PAK HADI KOK BERMAIN BISNIS KAYAK GITUAN THO..? KENAPA ENGGAK IKUT GERAKAN BELI INDONESIA PAK...?

Dari judulnya saja itu sudah seperti menyihir saya untuk konsentrasi menjawabnya....banyak pertanyaan dari sahabt-sahabat baru maupun senior, lewat medsos yang mengalir kadang bahkan saya menjawabnya beberapa bulan kemudian. Namun tidak untuk yang ini, karena judulnya saja sudah menarik hehehe.... TANYA : Dear pak Hadi, sekarang ini kan sedang digalakkan dan marak dimana-mana ada slogan kampanye #beliIndonesia. Pertanyaan saya, pak Hadi kok getol dan semangat sekali membuka Rumah-Rumah Nutrisi, Memebuka kursus Pola Makan, dan setelah masuk di dalamnya ternyata produknya sendiri adalah produk luar negeri, bukan "made in Indonesia" bahkan itu produk Amerika. Sedangkan pak Hadi sendiri kalau saya lihat ke belakang ternyata dulu adalah salah satu member Komunitas TDA (Tangan Di Atas) yang notabene sebuah komunitas yang isinya pengusaha-pengusaha yang aktif mencanangkan program #beliIndonesia. Mohon maaf saya bertanya cukup jauh agar mendapat penjelasan langsung dari sampeyan Senior Saya. JAWAB : Maturnuwun mas Bro, pertanyaannya sangat bagus karena beberapa tahun di awal usaha sebenernya pernah ada perang batin, persis seperti yang sampeyan tanyakan. dan saya bersyukur karena pertanyaan itu membuat saya menuliskan jawaban di blog ini , dan nanti bisa dibaca rekan-rekan lain yang mungkin juga penasaran seperti sampeyan, namun mau tanya enggak enak...heheh, Sebenere sejarah kami memutuskan disini ceritane puanjaaang dan menjelaskannnya bisa makan waktu lama membacanya dua hari enggak cukup hehehe...namun saya agak melompat-lompat yaaa agar lebih singkat yaa.... Tahun 2008 ketika "Bisnis Utama" kami *SELIMUT JEPANG ( Baca www.hadikuntoro.com, dan www.rajaselimut.com) runtuh, tutup dan bangkrut, kami akhirnya pulang kampung, menenangkan diri dan kami berpikir pasti di kampung ada banyak jalan usaha lain yang bisa kita lakukan, dan kami menekuni beberapa usaha dari home Industri Garmen, mencoba usaha makanan kecil sampai menjadi supplier kayu ke pabrik-pabrik di Jakarta, Not Bad laah...usaha tetep bisa berjalan bahkan sampai hari inipun yang garmen masih ada. Namun di tahun 2010 ada peristiwa menarik, saya ketemu kawan lama saya, dan seingkat cerita dari obrolan itu saya konsumsi Herbalife dan 4 bulan kemudian saya turun 27kg. Untuk diketahui saya sebelumnya memiliki problem obesitas alias kelebihan lemak dan bergelut dengan penyakit yang membuat saya harus makan bermacam-macam obat setiap hari, dan belakangan saya faham penyakit itu adalah satu resiko dari penyekit kelebihan lemak jahat. *_Di titik itu saya mulai berpikir, wah SAYA BUTUH PRODUK INI JANGKA PANJANG, sekaligus saya juga berpikir, "Jika saya butuh produk ini maka semua orang juga pasti butuh, karena pola makan yang saya anggap normal-normal saja, apa-apa yang saya anggap tidak masalah ternyata itu MASALAH BESAR, dan saya yakin masalah saya juga dialami oleh banyak orang dan makin kesini makin banyak. 10th sampai 20th lagi ini adalah PELUANG PASAR YANG BESAR...hiii... saking besarnya bahkan merinding waktu berpikir saat itu...."_* Kemudian saya melihat *apakah ada produk-produk lain "Made in Indonesia"* yang sama atau paling tidak mirip dengan itu..? Di komunitas-komunitas bisnis yang kita ikuti, ada yang berbisnis jamu, suplemen, herbal-herbali tanaman-tanaman obat...dan sayapun pernah beberapa kali merasakan produk mereka dan beberapa diantaranya bagus sekali, namun produk-produk mereka itu masih berkutat seputar Pengobatan, penyembuhan, Jamu dan Suplemen...yang tidak bisa dimakan seperti nasi setiap hari.... yaa... sedulur-sedulut kita belum ada yang menggarap sektor BISNIS NUTRISI. Di tengah-tengah mengerjakan usaha-usaha yang lain kamipun terus belajar memperdalam ilmu nutrisi dimanapun ada forum dimana kami bisa belajar, dan kamipun terus mempelajari pola-pola distribusinya. Saya memiliki Kakak seorang dosen di IPB sekaligus Team Penasehat Presiden juga untuk pangan dan energi, yang sebentar lagi menjadi Profesor (Inshaa Allah tahun 2018 ini) pun beliau awam, dan tidak bisa menunjukkan rekomendasi di pojok mana ada produksi pangan di Indonesia yang berupa *NUTRISI untuk tubuh manusia*. Walaaah...sayang banget kok belum ada yaa....lha saya lulusan Teknik Mesin mau mikirin produksi seperti itu butuh waktu puluhan tahun...sementara saya spesialisasinya ming bisa jualan saja..heheheh.... Dari situ saya makin faham, peluang ini kalau tidak digarap serius oleh orang Indonesia justru akan berbahaya... karena faktanya demand atau permintaan pasar produk yang seperti ini makin lama makin besar ...makin kesini makin besar...TIvi, koran, forum-forum...bahkan sekarang pemerintahpun getol aktif mengkampanyekan GERMAS... setelah BPJS jebol anggarannya.... kita di era ini belum bisa melawan...karena trend memang mengarah ke Bisnis Industri Wellness, dan Pasarnya sangat besar, dan Indonesia dengan 250juta penduduk dengan pemahaman pola makan yang masih minim seperti saya adalah TARGET MARKET YANG BESAR. Orang butuh ilmu edukasi pola makan, dan butuh edukasi-edukasi makanan-makanan apa yang SEHARUSNYA dimakan dan apa-apa yang sebaiknya dihindari... orang Indonesia yang seperti ini masih sangat awam. Dan dari berbagai training-training dan banyak buku-buku yang saya baca, isi dari semua produk-produk ini masuk akal dan bener-bener komplit menjawab semua pertanyaan besar saya...bahkan kumplit dari yang saya butuhkan...ilmunya teruuus berkembang...dan kami masih sangat awam. Hari demi hari saya makin yakin, ini sebuah pasar yang sangat besar DEMAND-nya BESAR bahkan ini peluang raksasa yang tidak kalah dengan bisnis minimarket-minimarket yang hingga detik ini masih terus bertumbuh menjamur.... kita sudah ditinggalkan oleh peluang itu...lewat begitu saja... jangan sampai peluang inipun melewati diri saya begitu saja.... *_Jika tidak ada orang Indonesia yang BERKOMPETEN dan memiliki ISTIKOMAH DAN KESERIUSAN YANG TINGGI di bisnis ini, maka ini berbahaya...._* Sekarang kita sudah memasuki MEA, masa perdagangan bebas, dimaana negerti tetangga kita Malaysia, Singapure, Thailand, dll dari seluruh pelosok penjuru bisa dengan mudah menjalankan bisnis di Indonesia. _Di negara lain Nutrition Club atau tempat kursus pola makan seperti ini terus menerus bertumbuh, mereka memiliki pengalaman yang lebih lama dan mereka memiliki mindset bisnis yang jauh lebih matang, sehingga hanya menunggu hitungan tahun yang singkat dengan mudah mereka bergerak ke Indonesia karena PASARNYA ADA, dan DEMAND BESAR...dan mereka akan membuka Rumah-Rumah Nutrisi mereka disini, maka habis peluangnya.... dan SELESAI. Pasar disini akan dikuasai mereka, uang-uang keuntungan, royalti, dll..dll...dan segala benefit akan mengalir lancar ke mereka dan tanpa halangan... 100% uangnya akan lari ke mereka._ Namun jika kita memiliki kompetensi maka kita bisa membendungnya, yaa...itu semua bisa dibendung jika kita bergerak dari sekarang, berlari mengejar kompetensi seperti yang mereka miliki. Jika jalur produk ini di Indonesia digarap serius oleh orang-orang Indonesia maka konsumsi-konsumsi orang Indonesia akan produk ini, keuntungannya tidak 100% mengalir keluar negeri, namun kita bisa menekan beberapa % bahkan kita bisa menahan lebih dari 50% sehingga yang mengalir keluar makin minim. Dan tidak hanya itu, jika skill kita bagus bahkan kita bisa bermain diluar kandang, kita bisa berekspansi ke negara mereka dan mengalirkan hasil keuntungan-keuntungan dari konsumsi orang luar negeri mengalir ke Indoensia, ini artinya ada devisa yang masuk. Mungkin anda masih penasaran, "Looh pabriknya di Amerika sono, tetep saja uangnya mengalir sangat besar kesana lha wong mereka produsennya...?" Jawabnya "Itu Benar dan itu memang bener-bener diluar kontrol kita saat ini, namun harus diingat yaa produk ini PASARNYA ADA. Faktanya orang-orang butuh produk seperti ini, orang-orang butuh sehat, seperti yang saya butuhkan dan kini alhamdulillah kami dapatkan, dan kedepannya siapapun yang membuat RUMAH NUTRISI atau NUTRITION CLUB apakah itu wonge dewe atau orang dari negara manapun mereka akan tetap membelinya karena untuk saat ini BELUM ADA PILIHAN produk bikinan dalam negeri yang seperti ini. Android, Smart TV, Mobil, Motor, Kulkas, Mesin Cuci, Komputer...adalah contoh-contoh barang-barang yang berubah fungsi menjadi kebutuhan primer yang kita belum bisa membuatnya...dan kita tidak bisa membendung agar orang JANGAN BELI ITU sebelum ada pilihan lain buatan sendiri yang menggantikan itu semua.... #BeliIndonesia berlaku untuk produk-produk dengan kualitas "lumayan" yang sudah di produksi di Indonesia, asal kualitaase bagus orang Indonesia itu loyal-loyal kok dengan produksine sedulure dewe #BeliMobilIndoensia itu kita ikuti jika Indonesia sudah bisa bikin mobil sendiri macam korea dan Malaysia #BeliAndriodIndoensia itu kita ikuti jika Indonesia sudah bisa bikin android dewe #BeliNutrisiIndonesia itu kita ikuti jika Indonesia sudah bisa bikin nutrisi sendiri _Jika belum...yang kita bisa upayakan adalah CEGAT & KUASAI jalur distribusinya, kita berjuang agar "Link Chain Supply" atau rantai pasokannya kita kuasai..._ Saat ini itulah jawaban saya, waktu demi waktu semua terus berubah, saya berharap akan ada produk sejenis yang kualitasnya sama, syukur-syukur lebih baik, dan di produksi konco-koncone dewe.... Maturnuwun Hadi Kuntoro Mendongeng dari kaki gunung Dieng www.hadikuntoro.com

BEDA SUDUT PANDANG

Alkisah suatu sore Fulan bertemu Heru dan Andri yang terlihat sangat gesit dan semangat membagikan Flyer, lembar demi lembar dibagikan entah sudah berapa ribu lembar yang telah dibagikan mereka berdua.

Si Fulan geleng-geleng melihat aktivitas mereka. Aktivitas yang sia-sia pikirnya...terlihat beberapa orang mencampakkan flyer mereka ketempat sampah.

Dan Fulan tergerak untuk mengingatkan mereka.

Fulan = Abang-abang berdua, saya salut semangatnya hebat, namun apakah kalian tahu saya pernah melakukannya beberapa tahun yang lalu dan hasilnya sia-sia bang, buang-buang waktu, buang-buang tenaga, hasilnya tidak efektif, flyer dibuang-buang fan customer tak datang-datang...

Andri = Oh...mungkin yang membuat anda merasa gagal karena  beda fokus kali pak...

Fulan = Ah...gagal fokus gimana..? Ujung-ujungnya customer kan..? Ujung2nya duit kan..?

Andri = Hahaha... flyeran kami selalu sukses, goal kami kalori pak

Fulan = Kalori...? Maksudnya...?

Heru (menjawab sambil mengeluarkan HP) = Ini mbak, goal kami adalah kalori yang terbakar. Kami sudah mengukur pakai aplikasi _jalan cepat_ jika menghabiskan 300 Flyer maka kita kira-kira sudah membakar kalori. lihat niih..🏃🏼‍♂🚶🏼‍♂.bahkan hari ini sudah 600 kalori..🚶🏼‍♂🏃🏼‍♂

Andri = Seminggu Flyeran kita sudah membakar 3500 kalori, 500 gram lemak terbakar.....

Fulan = oooo..... (beda fokus yaa, malu sayaa, katanya dalam hati)

BISNIS HERBALIFE ITU BISNIS YANG PALING SULIT DARI SEKIAN BISNIS YANG PERNAH SAYA JALANI

Selamat Pagiii..... Jika ada yang ngomong bahwa bisnis herbalife itu bisa instan, mudah kaya, menurut saya itu sengaraa...alias impossible......hehehe....dari bermacam-macam bisnis yang saya jalani, jika ngomong tingkat kesulitan sebenere ini bisnis yang sangat sulit...namun yang sulit itu ajaibnya bisa jadi mudah jika kita memang passion nya kesana, alias mencintainya.... Nhaa...masalahnya gimana cara mencintainyaa...? Perhatikan Video dibawah ini, jika belum merasakan *feel-* nya ulangi lagii... ulangi lagii.. berulang-ulang, Video ini berisi banyak hal dan jika Feel nya sudah masuk kedalam diri anda maka anda pasti akan mencintai bisnis ini.... https://youtu.be/RUTBRWHaRmk Video ini diambil dari acara STS Jakarta 13 Januari 2018



MENGAPA ADA ORANG YANG TIDAK SUKA DENGAN PRODUK ATAU BISNIS KITA

Tanya :
Pak Hadi di internet itu ada orang yang menjelek-jelekkan bisnis dan produk kita, bahkan beberapa artikel itu kadang di copas dan dikirim ke customer dan customer mempertanyakan ke kita..? Apa yang harus saya lakukan..?

Jawab :
Terus menerus belajar, membaca dan berpengetahuanlah...itulah kunci jawabannya. Jika anda menguasai keadaan sebenernya semua hal-hal yang anda anggap cerita miring itu sesungguhnya batu pijakan agar anda bener-bener makin memahami produk yang anda jual.

*********************************

Sebagai gambaran saya akan bercerita MASALALU tentang Customer Yang Komplain pada saat kami masih menjadi bandar Selimut Jepang :

Pada suatu hari saya mendapat laporan bahwa Selimut yang saya jual banyak ditemukan di pasar kota M, salah satu kota yang cukup besar, dengan harga yang ternyata jauh lebih murah, padahal kita sudah mengklaim bahwa kita adalah adalah orang yang memiliki akses langsung ke pabrik. 

Saya sebenernya ingin berkata :
"Wah itu tidak mungkin, pasti itu barang murah buatan Cina..."
"Paling-paling itu barang reject dari pabrik yang di kumpulkan orang2 dan dilempar ke pasar"
"Bisa jadi ada toko yang mau cuci gudang dan bangkrut kali..?"

Namun tiba-tiba saya ingat, bahwa saya adalah mantan karyawan di perusahaan Jepang, dan saya tahu bahwa salah satu jurus ampuh mereka kalau ada masalah adalah "Genba-Genchi Genbutsu" (lihat langsung ke lapangan apa yang terjadi) , maka saya berniat untuk menyelesaikan masalah ini dengan mendatangi sumbernya langsung.

Saya mengumpulkan info-info dari berbagai sumber dimana mereka mendapati barang yang sama, dan dimana lagi kemungkinan-kemungkinanya, dan akhirnya pada suatu hari tibalah saya di kota M. Sampai di sana saya hubungi temen-temen yang sebelumnya kenal hanya lewat email dan saya jadikan beliau penunjuk jalan, dan akhirnya hampir semua tempat yang disebutkan menjual barang-barang saya saya datangi bahwa sampai di pojok-pojok pasar tradisionalpun saya samperin karena saya ingin melihat dari sumbernya langsung.
Bukan hanya itu, kota-kota yang terdekat dengan kota M itu saya singgahi juga, dan kalau ada toko-toko yang kira-kira menjual barang seperti yang saya jual saya datangi.

Dan ternyata, perjalanan saya melihat langsung ke sumber terjadinya masalah dan melihat apa yang terjadi sebenernya disana ternyata malah banyak memberikan ilmu-ilmu baru kepada saya... (Jadi komplain-komplain/ klaim-klaim dari customer catat yaaa....)
Misalnya :
  1. Siapa kartel atau raja yang menguasai perdagangan selimut di kota M ini..
  2. Produk-produk selimut buatan mana yang paling laku disana
  3. Bagaimana dia bermain di struktur harga ...
  4. Apa upaya/strategi yang dilakukan agar tidak ada barang sejenis dari kompetitor yang berani masuk ke wilayahnya..dll..
Temuan-temuan  saya di lapangan itu saya buatkan semacam laporan reportase, dan laporan itu saya jadikan bahan untuk lebih meyakinkan dealer-dealer dan reseller-reseller saya bahwa kendala-kendala yang mereka temui di lapangan ternyata tidak beralasan..dan lagi-lagi  masalahnya ternyata bukan di kompetitor namun pada diri pelaku bisnisnya yang kurang ilmu, dan membuatnya jadi kurang percaya diri (konfiden)..hehe..masalah klasik ya...

Dengan jalan yang sederhana ini ternyata saya lebih bisa meyakinkan mereka karena saya memiliki data cukup akurat.

"Pak Hadi, di sini kota ini kok ada Toko D yang jual barang lebih murah..?" pada suatu hari ada yang tanya bertanya spt ini lagi dari kota M.

"Tenang saja....saya tahu di kota anda ada toko A,B,C,D,E...dll yang menjual barang yang sama dengan anda" jawab saya

"Eh kok anda tahu...saya melihat di toko D.." kata reseller kita ..

"Oooo, anda jangan takut karena di toko D itu hanya ada produk SAMPLE SAJA, dan itu sengaja dipasang lama disitu meski barang sudah kotor tetap di pajang, dan harga dibuat jauh lebih murah dari harga pabrik sekalipun, orang yang datang disuruh beli murah-pun tidak mau dan itu adalah strategi yang disengaja agar tidak ada barang spt itu masuk ke kota anda, dengan cara demikian produk dari pabrik lain bisa bermain tanpa saingan di pasar itu...kalau tidak percaya cobalah anda datang dan mintalah barang itu 1 lusin tapi minta yang bagus...pasti dia tidak bisa melayani permintaan anda" Setelah saya terangkan seperti ini reseller saya menerima karena saya bener-bener sudah pernah berdiri disana, akhirnya reseller kami itu tetap pede menjual produk kami dan berhasil...

Oke Cerita diatas itu tentang cerita selimut....sekarang kita cerita tentang herbalife...


****************************************************

Belum lama ini ada sahabat yang kebingungan karena ada customernya yang membawa gadget dan ada artikel miring dan dengan artikel itulah customer dinasehatin seseorang disana agar berhenti program makan herbalife, karena Herbalife berbahaya...!!

Berikut ini contoh artikelnya :
Saya ambil artikel itu dari http://bit.do/SlimDiet



Banyak pemilk Club yang langsung kecut dan kebingungan ketika ditunjukkan sebuah situs website menurut mereka layak dipercaya dan menuliskan artikel yang membuat pemilik Club menjadi kebingungan menjawabnya. 

Apa yang harus anda lakukan...? Tidak  usah panik....baca sekali lagi cerita saya tentang selimut diatas...itu adalah sesuatu yang  biasa di dalam bisnis.

Artikel diatas nampak valid sekalii...sampai banyak menjadi rujukan dokter-dokter yang kurang faham tentang masalah bisnis dan menganggap itu sahih dan benar apalgi di dukung sumber dari artikel itu yang nampaknya adalah tulisan seseorang diluar negeri.....walah makin komlit kan...?

Tertulis di artikel itu sumbernya adalah :
Judul asli: Slimming at all costs: Herbalife(R)-induced liver injury

Penulis: Felix Stickel, dari Institute of Clinical Pharmacology, University of Berne, Murtenstrasse 35, CH-3010 Berne, Switzerland

Publikasi: Journal of Hepatology 47 (2007) 444–446

Artikel itu ditulis di 2017 dari website http://bit.do/SlimDiet

dan orang-orang menganggp itu sebagai Update News...hehehe...makin keren dan komplit khawatirnya kan..?


Teman-teman, itulah bisnis..! Untuk anda yang baru pertama kali nyemplung pasti sudah jumpalitan bingung menjawabnya.....padahal artikel yang diceritakan diatas itu sebenere tulisan tahun 2007 alias artikel 10 tahun yang lalu yang sifatnya hanya dugaan-dugaan saja....dan tidak ada penelitian secara ilmiah, bahkan dewan-dewan pakar Herbalife pada tahun 2011 secara khusus mengkaji masalah ini, dan hasilnya di sampaikan kepada publik dalam jurnal ilmiah yang diterbitkan dewan pakar herbalife yang berisi banyak team dokter, dan tergabung dalam wadah Global Product Science and Safety (GPSS) kita di Home Office Herbalife

Cuplikan dari jawabannya masih aseli dalam bahasa Inggris sbb  (Anda bisa translate melalui Google Traslate) :



No known hepatotoxins have ever been found in our products, nor has there been any conclusive evidence of causality between any of our products or ingredients and liver disease. Herbalife products are developed incorporating scientific research findings and produced to levels of quality and safety in compliance with applicable laws and industry standards. We take product safety very seriously and that is reflected in the way we work closely with opinion leaders, regulators and governments around the world. 


Dan detail tulisan aselinya bisa dilihat di Link berikut ini 

Lha...artikel itu artikel yang tidak benar dan ditulis 10 tahun yang lalu lebih kenapa di Indonesia terus menerus  hampir setiap tahun ditulis ulang-ulang lagi..ulang lagii....seolah-olah itu berita kemarin yang uptidate...??


MENGAPA...??


Itulah bisnis....! Motif apa sebenere si penulisnya Wallahu A'lam  kita tidak tahu...namun bisnis apapun pasti akan ada orang lain yang melakukan hal seperti itu.....tahun 2018, 2019, 2020 pasti akan ada situs yang mengulang tulisan yang sama, dan seolah itu kasus baru, dan update..! welcome to Jungle.....!

TAHUN 2018 MAMAH MAKIN KUAT MENGUASAI PAPAH


Pelan tapi pasti wanita-wanita tanpa berkoar-koar menantang perang ternyata mereka sudah mulai benar-benar menaklukkan dunia...siapa yang mengerti apa keinginan wanita maka dialah yang menguasai pasar

Laki-laki sekarang mulai resah dengan wajahnya yang berjerawat....resak dengan kukunya yang kusam....resah dengan bajunya yang tidak matching.....

itulah bukti bahwa wanita sudah bener-bener mengintervensi sampai pertahanan paling dalam...
dan berita baiknya : jika kita balik...yakni kita bener2 pelajari apa kesukaan wanita...apa kegemaran penakluk dunia itu....maka kita akan melihat peluang bisnis yang besar...

Baru nyadar yaa..wanita mulai menguasai dunia....hehehe...jadi di dunia marketing sekarang ada tambahan 1 komponen lagi melengkapi yang sebelumnya...

#2005 : Business is Story telling
#2010 : Business is Community
#2015 : Business is *Woman*
#2020 : Business is *Woman Lifestyle*

Siapa yang pinter mendongeng, memiliki komunitas, dan dia faham segala hal yang disukai wanita, maka dia yang akan menguasai pasar

Keputusan untuk membeli atau tidak membeli sesuatu, baik itu Rumah, mobil, baju lelaki sampai jam tangan bahkan CD lelaki...90% yang memutuskan ternyata wanita....

acara CD, BM,NCP, HOM, NCIP, REUNI, bahkan Specta dan Extravaganza, pengajian2 tipi, sampai demonstrasiii....yang dominan sekarang wanita

laki-laki yang semangat herbalife, wanitanya enggak kecil kemungkinan sukses...dan ketika di ultimatum "Pilih aku apa herbalife..?" maka laku-laku akan lemes....dan menyerah...

sebaliknya perempuan semangat herbalife, meskipun laki-lakinya direktur sekalipun, dia dengan santai bisa menguntimatum suaminya 

"Papah kapan mulai resign bantu mamah....keluar ASAP...!!" maka buru-buru si papah resign
jadi semua yang saya tulis itu cocok kan...??

Bahkan sekarang si papah aneh-aneh...ikut bersolek...ikut berdandan...ikut2an wangi..ikut2an modis dan bermerk....
rambut ikut di creambath...perawatan kuku mulai dimasuki si papah...

"Mamah boleh enggak papah mancing..? " kata papah...

"kagak boleh harus jaga NC..!" maka gak mungkin si papah mancing....

Tapiii...sebalinya "papah ayuh anterin belanja sepatu ke mall buat acara besok....!" maka si papah meskipun ngedumel dan tidur di parkiranpun dijabanin demi kenyamanan mamah belanja...
tulisan diatas saya tulis di forum presteam....jika anda semua ngeh dengan tulisan diatas, maka anda akan faham kemana angin bisnis akan bertiup....

Jika anda ingin sukses memasukkan shake ke rumah-rumah maka siapkan jurus terhebat untuk bisa meyakinkan si mamah
maka papah, anak-anak sampai kakek nenek dirumah itu akan minum shake

Jika ada customer laki-laki yang begitu semangat minum shake di NC anda, dan esok hari tiba-tiba beliau gak datang, maka datangi dan cari si mamah berikan beliau oleh-oleh....maka esok hari si papah dan seluruh keluarga berombongan ke NC anda

"Mamah" disini bisa berarti ibu nya, anak wanita, pacarnya, neneknya....pokoknya aktor wanita.....

#2005 : Business is Story telling
#2010 : Business is Community
#2015 : Business is *Woman*
#2020 : Business is *Woman Lifestyle*

Semoga anda terinspirasi

www.hadikuntoro.com

Mendongeng dari kaki gunung Dieng