HIKMAH DIBALIK KEJADIAN

Apakah anda saat ini sedang mengalami suatu kejadian yang menurut anda sangat berat..? Usaha nggak jalan, berita PHK,mutasi/rotasi ketempat tidak menyenangkan,lemburan berkurang?, mulai usaha kok nggak gampang.?, maunya bisnis ujung2nya malah trauma karena anda merasa seakan2 tersesat di tempat gelap yang sama sekali nggak pernah terpikir sebelumnya..? Bisnis terlanjur jalan,modal terlanjur keluar,badan terlanjur capek,pikiran terlanjur ruwet..bahkan ada bisikan2 halus yang menginginkan balik ke zona aman lagi..? yang cukup nunggu2 bel sebagai tanda bahwa kita sudah dapat overtime 1jam, 2 jam dst…
Mungkin ada, bahkan banyak Cuma malu2 saja ngomong di forum…ya nggak..?
Jangan malu,ragu or takut2..karena di ajang/forum inilah kita bisa curhat…dan kadang dengan mengeluarkan uneg2 thok kita sudah merasa plong….
TDAers tercinta..ada 1 babak cerita dalam perjalanan hidup saya yang cukup menarik yang akan saya sharing…
Dimulai ketika ada kabar dari istri saya bahwa Adik saya yang laki2, namanya Hadi Sancoyo (yoyok) terlihat naksir dan mencintai adik ipar saya...Obi
Memang kedua2nya pernah tinggal dirumah saya, Obi sekolah mode di Taman modern sedangkan Yoyok bekerja di salah satu perusahaan di Cikarang. Kejadian ini sekitar tahun 2002-2003.
Mendengar berita itu saya sangat benci..risih..malu..dsb..
Kenapa..?
Sejarahnya cukup panjang...
Kami sebenernya dari keluarga yang cukup mapan terutama ketika saya lahir sampai sekolah TK, namun kemapanan itu sirna sama sekali ketika ada badai hebat sejak saya kelas 1 SD tahun 1978 sampai hari H saya mendapat gaji pertama di tempat saya bekerja akhir 1995. Sehebat apakah..? mungkin sebenernya tidak terlalu parah hanya kita pernah ngalamin makan beras saja susah dan untuk makan hanya mampu dengan nasi jagung sampai beberapa tahun, dan sampai kelas 4 sd tidak tidak pernah tidur diatas kasur..dan untuk makan lauk tempe atau ikan asin saja harus dibakar karena kami tidak memiliki minyak goreng...dan sampai kuliah bekal uang saku saya hanya cukup untuk makan pake tempe sehari 2x dan itupun tidak sampai 1 bulan hingga saya ”terpaksa” harus sering puasa senin kamis....(Jadi jujur saja...pas kuliah saya sering puasa sunat karena terpaksa bukan karena saya orang yang rajin puasa...)
Sedangkan Istri saya terlahir dari keluarga yang cukup mapan, terutama kakak2nya hingga saat ini.
Dan itu pulalah yang membuat saya dulu sering merasa minder di tengah keluarga mertua saya...gaji2 saya dari awal sampai kira2 3 tahun bekerja digunakan untuk menutup hutang2 keluarga saya termasuk menyekolahkan adik sehingga praktis sampai 2tahun perkawinan keuangan kami cukup minim...namun Alhamdulillah istri saya juga nggak pernah protes hidup paspasan dan setiap dapat uang dikirim ke mertuanya..dia sendiri di nomor duakan...
Temen2 yang seangkatan saya hampir semua sudah punya mobil, bahkan anak2 buah saya mobilnya bagus2 sedangkan bapak buahnya (saya) hanya punya motor lawas astrea keluaran 1997 yang saya pakai sampai tahun 2003, rumah ngontrak cari yang murah di bekasi.
Itulah yang membuat saya menghalang-halangi hubungan serius mereka dan pokoknya tidak boleh kalau masih ingin saya anggap sebagai adik. Titik!
Saya merasa malu..apa kata orang nanti...
Saya saja yang waktu itu sudah 5 tahunan menjadi bagian dari keluarganya merasa minder, merasa menjadi menantu yang paling under dog dan kadang saya merasa menjadi figur yang mengurangi pamor keluarganya karena ketidakmampuan finansial saya...lha ini kok malah mau nambah satu lagi....apa kata orang nanti..?
Ibuku-pun merasa malu dan menjadi aktor yang posisinya serba sulit..
Dari keluarg mertuaku tentu saja tidak ada yang setuju..dan itu menambah powerku untuk menolak keras hubungan asmara mereka.
Namun keinginan mereka keukeuh dan hubungan mereka tidak bisa dipisahkan...mertuaku akhirnya pasrah demikian juga kakak2 iparku, akhirnya hal yang sangat saya khawatirkan terjadi, salah satu kakak ipar saya menyerah, daripada ntar malah ada kejadian yang aneh2 akhirnya dengan terpaksa ..BOLEH.....
Mereka menikah..dan ibuku dengan perasaan campur aduk menyetujui dan dengan muka tebal mendampingi acara pernikahannya..ini saya ketahui karena beliau banyak curhat kepada saya...
Sedangkan saya sendiri..? tetap mbalelo...ibuku memaklumi alasanku..
Kita memang pernah mengalami hidup yang sangat susah..tapi saya tidak ingin nanti orang2 men-cap kami sebagai orang yang memanfaatkan posisi agar dapat ”short cut” hidup enak yang cepet tanpa usaha...
Saya tetep tidak setuju dan memutuskan tidak datang di acara pernikahan adik kandungku!
Rasanya gelap karena merasa dunia ikut menertawakan..mengejek kami...
Hingga akhirnya sedikit demi sedikit kami luluh..karena mereka terlihat berusaha menampilkan sosok adik yang baik..meski aku dan istri jarang menyapa tapi mereka mendekati anak2 saya dan terlihat sangat akrab bahkan kalo pulang kampung anak2 saya maunya tidur dengan mereka..nah lo...akhirnya kami pun akur lagi setelah saya menyadari bahwa inilah takdir Allah...dan saya yakin ada hikmah dibalik kejadian ini....

Ternyata benar...hubungan kami ternyata makin lama makin tambah baik dari sebelumnya, apalagi setelah kami saling bertukar pikiran dan semua merasa klop dan kami berempat sama2 memiliki dream bersama untuk membangun kerajaan bisnis yang fundamentalnya adalah bisnis yang islami, dan untuk membangun ekonomi umat di sekeliling tempat kami.
Kami sering diskusi..tukar menukar ilmu..saling memotivasi dan akhirnya malah cocok menjadi 1 team, dan berjalannya mulusnya usaha kami yang baru seumur jagung itu salah satunya adalah karena kerja keras kedua adik saya itu...
Jadi saat ini malahan kami bangga dengan kondisi kami dan kalo sedang pulang kampung kemana-mana kami jalan bareng2 dan semua pake kaos TDA, dan tidak sungkan2 kalo bertemu dengan kawan atau kenalan baru, saya yang dengan senang hati memperkenalkan bahwa kami cukup unik karena kakak dapat kakak adik dapat adik...
Saya kadang masih menyesal kenapa dulu menjadi penghambat mereka, dan pada acara perkawinan mereka kenapa saya nggak datang...rasanya ingin agar sekuel kejadian itu di putar ulang dengan posisi saya menjadi kakak yang baik....
Saat ini saya merasa bahwa perkawinan unik mereka itu justru menjadi berkah bagi kami..
Oya..sering ada kejadian yang lucu2, misalnya kalo ibu saya sedang galak maka istri saya dan adiknya bisik2 tuh mertua kamu galak...sambil senyum2..
Demikian pula sebaliknya kalo ibu mertua kami sedang marah2 gantian saya dan adik saya yang berpandang-pandangan..tuh mertuamu...(hehehe.)
Itulah sekelumit cerita seputar kami, dan mudah2an ini menjawab banyak pertanyaan ke email saya yang menanyakan ”Pak, anda kan masih kerja, usaha baru 4 bulan, kok beritanya heboh banget, bagaimana mengurus usahanya di daerah..?”
Jawabannya adalah karena usaha yang di daerah full di handle oleh sepasang adik2 kami...
Tapi yang full sebenrnya yang perempuan, karena Yoyok kerja utamanya di bank Danamon cabang Banjarnegara dan Wonosobo.
Musibah,penderitaan,kesedihan yang kita alami saat ini tiada lain adalah berkah bagi kita di saat berikutnya...hanya kita tidak menyadari karena keterbatasan kita
Saya ingat ada kisah Rasulullah yang menggambarkan bahwa apabila datang kesulitan kedalam batu ini (sambil menunjuk ke sebuah batu), maka pada saat yang sama kemudahanpun akan Allah datangkan dan masuk kedalam batu itu dan membawa kesulitan itu pergi...
Segala kejadian yang kita percayai merupakan penderitaan yang tidak pernah akan berakhir, sesungguhnya itu pasti akan berakhir...Wallahu A’lam.
Semoga bermanfaat....

See You on The Top
Hadi Kuntoro
www.hadikuntoro.blogspot.com

2 komentar:

ahmad rojiki mengatakan...

alhamdulillah bagus juga blog ini,ternyata di 'kampung' juga ada TDAers yang sukses.saya dari tegal sangat kagum dengan kiprah bisnis bapak juga kehidupan cinta bapak bersama adik,unik.kakak dapat kakak adik dapat adik,cantik lagi sungguh beruntung bapak dan adik bapak.semoga bisnis bapak tambah sukses.

erwin mengatakan...

Terharu aku...
Semoga menjadi keluarga yang syakinah.