Akhirnya Bisa Berhenti Merokok-1

Salah satu aktivitas jelek tapi tetap saya lakukan puluhan tahun adalah Merokok..!

Seingat saya, pelajaran pertama merokok adalah saat usia saya masih SD, dari kakek saya.

Waktu saya kecil yakni tahun 80an, waktu itu awal-awal baru ada listrik di Karangkobar kampung saya. TV juga masih susah dijumpai, sehingga tempat idaman untuk keluarga adalah area di depan Pawon (tungku dari tanah) yang terletak di dapur.

Duduk-duduk di depan pawon menghangatkan tubuh itu kami "Geni" (padahal "geni" arti sebenernya adalah api).

Makan singkong yang cara membakarnya di benam kedalam abu, dibawah bara dilengkapi minum teh jawa pahit (teh buatan sendiri), adalah kenikmatan tiada taranya yang hingga saat ini masih bisa saya rasakan suasananya, aromanya, kehangatannya...padahal itu sudah 30an tahun ya...? Masya Allah.....

Nha pada waktu-waktu itulah saya sering memperhatikan kakek saya sedal-sedul asyik sekali "udud" (merokok) lintingan buatan sendiri.

Rokok itu dibuat dari Kulit jagung, yang biasa disebut Klobot atau Klaras, dan tembakaunya adalah tembakau high quality (ceile) yang dibeli dari pasar...mulai dari memotong Klaras pakai kuku-kuku jari, cara mencuil dan meremas tembakau dan diletakkan di klaras, hingga cara ngelintingnya tidak lepas dari perhatian saya...dan sedal-sedulnya kakek menghisap rokok lintingan klaras itu membuat saya tertarik ingin ikut-ikutan juga.

Sering saya iseng-iseng ikutan ngelinting, awal-awalnya sering klaras-nya sobek, tapi lama-lama mahir....cuma ketika rokok saya isap, rasanya mau pingsan..kepala kleyengan...rasanya ada sesuatu yang mandeg di tenggorokan...whuek...enggak enak....

"Kamu belum saatnya pakai tembakau ini, ini tembakau mahal, mendingan kamu pakai rambut jagung kering saja" kata kakek (Hehehe...lucu ya..kakek bukannya melarang malah ngajarin, maklum kakek saya so pasti buta huruf dan sama sekali gak ngeh kalau merokok itu bahaya..hehehe...kalau sekarang bisa-bisa beliau di datangin kak Seto..hehehe..

Begitulah sejak umur 7 tahun saya sudah belajar merokok dari kakek, meski sebenernya enggak enak sama sekali tapi iseng-iseng itu mengasyikkan. Dan itu adalah pelajaran dasar saya merokok.

Merokok benerannya terjadi ketika saya kelas 2 SMP, sekitar tahun 1985, rasanya gagah sekali kalau jam istirahat bisa ketempat Bah Dahun (orang Cina) yang sudah njowo sekali dan punya toko strategis di dekat SMP kami, SMP Negeri Karangkobar. Dan berlanjut ke SMA, dan berlanjut ke kuliah, dan sampai bekerja.

Tahun 2006 berhenti merokok nyaris setahun dan itu prestasi terhebat, eh abis itu kambuh lagi tahun 2007 yakni pada saat nervous opening toko busana muslim kami yang agak gede.. hehehe...aneh ya... kok nervousnya lari ke rokok...

Setelah itu terus merokok, sampai saya resign tahun 2008 dan terjun ke dunia bisnis...

Temen-temen, anda tentu maklum kan, susah banget perjuangan saya untuk berhenti merokok, melihat kuliah merokok saya sudah dimulai dari SD...hehehe... dan inilah tantangan hebat bagi saya di Dunia Bisnis...

Apa hubungannya bisnis dengan merokok..? Hehehe....tidak ada hubungannya sih, hanya saja bisnis yang membuat saya keseringan asyik di depan komputer, ternyata dipadukan dengan merokok itu ibarat "tumbu oleh tutup" alias klop atau matching sekali..hehehe...

Sambil membalas email, sambil membuat laporan...ngudut terus....apalagi kalau didepan komputer tersaji segelas kopi...wuih...bisa 2jam setengah bungkus...yang lebih parah lagi kalau ada rekanan, kawan, customer...yang merokoknya kenceng juga dan ngajak duduk-duduk santai sambil ngobrol..wah dijamin makin kenceng tuh....

Saya tidak akan sukses mengatur bisnis sebelum saya bisa mengatur diri saya sendiri. Kebiasaan merokok itu sedikitpun tidak bermanfaat bagi saya, tapi anehnya saya selalu asyik mencari dalih atau legitimasi bahwa saya memang pantas merokok...! Awal tahun 2010 ini sering sekali muncul perang batin dalam diri saya...

Dan puncaknya adalah ketika Allah menuntun pikiran saya melayang ke kotak amal masjid dan melamun..berpikir...merenung.

Dan lamunan sepele itu ternyata sanggup menghentikan total dalam sekejap kebiasaan saya merokok..tahu-tahu kepengin berhenti, dan hingga saya menulis ini alhamdulillah tidak ada keinginan saya untuk merokok lagi...eh enggak ding..kadang masih kepengin juga tapi bisa saya tahan. Makin lama pertahanan saya makin enteng-makin enteng....

Seperti apa ceritanya tentang kotak amal masjid itu, nanti bisa dilihat di postingan berikutnya ya...

Salam Hangat
Hadi Kuntoro

http://www.hadikuntoro.com

7 komentar:

roni mengatakan...

mas hadi,
kebetulan saya perokok, rokok saya gudang garam surya, pengin banget berhenti merokok, namun sampe sekarang blm bisa, kalo suatu saat kita ketemu nanti sampeyan tak iming - imingi rokok-ku ben udud maneh yo qi qi qi...
kalo sampeyan sempat, mampir ya ke http://ronisetiyawan.wordpress.com ada tulisan khusus mengenai hadi kuntoro, semoga sampeyan gak keberatan aku ulas di blog ku
suwun
note : seneng banget sampeyan saiki mulai nulis neng blog maneh

wong solotigo sing saiki neng depok

Andrianto mengatakan...

Ass wrwb..Pa Hadi...selamat ya udah ngeblog lagi...

Pa Hadi gmana caranya ngilangin Blogspot.com menjadi .com saja

infokan ke email saya : andri_13d@yahoo.com

trims..
salam sukses

Imam Wijayanto mengatakan...

Selamat Pak Hadi karena sudah meninggalkan Tuhan 9 senti (judul puisi Taufiq Ismail).. keterikatan sama rokok memang berbahaya.

Yang saya tahu kebanyakan member TDA tidak merokok..aneh ya.. di dunia ini kebanyakan orang merokok tapi di TDA sebaliknya.

toufan tambunan mengatakan...

selamat mas hadi.. ;D

alhamdulillah sy dari belum pernah kecanduan rokok

Ihsan Prawoto mengatakan...

saya sd juga sempat rokok mas tp cuman main-main. tapi setelah g kepengen merokok hingga hari ini apalagi semenjak tahu hukum asalanya/ sebenarnya tentang rokok yaitu bukan Makruh (mendekati haram)lagi, tapi jelas-jelas HARAM.. dari banyak sisi kesehatan, syariat dan akhlak.

alhamdulillah bapak saya juga pencandu kini sudah 15 tahun tidak merokok lagi ... salam kenal

pembicara internet marketing mengatakan...

salam kenal

Agenpru Online mengatakan...

Berarti mirip dengan saya juga. Niru kakek ngelinting daun aren yang sudah dikeringkan. Tapi alhamdulillah meskipun beberapa kali nyoba gak tertarik dengan hobi ini.

AgenPru Online