Kampus Selimut Masuk Acara TV

"Mas siap-siap ya nanti akan ada orang datang kerumah, katanya sih mau wawancara, tapi kok nanya-nanya listriknya berapa ribu segala, buat foto katanya. Jangan2 mau nyoting rumah kita.." Istri saya ngomong dari kampung ngomong setengah teriak...semangat banget..

"Iya, entar aku tawarin selimut ke dia..."Jawabku males-malesan....mana mungkin ada pedagang selimut masuk TV, kalau ada juga pasti yang sudah milyar-milyaran...pikirku..

"Lho..kok jawabnya gitu...Bapak siap-siap, beli baju baru kek...dirumah ada baju yang bersih enggak, jangan pake kaos yang itu melulu, entar malu masak setiap orang yang melihat fotomu bajunya itu-itu saja, kalau enggak kaos yang hitam pasti yang merah itu, beli hem kek..."

"Lho-lho..kok larinya ke baju..?" kataku dalam hati

Hehe..aku memang orang yang termasuk cuek atau malah keterlaluan untuk urusan mematut-matutkan diri, bukan hanya istriku, Ibu di kampung meski terkenal sebagai orang nan sederhana juga beberapa kali ngomong begitu "Kamu kan gajinya banyak, beli kek baju-baju yang bagus.."

"Entar aja..emang kenapa sih...ini juga masih bagus.."

Untuk urusan baju memang istri sering sewot, dan ini diawali dengan kisah sebulan setelah pernikahan kami.
"Mas jas yang dulu dipakai buat akad nikah mana, aku mau simpen bersama baju kebayaku.."
"Heh..sorry, aku sudah kembalikan ke yang punya..." kataku..
"Loh emang buat pernikahan kita jas-nya dulu pinjeman..?" katanya dengann mimik lucu..
"Iya, lha wong tadinya saya beli jas di Pasar Ular, menurut saya bagus, tapi ternyata sampai rumah dilihat-lihat celananya enggak matching...berhubung waktu udah mepet daripada malu saya minjem punya temen" hehe..geli deh..dia sewot banget..
Oya, kalau ke Mall sengaja beli baju pasti sering ribut, istri maunya membelikan saya baju ini itu, tapi saya tidak mau karena harganya mahal, dan ujung2nya biasanya cuma ribut nggak jadi beli, nanti istri-lah yang diem2 beli dan tahu-tahu sudah di lemari...
"Kok ada baju baru..?" Kataku..
"Iya, bagus kan..? Itu nggak mahal kok..." kata istriku, kalau sudah gini mau mahal mau murah saya diem saja..lha wong sudah beli...

Tapi itupun belum tentu saya suka pakai, karena saya punya kebiasaan kalau buka lemari biasanya baju tumpukan yang paling atas yang saya ambil...aku gak peduli apa ini kemarin baru aku pakai apa enggak...ntar istri ribut lagi, kok yang dibeliin enggak dipakai..?

"Ya taruh palingdiatas saja..entar aku juga pakai.." ..akhirnya istriku rajin membolak-balikkan tumpukan baju..agar aku sering berganti-ganti baju..

"Pokoknya kalau mau beliin baju, beli saja enggak usah ngomong-ngomong, karena kalau ngomong duluan pasti enggak jadi dan ribut.." hehe..sejak saat itu istri baru lapor beli baju kalau sudah dibeli...
Nha karena istriku di kampung, maka yang rajin2 membalik-balik baju sekarang pembantu saya, atas perintah komandannya dikampung tentu saja...

Dan telponnya siang ini adalah kekhawatiran istri kalau bener2 orang yang mau datang itu orang yang mau shooting tempat kami...

Saya tidak merespon kehebohan tentang baju itu, hingga tahu-tahu ada telpon masuk dan terdengar suara wanita di seberang disana,

"Pak Hadi, posisi saya saat ini di lubang buaya, mau ketempat bapak arahnya kemana ya, kami mau mengadakan wawancara sekaligus sedikit mengambil gambar untuk sebuah liputan di acara televisi..."
Wah bener-bener, kirain joke atau bohong-bohongan..aduh gimana ya..

Akhirnya aku kelimpungan sendiri...mau pake baju mana nih..punyaku yang cuma kaos-kaos yang biasa aku pake saja...pake ini, sudah biasa, pake itu udah keseringan...udah deh..kenapa pusing-pusing sih...dan lagi-lagi aku pakai baju keos yang kalo temen-temen sering lihat berbagai pose ku berfoto ya itu-itu saja..hehe...

Dan bener, sore kemarin kamis 27 Maret jam 2 sore datag mobil dengan empat orang yang menjinjing alat shooting, lampu-lampu dsb..wah bener-bener mau di shooting nih...aku gimana entar ya...? Udahlah ngikut saja...

Akhirnya rumahku yang kecil dan sempit karena dimana-mana mana menjadi gudang selimut , sore itu menjadi ajang pengambilan gambar. Dan belakangan baru tahu bahwa acara shooting itu untuk suatu acara bisnis yang sifatnya komunitas, dan mereka memilih saya atas rekomendasi dari sang jenderal TDA, Pak Roni Yuzirman (http://www.roniyurman.com)

Whua..heboh deh..bolak-balik ada kesalahan, baik kesalahan taknis dari saya yang enggak persiapan sehingga mesti bolak-blik mesti di lap keringetnya, salah teknis dari kameramennya dan udah capek2 diambil gambarnya ternyata ada salah setting sehingga mesti diulang..hehe..heboh deh...dan fuih..akhirnya jam 5.30 sore acara heboh itu selesai.

Ternyata urusan shooting2 gini capek ya, gimana kalau jadi artis sinetron yang sebulan ada puluhan episode ya...
Dan yang lucu adalah, ketika mereka hendak berpamitan saya baru ingat bahwa saya belum nanya mereka dari televisi mana..? Jangan2 televisi yang baru buka tahun depan...

"Kami dari Astro TV pak, dan saat ini sedang mempersiapkan tayangan khusus mengenai bisnis di komunitas tangan diatas.." Kata Mbak Lanny, salah satu crew mereka..

"Oo..." karena acaranya dari Astro TV saya jadi enggak kepengin tanya-tanya kapan acaranya disiarin..lha wong saya enggak punya TV Kabel, dan saya juga termasuk orang yang sangat jarang nonton TV...

Yang paling membuat aku semangat bukan tampil di TV-nya tapi karena Mbak Lanny, sepertinya seneng sekali dengan produk-produk Selimut Jepang saya dan dia semangat sekali untuk ikutan memasarkannya...hehe..dasar pedagang.
So kepada anda Pembaca Blog saya, kepada temen-temen TDA yang bisa nonton Astro TV, kalau suatu saat ada saya tampil di TV dan kelihatan bagus di sharing ya...tapi kalau kira-kira lucu dan menyedihkan..ssssttt..diem2 saja karena kalau istri saya tahu saya tampil awut-awutan atau pakai baju yang itu-itu saja entar dia yang malu..hehe..

Terima Kasih spesial pada Pak Roni, terima kasih sudah merekomendasikan saya, terima kasih kepada pembaca2 dan terima kasih kepada mahasiswa-mahasiwi kampus Selimut Jepang, juga spesial tenkyu kepada temen-temen team Raja Selimut, mudah-mudahan usai tayangan ini banyak bos-bos ngeliat dan akhirnya dengan mudah para mahasiswa bisa lancar mengerjakan kerja prakteknya, yakni menjadi pebisnis sungguhan...karena barang2 anda makin ramai karena cepat terkenal...

Spesial tenkyu dan mohon maaf kepadamu istri tercinta, aku baru sadar sekarang bukan karyawan lagi, yang kebanyakan waktu cukup pakai seragam sehingga tidak saya sendiri tidak pernah kepengin baju ini-itu..entar aku sering-sering pakai baju yang bagus deh...hehe..karena sekarang kan sudah jadi pengusaha...dan tahu-tahu si Astro TV ngomong2 sama TV-TV yang lain dan ikut-ikutan nyoting kan kamu di kampung sana nonton aku enggak malu..hehe..

Semoga bacaan ini bisa menjadi hiburan akhir pekan anda..

Salam FUNtastic..!

Hadi Kuntoro
http://hadikuntoro.com
http://rajaselimut.com

NB: Buat Para Mahasiswa Kampus Selimut Jepang, Selimut Sport yang sudah rit ke-2 kali datang dari pabrik udah habis lagi, dan nanti sore mau masuk rit yang ke-3...apakah anda yakin sudah menyetok ditempat anda...? Jangan takut memperbanyak stok, karena ini veri-veri fast moving...

Maaf, Urat Malu Saya Sudah Putus Tuh....

Pagi ini saya dapat email yang sudah lama saya tunggu...ada seorang Mahasiswa dari Kampus Selimut Jepang yang sharingnya sudah lama saya tunggu-tunggu, dan saya sudah seminggu memancing beliau untuk cerita tentang kisah suksesnya...dan ternyata ada saja jalannya...oleh seorang reseller beliau dapat kabar bahwa beliau saya daulat untuk sharing cerita suksesnya..dan alhamdulillah Pak Faiz yang saat ini sudah menjadi salah seorang top di perusahannya mau berbagi cerita kepada anda, pembaca blog saya dan juga Mahasiswa2 Kampus Selimut Jepang..

Pak Faiz ini adalah contoh mahasiswa di kampus kami yang kalau dalam cerita "Lomba Kodok Panjat Menara" adalah contoh kodok tuli yang menjadi pemenang. Apakah ada yang belum denger ceritanya..? singkatnya begini :

[Di negeri kodok ada lomba menaiki menara tinggi. Dari 100 kodok yang berlomba hanya 1 yang berhasil. 99 kodok hanya mampu naik beberapa tingkat saja setelah itu terjatuh. Ketika perlombaan berlangsung banyak sekali teriakan dari penonton yang mengejek, mencibir, mencela dan beberapa komentar negatif bahwa mana mungkin bisa mencapai menara yang tinggi tersebut. Tetapi ada satu kodok yang berhasil ke puncak menara, dan ketika dia ditanya kenapa bisa mencapai puncak. Sang Juara Kodok menjawab bahwa yang sangat membantu saya mencapai semua itu karena saya TULI, sehingga saya tidak mendengar suara-suara lain selain suara hati bahwa ia harus mencapai puncak itu. Suara hati itu lah yang terus memompa semangat untuk menuju puncak meraih sukses]

Banyaknya penonton yang mengejek, mencibir, mencela ini bener2 kadang membuat beberapa temen mahasiswa kampus kami yang mati suri sebelum bergerak, dan ada yang baru masuk saja sudah lemes banget....
1.Nanti kalau enggak laku gimana, uang saya mandeg...
2.Masak ditempat panas jualan selimut...
3.Saya menyerah Pak...saya sudah coba berbagai jalan dan barang anda kayaknya gak cocok untuk pasaran di Indonesia..
4.Ini beneran kan pak..nanti kalau saya transfer ternyata barang tidak dikirim gimana..?
5.Ditempat saya selimut seperti ini dijual dibawah harga beli saya ke Bapak..gimana saya bisa jual...
6.Apakah ini MLM pak..? saya sudah trauma dengan sistem penjuala seperti ini..
....dll..buanyak sekali...

Nha pak Faiz ini termasuk orang yang TUTUP TELINGA dengan semua itu...
Apa sih resikonya...? Lha wong anda nabung 1 juta saja berani dan enggak ada ilmu apa2 yang di dapatkan dari nabung sejuta, kecuali anda dapat ilmu investasi yang menghasilkan 2-3ribu sebulan...kalau diinvestasikan ke selimut maka ini akan memacu anda untuk terus bergerak kian kemari...seperti Pak Faiz ini..dan kalau selimut enggak laku balikin semua karena saya garansi 30 hari...paling2 anda akan rugi ongkos kirim, capek, malu dsb...dan itu tidak seberapa dibanding ilmu yang sudah anda dapat dari para dosen2 top di kampus kami...
Siapa Dosen2nya...? Mereka adalah para CUSTOMER ANDA...!


Kisah sukses beliau sering saya amati dari cerita2 Istri saya, yang terus memantau sharing2 Pak Faiz ini...
Setiap berjumpa dengan orang, entah itu kawan,saudara,temen sekantor, atasan, klien kenalan2 di kendaraan, kenalan sebangku di pesawat dll...dia selalu cerita mengenai SELIMUT., ternyata dengan cara yang simple seperti ini saja, untuk menangguk untung 500 ribu sampai 1 juta sehari bukanlah hal yang mustahil..!

Bahkan saya denger saking semangatnya Pak Faiz bisnis selimut, sampai2 dalam satu perjalanan ke kalimantan, karena sibuk ngurusin selimut setelah terbang di pesawat baru sadar kalau laptopnya ketinggalan..! hehehe...

So kepada temen2 yang sedang bisnis apa saja...ceritakan komoditi anda kepada siapa saja...setiap ada kesempatan ceritakan Bisnis MANET anda ke temen kenalan baru di angkot, ceritakan MAHKOTA DEWA anda, ceritakan AS400 anda, ceritakan POETY anda, KINANTI, PERMATA, BATIK ,SELIMUT JEPANG, MUG, TAS dll.....dan untuk bercerita seperti ini anda tidak ada kurang satupun kok..paling malu..tapi setelah itu sifat malu dan ragu anda ilang maka anda akan dapatkan bahwa ternyata kita seperti terlahir sebagau manusia baru yang terbebas dari malu...kalau kata pak TDW urat malunya sudah putus...!

Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada anda Pak Faiz..dan Insya Allah cerita2, strategi2 dan semangat anda ini akan membuat rekan2 TDA dan mahasiswa2 kampus selimut jepang makin semangat

Dengarkan kisah Pak Faiz ini ya... semoga anda terinspirasi dengan ceritanya..

Salam Hangat...
===========================

CERITA PAK FAIZ
Maaf, Urat Malu Saya Sudah Putus Tuh....

Hari ini (senin, 24/03/08) saya di kasih tau oleh salah seorang agen kami, bhw nama saya disebut2 di blog-nya Pak Hadi. Jadi kaget pak, karena terus-terang beberapa minggu terakhir kami tidak sempat membaca blog teman2 TDA lagi, termasuk blog Bapak (waduh, jadi malu ketahuan gak ngikutin perkembangan ....).

Paling2 tiap hari cuma cek email aja.
Tiap hari yg dipikir gimana caranya bisa jualan selimut ajaib Bapak itu, biar bisa (minimal) mempertahankan omset dan syukur2 bisa mencapai target.
Makanya begitu dengar kabar tsb, saya langsung cari artikel yg dimaksud.
Karena Bapak sudah meminta (secara tidak langsung) agar saya mau sharing pengalaman, yah ... saya mesti wajib melakukannya (meskipun apa yg saya capai masih jauuuuuh dr yg sudah dicapai rekan2 siswa bisnis Bapak yg lain).

Awalnya saya sempat ragu, apakah saya bisa melakukannya ? Karena selama ini saya tidak punya pengalaman bisnis retail, door-to-door. Istripun sempat tidak setuju. Tp dg niat belajar, saya beranikan diri memesan beberapa selimut dan sajadah, total order masih dibawah 1 juta.

Hari jumat tgl 07/02/08 pesanan datang (pas hr libur nasional), sekitar jam 10. Begitug saya buka dan ...hwaduh, selimutnya haluuus sekaleee. Jadi pede mau jualan (karena mutu memang bener2 bagus).

Jam 12 lsg saya bawa keliling ke sodara dan teman. Laku 2, tapi tidak langsung saya berikan, saya bilang nanti saya orderkan dulu, karena ini barang cuma 1 masing2 tipe, mau dipakai untuk contoh.

Besoknya saya bawa pulang ke Jember (kota asal saya), tawarin sodara juga, sekalian nawarin jadi agen/reseller. Pulang dari sana, barang habis malahan ada orderan lagi.

Week end berikutnya saya bw muter lagi ke sodara & teman2 yg lain, habis lagi. Begitu saya lakukan terus menerus. Setiap ketemu orang langsung saya tawarin produk ini. Bahkan saat saya ada keperluan ke Kalimantan, saya bawa karung isi selimut kira2 12 bh. Di pesawatpun saya tawarin orang di sebelah utk jadi agen. Alhamdulillah, pulang dari sana habis, dan ada order lagi. Alhamdulillah .......

Bulan berikutnya / Maret 2008 kami tambah semangat. Selain karena barangnya ajaib (baru di-order dan blm sampai Surabaya, kok sudah laku), istri saya sekarang ikut semangat.

Awalnya Istri saya tidak setuju, bahkan saat ikut saya nawarin produk dia cuma diam saja, cuma ngeliatin. Sekarang sudah bisa aktif ngomong. Saat ini kami sudah bagi-bagi tugas. Saya bagian cari agen, istri saya yg mengurusi stok, keuangan dan jual eceran.

Kalau pada awalnya kami melakukan re-order jika barang sudah habis (kira2 1 minggu sekali), saat ini rata-rata pengiriman sudah mencapai 3 kali seminggu. Alhamdulillah.....

Pelajaran yg saya petik dari aktifitas di "Kampus Selimut" ini adalah :'

  1. Selalu semangat/antusias. Kata orang, semangat itu menular. Saya pikir ini adalah kunci utamanya.
  2. Kuasai segala hal mengenai produk, baik itu spesifkasi/keunggulan, market, dll
  3. Santai tapi serius. Meskipun diawali dg niat coba-coba, tapi kami melakukannya dg serius. Setiap ada waktu luang kami memanfaatkannya se-produktif mungkin. Bahkan kami sampai mengubah rencana liburan panjang minggu lalu. Semula kami berencana mau liburan ke Bali, tetapi setelah "di-tantang" oleh Pak Hadi untuk segera mencapai level distributor, kami putuskan liburan cukup di Sby & sekitarnya saja, sambil memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk menambah jaringan agen. Alhamdulillah ... selama 4 hari libur, bisa mendapat keuntungan eceran sampai 1 juta dan menambah 3 agen baru lagi.
  4. Totalitas. Meskipun saat ini saya masih ber-predikat TDB, tetapi saat saya menjalankan bisnis selimut ini saya "melepaskan" segala atribut TDB. Berpikir dan bertindak sebagai seorang TDA (meskipun baru dlm taraf belajar). Ini kunci pentingnya.Tidak usah malu. Bahkan dalam suatu kesempatan, saat saya berkunjung ke rumah saudara, beliau sempat guyonan dg mengatakan "Tanah Abang....Tanah Abang" saat saya menggelar selimut2 yg saya bawa. Hwaduh....susah melukiskan perasaan saya saat itu, antara jengkel, malu, tetapi juga semakin semangat karena saya berpikir "Kalo sudah telanjur basah begini, harus bisa dapat order !". Alhamdulillah ... beliau ambil 2 selimut (osaka super 1 ply), bisa dpt untung 400-an ribu. Ada beberapa rekan yg sempat bertanya "Pak, apa gak malu jualan selimut ? ". Saya langsung jawab saja "Maaf, urat malu saya sudah putus tuh"...Hahaha....
  5. Selalu berpikir positif dan kreatif. Setiap menghadapi kendala, kami berusaha untuk selalu melihatnya dari sisi positif. Hal ini justru membuat kami melihat hal2 yg sebelumnya kendala berubah menjadi peluang. Contoh : Banyak rekan2 kami yg minta agar pembayaran selimutnya bisa dicicil/kredit. Awalnya kami melihatnya sebagai kendala. Namun kami menemukan solusi masalah ini, yaitu dengan mengajak kerjasama rekan2 lain yg punya uang utk ber-mitra sebagai "lembaga pembiayaan". Kami menyediakan barang, dan mereka yg menyediakan pembiayaan utk end-user. Sama2 untung kan.

Semoga pengalaman kami ini bisa bermanfaat bagi rekan2 siswa yg lain.
Wassalam,
Faiz

Nikmatilah perjalanan anda....

Dear Pak Hadi
Sebelumnya saya mau memperkenalkan diri pak, tapi sebenarnya kita pernah ketemu.
Saya dulu pernah bekerja juga di Perusahaan anda yang lama juga tapi sekarang saya pindah kerja di perusahaan baru, perusahaan internasional juga.

Saya baca blognya Pak Hadi, menarik sekali. Saya dengar Pak Hadi sudah Full TDA ya. Selamat ya pak. Semoga usaha bapak sukses dan penuh berkah.

Begini pak, saya ada sebuah keinginan. Keinginan yang didasari suatu kenyataan bahwa kenapa sebagian saudara-saudara kita ( termasuk saya saat ini ) tidak menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Kenapa orang-orang asing yang menjadi boss sedangkan orang pribuminya cuma jadi 'kuli'. Sedih pak kalo melihat kondisi ini. Kenapa tidak sebaliknya. Jadi satu sebuah keinginan untuk mandiri, tidak menua dengan bekerja di perusahaan. Saya ingin memiliki usaha sendiri, second carrier. Disamping itu saya juga punya alasan kenapa saya harus memiliki usaha sendiri, antara lain :

1. Tidak ada yang bisa jamin apakah 10 tahun ke depan perusahaan tempat saya bekerja akan tetap ada di negeri tercinta ini. Sudah banyak contohnya perusahaan besar di Indonesia harus game over. Kalo saya tidak punya usaha sendiri otomatis kondisi tersebut akan membuat saya sekeluarga terkejut, kaget.

2. OK umpanya saya terus bekerja sampai pensiun. Ketika memasuki masa pensiun, saya juga harus tetap memenuhi kebutuhan hidup saya. Jangan sampai bergantung pada orang lain.

3. Yang ketiga ini cukup menakutkan. Saya tidak tahu sampai kapan umur saya. Ketika tiba2 Alloh memanggil saya, otomatis yang bekerja untuk keluarga saya tidak ada. Istri saya pasti akan merasakan beban yang cukup berat untuk menghidupi anak saya.

Pak Hadi yang sekarang sudah menjalani usahanya, saya tidak ragu dengan strategi Pak Hadi. Saya minta tolong, mungkin Pak Hadi bisa memberikan tips, saran atau arahan kepada saya, apa yang harus dilakukan sebagai langkah awal untuk memiliki usaha sendiri.

Saya juga pernah usaha, yaitu bisnis buku-buku. Awalnya saya buka di rumah, tapi kemudian saya coba bawa keluar, tepatnya di dekat kampus tempat saya kuliah dulu. Memang dalam berbisnis atau berdagang itu butuh perjuangan keras ya pak. Kemudian akhirnya orang tua saya menginginkan saya untuk bekerja di perusahaan. Saya mengerti apa yang diinginkan orang tua saya, akhirnya sampai sekarang ini saya tetap bekerja.

Regards...
Mr.J

============
Jawaban Saya
============

Hallo apa kabar Mas ..

Saya seneng dan bangga mandengar anda suatu saat nanti mau mandiri...dan anda tinggal sedikit tambahin satu kata dalam perjalanan hidup anda maka segalanya menjadi begitu menyenangkan, kata itu adalah "Nikmati"

Nikmatilah perjalanan anda saat ini yang masih menjadi pekerja, karena justru disinilah anda mendapat banyak ilmu dan itu berasal dari institusi Internasional..dan gratis lagi..!
Apa-apa yang ada dihadapan anda adalah ilmu-ilmu management bisnis yang sangat menarik..!

Mengenai jaminan 10 tahu kedepan, pensiun, mati setahun atau 2 taun lagi tidak usah terlalu dipikirkan, karena porsi itu ada yang lebih cocok menghandle, yakni Allah..Sang Pencipta Anda. Dan lebih baik kita konsen apa yang harus kita lakukan hari ini..saat ini..detik ini..!

Kalau kita menjalani saat ini dengan baik, maka esok,lusa,setahun lagi atau 100 tahun lagi pun kita masih akan memetik hasilnya...

Oya, sering2lah bertanya...sebenernya apa yang paling kita inginkan dalam hidup kita...? Keluarga yang spt apa, masa depan spt apa, rumah, mobil, infaq segede apa, zakat sebesar apa,kebebasan waktu dll..silahkan anda pilih mana yang paling membuat anda feel happy..

Setelah ketemu, anda pikirkan lagi, apakah jalan yang anda tempuh saat ini bener2 akan mengantarkan anda ke arah itu enggak...dan satu lagi, apakah jalan yang anda tempuh saat ini bener menyenangkan buat anda apa tidak..?

Kalau anda berkata TIDAK..silahkan mulai berpikir untuk memilih jalan yang paling anda sukai...

Dan ingat...anda juga harus memikirkan step-stepnya..karena anda juga pasti dikelilingi oleh orang lain, anak, istri,orangtua,mertua dll....

Mulailah dari yang paling kecil : Gantilah nonton TV anda menjadi acara baca buku yang menunjang anda kearah sana, gantilah temen-temen yang membuat anda pesimis menjadi temen-temen yang membaut anda full semangat, Gantilah topik2 pambicaraan anda yang kebanyakan hanya nggosip menjadi diskusi bisnis yang menyenangkan, ubahlah meilhat pekerjaan sebagai beban menjadi KULIAH GRATIS yang paling menyenangkan dan akhirnya anda malah lebih semangat bekerja....dll..

Sambil bekerja anda bisa cari cara termudah untuk sambil mengasah kemampuan bisnis anda...anda manfaatkan 1-2 jam waktu harian anda untuk bisnis...manfatkan waktu sabtu-minggu bersama keluarga sambil berbisnis juga misalnya...

Mudah2an ini menjawab uneg2 anda, dan jangan lupa :

Nikmatilah perjalanan anda....


Selamat Berjuang & Selamat Berpetualang..!

Hadi Kuntoro
http://hadikuntoro.com/
http://rajaselimut.com/
http://mysajadah.com/

Genba-Genchi Genbutsu

Lihat-Dimana tempatnya-Masalah sebenernya apa (Jangan libatkan perasaan, emosi atau ego anda)

Anda yang pernah bergaul atau bekerja dengan orang Jepang mungkin sering mendengar hal ini.
Ini adalah Jurus Sakti 'Saudara-saudara Tua' apabila ada sesuatu masalah muncul, dan perlu penanganan segera untuk menyelesaikan permasalahan itu.


Genba-Genchi Genbutsu kalau saya mengartikan bebas adalah :
Genba = Take Action turun ke Lapangan
Genchi = Lihatlah dengan mata kepala anda sendiri dimana masalah itu muncul
Genbutsu = Melihat keadaan Aslinya atau sebenarnya seperi apa

Dari lini paling atas, sampai yang paling bawah di tempat kerja kami dulu, selalu dibiasakan untuk melihat segala permasalahan diawali dengan terjun ke sumbernya langsung, karena betapa seringnya kita mengalami atau menyadari bahwa kadang yang namanya PENGALAMAN itu seringkali amat menyesatkan.

Kita sudah yakin bahwa masalahnya pasti di SDM yang enggak beres, kita marah2 kenapa SDM spt itu diangkat sebegai karyawan misalnya, atau masalahnya pasti karena mesin, yang dulu vendornya yang menyuplai tidak beres, supplier bahan baku yang tidak disiplin, standard kerja yang salah, kerja yang nggak mengikuti standard dll....betapa sering masalah2 itu dicoba diselesaikan di meja meeting tanpa kita tahu sebenernya masalahnya apa sih..?

Lupakanlah bahwa anda seorang pakar yang sangat ahli di bidangnya. Lupakan bahwa anda sudah memiliki jam terbang puluhan ribu di bidang yang anda hadapi.
Mula-mula lihatlah apa adanya tanpa perlu anda ingat apa titel,gelar,julukan dan betapa seniornya anda...

Supaya enggak bingung saya ambil contoh :
Pada suatu hari saya mendapat laporan bahwa Selimut yang saya jual banyak ditemukan di pasar kota M, salah satu kota yang cukup besar di Jateng, dengan harga yang ternyata lebih murah, padahal kita sudah mengklaim bahwa kita adalah adalah orang yang memiliki akses langsung ke pabrik.

Sebagai seorang yang sudah sedikit tahu jalur distribusi Selimut Jepang, saya sebenernya ingin berkata :
"Wah itu tidak mungkin, pasti itu barang murah buatan Cina..."
"Paling-paling itu barang reject dari pabrik yang di kumpulkan orang2 dan dilempar ke pasar"
"Bisa jadi ada toko yang mau cuci gudang dan bangkrut kali..?"

Dan saya juga ingin sebenernya datang ke partner bisnis saya dan mengomel pasti dia menjual barang ke saya terlalu tinggi dan melempar ke orang lain lebih murah sehingga saya tidak bisa bersaing di pasar misalnya..

Tapi tiba2 saya ingat, bahwa saya adalah mantan karyawan di perusahaan Jepang, dan saya tahu bahwa salah satu jurus ampuh mereka kalau ada masalah adalah "Genba-Genchi Genbutsu", maka saya berniat untuk menyelesaikan masalah ini dengan mendatangi sumbernya langsung.

Saya mengumpulkan info-info dari berbagai sumber dimana mereka mendapati barang yang sama, dan dimana lagi kemungkinan-kemungkinanya, dan akhirnya pada suatu hari tibalah saya di kota M. Sampai di sana saya hubungi temen-temen yang sebelumnya kenal hanya lewat email dan saya jadikan beliau penunjuk jalan, dan akhirnya hampir semua tempat yang disebutkan menjual barang-barang saya saya datangi bahwa sampai di pojok-pojok pasar tradisionalpun saya samperin karena saya ingin melihat dari sumbernya langsung.

Bukan hanya itu, kota-kota yang terdekat dengan kota M itu saya singgahi juga, dan kalau ada toko-toko yang kira-kira menjual barang seperti yang saya jual saya datangi.

Dan ternyata cukup dengan 2 hari saya mengumpulkan informasi dari sumbernya langsung hampir 90% masalah yang terjadi di sana bisa saya selesaikan.

Bukan hanya itu, perjalanan saya melihat langsung ke sumber terjadinya masalah dan melihat apa yang terjadi sebenernya disana ternyata malah banyak memberikan ilmu-ilmu baru kepada saya...

Misalnya :
  1. Siapa kartel atau raja yang menguasai perdagangan selimut di kota M ini..
  2. Produk2 selimut buatan mana yang paling laku disana
  3. Bagaimana dia bermain di struktur harga ...
  4. Apa upaya/strategi yang dilakukan agar tidak ada barang sejenis dari kompetitor yang berani masuk ke wilayahnya..dll..
Bukan hanya temuan-temuan itu yang saya dapatkan, tapi saya juga mendapat bonus-bonus yang lain juga setelah saya turun ke lapangan langsung. Berbagai strategi pasar langsung terbayang, dan saya juga menemukan peluang-peluang usaha yang lain yang saya dapatkan baik selama saya berkunjung ke berbagai toko-toko dan mal-mal disana...

Temuan-temuan  saya di lapangan itu saya buatkan semacam laporan reportase, dan laporan itu saya jadikan bahan untuk lebih meyakinkan dealer-dealer dan reseller-reseller saya bahwa kendala-kendala yang mereka temui di lapangan ternyata tidak beralasan..dan lagi2 masalahnya ternyata bukan di kompetitor namun pada diri mereka sendiri..hehe..masalah klasik ya...

Dengan jalan yang sederhana ini ternyata saya lebih bisa meyakinkan mereka karena saya memiliki data cukup akurat.

Jadi misalnya ada laporan dari reseller dari kota itu yang komplain ke saya karena ada kompetitor yang menjual barang dibawah harga saya ke reseller sekarang bisa saya jawab dengan nyaman.

"Pak Hadi, di sini kok ada yang jual barang lebih murah..?" pada suatu hari ada yang tanya bertanya spt ini lagi dari kota M.

"Oke, saya tahu ada toko A,B,C,D,E...dll yang menjual barang yang sama dengan anda, toko mana yang anda maksudkan itu..?" saya akan bertanya seperti itu...

"Eh kok anda tahu...saya melihat di toko D.." kata dia..

"Oke, anda jangan takut karena di toko D itu hanya ada produk sample saja, dan itu sengaja dipasang lama disitu meski barang sudah kotor tetap di pajang, dan harga dibuat jauh lebih murah dari harga pabrik sekalipun, orang yang datang disuruh beli murah-pun tidak mau dan itu adalah strategi2 yang disengaja agar tidak ada barang spt itu masuk ke kota itu, dengan cara demikian produk dari pabrik lain bisa bermain tanpa saingan di pasar itu...kalau tidak percaya cobalah anda datang dan mintalah barang itu 1 lusin tapi minta yang bagus...pasti dia tidak bisa melayani permintaan anda" Setelah saya terangkan seperti ini reseller saya menerima karena saya bener2 sudah pernah berdiri disana, akhirnya Dealer saya itu tetap pede menjual produk kami dan berhasil...

Ternyata setelah turun ke sumbernya langsung masalah-masalah jadi sederhana.

So, kalau anda misalnya memiliki problem daripada anda; resah dan gelisah ditempat anda, atau anda memarahi bawahan anda padahal anda tidak tahu persis apa masalahnya, atau anda mencoba mencari berbagai macam solusi yang belum tentu solusi itu pas di terapkan, saya sarankan agar anda turun dulu ke lapangan dan melihat benar-benar apa yang terjadi disana...lupakan bahwa anda orang yang ahli di bidang anda karena merasa ahli atau merasa punya pengalaman, kadangkala malah menyesatkan...

Take Action lihatlah ke lapangan, dimana sebenernya maslah itu terjadi, dan lihatlah dengan mata kepala anda sendiri keadaan yang sebenarnya seperti apa sih..?

Semoga anda terinspirasi
Salam hangat

Hadi Kuntoro
http://hadikuntoro.blogspot.com/
http://rajaselimut.com/

I Feel Happy in My Own Track

Hehe...bahasa Inggris diatas maksudnya "Rasanya nikmat sekali bisa bergerak di jalan yang kita sukai" jangan diketawain kalau eggak pas ya...

Saya punya temen yang sukanya aneh-aneh...
Kalau orang2lain beli mobil biasanya akan cari mobil yang bagus2 minimal nyaman buat yang sepadan dengan kantong kita, eh temen saya ini nyeleneh...gajian2 dia, kebanyakan di salurkan ke hobinya, yakni mobil Jeep-Jeep tua. Tabungan2 dia setahun, ditambah bonus tahunan di belinya jeep-jeep tua juga...
Emang aneh-aneh saja temenku ini...
Apa sih enaknya jip tua kayak land rover misalnya. Kalau dia cerita saya hanya manggut2 saja kalau protes kasihan dia capek2 cerita dengan full energy...

"Tarikannya mantap banget, kan 2 gardan jadi narik truk mogok aja enteng" emang ap enaknya sih dua gardan...beli mobil kok standardnya bisa narik truk..hehe.

"Cing kemarin kemarin ane ikutan road race, dapet nomor satu, dapat dua juta..ayuk makan2.." dan makan2 dengan kami pada suatu sore habislah habis lebih dari setengah hadiahnya...dia tersenyum puas...meski hadiahnya pindah tangan ke perut2 kami.

"Eh, mobil gue mau dijadikan iklan rokok..nih udah ada kontraknya.." dia berteriak kegirangan pada suatu hari, emang sih kontraknya lumayan, dapet 5 jutaan sebulan, tapi karena dia ingin tampil mobilnya di tivi maksimal dia permak dulu sana-sini habisnya 7 juta.hehe...

Minggu berikutnya dia sibuk persiapan mau ada lomba road race di cibubur, dari start sampai ke kubangan lumpur yang paling sulit dia juara, tapi barangkali saking gede power dari mesinnya tahu2 ketika dia gas maksimal karena harus naik tanjakan yang curam dan licin, tahu dhuar..! mesinnya meledak hingga flywheel (komponen mesin yang gede) bisa lepas dari dudukannya....dan dia butuh waktu 2 bulan untuk memperbaikinya, karena nunggu gajian untuk bayar ongkos bengkelnya....ajaibnya dia biasa2 saja...meski kadang dengan kartu kredit harus beli onderdil yang langka segala...

Dia pernah cerita rem mobilnya blong ketika di puncak..tapi dia tetep berani turun dan pulang dengan santainya..."saya setel aja di gigi satu, dan nempel deket2 ke bus, kalau ada apa2 tinggal tempelin di bumber bus belakang kan aman...alhamdulillah sampai di rumah enggak apa2 padahal sama sekali rem enggak berfungsih loh..."
Gila kan..?

Ya...dia sangat menikmati hoby-nya...dia sangat menikmati perjalanananya...
Beberapa hari yang lalu menjelang resign, saya menyempatkan main ke kantornya di Head Office kami, di Jakarta. Saat ini Setelah hampir 2 tahun tidak ketemu, dia bercerita saat ini sudah memilki 2 bengkel spesialis yakni spesialis jeep, dan body painting...laris sekali katanya.....
Namanya mas Wijaya, kalau anda mau kontak2 karena punya hobi yang sama bisa email ke saya nanti saya perkenalkan dengannya, dan dia saat ini jadi pengurus salah satu club jip ternama di Jakarta.

Dulu ketika saya TDB saya tidak habis pikir..betapa bodohnya dia dengan hobi yang aneh2 itu...dan di dia sering menjadi olok2an saya dan temen2, kini saya baru menyadari, bahwa dia SANGAT MENIKMATI "his own track"

Dan saya membayangkan, kalau temen2 saya di kantor melihat saya beberapa hari ini mungkin ada juga yang dalam hati berbisik "Alangkah bodohnya dia.." hehe...padahal saya sangat menikmati perjalanan saya saat ini.

Dua minggu ini saya sengaja meninggalkan mobil saya di kampung,dan saya bener2 sengaja ingin menikmati proses memulai dari nol...saya mengirim barang2 ke tanah abang menyewa mobil Pick Up bak terbuka dengan selimut2 menggunung di belakang, yang di perjalanan baik polisi, DLLAJR, maupun preman kadang rajin menyetop, di sepanjang jalan dari rumah ke Tanah Abang.
Dari Tanah Abang saya naik ojek main ke ITC cempaka Mas dan mall yang lain cari-cari informasi toko selimut, kompetitor-kompetitor kita bermain produk seperti apa dan berapa harganya...udah gitu sambung menyambung naik bis dan angkot kerumah..sampai dirumah lebih malam daripada kalau saya dibanding saya kerja dulu...memang badan terasa lebih capek....tapi hati saya merasa lebih seneng...dan tidur rasanya lebih nyenyak...dan bangun lebih fresh dibanding sebelum2nya...

Aku kadang tersenyum....perjalanan saya sehari2 kalau di shooting dan di tonton oleh temen2 sekantor, mungkin banyak yang khawatir dengan apa2 yang saya lakukan...dan kekhawatiran itu mungkin sama dengan cara melihat saya terhadap temen saya dengan jip-jip tuanya itu....
Dia sangat menikmati perjalanannya, dan saya juga demikian...

Memang sih, rasa khawatir2 itu kadang masih tetep ada, tapi intensitasnya sudah jauh berkurang dibandingkan 2-3 bulan sebelum resign. Dulu mungkin ketakutannya 8 point, sekarang paling sekitar 2 point saja...

So temen2 yang someday mau full TDA, yang bentar lagi mau pensiun, atau yang sekarang malah sudah ada menari-nari di alam bebas, jangan pernah berfikir untuk menyerah...

Kita membuat keberuntungan sendiri lewat sikap kita. Kalau segalanya hanya ada di kepala, namun kita sendiri hanya diam saja dan tidak melakukan apa-apa, maka tidak ada apa-apa yang akan datang kepada kita, tapi kalau kita bergerak berusaha meraihnya di luar sana, maka keberuntungan itu akan mencari-cari berusaha menemukan anda.

YAKINLAH bahwa diri anda beruntung, meski keadaan mungkin saat ini sedikit terlihat suram, tapi percayalah segalanya akan baik-baik saja.

Selama kita terus berjuang, berusaha memerangi apapun yang muncul, dan terus mencoba mencari jalan untuk melewatinya sendiri, maka seonggok keberuntungan yang anda perlukan akan datang, dan ini akan mendorong anda melewati maslah tersebut.

Semoga anda terinspirasi..

Salam FUNtastic..!

Hadi Kuntoro
http://hadikuntoro.com/
http://rajaselimut.com/
http://mysajadah.com/

Note : Ketika saya nulis ini ada sms dari seorang manager di Surabaya, yang menjadi mahasiswa pintar di kampus selimut di Surabaya "Semua barang yang dikirim sudah habis, dan ini bener2 selimut ajaib" beliau adalah seorang manager di sebuah perusahaan kimia di surabaya, yang saya calonkan jadikan kandidat distributor selimut di surabaya...karena prestasinya cukup menggumkan, transaksi sebulan mendekati target 20juta, sehingga nanti bisa diberikan harga lebih spesial lagi, yakni harga ditributor...namanya Pak Ahmad Faiz ..ada yang kenal..? Nantikan cerita seru, sharing beliau Insya Allah saya publish...moga2 beliau mau berbagi cerita....
Hallo Pak Faiz...semoga anda membaca artikel ini...