang pemilik mau menggusur mereka, namun mereka juga curhat kepada saya bahwa mereka menempati tempat ini tidak gratis, tapi membayar kepada seseorang, semacam uang sewa..." Kata Pak X"Berapa mereka bayar dan kapan mereka terakhir mambayar Mas..?" Tanya Pak Haji
"Yang tempat di belakang itu bayar 3 juta setahun, dan sewanya tinggal 3 bulan lagi contohnya..masing-masing beda-beda pak.."
"Menurut Pak Haji begini saja mas...sampaikan pada mereka bahwa Pak Haji meminta mereka pindah ketempat lain...kasih saja 4 juta, dan nanti kalau tempat kita sudah jadi dan memungkinkan, nanti kita bisa kasih mereka tempat gratis...." Kata Pak Haji...

Lagi-lagi saya terkejut dan gak habis pikir...sewa setahun 3juta, tinggal 3 bulan kan tinggal 700rb an, dan mereka juga kapan saja siap kalau disuruh pergi....lha kok malah dikasih 4 juta, dan nanti akan diberikan tempat di Mall yang lebih enak....Masyaallah...semoga Pak Haji di panjangkan umurnya oleh Allah...bisik saya dalam hati...
Ini adalah bener-bener penggusuran yang paling Indah....dan saya menyaksikan itu langsung dengan mata kepala sendiri..semoga nanti anda para pembaca dan saya, ketika someday di berikan berkelimpahan rejeki dan kaya raya....bisa seperti beliau...Indahnya Indonesia..

Menjelang Makan siang mungkin ada yang mengkomando, tiba-tiba datang beberapa ma obil mewah, rupanya mereka adalah bos-bos garment di Bandung, mayoritas Cina, tapi mereka terlihat sangat akrab dengan Pak Haji.

Ketika adzan dhuhur berkumandang, semua pekerjaan total stop, dan pekerja-pekerja itu ternyata memakai jubah2 dan sorban seperti rekan2 yang pagi tadi bareng dari Jakarta. Dan Masjid kecil di Pasar Cikapundung itupun segera penuh oleh mereka dan ini menjadi pemandangan unik tersendiri..dipasar ada barisan orang2 berjubah dan bersorban dengan jenggot2 yang khas adalah bukan pemandangan yang biasa barangkali, sehingga saya perhatikan mereka menjadi pusat perhatian orang-orang disana....
Setelah shalat dhuhur kami semua digiring ke sebuah restoran padang yang cukup besar di sekitar Masjid Raya Bandung...
Sebelum kami tiba di restoran barangkali para supplier2 yang memiliki pabrik2 tekstil di Bandung sudah mengkomando rumah makan itu, sehingga ketika kami datang segala makanan dan lilin2 yang besar2 sudah dipersiapkan..meja2 di rumah makan itu sudah tertata pak makan untuk peserta konferensi.

Dan lagi-lagi ini bukan pemandangan yang biasa menurut saya :
Rombongan orang2 berjubah dan berjenggot banyak sekali masuk ke restoran...dan sorot mata keheranan dari para karyawan rumah makan itu terlihat heran sekali..hehehe....
Dan disini antar Bos yang tertinggi maupun mereka yang tadi mengecat, mengelas dan memasang keramik ternyata semua duduk 1 meja..! Ini bener-bener luar biasa..pikirku...
Lagi2 saya mendapat pelajaran di bisnis dan kehidupan yang sangat hebat...

Ditengah-tengah acara makan saya sempat mendengarkan ada request dari salah satu produsen di Bandung yang dengan sangat memohon agar pak Haji mempertimbangkan untuk tidak memasarkan produk yang meminta agar Pak Haji tidak memasarkan produk yang
bermerk X buatannya disini, karena nanti akan langsung mematikan grosir2 di Bandung...
"Baiklah, tolong kamu buat merk apa saja deh..dan nanti kita pasarkan yang merk itu" kata pak Haji Alay dengan enteng...
Dan terlihat di produsen itu sangat senang dengan jawaban beliau....kalau sudah jadi gajah emang enak ya....produsen besar seperti dia saja bener-bener menunduk dihadapan beliau...

Menjelang senja ada sedikit forum diskusi di sebuah tenda di depan Mall yang dijadikan tempat pendaftaran mereka yang akan berjualan di mall itu.

"Pak Haji untuk membangun seperti ini perencanaannya bagimana..? Berapa lama dibuat desain dan proposalnya..?" Tanya saya yang penasaran karena tentu saja butuh planning dan biaya besar.
"Pak Haji gak ada proposal, tidak ada planning lama-lama, pak Haji langsung gerak cepat saja karena membangun dan merombak seperti ini sudah biasa" jawab beliau..
"Terus untuk pembayaran2 pembuatan dan pembangunan kios2, rolling2 door itu gimana pak.."tanya2 penasaran...
"Agar mereka semangat, dan sama2 bisa hidup pak Haji bayar semua di muka..." kata beliau santai...wow...ini bener2 pebisnis yang langka...pikirku...
"Lihat orang yang suplai rolling door itu, dulu dia pedagang keliling dan punya bengkel kecil, sekarang sudah kaya raya karena membangun mall Pak Haji dimana-mana..."

Subhanallah...kata2 ini sering2 saya lontarkan dalam hati...kulaih hari ini bener2 kuliah tingkat tinggi dari seorang pebisnis besar yang barangkali tidak banyak seperti ini di negeri kita ini.
Dan setelah shalat Ashar saya pamit pulang duluan pada Pak Haji yang ternyata berniat menginap 3 hari di tenda bersama pekerja2 itu...dan lagi-lagi saya geleng-geleng...

"Oya, nanti Mas Hadi pulang bareng bersama temen pak Haji, dan tolong nanti mampir sejenak ketempat orang tua sahabat pak Haji, Almarhum Gito Rolies, dan orang tuanya itu sekarang sedang sakit keras, sampaikan salam Pak Haji kepada keluarga dan istri Gito Rolies juga" Kata beliau...

"Satu lagi kalau Mas Hadi mau membuka grosir selimut disinis silahkan, pilih tempat sesukanya dan nanti boleh bayar sewa ke Pak Haji kalau memang sudah ada untung" Kata Beliau
"Insya Allah Pak Haji, doakan saja mohon doa restu, oya nama mall ini nanti apa Pak Haji..?"
"Namanya Insya Allah Abdurahman Bin Auf Trade Centre (ATC), dan ini akan Pak Haji jadikan Tanah Abang-nya Bandung...Insya Allah..." Kata beliau..

Saya bener2 tertarik dengan tempat itu, dan tiba-tiba saya berkeinginan untuk membuat stockist selimut jepang disini agar suplai ke daerah Bandung dan sekitarnya bisa cepat dan murah...moga2 Allah mendengar pengharapan saya....Amin..

Kunjungan ke orangtua Almarhum Gito Rolies ini Insya Allah akan saya posting di postingan terakhir yakni di (Kuliah Sehari Bersama Pak Haji Alay-IV)

Semoga anda mendapat Inspirasi dari tulisan ini...

Salam Hangat..
Hadi Kuntoro
http://hadikuntoro.blogspot.com/
http://rajaselimut.com/

7 komentar:

zizag mengatakan...

Assalamu'alaikum...wah pembelajaran yang bagus ya pak..itu Mall di bandung ya pak...saya pengen usaha juga pak..kira2 gmana ya pak ngurusnya..sy msh kul di ITB, skalian cari penghasilan br

Jagis mengatakan...

Alhamdulillaah...
Ternyata masih ada orang yang memiliki semangat berbagi dengan ikhlas. Semoga beliau dipanjangkan umurnya dan terus menginspirasi orang lain untuk mengikuti jejak beliau 'bersama menebar rahmat'.
Allohu akbar!

gOeN mengatakan...

Subhanallah.....
Saya sangat kagum dengan perjuangan pak Haji ini, kalau tidak salah mall tersebut adalah bekas matahari Banceuy, stelah matahari bangkrut katanya mall tersebut di buat sebagai pusat perjudian....

dan sekarang pak haji akan merubahnya menjadi tempat usaha yang insya allah barakah...
aminnn

gOeN

gOeN mengatakan...

Subhanallah.... Allahuakbar....

Setahu saya mall tersebut bekas matahari banceuy, dan setelah matahari banceuy tutup. tempat itu dijadikan sebagai arena judi....

Sekarang insya allah pak haji akan menajadikannya sebagai tempat usaha yang barakah

amin, terima kasih atas sharing nya pak hadi

Owner Griya Parfum mengatakan...

mudah2an kelak akan ada pak haji alay di semarang, atau mungkin saya? amiiinn...

utis mengatakan...

ya Rabb!
semoga Kau tambahkan Rejeki buat pa haji ini. dan tambahkan pula di Indonesia orang2 spt pa haji Alay ini. Amin!
buat pa Hadi sy salut pd Anda biar sdh kaya tp tetap cari ilmu dr pa.haji tp mdh2n bapa trmasuk yg dikatakan dlm hadis(mf sy lupa hadist atau ucapan ulama mohon diralat) dlm keterangannya djelaskan Man Tholabal ilma kafa RojaQohu,"barang siapa mencari ilmu maka akan dicukupkan rizkinya" mdh2an pa.Hadi salah satunya. Amin!

Yanawungkul mengatakan...

Subhanallah. Luar biasa. Semoga Pak Hadi (dan kita semua) bisa menyusul sehingga menambah orang-orang seperti Pak Haji di Indonesia ini.
Berarti udah ketutup nich peluang ditributor Raja Selimut Bandung?