Perjalanan Seorang TDA Apprentice

Salah satu partner bisnis saya yang saat ini saat ini dari bulan ke bulan dan grafik transaksinya naik terus adalah Pak Edi Kurniawan. Member TDA yang sangat hebat dan berasal dari Tangerang.

Terjun full ke bisnis dengan perjalanan yang 'very Inspiring' untuk disimak, karena beliau adalah salah satu sosok member TDA yang telah lulus pada salah satu Pilot Project-nya TDA untuk menciptakan entrepreneur2 muda. Nama Project-nya adalah 'TDA Apprentice' yang dilakukan awal tahun 2007 dan waktu itu diikuti oleh 20an orang member TDA.

Pak Edi ini salah satu member yang bener-bener saya pantau perjalanannya, karena kebetulan antara saya dan beliau ini ada ikatan kerjasama, dan kebetulan juga sebelum terjun full ke dunia bisnis, kami juga ada ikatan kerjasama karena kami sama2 berada dibawah perusahaan Jepang. Beliau ada PT yang menjadi supplier utama perusahaan kami untuk berbagai macam produk V-Belt..itu loh macam tali kipas, tali pengerak kompressor AC mobil dll.

"Uang berserakan dimana-mana, waktu 24 jam terus-menerus dengan 10 tangan saja kita tidak akan sanggup memunguti semuanya..asal kita tahu caranya.."

Kata2 dari Pak Haji Alay ini barangkali sangat menginspirasi beliau sehingga di program TDA Apprentice ini beliau sangat berharap banyak, dan metode yang di pilih adalah 'Metode Bakar Kapal'

Hari pertama acara TDA Apprentice adalah hari2 pertama beliau resign dari tempat kerjanya. Oya, Apprentice itu kira-kira artinya adalah Magang. Magang-nya ya magang kerja menjaga toko2 Pak Haji Alay di Tanaha Abang.

Program TDA Apprentice yang pertama ini adalah pilot project yang terasa "Sangat Tidak Menyenangkan" kerena 20 orang member terjun hanya disuruh menjaga toko dan terlihat di lepas begitu saja tanpa pendampingan layaknya magang di perusahaan, dari pagi sampai sore tanpa dibayar, alias gratis bahkan sampai uang makan juga tidak ada..!

Aduh...berat sekali ya jalan menuju entrepreneur...bagi yang biasa gajian, belajar menjadi pebisnis kok harus melewati jalan seperti ini tentu saja berat sekali..dan saya sangat-sangat maklum kalau ada member TDA Apprentice ini karena satu dan lain alasan akhirnya "Mrotoli" alias gugur satu persatu bahkan mulai minggu-minggu pertama.

Dan di beberapa forum perbincangan acara TDA Apprentice ini menjadi diskusi yang penuh keprihatinan, bahkan sang Jenderal TDA sendiri dengan tegas menyatakan bahwa tidakakan membuat kelas TDA Apprentice lagi hingga ada kurikulum yang jelas..maklum lah karena beliau secara tidak langsung dipandang sebagai salah satu pihak yang andil karena acara ini membawa bendera TDA.

Kalau sebagian peserta dengan gampang Mundur sebagai peserta Apprentice, tidaklah demikian dengan Pak Edi. Lha mau mundur gimana lha wong kapal sudah dibakar...pintu kantor sudah tertutup baginya, yang sudah jelas-jelas menyatakan mundur dari perusahaannya.

Hari berganti hari...ketika acara Apprentice ini ditutup yang"Lulus" hanya sebagian kecil saja Yang di maksud Lulus disini bukan berarti langusng bisa bisnis, jalan kenceng dan jadi kaya raya, tapi sekedar hanya bertahan sampai hari terakhir...termasuk salah satu diantaranya Pak Edi yang kebingungan terus mau ngapain...

Beruntunglah ada tawaran Pak Haji kepada Pak Edi untuk tetap di Tanah Abang (TA) dan mengisi Ruko di blok F3 yang baru dibangun di TA. Tempat itu awalnya adalah sederatan bangunan kosong di sekitarnya, dan dengan semangat membara karena merasa tidak ada pilihan lain bagi Panglima yang telah membakar kapalnya sendiri ini...

Kalau ditempat lain ada istilah "Pejah Gesang Nderek Gusdur" (Hidup Mati ikutGusdur) maka Pak Edi ini mencoba istilah baru "Pejah Gesang Nderek Pak Kaji" dalam hati beliau akan tetap bertahan disini meski hanya jadi penjaga toko...Pak Haji adalah Guru Besarnya, dan kalau ada hal2 yang tidak masuk akal selama perjalanannya di pasar, itu bukan karena Pak Haji yang tidak profesional melainkan karena dirinyalah yang masih ijo dan tidak mengerti apa-apa ...baegitulah pikirnya.....

Pilihan pertama yang dipilih Pak Haji sebegai komoditi adalah baju anak2 kaos yang murah-murah..dengan menggandeng pemasok dari daerah tangerang, dan modal awal bagi pak Edi tidak tanggung-tanggung yakni 200 juta..! Anda bisa bayangkan, komoditinya adalah kaos2 balita yang harga jualnya Pak Edi ada yang 14ribu/lusin, lha kok di kasih modal dagangan 200 juta..?
"Berapa lama bisa menghabiskan nih..? lha wong survei pasar saja enggak...bener2 nekad dan tanpa pikir panjang Pak Haji ini..."pikirnya..

Saya sendiri malah berpikir "Awal berdagang langsung diberikan dagangan sebesar 200juta, pasti dengan mudah Pak Edi akan cepat melesat" Pikir saya...
Ternya dugaan saya meleset jauh...!
Alih-alih dirubung pedagang grosir, yang datang ternyata pembeli2 eceran itupun para wiraniaga yang pada pulang sore hari dan butuh baju2 dan celana2 dalam buat anak2nya dirumah...

Pembaca, anda bisa membayangkan dia Ruko yang diempatinya ada 4 lantai, dan tentu saja ada itung2an sewanya....lantai satu dan 2 penuh dagangan...dan kalau ternyata yang laku hanya selusin..setengah lusin...kayak apa rasanya..?

Kesedihan dan keprihatinan tergambar sangat jelas di wajah Pak Edi, dan ini sering menjadi perbincangan saya dan team yang berbelanja ke TA dan mampir ketempatnya.

"Pak Edi cara penggajian buat Pak Edi bagaimana caranya..?"
"Kita model bagi hasil, setiap hari dari saya setor berapapun pendapatan kita, dan nanti akhir tahun ada itung2an, dari hasil bersih yang didapat saya mendapatkan sekian persen" Kata Pak Edi.
"Omset sekarang berapa Pak"
"Hehe...belum apa2 pak..saya malu mengatakannya..."
"Terus untuk kebutuhan sehari-hari Pak Edi bagaimana..?"
"Saya ambil untuk kebutuhan sehari-hari dari hasil bon dengan pak Haji, saya usahakan ambil seminimal mungkin dan saya memotong anggaran sana-sini, termasuk untuk menghemat transport saya meninggalkan rumah saya dan pilih ngontrak di tempat yang deket agar lebih hemat, dan hasil bon-bon saya nanti akan diperhitungkan meotong bagi hasil saya. Tapi sampai saat ini saya ambilpun sebenernya minus...dan saya sendiri sampai enggak enak sama Pak Haji, dan menurut saya Pak Haji ini terlalu berani spekulasi...langsung ambil barang sebanyak ini..."katanya...
"Lha pak Edi apa enggak pernah ngobroldan cerita ini kepada Pak Haji..?"
"Beberapa kali saya pernah curhat ke Pak Haji, dan jawabannya, kamu harus bersabar...pak haji 18 tahun yang lalu juga begitu..dan kamu sekarang bisa lihat sendiri kan...?"kataya Pak Edi..
"Hehehe...18 Tahun Pak Edi..mana tahan?"
"Iya, Pak Haji ngomong begitu....saya sih tertawa saja....." Kata pak Edi.


[Gambar.Pak Edi, Pak Enon (Partner Pak Edi) dan saya paling kanan,gambar ini diambil ketika pak Edi masih berjuang dengan dagangan 200juta...terlihat Pak Edi masih terlihat sayu]

Bersyukur...ilmu2 kurikulum di TDA tentang RDSAP begitu kuat melekat di pegang Pak Edi, sehingga dia memilih untuk tidak menyerah dan menjadi TDB lagi dan Ruko Blok F3 yang senyap, banyak debu,panas, tidak ada listrik, tidak ada toilet, apalagi telepon itu tidak menjadikannya sebagai alasan untu menyerah...saya sendiri yang melihat kadang was-was...sampai kapan dia akan bertahan..dan sampai kapan ini akan berubah..? pikir saya...

Sedikit titik terang mulai muncul, ketika pada suatu hari datang seseorang yang menawarkan produk yang menawarkan baju2 balita yang cukup eksklusif...awalnya Pak Edi pesimis...baju2 balita yang murah saja disinis susah menjualnya apalagi yang mahal spt ini ya...tapi karena Pak Haji sudah memintanya untuk memajang sebagaian2 produk sample, Pak Edi Oke2 saja...

Ternyata dugaan Pak Edi meleset...ternyata baju2 bayi yang bagus itu malah cukup ramai pembeli..meski belum dkatakan bagus pendapatannya..tapi jauh lebih lumayan daripada sebelumnya...pembeli2pun mulai berdatangan meski mereka masih level pengecer2...

Hingga pada suatu hari Pak Edi telpon saya "Pak Hadi, saya ingin ikut menjual selimut2 bayi untuk melengkapi jualan saya bisa kan..? Syukur2 nanti malah sekalian sama selimutyanggede2 kalau diijinkan pak Haji, saya sudah ngobrol2 dengan beliau dan nampaknya Pak Haji oke, dan Pak Haji meminta saya agar menghubungi Pak Hadi, kapan bisa datang ke Pak Haji..?" Kata pak Edi di Telepon.

Semenjak ada telepon dari Pak Edi itu babak baru bisnis selimut saya mulai melebar lagi sayapnya...dan setelah melalui serangkaian pembicaraan akhirnya saya putuskan di TA akan ada satu ditributor yang saya pilih..dan distributor di TA itu namanya toko ALIFIA..tokonya pak Edi yang merupakan proyek kerjasama dengan Pak Haji.

Semenjak ada saya kerjasama dengan Pak Edi itulah terjadi semacam simbiosis mutualisme...perputaran bisnis selimut saya terus naik dan pendapatan Pak Edi naik juga...bahkan seringkali 80-90 persen pendapatan Pak Edi adalah dari selimut Jepang.. keramaian2 yang terjadi toko Alifia ini makin membuat minat para pemasok yang pakaian bayi bahkan belakangann diikuti peralatan2 bayi juga untuk ikut bekerjasama dengan Pak Edi dan mengisi toko2nya...

Dan akhirnya ketemulah komoditi yang cocok denga Pak Edi, ternyata beliau cocok jualan di baju2, peralatan2 bayi yang high class dan termasuk selimut2 juga yang high class yakni selimut Jepang dari saya...dan ini makin kuat menandai bahwa pasar TA sekarang bukan spt yang dulu lagi, yakni hanya terkenal dengan barang2 yang murah dan murahan...sekarang tempat ini menjadi tempat belanja dari yang murah sampai eksklusif....terbukti dengan kencengnya omset Pak Edi saat ini...

Rasanya singkat sekali...baru 2 tahun berjalan, saat ini Pak Edi sudah mengalami perubahan drastis..Ruko Blok F3 yang semula sunyi senyap sekarang ramai..dan hampir terisi semua..dan saya menyaksikan sendiri dari sederetan toko2 itu pak Edi selalu yang paling belakangan tutup...karena sampai jam 5 sore pun pembeli masih berdatangan...

"Pak Haji ada rencana membuka toko2 disini sampai jam 9 malam..!" Katanya sumringah...

Saat ini tercatat sudah beberapa pemain perlengkapan bayi yang besar macam Pigeon, Camera, Nishikawa dll...bergabung dengan Pak Edi..bahkan karena omsetnya bagus, dari masing2 pemasok ini menempatakn SPG nya untuk membantu ditempat Pak Edi ini...hebat kan..?

"Saya bisa menjual produk2 eksklusif itu dengan harga yang lebih rendah dari harga Sales..!" Kata Pak Edi...

Hebat kan..? Apakah anda tidak tertarik untuk melihat kesana..?

Dan bagi saya Pak Edi dengan toko Alifia-nya ini juga merupakan leverage..semakin rame toko Pak Edi semakin ramai pula selimut2 saya, bahkan untuk suatu produk selimut bayi yang eksklusif milik saya selalau diborong Pak Edi. Namanya Selimut Bayi Okinawa.

"Pak Hadi ada stok berapapun saya akan ambil...sebulan berapa ribu hayo aja, karena saya sudah ada jalur ngebuangnya..begitu barang datang, saya sms langsung barang Pak Hadi Habis..." Katanya...dan saya sudah membuktikannya sendiri...dan asal tahu saja, pak Edi ini untuk barang yang dimonopoli ini mengambil marginnya gede loh..maklum namanya saja monopoli...(jadi mohon maaf kepada temen2..untuk produk yang satu ini anda hanya bisa mendapatkannya dari Beliau..karena stok saya selalu dilempar kesana..)

"Pak Edi, kira2 saat ini gajian di Perusahaan lama sudah lewat belum..?" Tanya saya iseng2..
"Sudah dari 4 bulan yang lalu lewat pak...sekarang malah sudah beberapa kali lipat..!" Jawab nya dengan ceria...cuman sayang Pak Edi ini enggak pernah sharing big winning-nya ini....dan ketika saya ngomong aka saya ceritakan di blog saya, beliau seneng sekali...

Dan kalau anda ingin kenal dekat dengan beliau, barangkali mau berbisnis perlengkapan bayi, pakaian2 bayi dan Selimut2 Jepang yang eksklusif silahkan datang ke Ruko Blok F3 Nomor 18 Pasar Tanah Abang, dan carilah toko Alifia...

Bagi anda para pembaca blog ini kalau berbelanja selimut katakan saja bahwa anda mendapat info dari blog saya ini, agar anda mendapatkan harga spesial, yakni "Harga TDA" dan tentu saja berbeda dengan harga yang non TDA..? Buktikan saja...

[Gambar.Sekarang Pak Enon terlihat cerah ceria diantara dagangan2nya]
[Gambar. Toko Alifia-nya paling ramai di deretan Ruko Blok F3 nomor 18 Pasar Tanah Abang]
[Gambar.Sampai jam 5 sore tokonya masih tetap buka, sedangkan toko2 yang lain jam 4 sudah tutup, bahkan ada rencana buka sampai jam 9 malam]

[Gambar. Pak Edi yang sekarang sudah menjadi gajah kecil di Tanah Abang]

Selamat Pak Edi...saya senang sekali..ternyata anda sukses lebih cepat daripada yang saya perkirakan....Selamat..anda sekarang mendapat julukan Juragan Selimut Jepang Dari Tanah Abang..!

Oya, kemana dagangan yang 200juta itu..? Akhirnya di lelang, Jual Rugi..tapi tidak apa2 kata Pak Edi, karena kerugian itu dalam hitungan bulan juga akan tertutup kalau omset seperti sekarang...

Hebat ya...

Semoga kisah ini menjadi Inspirasi yang bagus buat anda para pembaca...
Salam FUNtastic..!!

Hadikuntoro
http://hadikuntoro.com/
http://rajaselimut.com/
http://mysajadah.com/

9 komentar:

Dyah mengatakan...

Wah Pak saya terharu sekali dg perjuangan Pak Edi, alhamdulillah sekarang sudah kelihatan hasil jerih payahnya. Patut ditiru kegigihan Pak Edi.

Family Collection mengatakan...

Alhamdulillah...senang sekali mendengar kabar ini. Terimakasih sharingnya...
Saya juga kenal dengan pak Edy ini....senang melihat senyum cerianya yang dulu belum ada, bersyukur sekarang sudah sukses...:) Kalau bertemu lagi, mohon sampaikan salam saya ya pak....jazakillah.

wassalam
fauziah yusmal
http://izhayusmal.wordpress.com

M. Fazid mengatakan...

Alhamdulillah, satu lagi big winning anggota TDA. Melihat perjuangan awalnya sangat berani, dengan mambakar kapal sendiri, tapi dengan melakukan itu, jadi lebih serius dalam menjalani nya.

ceritanya sangat inspiratif.

Purwadi mengatakan...

Alhamdulillah Luarr Biasaa....
Selamat buat Pak Edi !
Kebetulan sekali saya sering berinteraksi sama Pak Edi baik order pakaian anak2 maupun tanya2 produk lain & harga pasaran di TA. Semoga tambah sukses & Berkibar.

Wassalam,
Purwadi
http://sidoel.wordpress.com

Mas Hadi mengatakan...

Pak Hadi, makasih buat artikelnya yang inspiring. Boleh saya muat di buletin wirausaha saya yaa... :-)

Salam kenal dari hadi juga
wassalaamu'alaikum & Funtastic

hadi bandung

Butik Murah mengatakan...

Alhamdulillah,
sabar dan keuletan memang berbuah maniis sekali...
Kalau gitu nanti saya magangnya ke Alifian saja, boleh gak (tiap sabtu dan minggu) ^^

Semangat Teruuuss....!!!

Wardhana
http://butikmurah.wordpress.com

Fauzie Abdullah mengatakan...

Terima kasih Pak Hadi,
Sudah menceritakan kisah Pak Edy ini..
Sangat menggugah, bikin tambah semangat.

Dalam beberapa acara TDA, saya juga sempat ketemu dan ngobrol dengan Pak Edy, Alhamdulillah kalau saat ini beliau sudah lebih baik kondisinya..

Wassalam
Fauzie Abdullah
http://www.habbats.com
http://www.banguji.net

Ita mengatakan...

Subhannallah .. saya salut dengan ketabahan dan kegigihan pak Edy, semoga bisa menular ke diri saya.. buat pak Hadi, thanks for sharing such inspired story.

Yuli Ananto Bhakti mengatakan...

walah pak hadi ternyata ada hubungan ma pak edi to..dunia sempit..salam buat pak edi ya..saya juga kulakan ma pak edi lho..:)
nb: pak,nitip pesen buat pak edi bisa?pricelist jgn kelupaan:)