Ketika Laelatul Qadar "Datang"

"Laelatul Qadar Datang Malam Ini" itu adalah bisikan dalam hati kecil saya malam pada malam ini.

"Saya membaca kitab ulama besar, yang bukunya ada ditangan saya ini, dan oleh sang ulama dikatakan, apabila awal puasa diawali pada hari kamis, maka kemungkinan besar Laelatul Qadar akan datang pada malam ke-25.!" penceramah di masjid kami berkata dengan lantang dan berapi-api, dan entah karena kadar keimanan saya yang masih rendah, saya hanya geli saja mendengarnya. Ah ada-ada saja...Apa memang bisa di prediksi seperti itu..?
Namun kegelian saya itu tidak bertahan lama..dan berubah menjadi rasa penasaran dan tiba-tiba malam ini saya ingin melakukan hal yang sebelumnya Nabi selalu lakukan, namun saya seumur hidup belum pernah melakukannya...yakni "Itikaf di Masjid"

Sungguh keterlaluan, umur sudah kepala 3 begini belum pernah Itikaf...ya saya belum pernah Itikaf, karena akhir2 Ramadhan begini biasanya saya malah justru kecapekan menemani istri belanja di Mall..Ya..Saya Itikaf-nya di Mall..Subhanallah..dan alhamdulillah..tahun ini saya tidak merasakan kelelahan yang sama..ternyata jauh dengan istri ada bagusnya juga...hehehe..

Saya teringat, tadi siang ada seseorang yang mengirimkan pesan, malam ini ada Itikaf di Masjid Bank Indonesia, dan jam 11 malam dengan motor kami meluncur kesana...dispanjang jalan yang kami lalui, terasa sangat sepi dari biasanya...apakah karena sudah malam..?
Kami susuri jalan besar Klender-Jatinegara yang serasa jalan milik sendiri, hingga akhirnya kami tiba di Masjid Bank Indoensia, di deket monas...

Saya sunguh terkesima...menjelang tengah malam seperti ini ternyata di pusat Ibu Kota ada masjid yang nampak ramai oleh ribuan Jamaah...dan yang membuat saya terkesiap adalah 95% dari mereka adalah orang2 muda bahkan banyak ABG dan anak2 kecil terlihat disana...dan yang membuat nafas saya serasa tercekat ketika saya melirik ada beberapa remaja yang tersedu-sedu sambil membaca Alqur-an....Selamaa ini saya kemana saja dan ngapain saja...bisikku..

Alhamdulillah di Masjid ini ketemu dengan seorang Sahabat, dan ketika acara Tausyiah oleh Pak Hidayat Nurwahid selesai jam 1 dinihari berdua bersama sahabat ini saya berpindah ke masjid Istiqlal..mencari nuansa yang lain...dan disini saya lebih terkesiap lagi...


Karena Jamaah yang datang untuk Itikaf lebih banyak lagi...mungkin ada 3-5 ribu orang pada jam 1 dinihari ketika kami tiba..Subhanallah...Semoga ini adalah awal kebangkitan Indonesia...Yakni dipelopori oleh para pemuda dan diawali dari masjid-masjid....

Disini saya termenung..betapa saya selama ini kurang sekali mempelajari agama, yang aku jalani masih sebatas ritual yang merupakan kebiasaan saja. Ramadhan kali ini memang terasa lebih baik, Shalat Jamaah ku hampir 99%, shalat Tarawihku masih 100% tapi dorongan itu saya akui semata-mata karena saya memburu kuantitas agar saya bisa isi chek sheet yang saya buat, tidak ada bedanya dengan anak2 SD saya datang ke Tarawih hanya untuk minta Teken dari imamnya...Subhanallah..

Infak/Sadaqah lebih bagus dari tahun lalu, tapi saya akui itu belumlah muncul dari kecintaan saya terhadap Allah..tapi karena saya mengharap ada imbal balik dari Allah, agar infak dan Shadaqah saya ini mendapat balasan yang lebih besar...Subhanallah...

Atmosfer sejuk Malam ini membuat saya beruurai air mata, karena saya yakin apabila memang malam Seribu Bulan itu benar datang malam ini, maka saya hanyalah penonton bagi mereka yang mendapatkannya...karena terasa sekali masih sangat lemah kadar keimanan saya..ibarat mau ikut undian berhadiah...begitu minimnya hadiah itu padahal pesertanya banyak sekali, dan saya termasuk orang yang jarang sekali mendapat undian berhadiah...apalagi malam ini saya datang tanpa Tiket Undian...makin tidak ada harapan..kecuali yang punya hadiah merasa iba dengan ketercampakanku di ajang Grand Final ini..

Pagi hari jam 9, ketika melangkah pulang meninggalkan Istiqlal, udara jakarta terasa sangat sejuk, dan burung2 berkicau di taman masjid,dan matahari yang biasanya panas membakar, hari ini begitu terasa hangat, bahkan pada saat paling terik ketika dhuhur sekalipun...saya makin yakin Semalam Telah Turun Lailatul Qadar...
Sayang aku hanya menjadi penonton...karena yakin saya belum pantas mendapatkannya...

Manaksir gadis, jatuh cinta,setia, mencintai Istri, Anak, rasanya sangat mudah...kenapa mencintai Allah, Rosul, dan setia kepada-NYA sering saya rasakan begitu sulit..? Padahal ini adalah lembaran tiket untuk berlomba mendapatkan Laelatul Qadar...
Semoga anda adalah salah satu yang sudah mendapatkannya...Amin...

Hadi Kuntoro

5 komentar:

Sony Trigiantoro mengatakan...

Pak Hadi..
Taqabbalallahu minna wa minkum. Taqabbal ya Karim.
Mohon ma'af lahir dan batin.
Selamat hari kemenangan...dan selamat berlibur pak...

Wasalam
Sony

puspabali mengatakan...

Yth. P' Hadi dan Keluarga
Kami sekeluarga di Bali mengucapkan
Selamat Idul Fitri 1428H
Semoga Bapak sekeluarga selalu
mendapat limpahan HidayahNYA, amiin.

dayu puspa sekeluarga

Heri Purwantoro mengatakan...

Selamat malam pak HdKunt,
salam juga ke keluarga sampeyan.
Met idul fitri 1428 H
mohon maaf lahir dan batin,
selalu saja ada semangat yang baru bila membaca ulasan-ulasan sampeyan.

Salam,
Heri P
javalintang@yahoo.co.id

Choirul Asyhar mengatakan...

Sepuluh hari terakhir bulan ramadhan kebanyakan kita nyari tiket mudik ke kampung dunia, padahal lailatul qadar adalah tiket mudik ke kampung akhirat. Tapi jarang yang tertarik. Padahal Allah sudah mengingatkan ya.. "Wal akhirotu khoirul laka minal 'ula. Semoga ini awal kegemaran kita mencari tiket ke kampung akhirat pada ramadahan2 selanjutnya. Amiin.

plutogo mengatakan...

ijin ngopi foto=fotonya nya buat di blog saya ya pa...

jzkl