Ayo Semangat Menulis Lagi...!

Walah-walah...enggak terasa sekarang sudah bulan Mei, alias sudah 3 bulan enggak nulis-nulis blog..!

Beberapa bulan ini mau menulis kayaknya berat sekali, tiap hari masih buka-buka internet, tapi paling hanya melirik Kompas, Detik, dan kadang-kadang kaskus...hehehe...mau baca email berat banget rasanya...buka inbox tahu-tahu sudah seratusan....buka inbox semingguan tahu-tahu sudah ribuan email...ujung-ujungnya malah di deletion..wah...!

Alhamdulillah...saat ini sudah berani lagi menulis email dan sudah mulai berani lagi menulis blog...
Welcome to online lagii..!

Salam Sukses Mulia...!

Hadi Kuntoro

Balada Orang-Orang Kalah-2

Tulisan ini adalah sambungan dari tulisan saya sebelumnya : Balada Orang-Orang Kalah-1

Sebelum anda resign dari pekerjaan anda dan terjun ke dunia bisnis, pastikan sudah ada bisnis yang running, yang apabila anda terjun full maka bisnis yang semula hasilnya paling 20 sd 30% dari target anda, bisa menjadi bisnis yang baik dengan pencapaian lebih dari 100% dari harapan anda..!

Saya sudah menjalankan hal ini...rasanya saya sudah hati-hati memutuskan langkah saya...

Untuk lebih amannya lagi, pastikan anda memiliki tabungan yang cukup untuk kehidupan sehari-hari anda paling tidak 6 bulan, sukur2 bisa lebih dari setahun, untuk jaga-jaga kalau bisnis yang anda geluti diatas mengalami tsunami..!

Sayapun sudah mengikuti nasehat bijak ini....

Ternyata, meskipun 2 perisai utama diatas sudah saya kenakan, ternyata ketika terjatuh tetap saja tidak enak loh....hehehe....alhamdulillah saya masih memiliki perisai yang lain, yakni sepahit apapun saat terjadi badai, nikmati saja....meskipun terus terang perisai yang ini sering tidak stabil, kadang rapi terpasang, kadang lengah terpisah dari badan, sehingga kesakitan-kesakitan masih saja muncul...

Syukur alhamdulillah....saya memiliki banyak sekali sahabat-sahabat dan sesepuh2 yang senantiasa membesarkan hati saya :
  1. Kamu harus bersyukur, disaat pabrik selimutnya tutup kamu sedikitpun tidak ada hutang baik kepada pemasok atau pelanggan....ditempat lain banyak yang sudah jatuh tertimpa tangga, bisnisnya tutup dan hutangnya menumpuk, setiap hari rumah didatangi debt kolektor....
  2. Kalau kamu tetep jadi karyawan, pada saat pendapatan turun, maka pikiran kita biasanya cenderung negatif dan menyalahkan entah nyalahin perusahaan, bos, atasan....sekarang tidakada yang bisa kamu salahkan...dan sebaliknya kamu malah semakin dekat dengan Sang Pencipta...bagus kan..?
  3. Tetaplah bergerak sekecil dan selemah apapun gerakanmu, karena menyesali dan merenungi nasib tanpa bergerak itu sangat berbahaya...meski hanya mengunjungi temen untuk sekedar ngobrol..teruslah bergerak....
  4. Pintu rejekimu telah ditetapkan ada 9 pintu, sedangkan pintu yang dulu hanya satu saja...so ketika kamu mendapati satu pintu tertutup maka bergeraklah ke pintu yang lain....tenang saja masih ada 8 pintu, dan tidak mustahil pintu yang tertutup itu entar terbuka lagi dan kamu mendapatkan masih ada 9 pintu...
  5. Jangan malu dan gengsi memulai sesuatu dari nol lagi...memulai dari nol saat ini sungguh sangat berbeda dibandingkan memulai dari nol sebelum kamu sama sekali berbisnis.....bedanya bumi dan langit....karena setelah start kamu bukan hanya berjalan tapi berlari...
  6. Kenikmatan yang sering diceritakan oleh orang2 yang sukses berbisnis adalah justru ketika mereka masih merangkak memulai langkah awal...bukannya keindahan waktu-waktu terkini mereka saat sedang plesiran....dan kamu sekarang sedang berada disana...nikmatilah itu...seiring berjalannya waktu itu adalah cerita indah dalam kehidupanmu..
  7. dlll...buanyak sekali nasehat2 meraka..
"Kenapa sedih amat, kan masih ada bisnis busana muslim yang lumayan besar..." tanya salah satu sahabat saya.

Begini ceritanya....Alhamdulillah saat ini memang di bisnis busana muslim kami 4 outlet masih tetap eksis (www.rabbani.asia), namun manajemennya sekarang 100% full di handle Yoyok adik saya, dan disitu saya akhirnya hanya menjadi investor saja, karena semenjak bisnis selimut Jepang ini jalan bagus, saya hanya fokus ke dunia tempat tidur saja, dan tidak begitu mengikuti dunia garmen busana muslim.

Saya perhatikan saat ini memamgn toko-toko kami penjualannya makin bagus dari tahun ke tahun, dan penjualan-penjualan busana muslim yang dikelola adik saya saat ini juga rutin sampai ke Malaysia, Australia dan Qatar...dan nampaknya dia sudah menguasai medan, meski pada awal semua saya yang mengawali, tapi dalam hitungan 2 tahunan,....untuk urusan bisnis busana muslim skill saya sepertinya sudah lewat dibandingakan adik saya ini...sehingga kalau saya tahu-tahu loncat dan satu kapal dengan bisnis ini dan bergabung dibawah satu atap, hasilnya malah akan tidak maksimal, karena ada 2 nahkoda nantinya....tunggu bagi hasilnya saja deh..hehehe...

Namun lama-lama berdiam diri enggak ada kesibukan itu sangat tidak enak loh....punya uang sekalipun...saya jadi ingat nasehat nomor 3 diatas, yakni tetaplah bergerak...!

Sayapun melakukan interospeksi mengapa tutupnya pabrik selimut Jepang membuat saya bener-bener down..?
Jawabannya ternyata saya berjualan suatu produk dan hanya bergantung pada satu sumber saja...! Inilah kesalahan saya yang paling utama, meski saya masih bisa berkilah alias ngeles bahwa "tidak mudah" mencari sumber barang dan kita menjadi distributor tanpa melalui proses perjuangan yang panjang...

So ini bisa menjadi catatan juga bagi anda yang ingin mengikuti jejak seperti saya resign dari tempat kerja anda.

Kalau yang sudah terlanjur gimana...?
Hehehe...ini yang menarik...nikmati saja dan ikutilah cerita seru perjalanan saya yang akan saya update2 lagi setiap saat bila ada perkembangan, baik itu perkembangan positif maupun sebaliknya...agar kita bisa sama-sama belajar...

Segini dulu cerita tentang Balada Orang-Orang Kalah, dan pada tulisan saya berikutnya akan saya ceritakan aktifitas-aktifitas saya mencari-cari peluang baru lagi...

Ingat ya.."Kalah atau Menang" itu hanya kesepakatan untuk sebuah definisi atau sebutan saja, kita bisa mendefinisikan berbeda, "Menang atau Menang" bisa "Sukses dan Sukses" atau apalah yang positif menurut pikiran kita. Kalau bukan kita yang memotivasi diri sendiri siapa lagi..?

Semoga anda terinspirasi dengan tulisan ini..

Salam Hangat

Hadi Kuntoro

www.hadikuntoro.com

www.rajaselimut.com

www.trucksakera.com

Balada Orang-Orang Kalah-1

"Pak JK, apakah anda merasa kecewa dengan kekalahan anda dalam pilpres kemarin?" Tanya seorang reporter acara di sebuah perbincangan di Televisi pada bulan Juli 2009.

Saat itu JK masih terlihat kuyu, suara serak nyaris habis, saya membayangkan kalau saya jadi beliau betapa capeknya. Bener-bener capek lahir batin, beberapa bulan kampanye keseluruh Indonesia, tidur hanya beberapa jam sehari, biaya milyaran terus mengalir untuk biaya kampanye, mempersiapkan strategi, mempersiapkan diri buat debat di TV, dimana-mana beliau melihat rakyat antusias untuk memilih dirinya, harapan untuk menang dan jadi orang nomor satu benar-benar membakar semangat di dada. Enggak cuma itu, capeknya masih ditambah dengan menumpuknya tugas-tugas pekerjaan harian sebagai Wakil Presiden yang tidak boleh ditinggalkan.


Dan tibalah detik-detik yang menegangkan pemungutan suara, dan kenyataan berkata lain..

Beliau melihat pemberitaan di hampir semua media yang gencar sekali menyiarkan kekalahan telaknya. Perjuangan beliau sudah maksimal, berbulan bulan mandi keringat dan air mata, ternyata begitulah akhirnya.


Makanya pertanyaan dari reporter TV yang sore menanyakan seperti apa perasaan beliau sebagai pihak yang kalah adalah pertanyaan yang sangat menyakitkan menurut saya, sialan nih pertanyaan kok pait amat ya...dalam hati saya akan mengumpat begitu..


Saya bener-bener menunggu apa jawaban beliau, dengan menghela nafas panjang dan dengan suara yang berat beliau bilang "Sebagai manusia biasa saya sangat kecewa sekali, dan saya sampai perlu menenangkan diri beberapa hari untuk bisa menerima keadaan ini, dan konsekwensinya memang seperti ini, ada kalah ada menang, dan tapi sebenernya tidak ada kekalahan, hanya sebutan kita saja untuk capres yang prosentase suaranya sedikit, kalau hati kita tidak merasa kalah dan dikalahkan sebenernya emang nggak ada yang kalah, saya baik-baik saja..."


Ingat kata-kata beliau ini bener-bener membangunkan perasaan saya yang rasanya sudah lama sekali tertidur dalam kegelisahan, kecemasan, kekalutan, kekecewaan, kesedihan, kekhawatiran....dan entah kata-kata apalagi yang cocok campur aduk untuk menggambarkan perasaan saya yang "Sangat Tidak Baik" selama beberapa bulan yang lalu.


Pak JK setelah berjuang bertahun-tahun, namun akhirnya KALAH TELAK itu ternyata hanya butuh waktu beberapa hari menenangkan diri, sedangkan saya hanya gara-gara pabrik selimut milik Samurai San tutup, langsung "Down" dan perlu 6 bulan menenangkan diri..! Ya...dengan berat hati saya mengakui dan berkata jujur bahwa saya telah menghabiskan waktu sampai 6 bulan untuk meratapi tutupnya pabrik supplier utama saya, satu-satunya suplier yang memasok Selimut Jepang di Indonesia saat ini.


"Ibu tahu persis perasaanmu saat ini. Kamu tipikal orang yang mau bekerja keras diatas rata-rata orang kebanyakan, pabrik istirahat panjang pasti akan membuat kamu jenuh....yang sabar saja, Ibu yakin ini hanya sementara kok, bermain-mainlah dan bersendaguraulah dengan anak-istri, dan bisa jadi ini strategi dari Allah agar kamu fokus pada latihan manasik haji....mintalah apa saja yang kamu inginkan di depan Ka'bah, tidak ada penghalang antara kamu dan Sang Pencipta, dan Ibu yakin apapun yang kamu minta akan dikabulkan oleh Allah asal itu baik bagimu..." Itulah kata-kata beliau yang paling sering diucapkan, dan setiap kali saya mendengar suara beliau, rasanya adem sekali....


Ibarat bermain catur (dulu saya hobi banget main catur) saat ini posisi saya adalah posisi yang sangat menegangkan.! Partai penentuan.

Saya berhadapan dengan lawan yang memiliki pasukan catur masih sangat bagus dan bisa menskak mat saya setiap saat, sementara pasukan saya sangat terbatas dan bisa menskak mat musuh hanya bila saya sukses melakukan langkah-langkah cerdik sehingga bidak-bidak saya sampai ke garis akhir di area musuh dan berubah menjadi beberapa menteri sekaligus...!

Langkah untuk kesana dan memenangkan pertandingn sangat riskan dan harus hati-hati sekali, karena musuh saya ini sangat tangguh.

Siapa musuh saya..? Apakah kompetitor bisnis saya..? Apakah krisis global? Situasi Makro Ekonomi..? jawabnya bukan..!

Musuh saya adalah "Diri Sendiri" juga...!
Ya..saat ini saya sedang berkutat melawan diri saya sendiri.


Beberapa bulan saya tidak kuasa menulis di blog saya ini, jangankan menulis membuka blog sendiri saja rasanya berat sekali, karena terlihat jelas banget disitu beberapa bulan saya semangat sekali menulis, dan masih bisa kurasakan berdegubnya dada karena grafik-grafik penjualan terus menanjak, target-target penjualan tadinya mustahil tercapai ternyata dengan mudah kita raih....masih bisa saya rasakan nikmatnya transfer sebagian kecil dari laba bisnis saya, dan sedikit uang setiap bulan itu angkanya kadang sama dengan omset penjualan Ibu beberapa hari jualan di pasar tradisional...dan saya masih bisa pamer ke Ibu bahwa pilihan saya untuk berbisnis tidak salah...


Hari demi hari saya fokus menaikan omset, mengatur strategi pemasaran agar penjualan terus meningkat eksponensial...dan sedikitpun tidak berpikir kalau akhirnya pabriknya tutup dengan sedemikian mudah...saya masih optimis sehebat apapun kasusnya pasti ada jalan Samurai San tetap bisa tetap eksis bisnisnya berdiri dinegeri tercinta ini, negeri kedua yang dicintai melebihi negeri beliau sendiri....pasti beliau akan bertahan....


Ternyata kenyataan berkata yang sebaliknya....Beliau kalah....dan tertimpa tangga pula, sehingga akhirnya beliaupun memutuskan "menguatkan hati" untuk pulang ke Jepang dan berusaha untuk tidak menengok ke belakang, meninggalkan negeri yang bernama Indonesia, negeri yang menyimpan segudang peluang dan potensi, namun anak-anak negeri itu belum melakukannya, dan berjuang dan berusaha sedikit andil membangunkan mereka, dan rasa getirlah yang kenyataan yang dibawanya...


Dan kegetiran yang beliau rasakan itu menular ke diri saya sebagai distributor produk utamanya...


Berhari-hari tidak terasa, sampai berminggu-minggu tidak terasa, hingga sampai beberapa bulan perasaan kacau itu berputar-putar di kepala saya, dan gilanya perasaan itu datang terus sejak pertama kali saya terbangun di pagi hari, hingga detik terakhir mata saya terpejam kelelahan pada hari itu.


Sehari-hari fisik saya berjalan kemana-mana tapi pikiran terus saja menempel disana, dan dari waktu ke waktu saya menyibukkan diri agar dikepala saya ada keyakinan, bahwa saya akan baik-baik saja dan akan menemukan jalan bisnis yang lebih baik, lebih mudah, lebih gampang, dan lebih enjoy, meski misalnya suplai Selimut Jepang berhenti, sementara di sisi kepala saya yang lain muncul perasaan was-was dan khawatir, kalau saya gak dapat peluang yang lain gimana..? artinya saya harus merintis usaha baru lagi, dan ini pasti tidak enak dan menyakitkan.....seru ya...hehehe...begitu terus setiap hari.


Perasaan itu baru terasa mulai reda pada saat Hari-H saya berangkat menunaikan Ibadah Haji...alhamdulillah...

Alhamdulillah...ini adalah goal saya sejak awal terjun full ke bisnis dan akhirnya resign dari kantor saya 2 tahun yang lalu.

Pertama kali berbisnis garment sekitar tahun 2006, Saya dan Istri membuat semacam ikrar pada diri kami sendiri, ketika pertama main ke Tanah Abang. Ikrar itu pernah kami sampaikan pada mentor bisnis saya, pak Haji Alay, bahwa kita ingin sekali bisa memiliki bisnis yang besar, dan kita berharap dari bisnis itu bisa kami gunakan untuk pergi haji..dan saat itu kami didoakan khusus oleh Ibu beliau...Allah Maha Mendengar...doa kami benar-benar dikabulakan, meski pada saat kami berangkat pada saat itu pula bisnis Selimut Jepang kami redup..belakangan kami bisa mengambil hikmah, Allah sengaja mengatur seperti ini agar kami bisa khusuk disana....barangkali begitu...


Sudah panjang sekali tulisannya ya...Insya Allah saya akan lanjutkan lagi tulisan ini...judulnya terasa negatif ya "Balada orang-orang kalah..." tapi enggak apa-apa yang penting isinya entar Insya Allah membuat saya dan pembaca bersemangat..


Lanjutan cerita ini bisa anda lihat di tulisan berikutnya Balada Orang-Orang Kalah-2

Semoga anda terinspirasi...


www.hadikuntoro.com
www.rajaselimut.com

www.trucksakera.com

Beristirahatlah Dulu Sejenak....

Menunggu-menunggu dan menunggu kapan pabrik selimut jepang mau produksi lagi sungguh membuat saya sangat-sangat jenuh...dari minggu ke minggu selalu saya pantau perkembangan kasus Sang Samurai, dan setiap awal minggu saya selalu berharap agar kasusnya segera selesai, keluar vonis, beliau bebas dan segera mengundang saya untuk meeting kapan produksi akan berjalan lagi...

Namun hingga sidang terakhir, bulan Juli putusan vonis itu belum kunjung hadir, bahkan sidang 2 minggu terakhir, berturut-turut hanya berjalan sekitar 10 menit, dan ada saja alasan untuk menunda vonis....naudzubillah mindzalik..semoga seumur-umur jangan sampai kita beruurusan dengan masalah yang melibatkan pengadilan, sampai anak cucu kelak...

Keresahan melanda agen-agen dan distributor yang rajin menanyakan kapan selimut jepang produksi lagi..? hehehe....seminggu saya musti membalas email dengan pertanyaan yang sama hampir ratusan kali...

Bukan mereka saja yang cemas, ada satu orang yang lebih resah lagi, dan nyaris setiap hari menelepon, hanya saja beliaun ini tidak menanyakan pabriknya kapan lagi beroperasi, tapi orang ini menanyakan kabar saya hari ini, apa baik-baik saja, dibuat hepi saja, jangan cemas, paling semuanya hanya sementara saja..dll...hehehe...saya perhatikan beliau ini malah lebih cemas dari saya sendiri...

Siapa dia..? Beliau adalah Ibu saya...

"Ibu tahu persis perasaanmu saat ini. Kamu tipikal orang yang mau bekerja keras diatas rata-rata orang kebanyakan, pabrik istirahat panjang pasti akan membuat kamu jenuh....yang sabar saja, Ibu yakin ini hanya sementara kok, bermain-mainlah dan bersendaguraulah dengan anak-istri, dan bisa jadi ini strategi dari Allah agar kamu fokus pada latihan manasik haji....mintalah apa saja yang kamu inginkan di depan Ka'bah, tidak ada penghalang antara kamu dan Sang Pencipta, dan Ibu yakin apapun yang kamu minta akan dikabulkan oleh Allah asal itu baik bagimu..." Itulah kata-kata beliau yang paling sering diucapkan, dan setiap kali saya mendengar suara beliau, rasanya adem sekali....

Ibarat bermain catur (dulu saya hobi banget main catur) saat ini posisi saya adalah posisi yang sangat menegangkan.! Partai penentuan.

Saya berhadapan dengan lawan yang memiliki pasukan catur masih sangat bagus dan bisa menskak mat saya setiap saat, sementara pasukan saya sangat terbatas dan bisa menskak mat musuh hanya bila saya sukses melakukan langkah-langkah cerdik sehingga bidak-bidak saya sampai ke garis akhir di area musuh dan berubah menjadi beberapa menteri sekaligus...!

Langkah untuk kesana dan memenangkan pertandingn sangat riskan dan harus hati-hati sekali, karena musuh saya ini sangat tangguh.

Siapa musuh saya..? Apakah kompetitor bisnis saya..? Apakah krisis global? Situasi Makro Ekonomi..? jawabnya bukan..!

Musuh saya adalah "Diri Sendiri" juga...!
Ya..saat ini saya sedang berkutat melawan diri saya sendiri.

Dikepala saya ada keyakinan, bahwa saya akan baik-baik saja dan akan menemukan jalan bisnis yang lebih baik, lebih mudah, lebih gampang, dan lebih enjoy, meski misalnya suplai Selimut Jepang berhenti seterusnya sekalipun..! sementara di sisi kepala saya yang lain muncul perasaan was-was dan khawatir, kalau suplai berhenti selamanya, artinya saya harus merintis usaha baru lagi, dan ini pasti tidak enak dan menyakitkan.....seru ya...hehehe...

Fokus utama kami saat ini adalah 2 buah toko peralatan tidur, yang satu ada di Wonosobo, dan yang satunya ada di Banjarnegara (di kecamatan Karangkobar).

Tempat yang di Banjarnegara ini tadinya outet yang menjual Selimut Jepang ke agen-agen di daerah sana, tapi semenjak suplainya berhenti maka kita ubah sementara hanya melayani Retail saja.

Sedangkan yang di Wonosobo selain untuk Retail juga melayani grosir, baik online maupun offline.

(Gambar. Outlet kami di kampung semula melayani agen besar di kampung saat ini melayani hanya untuk retail)

Kabar baik dari terhentinya Suplai selimut Jepang adalah munculnya ide-ide untuk membuat produk-produk sendiri, yakni sprei, Bantal, bahkan kami juga mencoba membuat selimut Sendiri, kami ambil bahan selimut dari sebuah pabrik milik orang Jepang juga, tapi beda dengan pabriknya Samurai San, kami beli dari masih berupa kain lembaran, dan kami bentuk serta kami jahit menjadi selimut sendiri. Mutunya tidak sebagus selimut Jepang yang biasa, karena produk ini sasarannya memang kalangan masyarakat biasa di Jepang Sono.

Kesibukan saya di kampung saat ini adalah latihan manasik Haji, dan apabila diperkenankan oleh Allah saya berniat berangkat haji tahun ini...semoga Allah masih memberikan waktu yang cukup untuk kami...

Alhamdulillah...ini adalah goal saya sejak awal terjun full ke bisnis dan akhirnya resign dari kantor saya 1.5 tahun yang lalu.

Tiga tahun yang lalu, Saya dan Istri membuat semacam ikrar pada diri kami sendiri, bahkan ketika main ke Tanah Abang kita pernah sampaikan ikrar itu pada mentor bisnis saya, pak Haji Alay, bahwa kita ingin sekali bisa memiliki bisnis yang besar, dan kita berharap dari bisnis itu bisa kami gunakan untuk pergi haji..dan saat itu kami didoakan khusus oleh Ibu beliau...Allah Maha Mendengar...doa kami Insya Allah akan dikabulkan tahun ini...

Kami mendaftar haji di kampung kami, Wonosobo, Jawa Tengah.
Agenda minggu-minggu ini adalah pembuatan paspor, dan menunggu jatah kloter pemberangkatan.....dan alhamdulillah saya juga mendapat kesibukan baru yakni ditunjuk menjadi ketua regu, dan aktivitas kami tiap minggu adalah latihan pembekalah dan datang ke pengajian-pengajian di regu-regu kami.

"Tenang saja...berdoalah di depan multazam..katakan apa yang kamu inginkan kepada Allah langsung, dan tidak ada hijab disana. Ibu percaya Allah memiliki jutaan jalan hebat untuk mendapatkan rizki yang halal, dan Beliau Pasti akan memberikan satu atau beberapa yang terbaik untuk dianugerahkan kepadamu.....percayalah..ini tidak akan lama..." Kata Ibu, dan kata-kat inilah yang paling seneng saya dengar hampir setiap hari....

"Perasaan kamu saat ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan perasaan sahabat jepang kamu itu (maksudnya Samurai San), jauh-jauh dari jepang dan investasi di negeri orang, dan ingin bermaksud membantu orang Indonesia juga, selain mencari keuntungan, dan apa yang sekarang didapat..? Dia bisa dipenjara hanya karena kesandung kerikil sekecil itu, dan itu pasti tidak dia sangka-sangka...mungkin perasaan dia hancur, kecewa dan menderita..jauh lebih berat daripada perasaanmu saat ini" kata Ibu lagi...

Bagaimana dengan toko-toko Busana Muslim kami..?

Alhamdulillah saat ini 4 outlet masih tetap eksis (www.rabbani.asia), namun manajemennya sekarang 100% full di handle Yoyok adik saya, dan disitu saya hanya menjadi advisor saja pada saat dibutuhkan, karena semenjak bisnis selimut Jepang ini jalan bagus, saya hanya fokus ke dunia tempat tidur saja, dan tidak begitu mengikuti dunia garmen busana muslim. Alhamdulillah saya perhatikan saat ini toko-toko makin penjualannya dibandingakn tahun-tahun yang lalu, dan penjualan-penjualan busana muslim adik saya saat ini juga rutin sampai ke Malaysia, Australia dan Qatar...padahal di kampung loh....hehehe....untuk urusan bisnis busana muslim skill saya sepertinya sudah lewat dibandingakan adik saya ini...alhamdulillah...

Semoga Anda terinsirasi dengan tulisan ini...

Salam hangat
www.hadikuntoro.com
www.rajaselimut.com

OOPS....

Anda pernah main ular tangga..? Yang paling asyik dari permainan itu adalah pada saat kita sedang di baris paling atas sudah mendekati finisih, dan tiba-tiba dadu digelindingkan "Oops...dapat kotak yang ada gambar buntut ular..." hehehe...turun deh...diulang lagi, kok ke finish jadi jauh banget ya...moga-moga ketemu tangga deh...dicoba lagi...wah ternyata beneran dapat tangga..lompat lagi keatas..eh dapat oops lagi...enggak apa-apa turun cuma dikit...eh dapat tangga lagi..

Ibarat bermain ular tangga, kali ini saya mengalami "Oops..." yakni bisnis selimut Jepang yang sudah berjalan hampir tiga tahun, yang bulan demi bulan nyaris selalu mendapatkan tangga, dan bisa tertawa-tawa kali ini mendapat buntut ular, yang memaksa saya harus tetep tertawa ..lha wong namanya saja permainan.

Saya sering mengibaratkan perjalanan dalam dunia bisnis ini ibarat seperti anak-anak yang bermain-main, jadi pada saat seperti yang kita alami saat ini bener-bener datang, yakni masa-masa kita mengalami sedikit tergelincir, kita tetep bisa tertawa, menertawakan diri sendiri seperti kita menertawakan anak-anak kita yang kesal karena main ular tangga...

Episode perjalanan bisnis saya, di tahun ke-2 setelah resign ini mendapatkan pembelajaran yang menarik, yakni manakala partner bisnis saya, satu-satunya suplier produk selimut Jepang tiba-tiba stag berhenti berproduksi karena sang ownernya tersandung kasus seperti yang saya tuliskan di tulisan saya sebeumnya (Baca : tulisan yang berjudul "Apa Yang Terjadi Pada Samurai San" )

Yang menarik adalah, hal itu terjadi manakala bisnis kami berada pada posisi yang bener-bener sesuai dengan target-target yang kami tetapkan, yang oleh team kami disebut sebagai target "Irrasional" karena saya menetapkan target pertumbuhan yang sangat funtastic dari bulan ke bulan, dan atas ijin Allah itu bener-bener tercapai, hanya saja oleh Allah juga-lah saat ini saya harus menjalani ujian, yang bernama "ujian sabar"..

Ada sebuah email menarik ditujukan kepada saya :

Pak Hadi, saya sendiri sedang memulai usaha. Saat-saat ini terasa "ongkos belajar"-nya masih sangat besar. Masih banyak "oooops" yang harus dihadapi. Cuma memang saya merasa semua ongkos belajar dan oopss itu sepadan dengan pelajaran yang bakal kita ambil.

Pak Hadi, saya hanya ingin mendapat pencerahan dari pengalaman Bapak.
Apa yang bapak rasakan ketika terjadi kejadian ini (suplier selimut jepang sama sekali tidak bisa diperkirakan kapan akan produksi lagi)..?
Bagaimana bapak menyikapi masalah ini supaya usaha bisa terus dilanjutkan ?
Terakhir, jujur, saya ingin tahu apakah ketika dalam kondisi sulit seperti ini, kawan-kawan seperti TDA (tangan di atas) ada gunanya dalam arti membantu kesulitan kita ?

Email ini sangat menarik saya, karena ini pertanyaan yang sangat jujur dan saya juga merasa harus menjawab dengan jujur perasaan yang saya sedang rasakan ketia membalas email ini. Jawaba saya adalah :

Mas Fulan yang baik, Perasaan saya sangat tidak enak dan sempat shock beberapa saat.
Ketika kita main istana pasir di pantai, begitu istananya sudah terbangun bagus dan besar, tiba-tiba ada ombak menghandurkannya , maka ada sedikit rasa kecewa, padahal kita tahu bahwa kalau main dipinggir pantai ya memang seperti itu, apalagi kalau yang dibangun bisnis yang sudah jalan..tentu saja timbul kekecewaan yang besar...tapi saya berpikir dibalik ini pasti ada agenda tersembunyi dari Allah, agar saya makin kuat dan naik kelas, dan ternyata kata-kata inilah yang paling mujarab mengobati kekecewaan saya...

Dan ada suplemen-suplemen yang harus kita minum juga, yakni silaturahim.
Alhamdulillah saya mmeiliki banyak sekali kawan-kawan yang memiliki paradigma yang sama, bahkan kami membentuk komunitas, seperti TDA (Tangan Di Atas) misalnya, dan ternyata apa yang saya alami banyak juga dialami oleh kawan-kawan..dan inilah manfaatnya, apa yang kita alami sekarang kadang dialami juga oleh kawan-kawan yang lain pada masa lalu, atau sebaliknya....disinilah manfaatnya komunitas-komunitas itu...

Saat perasaan kita sedang sempit, maka keluarlah dari kesendirian, dan lihatlah di sekeliling kita, ternyata banyak orang2 yang jauh lebih susah dibanding kita, maka rasa sedih dan sempit itu Insya Allah akan berubah menjadi rasa syukur yang mendalam, karena apa yang ada pada kita saat ini, diluar sana tidak dimiliki orang lain....

Pernah malam-malam ketika sedang berjalan-jalan bersama anak-anak di kampung yang sangat dingin, saya melihat seorang Ibu seumuran istri saya sedang mengumpulkan sampah makanan dari tempat sampah yang ada di dekat warung makanan. Kalau di Jakarta biasanya orang mengorek sampah untuk mencari kardus atau plastik, tapi sang Ibu ini jelas-jelas mengumpulkan makanan sisa dari kardus-kardus...

"Buat makanan ikan kali ya...?" kata saya..
"Kalau buat makanan ikan, artinya sang Ibu punya kolam ikan, kalau orang punya kolam ikan enggak mungkin lah malam-malam dingin begini mau mencari sampah..." kata istri saya...
Subhanallah....

Di lain waktu, saat menjelang magrib saya menyaksikan ada pengemis yang pulang dituntun anaknya yang terlihat capek sekali...dan ketika kepadanya kita sodorkan nasi goreng yang baru saja kita beli, karena kita belinya kebanyakan dan akhirnya sebagian di bungkus, subhanallah...mereka berdua terlihat sangat gembira, dan segera duduk di pinggir jalan melahap apa yang kita berikan...

"Jangan biarkan kesempitan menghimpitmu, pergilah keluar dan nikmatilah kesendirianmu diluar sana bersama orang-orang lain, dan kamu akan melihat siapa yang seharusnya lebih sedih..." kata Ibu saya...

Alhamdulillah ya Allah...ternyata yang menakutkan hanyalah ketakutan itu sendiri...
Yang kita cemaskan adalah sesuatu yang belum terjadi...hanya saja karena kita suka berlebihan, kadangkala ketakutan dan kecemasan itu seakan-akan sudah bener-bener terjadi saat ini...

Semoga anda terinpsirasi dengan tulisan ini....dan buat anda yang saat ini mengalami "Oops" juga seperti saya, santai saja..kirimkan email curhat anda kepada saya nanti saya akan senang menjadi kawan ngobrol anda...Insya Allah..

Salam Hangat

Hadi Kuntoro
www.hadikuntoro.com
www.rajaselimut.com

Note :
  1. Saat ini kami sedang mendekati sebuah perusahaan yang membuat selimut ke Korea, semoga ada jalan untuk bisa kolaborasi ya..
  2. Saat ini kita juga sedang test pasar untuk produk baru kami, yakni Bantal Hasuko, test pasarnya kami lakukan offline di toko-toko kami di daerah..alhamdulillah responnya bagus, dan saat ini kami sedang memikirkan kemasan...