MULAILAH DARI YANG PALING KECIL SEKARANG...


Dahulu saya sering bersungut-sungut atas hal yang menurut saya sudah “Takdir” menempel di setiap kaum hawa, sehingga kata “Ya” yang saya ucapkan karena saya memang tidak berdaya sering saya ucapkan, karena demikian kuatnya apa yang menurut saya sebagai sebuah “bawaan lahir” seorang hawa. Kata-kata “Ya” tapi dihati tidak “Tidak” ini muncul ketika sanga istri berkata:

“Pak Beli piring yang bagus itu ya.?” (padahal saya nggak pernah memperhatiin piring kalo sedang lahap makan)

“Tadi saya beli panci presto, merk maxim, ntar kalo minggu aku masak2in ayam presto sama ikan mas presto ya..” (panci presto seharga 500ribu itu terpakai 2-3 kali sudah pensiun lagi)

“Yang aku sudah beli pembakaran sate yang bisa ditaruh diatas kompor, kita bisa masak sate tanpa perlu arang ini emang didesain buat elpiji dan (dan pembakaran sate itu hanya membakar udang, 2 kali ketika liburan dan selebihnya menjadi hiasan di lemari kaca di dapur)

“Pak, aku lagi dirumah bu Susi, ada gelas kristal murah Cuma 20ribuan aku beli sepuluh ya (padalah menurut saya nggak ada bedanya gelas yang selusin 10ribu sama gelas kristal yang 1nya 20ribu itu) dan perbedaan itu baru saya tahu ketika istri saya action show setelah saya pulang kerja, dia memutar-mutar jarinya di bibir gelas dan terdengar bunyi bergengung, dan istri saya dengan girang berkata “Ini lho tanda bahwa ini asli kristal” saya tersenyum …Oo begitu…bagus dong (didalam hati aku berkata daripada 200ribu buat beli gelas kristal, mending beli gelas biasa 25ribu lainnya buat beli tape compo kecil buatan china…kan malah bisa lebih merdu daripada dengungan itu…hehe..)

Tapi saya maklum, itu adalah bawaan lahir dari kaum hawa barangkali…..
Tapi saat2 ini terjadi banyak keajaiban…Bawaan-bawaan lahir “kaum hawa” itu sudah menghilang dari Istri saya…bahkan tanpa saya perintahkan membuang atau mereduksinya.

Apa Obatnya..? Ternyata adalah libatkan atau berdayakan mereka untuk ikut BERBISNIS…meski kecil-kacilan.
Cekokin istri anda dengan ilmu2 dan bacaan2 yang akan menggerakkan diri mereka.
Berikan buku2, Print-kan blog-blog…lihat saja, nanti karena saking asyiknya mempelajari blog2 dari temen2 yang sukses, buku2 motivasi, buku2 bisnis, menelepon temen2 untuk menawarkan dagangan, menulis pembukuan, menghitung rugi atau laba..dll..keasyikan2 itu telah membuatnya lupa bahwa saat2 di mall-mall telah beredar panci, presto,penggorengan dll yang lebih jreng dan lebih mewah.

Itu adalah salah satu nilai tambah dan urgensi kalu kita harus mulai bisnis dari sekarang.
Kalau ibu2 sambil menjaga anak2 dirumah bisa ikutan bisnis dan akhirnya bisa support menambah pendapatan apa itu tidak menyenangkan..?
Nanti uang dari sang suami pelan2 bisa dialihkan untuk menambah modal bisnis, sehingga project2 yang tertulis di buku Self Made Millionare –nya mas Adam Khoo bisa segera direalisasikan, yakni proyek MENINGKATKAN PENDAPATAN dan MENGURANGI PENGELUARAN.
Tapi yang agak aneh bagi bagi kaum hawa adalah, mengeluarkan uang untuk belanja2 seperti contoh diatas biasa2 saja, tapi kalau disuruh berbisnis mereka banyak yang ketakutan..takut nggak bisa, takut rugi, takut dimarahin suami..dan banyak yang phobia bisnis….
Salah satu yang membuat saya bangga dengan komoditi “Selimut Jepang” yang saya jual ini adalah saya bisa mendengar cerita-cerita yang sangat inspiring dan kadang mengharukan mengnai perjalan beberapa Ibu rumah tangga yang akhirnya berani berbisnis sekarang.Sering karena begitu bahagianya mereka bisa menjualnya, mereka langsung telepon saya, dan saya biasanya selalau tanya, anda bisa menjual berapa..? atau berapa lama anda menghabiskan selimut yang diambil dari saya..?

Kuncinya adalah Senang, tenang, berpikir jernih anggap semuanya adalah kuliah, dan saat ini kita menjadi mahasiswa yang baik. Ini bisa jadi study kasus bisnis yang sangat menarik, saya bisa banyak menarik orang2 yang tadinya awam bahkan sangat takut berbisnis menjadi BERANI BERBISNIS atau BERANI BERJUALAN.Semakin hari semakin banyak temen baik temen TDA maupun pembaca2 blog yang datang kerumah untuk melihat langsung gudang selimut jepang kami, dan dari semua yang datang 95% umumnya belanja melebihi dari budget awal yang di rencanakan.Dari rumah mau belanja 500 ribu eh akhirnya malah belanja 2 juta, maunya belanja 1 juta, waktu pulang hampir 4 juta dihabiskannya…dan anehnya belanja kali ini tidak membuat para ayah-ayah bersungut-sungut karena sang istri kebanyakan nguras kantong, tapi malah senyum lebar dan mengembang terlihat di wajah para ayah…

Bagi para pemula yang kelihatan ragu2 khawatir dsb selalu saya dekati dan saya katakan “Tenang saja, berpikirlah relaks dan santai, jual ini dengan tanpa beban, nanti anda akan dapatkan banyak ilmu karena sudah berinteraksi dengan pelanggan2 anda. Jangan malu2 dan khawatir kalau sampai nggak laku barang kembalikan saja. Keuntungan yang sudah anda dapatkan itu rejeki anda, karena saya gampang sekali menjual”Itu nampaknya menjadi obat yang sangat mujarab bagi mereka.

Mereka terlihat puas dan senang, dan tidak menanggung beban, dan ini adalah penyakit beratnya para TDB yang sudah mendarah daging atau Ibu rumah tangga murni yang phobia bisnis. Saya ingin sedikit membantu mereka agar bisa mengubah apa yang selama ini menjadi kelemahan menjadi kekuatan yang berlipat2..

Untuk diketahui gara2 istri saya bisnis kecil2an, saya jadi banyak terinspirasi , saya yang dulunya menganggap bisnis ini hanya sampingan ternyata malah sudah berniat mau serius, bahkan “sampingan” ini TELAH menggerakkan adik saya Yoyok (WWW.YOXJOURNEY.BLOSPOT.COM) melompat dari zona nyamannya..yakni keluar dari pekerjaannya sebagai Bankir di kampung, meski gaji sebulan di bank itu cukup buat makan setahun…
Ssst...Saya beritahu satu rahasia kepada anda...di bisnis ini ada “something magic” makanya cepetlah memulai

Semoga ini Menginspirasi anda untuk memulai walau dari hal yang kecil…

Hadi Kuntoro
www.selimutku.blospot.com
25-1000-20

SATU CONTOH PEMBELAJARAN BISNIS SIMPLE DAN MENGUNTUNGKAN


Salah satu mainan saya untuk proses pembelajaran bisnis adalah Bisnis selimut Jepang.
Ini bisa jadi study kasus bisnis yang sangat menarik, saya bisa banyak menarik orang2 yang tadinya awam bahkan sangat takut berbisnis menjadi berani.

Kuncinya adalah tenang, berpikir jernih anggap semuanya adalah kuliah, dan saat ini kita menjadi mahasiswa yang baik.

Salah satu yang membuat saya bangga dengan komoditi “Selimut Jepang” yang saya jual ini adalah saya bisa mendengar cerita-cerita yang sangat inspiring dan kadang mengharukan.Sering karena begitu bahagianya mereka bisa menjualnya, mereka langsung telepon saya, dan saya biasanya selalau tanya, anda bisa menual berapa..? atau berapa lama anda menghabiskan selimut yang diambil dari saya..?

Semakin hari semakin banyak temen baik temen TDA maupun pembaca2 blog yang datang kerumah untuk melihat langsung gudang selimut jepang kami, dan dari semua yang datang 95% umumnya belanja melebihi dari budget awal yang di rencanakan.

Dari rumah mau belanja 500 ribu eh akhirnya malah belanja 2 juta, maunya belanja 1 juta, waktu pulang hampir 4 juta dihabiskannya…dan anehnya belanja kali ini tidak membuat para ayah-ayah bersungut-sungut karena sang istri kebanyakan nguras kantong, tapi malah senyum lebar dan mengembang terlihat di wajah para ayah…

Bagi para pemula yang kelihatan ragu2 khawatir dsb selalu saya dekati dan saya katakan “Tenang saja, berpikirlah relaks dan santai, jual ini dengan tanpa beban, nanti anda akan dapatkan banyak ilmu karena sudah berinteraksi dengan pelanggan2 anda. Jangan malu2 dan khawatir kalau sampai nggak laku barang kembalikan saja. Keuntungan yang sudah anda dapatkan itu rejeki anda, karena saya gampang sekali menjual, jadi anda nggak usah takut atau malu2 kalau mau tuker atau retur dan saya nggak batasi waktu”

Itu nampaknya menjadi obat yang sangat mujarab bagi mereka. Mereka terlihat puas dan senang, dan tidak menanggung beban, dan ini adalah penyakit beratnya para TDB yang sudah mendarah daging atau Ibu rumah tangga murni yang phobia bisnis.
Tapi kalau saya perhatikan, justru yang seperti inilah yang nggak lama kemudian lebih intensif dan makin sering baliklagi-baliklagi.

Seperti hari Rabu 10 April 2007, ketika pulang kerja saya mendapat telepon dari Pak Sobari, dan suara disana sangat antusias terdengar.

Begini cerita dia di telepon :
Pak kemarin saya kerumah bapak, Anda tidak dirumah. Saya niatnya hanya belanja 500 ribu ternyata habisnya 2 jutaan dan kemarinsisanya sudah saya transfer ke Anda. Selimut yang saya beli sekarang sudah habis tidak tersisa, saya tidak niat jual eceran saya hanya ingin berbagi-berbagi lagi dengan temen2 di kantor dan dilingkungan kerja saya.
Selimut dari bapak yang harganya 135 ribu saya jual dengan harga grosir dan saya ambil keuntungan 25 ribu.(Ini adalah produk bari "OSAKA STANDARD 1PLY". Gambar belum saya posting ke blog www.selimutku.blogspot.com karena saat ini dirumah saja stok habis-habis terus padahal pangambilan dari pabrik sudah saya tambah terus kuantitinya. Karena sore datang dan siangnya habis seperti ini saya jadi tidak bisa melakukan pemotreatan)

Ketika saya hanya ambil 25 ribu para pembeli pada bertanya-tanya bapak jualan selimut ini apakah sudah untung..? para pembeli pada merasa heran melihat selimut dan harganya yang mungkin tidak seimbang
“Iya betul hanya 160 ribu saja, dan silahkan anda jual kembali nanti terserah anda ambil untung berapa” kata Pak Sobari temen sayaAkhirnya selimut temen saya ini dijual sama temen2 kantornya, dan menjualnyapun unik, yakni dibawanya selimut itu ke karyawan2 yang lain dengan harga terserah yang jelas harga dari oak Sobari 160 ribu.
Ternyata dalam sehari selimut2 yang ditawarkan pak Sobati habis..dan temen2 pak Sobari juga seneng karena dengan sangat gampang dan tanpa modal mereka dapat untung, dan keuntungan mereka yang tanpa modal itu lumayan, ada yang untung 10ribu, 30 bahkan ada yang 50 ribu.

Jadi selimut dari saya 135ribu ke pak Sobari, terus oleh Pak Sobari dijual 160ribu grosir, terus oleh temen pak sobari dijua 200-70 sungguh aliran bisnis yang hebat dan insipiratif.
Saya dengan seneng dan bangga menonton kehebohan2 ini dengan terharu, saya harap dengan awalan sperti ini kelak 3-10 tahun lagi saya akan ketemu lagi dengan mereka sebagai partner2 bisnis yang besar dan hebat-hebat..!! Dan negara kitapun akan penuh dengan orang bermental baja...Amin...

Semoga anda mendapat Insprasi dari cerita ini…..
Salam FUNtastic..

Hadi Kuntoro
25-1000-20

HARI KEMENANGAN ADIK SAYA, MENJADI "FULL TDA"


Semakin Sering angin datang menerpa pohon , semakin kuat akar pohon itu mencengkeram tanah (::anonymous::)
Pembaca dan Rekan bisnis, anda yang mengikuti postingan2 saya tentang countdown adik saya menuju full tda beberapa hari lalu pasti penasaran, kenapa cerita saya terhenti..? jawabannya adalah karena ada cerita sangat dahsyat di hari pertama adik saya full tda, dan ini merenggut konsentrasi saya untuk bisa menulis…dulu yang seperti ini kami anggap rintangan yang akan menyurutkan langkah kami, tapi sekarang yang seperti ini kami anggap tantangan, dan kami HARUS melewatinya….

Inilah tulisan saya selengkapnya di hari pertama adik aya full tda:

Senin 2 April 2007,
Dan saat2 yang paling mendebarkan dan sangat bersejarah bagi kami pun tiba. Adik saya hari ini tanggal 2 April 2007 FULL TDA..!!
Sejak bangun tidur pagi, hingga sholat subuh selesai bermacam-macam perasaan berkecamuk di angan-angan saya, mudah-mudahan adik saya dan istri bahagia hari ini.

Saya menulis kata-kata ini :
Buat Yoyok Adikku, keputusan kamu yang mulai berlaku hari ini memang keputusan yang sangat spektakuler dan merupakan kemenangan besar bagi kita. meski kemenangan itu tidak dirayakan dengan spesial. Tak ada yang menjemputmu di kantor bahkan istripun tidak, makan2 yang spesial juga tidak ada, semua mengalir seperti seolah kamu pulang kerja.
Saya tahu posisi kamu saat ini sedang semangat-semangatnya bekerja, meniti karir, menimba ilmu apalagi semua potensi yang ada pada diri kamu sangat cocok, yang tidak mengherankan kalau karir kamu melesat tidak terhentikan. Dalam waktu kurang dari 3 tahun kamu bisa mencapai posisi yang orang lain butuh waktu puluhan tahun. Gaji kamu yang sebulan bisa digunakan untuk makan 1 tahun. Dan yang terakhir tawaran menjadi pimpinan cluster, yang membawahi manager2, itupun tidak menyurutkan langkahmu.
Tapi yang membuat kami bangga adalah kebulatan tekadmu untuk tetap RESIGN demi meraih dream-dream besar yang saat ini keberhasilannya masih sebatas tahap KEYAKINAN.

Banyak sekali kisah orang-orang besar yang langkah awalnya dimulai seperti langkahmu hari ini, jujur saja dulu saya sering tidak percaya cerita2 mereka, pasti ada yang disembunyikan. Pasti mereka punya modal besar atau koneksi yang bisa diandalkan. Tapi kini 100% saya percaya, dan untuk itulah saya ingin menambah 1 bukti kembali dengan menuliskan perjalanan kami secara langsung agar anda tahu tidak ada yang kami tutup2i.

Mungkin pembaca bertanya2 dengan sekian penawaran2 dahsyat kok ditolak pasti adik saya sekarang sudah sangat siap dan meliki modal yang besar.
Anda benar, modal adik saya sangat besar, tapi tidak barupa kapital, melainkan hanya modal KEYAKINAN saja, dan menurut Deepak Chopra modal keyakinan saja ini sudah lebih dari cukup untuk mengantarkan sukses seseorang untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Rumah adik kami masih rumah kontrakan yang tahun depan habis, kendaraan yang dimiliki adalah motor Honda, yang cicilannya masih 2 tahun lagi. Tabungan yoyok masih kurang meski hanya untuk menutup hutang motor agar bisa lunas. Ya..hanya itu modal kapital yang dimiliki adik saya.

Kalau temen2 yang lain menjadi FULL TDA disambut dengan acara-acara yang menghabiskan sedikit uang, maka adik saya sebaliknya, yakni disambut dengan satu masalah yang cukup besar dan menantang, yakni adanya kebimbangan dari sang pemodal yang akan membantu permodalan kami untuk membuat MARKAS Rabbani di Jateng & DIY, dan kebimbangan itu sangat berasalan, karena setelah benar2 mulai nyemplung kesitu ternyata dibutuhkan modal sangat besar dan untuk ukuran bisnis di daerah itu sudah termasuk modal yang berlebihan, bahkan mungkin untuk bisnis di kota besar sekalipun.

Untuk bisa menjadi Branch atau Markas Rabbani Jateng & DIY ternyata membuat kami harus membuat 2 toko besar sekaligus, yakni toko besar yang berfungsi sebagai outlet grosir, dan satunya toko besar bsar juga yang berfungsi sebagai outlet retail yang barangnya khusus Rabbani, dan seklaigus menjadi outlet percontohan untuk seluruh Jateng dan DIY.

Untuk outlet grosir tidak terlalu masalah karena kakak ipar kami punya tempat besar meski dipinggiran kota yang jaraknya 10km dari pusat kota, namun masih masuk requirement karena letaknya dipingir jalan dan cukup luas, lebih dari 100M2 dan sudah ada fasilitas mushola dan toilet, awalnya oulet yang retail juga rencana awalnya akan ditempatkan disini juga, dan biaya yang dibutuhkan sekitar 20an juta untuk membuat desain interior maupun exterior.

Ketika team survei yang ke-2 datang lagi ketempat kita ternyata menurut mereka untuk oulet yang retail tidak cocok kalau ditempatkan di tempat ini, karena lokasinya yang cukup jauh dari pusat kota akan sangat sulit mendatangkan pembeli untuk membeli eceran, dan mereka mengusulkan untuk mencari area di kota saja, ibarat karena sudah terlanjur basah, adik saya akhirnya survei muter2 kota dan akhirnya ditemukanlah lokasi yang strategis, namun sewa yang dibutuhkan sangat tinggi, agar dapat menyewa 5 tahun kami harus membayar 23jutaan setahun, artinya kami harus bayar sewa sekitar 115juta dan itu harus dibayarkan dalam tempo 1 bulan.

Ketika hal ini disampaikan kepada pemodal, kami mendapat respon yang sangat mengejutkan, yakni ada tanda2 sang pemodal akan berbalik…Subahanallah…ini adalah satu pukulan “upper cut” yang cukup mantap di hari pertama adik saya Full TDA. Karena kalau sewa tempat itu harus dilakukan, dan kami tetap harus merenovasi tempat untuk membuka outlet grosir yang diluar kota juga, dan mengisi interior dengan desain2nya segala macam ditambah acara2 opening yang akan menghadirkan salah satu Artis Ikon Rabbani, maka kami sudah akan menghabiskan uang sekitar 200juta..! Itu belum termasuk stock barang.

Kalau harus melengkapi stock barang juga agar layak untuk mencukup outlet retail dan outlet grosir Rabbani, maka kami dibuthkan dana 500an juta..! Suatu angka yang fantastik… Di benak sang pemodal mungkin angkanya tidak akan mencapai segitu besar, angka yang cukup untuk membuat pabrik penggergajian kayu yang cukup besar dikampung saya ini….dan ini pula lah yang membuat sang pemodal lebih nyaman kalau mendingan mundur saja…..

Awal mendengar berita ini saya sangat faham tapi tetap saja membuat saya mules sakit perut tidak karu2an rasanya….karena semuanya sudah dimulai, dan harapan dari bisnis besar ini pulalah yang membuat adik saya berani resign dari kantor-nya..meniggalkan semua mimpi dan kenyamanan2nya …bagaimana ya..?

Terus terang sejenak saya agak “Hang” mendengar berita ini, Alhamdulillah…itu tidak lama..segera saya bisa memegang kendali lagi, dan cepat2 saya tulis sms dan saya kirim sms itu ke member saya di kampung, yakni Yoyok, Istrinya, dan Istri saya, Ami. Bunyi smsnya begini :

“Kita ini ibarat pohon yang dirancang oleh Allah untuk tumbuh SANGAT KUAT DAN BESAR dan sangat wajar kalau banyak seklai angin dan badai yang senantiasa ditimpakan kepada kita yang tidak lain oleh Allah di maksudkan agar akar kita bisa semakin menjalar dan SEMAKIN KUAT. Selama ini banyak KEAJAIBAN yang sudah kita rasakan. Problem2 besar dan kita rasakan mustahil dipaecahkan dengan akal sehat ternyata kita bisa menyaksikan sendiri bahwa kita bisa melalui masa2 sulit itu. Tahukan kalian, penghujung tahun ini kita akan menjadi KEAJAIBAN yang diperbincangkan dimana-mana. Ambil contoh 100 orang sukses top score di sekitar kita. Sukses besar yang telah mereka raih dalam 20-40 tahun bisnis hebat mereka, ternyata bisa kita dapatkan hanya dalam 2 Tahun saja. PERCAYALAH..!”
Setelah menulis sms ini saya merasa sangat plong…saya anggap semunya hanya game saja, saya tidak perlu serius sekali, saya hanya perlu setting agar keyakinan saya tetap nempel..itu sudah lebih dari cukup dari modal yang saya butuhkan….

Pemodal satu agak takur2 saya bisa atasi dengan mencari dan menemukan pemodal yang lain…oya salah satu member tda juga saya telepon lho untuk mengatasi kendala ini…dan ini cukup melegakan meskipun dengan member tda ini semuanya baru tahap wacana…..

Untuk itu saya akan pulang kampung Kamis, tanggal 5 April 2007, mengambil liburan Jum’at. Bersama Yoyok sekali lagi saya akan REFRESH pemodal kami itu untuk kembali kepada keyakinan awal dan kembali akan tetap mengivestasikan modalnya….

Mohon doa restu temen2 dan pembaca blog saya agar ketika pulang kembali ke Jakarta hari senin 10 April 2007 saya akan kembali dengan membawa kemenangan berupa kabar gembira….? Bagaimana solusi yang akan kami ambil untuk mengatasi kendala besar berupa dana ini…? Tunggu saja ya…

Semoga anda terinspirasi dengan cerita ini…tapi sekali lagi saya ingatkan jangan hanya seneng membaca-baca saja ya, tapi segera “take action” buat bisnis anda sendiri.
Kalau anda hanya menjadi pengamat, maka ketika kami akhirnya bener2 sukses dan melewati tahap-tahap sulit ini, maka posisi anda akan tetap tidak akan berubah..yakni hanya pengamat saja…

Salam FUNtastic….

Hadi Kuntoro

1-HARI LAGI ADIKKU FULL TDA


Sabtu 31 Maret 2007
Subhanallah..menjelang full TDA-nya Yoyok, yang juga menjadi pasukan inti atau garda paling depan bagi usaha2 kami di daerah, ternyata tidak berhenti-berhentinya tantangan2 demi tantangan yang dahsyat muncul di depan mata, banyak keputusan2 sangat strategis yang harus diputuskan segera, demi acelerasi bisnis kami yang targetnya adalah menjadi 5 BESAR pemain garment di Jawa Tengah dalam waktu 3 tahun, semenjak mulai bisnis April 2006 yang lalu…

Salah satu target yang akan kita gandeng menjadi kendaraan kita agar ikut cepat melesat adalah pabrik busana muslim dan kerudung nomor 1 di Indonesia, Yakni RABBANI dari Bandung.
“Kenapa harus rabbani sih…” kata adik saya…
“Karena kalau kita mau menjadi yang terbaik, maka kerjasamalah dengan yang terbaik” kata saya kepadanya 8 bulan yang lalu dan itu diamini oleh Yoyok.

"Rabbani itu produknya sudah dikenal dan diterima masyarakat dari sabang sampai merauke bahkan keluar negeri , penjualan dan produksinya setiap enam bulan sekali naik 2x, dan 4bulan sekali membuat pabrik baru karena membludaknya order. Sudah hampir tidak ada kabupaten di Indonesia yang tidak ada agen Rabbani...."

Dari situlah kita adakan pendektan2 intensif ke Rabbani, beberapa kali ke Pak Amri saya telpon, bahkan pada saat pandangan pertama dengan beliau-pun saya langsung katakan kepada beliau “Pak Suatu hari nanti saya ingin agar menjadi agen tunggal anda di seluruh jawa tengah”.
Kata2 saya ini hanya disambut dengan senyuman, yang sudah saya duga sebelumnya….mungkin beliau bingung, orang ini baru kenal kok pede banget sih..?
Tapi P.Amri emang baik orangnya, beliau cerita panjang lebar mengenai perjalanan2 bisnisnya bersama sang Istri, Ibu Nia Kurnia (pertemuan dengan salah satu pengusaha hebat ini pernah saya ceritakan di blog saya : http://hadikuntoro.blogspot.com/2006/09/event-dahsyat-awal-september-iii_09.html ).

Saya kadang senyum2 kalau ingat kejadian bulan september 2006 ini, aku kok senekad dan se pede itu ya..? modal saja sudah habis, bahkan sudah utang ke Baitulmali di kampungku 60 juta, dan kontrakan untuk toko 25juta setahun saja masih angan2..kok mau menggandeng gajah sebesar ini..? Waktu itu sama sekali belum ada film “The Secret” jadi kami hanya mengikuti apa yang disarakan oleh Pak Roni, Pak Tung dll….
Bekerjasamalah dengan yang nomor satu, maka anda nanti juga akan ikutan terdongkrak naik…
Jadi orang hebat nomor 16 kan sudah lumayan, Iya Nggak..?

Alhamdulillah Allah sangat memperhatikan permohonan kami, ada kekuatan luar biasa yang tidak terlihat yang menuntun Rabbani alhamdulillah akhirnya mau datang ke Wonosobo dan mau survei sekaligus oleh Management Rabbani, dan kami menjalani FIT & PROPER test.
Senang dan bangga menyelimuti team kami di kampung, karena orang-orang pinternya Rabbani yang rata2 lulusan (mungkin) D3 or S1 datang ke tempat kami padahal untuk itu mereka harus menempuh perjalanan 8 Jam..!

Acara dilakukan sekitar awal Januari 2007 yang lalu.
Mereka berhadapan dengan saya,Yoyok dan Handoko temen saya, kami presentasikan program2 kami untuk FULL support Rabbani di Jawa Tengah, dan kemudian disusul presentasi dari Rabbani mengenai gambaran & syarat2 agar keinginan kami menjadi distributor utama di Jawa Tengah. Dan hal yang terakhir inilah yang membuat kami cukup lemas….

Karena setelah kami hitung2 untuk mewujudkan impian itu kami harus mengeluarkan modal buanyak sekali menurut ukuran saya..!!
Terus terang kalau diperas-peras seperti handuk basah menjadi handuk kering, saya hanya bisa mengeluarkan uang 1/20 nya….lemes kan…?
Sebagai gambaran, nanti di tempat kami yang nantinya disebut “MARKAS RABBANI JAWA TENGAH & DIY” nanti harus memiliki outlet besar produk2 Rabbani sebagai percontohan, outlet grosir dan kantor, minimal karyawan yang harus kami rekrut adalah 7 orang dan harus ada 1 D3 yang sudah berpengalaman di accounting…Semua system sudah komputerisasi dan harus ada komputer paling tidak 4 unit….dll…terbayang, betapa besarnya dana yang harus kami keluarkan sebagai pemula yang baru bisnis 1 Tahun itu saja belum genap….emang sih terbayang kita seneng, karena nanti total karyawan kita menjadi 20an orang, artinya sudah di akmi jalur yang bener.

Keinginan kami yang begitu kuat membuat saya,Yoyok,Obi dan Ami sering mules2 kalo mengingatnya…peluang ada di depan mata, Rabbani sangat suka dan yakin dengan team kita, tapi uang kami nggak punya…..
Kalau sudah ngumpul2 kami sering tertawa-tawa…emang kami ini team keterlaluan, larinya TERLALU KENCENG hingga tidak sadar kita ini sudah tidak pakai alas kaki sementara perjalanan yang harus ditempuh masih ratusan kilo lagi… ….

Tapi karena keinginan yang terlalu kuat itulah yang membuat kami “Serasa” dekat dengan Allah…mungkin inilah barokahnya Pebisnis atau pedagang, mereka banyak berdoa karena begitu banyaknya rejeki yang digantung, sehingga tidak heran kalo Nabi dan para sahabat, lebih suka berdagang daripada menjadi pekerja.

“Doa saya, Ya Allah..yang maha Hidup, Maha Menyendiri, maha Berdiri Sendiri… hamba meminta satu hal yang menurut hamba tidak mungkin, tapi engkau adalah yang memiliki segalanya..mudahkanlah segala urusan kami…”

Tgl 18 Februari 2007 kami dapat ungangan dari Rabbani.
Hari itu adalah hari pembukaan Markas dan outlet Rabbani untuk wilayah Jabar, yakni di Banjar, Ciamis.
Rabbani mengundang team kami untuk melihat pembukaanya, dan pada acara itu kami mengajak juga seorang yang potensial untuk menjadi Investor, tepatnya bukan investor tapi orang yang hubungannya sangat dekat ke Bank.
Alhamdulillah dituntun oleh Allah, beliau mau bahkan mengajak anak dan istrinya ke Ciamis, yang hari itu acaranya dimeriahkan oleh artis salah satu icon Rabbani yakni Aneke Putri, kalau nggak salah….

Saya tidak bisa ikut, tapi dari jauh detik demi detik saya ikut memantau, dan sebentar2 menelepon Yoyok dan Istrinya, seperti orang yang sangat rewel, saya berpesan banyak sekali..pastikan kami seperti “Cari Pak Amri, ajak beliau ngobrol, ingat pas acara kamu haru duduk di sampingnya, pastikan Obi akrab dengan artisnya, Jangan lupa foto2, tunjukkan ke Pak Amri bahwa kita serius dan mampu…dll..dll…” saya tahu Yoyok bisa melakukan semua dengan baik tapi terus terang saya worry, karena ini peluang bagus…

Alhamdulillah Akhirnya doa kami terjawab pada hari itu, ketika pulang dari acara, melihat kemeriahan acara, melihat team Rabbani yang begitu profesional, mengenal lebih dekat P.Amri membuat sang pemodal 100% langsung mendukung kami untuk mengucurkan dana dari Bank, atas nama beliau dan kami pakai, silahkan kami sendiri yang mengelola….

Subhanallah…..tak tergambarkan betapa terharu dan bahagia team kami saat itu…
Dan sebenernya yang paling membuat saya seneng dengan adanya berita adalah bulatnya keputusan Yoyok untuk FULL TDA…!!

Semoga anda terinspirasi dengan tulisan ini…(BERSAMBUNG)

Salam FUNtastic..
Hadi Kuntoro

(Keterangan gambar, Atas : Yoyok dan Pak Amri, Pemilik Rabbani, Bawah : Obi (istri Yoyok, baju hitam) dan Aneke Puteri )


KUNJUNGAN PARA SRIKANDI TDA


Ketika di belahan dunia sana malam minggu ibu2 berwajah cerah ceria jalan-jalan di Mall2 ditemani sang suami yang cemberut karena dompetnya kempeslagi-kempeslagi, abis itu sangsuami masih disuruh membopong anak dan ditambah lagi mendorong troley...ternyata di belahan dunia yang lain Ibu2 TDA cerah ceria juga, hanya saja mereka tidak mengeluarkan uang, tapi malah mendapat uang, membahas peluang dahsyat...dan menjelang pulang sang suami terlihat cerah ceria juga....
Isn't Interesting..?


Dan saya lebih heran lagi dengan diri saya...ngimpi apa saya kemarin ya, malam minggu diapelin cewek2...

Waktu menunjukkan jam 14.00 ketika Ibu Ina telepon "Pak Hadi aku mau ketempat anda nich..." Oke sebentar lagi aku sampai kok...Padahal waktu itu aku masih di sekitar Karawang, di jalan tol, karena kita baru jalan2 ke Bandung melihat peluang Agro.

Tiba HP saya bunyi 15 menit kemudian, telepon dari Ibu Yuni "Pak Hadi sampai dimana saya sudah di depan pintu"...wah ada 2 cewek mau datang nih...entar pasti rame kalo 2 orang ini ketemuan.

Eh...15 Menit kemudian muncul dering telepon lagi, dari Ibu Doris Nasution "Pak saya sudah nunggu lama sekali lho..hujan besar sekali disini, dan saya berteduh dirumah tetangga bapak." Kata suara disebarang sana...wah.wah..rumahkuku kebanjiran cewek2 nih....

"Iya..sepuluh menit lagi aku sampai kok...sabar dikit ya, kalau sabar ntar dapat rejeki besar lho..." kata saya, padahal watu itu aku kena macet di Jatinegara yang kalo lerumah bisa sejam lagi...hehe...

Akhirnya..jam 17.00 sampai juga dirumah..dan disambut dengan komplain dari srikandi2 TDA yang HEBAT...!!

Bagaimana nggak hebat, mereka datang n tanpa manja2 diantar, naik angkot dan hebohnya bareng2 lagi, sampai dirumah saya harus nunggu 3jam-an yang sore itu hujan deres sekali....bener2 TAHAN BANTING...saya nggak heran kalo Ibu2 kok sudah tahan banting spt ini tinggal tunggu saja cerita2 sukses dan dahsyat mereka someday....

Saya ingat beberapa temen wanita non TDA, yang kadang membatalkan acara penting hanya karena nggak ada mobil.....jauh sekali bedanya kan..? Membayangkan temen saya ini datang tanpa mobil apalagi mau menunggu tuan rumah 3 jam di depan pintu..? adalah suatu hal yang keciiilll sekali kemungkinannya...

Kalau anda hanya bekerja di area yang URGENT dan IMPORTANT, dijamin akan kecil sekali anda memiliki bisnis sukses kelas dunia....

Kalau ingin mendapat sukses yang besar, Jangan lupa kerjakan juga hal-hal yang selama ini menurut anda NOT URGENT dan NOT IMPORTANT....

Salah satunya adalah...SILATURAHMI.....

Inilah yang membuat saya optimis terhadap rekan2 TDA, karena silaturahmi ini selalu menjadi prioritas... Dan ini saya buktikan di sabtu sore 31 April kemarin....
Hebatnya lagi setelah menunggu 3 jam diluar mereka nggak marah-marah malah pada betah....mereka pulang jam 9.30 malam....!!

Semoga moto kami "BERSAMA MENEBAR RAHMAT" dan visi kami TDA GOTO 2020 bisa direalisasikan dgn lebih cepat.
Salam FUNtastic...
Hadi Kuntoro
25-1000-20