SHOW ME THE MONEY
Dear Action Members
Awal2 join tda saya sering baca postingan yang memuat kata2 spt judul diatas, dan kali ini saya sedang menghayati bener kata2 itu
Rabu Kemarin team kami kembali bisa sowan menemui P.Haji Ali yang beberapa hari semenjak lebaran berjalan-jalan ke beberapa negara, temasuk salah satunya adalah Pakistan. Begitulah enaknya kalau sudah menjadi pengusaha, kalau menjadi karyawan seperti kita, pergi keluar negeri ya harus “mencari-cari” proyek apa ya yang akan kita garap, dan fokus kita kadang bukan ke job atau proyeknya itu, tapi bagaimana caranya waktu kita disana bisa kita manfaatkan “sebagian” untuk jalan2.
“Perjalanan Bisnis apa tamasya P.Haji” tanya saya..
“Sebenerrnya niatnya tamasya, tapi selalu saja sering nemu peluang bisnis…” (Wah enak ya…)
Kami ngobrol panjang lebar dan rencana P.Haji tanggal 8 ini akan berangkat ke tanah Suci Mekkah lagi (Alhamdulillah) dan tidak lupa saya minta agar didoakan agar tahun 2007 bisa pergi haji dari bisnis saya, dan pergi hajinya bisa bertiga Saya, Istri dan Ibu saya. Saya mengharapakan ada miracle dari Allah untuk harapan ini, karena terusterang saat ini saya masih dibayang-banyangi perasaan sedikit “down” dalam motivasi bisnis.
Perasaan ini muncul pada saat lebaran usai di kampung kemarin. Salah satu yang belum merestui bahkan menghalangi bisnis adalah Ibu saya Sendiri, yang anehnya ibu saya adalah pedagang murni.
Mungkin karena cara berdagang iIbu sifatnya masih tradisional, ibu jadi merasa banyak susah daripada senengnya, sehingga lebih seneng anaknya jadi karyawan, apalagi sudah punya rumah, sudah punya mobil, dan kapanpun mau bisa pulang kampung dengan keluarga.
”Kurang apa..?” kata ibuku...
Sebenernya Beliau sudah mengunjungi di 4 outletku, dan surprise.. tapi karena semua mayoritas mas utang2an dan omset2 besar yang saya tunujukkan pada beliau baru merupakan angka-angka saja, ibuku tetap belum yakin..., karena memang lebaran uang hasil bisnis kami habis untuk membayar para investor, yang dari awal memang hanya berniat meminjam dengan waktu 3 bulan saja, ditambah untuk biaya2 sewa tempat, dan praktis keuntungan kami hanyalah saat ini kami punya tempat gratis untuk berdagang.
Tidak adanya hasil yang berwujud itulah yang meyebabakan kami gagal meyakinkan ibu bahwa kami sudah layak untuk terjun ke dunia usaha.
Rencana saya tadinya adalah Januari 2007 Istri dan anak pulang kampung, membesarkan toko disana dan mengembangkan jaringan sampai di Yogya dan Semarang dan mulai membangun toko online dari kampung, untuk memastikan bisnisnya jalan saya tidak akan mengirim uang, biar mereka cepat mandiri dan hanya mengambil hasil dari gaji usaha. Nanti paling lambat setahun berikutnya saya nyusul...ternyata rencana saya itu belum di restui....
Rencana diskusi tentang masa depan, rencana pembicaraaan langkah2 yang akan saya lakukan, ternyata gagal menemui happy ending di lebaran itu, dan intinya beliau masih lebih seneng saya jadi karyawan.
”Kalau nanti saya tetep nekad terjun dan tidak memilih jalur karyawan apa ibu tidak merestui dan menganggap saya anak tidak berbakti..” ini pertanyaan yang saya anggap jurus ampuh untuk memancing sebenernya seperti apa beliau..?
Jawabannya ” Saya ingin kamu mendapat yang terbaik, dan itu sekarang sudah terlihat nyata, kamu mau cari apa lagi....?”
Akhirnya lebaran kemarin pulang ke Ibukota ngikutin arus balik dengan loyo dan terbalik dibanding kondisi saat pulang kampung.
Alhamdulillah Istri saya tidak ikut2an down, dan tetap mulai membuka toko lagi, dan salah satu yang sedikit membuat semangat lagi adalah omset sudah mulai bergerak normal kembali.
Di pabrik semangat kerja saya lebih2 lagi down-nya.
Awal mulai bisnis semangat saya kerja justru kadang naik , karena apa yang saya lihat pabrik sebenenrnya ilmu juga bisa saya terapkan diluar, dan kini perasaan itu berubah menjadi males, dan seakan2 terjebak dalam kondisi yang blank. Mikir pekerjaan kagak mikir bisnis juga kagak...hehehe..
Alhamdulillah setelah telpon2an dengan P.Haji lumayan dapat energi lagi.
”Jangan hanya bicara dengan angka , tapi anda tunjukkan kepada ibu anda bahwa anda berhasil, sampai nanti ibu anda sendiri yang menyuruh anda resign...” kata2 dari P.Haji yang seperti ahli NLP ini begitu mengena...dan sekarang Insya Allah saya sedang bergerak untuk membuktikannya.
Saya harus berusaha keras untuk ”show the money” dan bukan hanya catatan, dan saya bahkan bertekad untuk menghajikan lagi Ibu saya, dan berangkatnya bareng2 dengan saya dan Istri.
Nanti di Mekkah saya akan mengulangi lagi pertanyaan saya...apakah saya sudah boleh TDA sekarang...?
Saya beberapa kali sharing hal ini kepada P.Roni dan malah di acara HBH kemarin secara khusus p.Roni menyinggung masalah yang cukup mengganggu motivasi saya ini.
Pak Agusalis ternyata juga punya masalah yang sama ya...
Itulah senengnya kalau punya komunitas, apa yang terasa berat ternyata dengan berbagi cerita saja sudah enteng...
Salam FUUNTASTIC...
Hadi Kuntoro
www.hadikuntoro.blogspot.com
"Mulai dari yang kecil, Mulai Yang Mudah dan Menyenangkan dan Mulailah dari Sekarang"
BERSANDAR KEPADA YANG SUDAH BESAR
Agar sukses dekat dekatlah dengan orang yang sudah sukses.Siapakah orang yangn sudah sukses di jalur bisnis yang anda minati, dan bergurulah dengan dengannya.Pergunakanlah 80% waktumu untuk bincang dengan mereka2 full motivated dan sudah terbukti berhasil, dan 20% boleh dengan yang lain2..
Anda sering sekali kan mendengar kata2 itu dalam seminar2 atau obrolan di forum tda..?Apakah anda sudah mempraktekkannya..?
Yang di jalur TDA sepatu apakah sekarang sudah ada yang punya temen atau partner atau guru yang sukses di dunia persepatun di indonesia..? atau minimal yang sudah punya toko sepatu yang sangat luaris..?
Apakah yang di tda food sudah rutin bincang2 dengan P.Khadik atau Cak Eko yang dalam 2 bulan sudah membuat banyak cabang kedai baksonya..?
Saya ingat 6 bulan yang lalu ketika pertama kali kenal P.Haji ALi, yang terpikir saat itu pokoknya saya akan dekati orang ini sampai beliau mengenal saya..
Saya jatuh cinta pada pandangan pertama akan profile beliau yang rendah hati meski di blognya P.Roni dan Masbukhin orang ini terlihat sangat besar.
PAda kesempatan pertama kali bertemu itu saya langsung ungkapkan kepada beliau dan Ibu beliau di tanah abang, "Mulai hari ini saya akan bisnis garmen dan saya hanya berharap dari bisnis sambilan ini akan mempercepat saya untuk berangkat haji" begitulah saya sampaikan ini kepada Beliau dan Ibu Beliau, yang juga merupakan pertemuan pertama dengan p.Roni.
Setiap kali ke tanah abang, istri saya dan saya selalu menyempatkan diri laporan kepada beliau perkembangan usaha saya, meskiun tidak diminta.Dan saya hanya ingin agar beliau mau mendoakan kami agar berhasil...
Telepon2 beliau pun kadang2 saya lakukan meski hanya mengabarkan bahwa saya bertemu teman dekat beliau..dan ujung2nya ya saya laporkan perkembangan usaha saya...tidak lupa minta doa restu..itu yang selalu saya lakukan setiap kali bertemu beliau.
Hingga akhirnya seperti yang pernah saya ceritakan akhirnya saya menjadi partner atau tepatnya menjadi pelanggan yang di subsidi Pak Haji, dengan cara boleh ambil barang duluan bayarnya entar kalau sudah laku..
Alhamdulillah sampai saat ini berjalan baik, dan rutin setiap minggu Alhamdulillah kami bisa setor kepada beliau...
Biasanya setelah istri kirim melalui transfer, meskipun yang ngurusin administrasi damn transaksi semua anak buahnya, saya tetap telepon P.Haji,
"Pak Haji, Alhamdulillah minggu ini sudah kirim lagi pak"
"Masya Allah.." atau
" Alhamdulillah..." ini yang selalu dikatakan beliau setiap kali saya telepon...dan selalu membuat saya merinding...karena terdengar sangat sejuk ditelinga saya...
"Kalau bisa sambil bayar sambil ambil barang lagi, biar nanti stok selalu ada dan fresh.." ini juga beberapa kali sering beliau katakan.
Tidak pernah terdengar kata-kata yang sebenernya kalau diucapkan saya juga maklum, seperti misalnya:
"Anda kirim berapa..?"
"Kapan anda akan kirim lagi..?"
Itulah yang membuat saya sering tidak habis pikir dan hanya puji syukur yang bisa kami panjatkan kepada Allah.
Istri saya cukup dengan membawa uang 200ribu berani pergi ke Tanah Abang. Dan pulangnya bawa barang penuh di bagasi taksi, kadang rasanya aneh...
Ternyata kata2 yang sering kita dapatkan di seminar atau di forum spt yang saya tulis di awal sharing ini memang mujarab untuk kita2 yang saat ini masih memulai/merangkak di belantara bisnis.
Kalau ternyata orang tempat kita bersandar tidak memberi maanfaat fisik secara langsung, atau bahkan dia tidak akan mungkin mengenal kita karena beliau very2 big, bagaimana..?Atau tokoh ini adanya di luar negeri dan kita hanya tahu dari buku2nya saja bagaimana..?
Menurut saya tidak masalah....dan tetap akan ada maanfaatnya secara langsung kalau kita jeli...
Salah satunya pernah saya sampaikan ke donatur saya agar dia mau investasi..
"Emang kamu punya strategi apa dalam memasarkan produk .." kata sang donatur.
"Nih strategi saya spt ini, marketingya pake metode seperti.. tokoh ini, yang saya sering ajak ngobrol adalah si A,B,C dll dan sepak terjang dia adalah ini..ini...ini.."Kata saya sambil menunjukkan buku2,print out dari blog-blog temen2 tda...dll.
Hasilnya dia bener terbakar....dan Alhamdulillah sekarang dia makin terbakar untuk bisa invest lagi, tapi kami belum mau karena kerjasama denga P.Haji ini sungguh menguntungkan..
Jadi apakah anda sudah mempunyai tokoh sandaran..? atau rujukan..? cepat2 dapatkan dia..dan ini akan mengakselerasi anda.
Oya, kalau anda bernasib baik bisa kenal dekat dengan tokoh rujukan anda itu, maka siap-siaplah untuk mendapatkan kejutan yang lain.
Selain di P.Haji kami juga kadang belanja ke grosir yang lain termasuk yang dimiliki oleh salah satu juragan2 Chinese tapi sudah lama bisnis baju muslim, dan punya banyak toko juga di PGMTA yang produknya cukup laris dan eksklusif.
Pagi2 Senin 20 November kemarin kami mendapatkan kejutan telepon dari rumah sang juragan.
"Wah sombong ya...semenjak lebaran nggak pernah belanja2 lagi" kata sang juragan di telepon pagi2 ketika saya mau berangkat kerja....
Telepon2 spt itu sudah biasa, tapi jawaban dari kami yang sekenanya menjadikan obrolan itu tidak biasa..
"Sori ya..saya sekarang sudah dapat fasilitas mantap ..bla..bla...dari P.Haji Ali nih..jadi agak jarang kesitu deh, entar kalau kesana kami mampir ya.."
"Anda kenal kan Pak Haji Ali..?" kata kami
Mendengar jawaban kami itu suara di seberang sana terdengar panas...
"Serius nih..you dapat fasilitas itu dari P.Haji...?"
"Iya emang kenapa.." tanyaku yang ikut bingung karena mendengar dia yang kayaknya bingung. kenapa dia..? pikirku..
"Kalau begitu saya juga mau deh seperti itu..!"
"Ah yang bener nich..entar apa kamu nggak takut rugi..atau saya kabur?" kata saya tidak percaya .
"Enggak takut dong..tapi untuk awal2 kalau bisa you ambil barang berapapun, entar bayar separonya, dan separonya kapan aja kalau laku, jadi 1/2 perjanjiannya P.Haji deh buat awalan...." katanya dengan semangat.
"Oke, tapi entar lama-lama bisa full spt P.haji ya..." tidak terasa obrolan pagi yang tadinya saya buat bercanda ternyata hasilnya serius menjadi 1 peluang besar...
Semoga cerita ini meng-Inspirasi Anda
Salam FUNtassticc
Hadi Kuntoro
Agar sukses dekat dekatlah dengan orang yang sudah sukses.Siapakah orang yangn sudah sukses di jalur bisnis yang anda minati, dan bergurulah dengan dengannya.Pergunakanlah 80% waktumu untuk bincang dengan mereka2 full motivated dan sudah terbukti berhasil, dan 20% boleh dengan yang lain2..
Anda sering sekali kan mendengar kata2 itu dalam seminar2 atau obrolan di forum tda..?Apakah anda sudah mempraktekkannya..?
Yang di jalur TDA sepatu apakah sekarang sudah ada yang punya temen atau partner atau guru yang sukses di dunia persepatun di indonesia..? atau minimal yang sudah punya toko sepatu yang sangat luaris..?
Apakah yang di tda food sudah rutin bincang2 dengan P.Khadik atau Cak Eko yang dalam 2 bulan sudah membuat banyak cabang kedai baksonya..?
Saya ingat 6 bulan yang lalu ketika pertama kali kenal P.Haji ALi, yang terpikir saat itu pokoknya saya akan dekati orang ini sampai beliau mengenal saya..
Saya jatuh cinta pada pandangan pertama akan profile beliau yang rendah hati meski di blognya P.Roni dan Masbukhin orang ini terlihat sangat besar.
PAda kesempatan pertama kali bertemu itu saya langsung ungkapkan kepada beliau dan Ibu beliau di tanah abang, "Mulai hari ini saya akan bisnis garmen dan saya hanya berharap dari bisnis sambilan ini akan mempercepat saya untuk berangkat haji" begitulah saya sampaikan ini kepada Beliau dan Ibu Beliau, yang juga merupakan pertemuan pertama dengan p.Roni.
Setiap kali ke tanah abang, istri saya dan saya selalu menyempatkan diri laporan kepada beliau perkembangan usaha saya, meskiun tidak diminta.Dan saya hanya ingin agar beliau mau mendoakan kami agar berhasil...
Telepon2 beliau pun kadang2 saya lakukan meski hanya mengabarkan bahwa saya bertemu teman dekat beliau..dan ujung2nya ya saya laporkan perkembangan usaha saya...tidak lupa minta doa restu..itu yang selalu saya lakukan setiap kali bertemu beliau.
Hingga akhirnya seperti yang pernah saya ceritakan akhirnya saya menjadi partner atau tepatnya menjadi pelanggan yang di subsidi Pak Haji, dengan cara boleh ambil barang duluan bayarnya entar kalau sudah laku..
Alhamdulillah sampai saat ini berjalan baik, dan rutin setiap minggu Alhamdulillah kami bisa setor kepada beliau...
Biasanya setelah istri kirim melalui transfer, meskipun yang ngurusin administrasi damn transaksi semua anak buahnya, saya tetap telepon P.Haji,
"Pak Haji, Alhamdulillah minggu ini sudah kirim lagi pak"
"Masya Allah.." atau
" Alhamdulillah..." ini yang selalu dikatakan beliau setiap kali saya telepon...dan selalu membuat saya merinding...karena terdengar sangat sejuk ditelinga saya...
"Kalau bisa sambil bayar sambil ambil barang lagi, biar nanti stok selalu ada dan fresh.." ini juga beberapa kali sering beliau katakan.
Tidak pernah terdengar kata-kata yang sebenernya kalau diucapkan saya juga maklum, seperti misalnya:
"Anda kirim berapa..?"
"Kapan anda akan kirim lagi..?"
Itulah yang membuat saya sering tidak habis pikir dan hanya puji syukur yang bisa kami panjatkan kepada Allah.
Istri saya cukup dengan membawa uang 200ribu berani pergi ke Tanah Abang. Dan pulangnya bawa barang penuh di bagasi taksi, kadang rasanya aneh...
Ternyata kata2 yang sering kita dapatkan di seminar atau di forum spt yang saya tulis di awal sharing ini memang mujarab untuk kita2 yang saat ini masih memulai/merangkak di belantara bisnis.
Kalau ternyata orang tempat kita bersandar tidak memberi maanfaat fisik secara langsung, atau bahkan dia tidak akan mungkin mengenal kita karena beliau very2 big, bagaimana..?Atau tokoh ini adanya di luar negeri dan kita hanya tahu dari buku2nya saja bagaimana..?
Menurut saya tidak masalah....dan tetap akan ada maanfaatnya secara langsung kalau kita jeli...
Salah satunya pernah saya sampaikan ke donatur saya agar dia mau investasi..
"Emang kamu punya strategi apa dalam memasarkan produk .." kata sang donatur.
"Nih strategi saya spt ini, marketingya pake metode seperti.. tokoh ini, yang saya sering ajak ngobrol adalah si A,B,C dll dan sepak terjang dia adalah ini..ini...ini.."Kata saya sambil menunjukkan buku2,print out dari blog-blog temen2 tda...dll.
Hasilnya dia bener terbakar....dan Alhamdulillah sekarang dia makin terbakar untuk bisa invest lagi, tapi kami belum mau karena kerjasama denga P.Haji ini sungguh menguntungkan..
Jadi apakah anda sudah mempunyai tokoh sandaran..? atau rujukan..? cepat2 dapatkan dia..dan ini akan mengakselerasi anda.
Oya, kalau anda bernasib baik bisa kenal dekat dengan tokoh rujukan anda itu, maka siap-siaplah untuk mendapatkan kejutan yang lain.
Selain di P.Haji kami juga kadang belanja ke grosir yang lain termasuk yang dimiliki oleh salah satu juragan2 Chinese tapi sudah lama bisnis baju muslim, dan punya banyak toko juga di PGMTA yang produknya cukup laris dan eksklusif.
Pagi2 Senin 20 November kemarin kami mendapatkan kejutan telepon dari rumah sang juragan.
"Wah sombong ya...semenjak lebaran nggak pernah belanja2 lagi" kata sang juragan di telepon pagi2 ketika saya mau berangkat kerja....
Telepon2 spt itu sudah biasa, tapi jawaban dari kami yang sekenanya menjadikan obrolan itu tidak biasa..
"Sori ya..saya sekarang sudah dapat fasilitas mantap ..bla..bla...dari P.Haji Ali nih..jadi agak jarang kesitu deh, entar kalau kesana kami mampir ya.."
"Anda kenal kan Pak Haji Ali..?" kata kami
Mendengar jawaban kami itu suara di seberang sana terdengar panas...
"Serius nih..you dapat fasilitas itu dari P.Haji...?"
"Iya emang kenapa.." tanyaku yang ikut bingung karena mendengar dia yang kayaknya bingung. kenapa dia..? pikirku..
"Kalau begitu saya juga mau deh seperti itu..!"
"Ah yang bener nich..entar apa kamu nggak takut rugi..atau saya kabur?" kata saya tidak percaya .
"Enggak takut dong..tapi untuk awal2 kalau bisa you ambil barang berapapun, entar bayar separonya, dan separonya kapan aja kalau laku, jadi 1/2 perjanjiannya P.Haji deh buat awalan...." katanya dengan semangat.
"Oke, tapi entar lama-lama bisa full spt P.haji ya..." tidak terasa obrolan pagi yang tadinya saya buat bercanda ternyata hasilnya serius menjadi 1 peluang besar...
Semoga cerita ini meng-Inspirasi Anda
Salam FUNtassticc
Hadi Kuntoro
BED
Apa yang tergambar di benak anda ketika membaca judul diatas...tidur,ranjang,kasur,hari minggu,malas-malasan,sakit,istirahat total....
Anda tidak salah...pasti gambaran kita kebanyakan tidak jauh2 dari kondisi posisi orang yang diam dan tidak bergerak.
Karena itulah BED yang saya tulis diatas itu saat ini saya artikan sebagai ”Loser” atau orang yang kalah...
Kalah disini adalah orang yang kalah setelah berperang melawan diri sendiri...
Kapan kita dikatakan kalah meawan diri sendiri itu..? adalah ketika kita hanya bergelut atau memposisikan diri selalu :
- Blame : Menyalahkan orang lain,kondisi,keadaaan
- Excuse : Pasrah ngalah,maklum
- Denial : Mengingkari keadaan/Pengingkaran
Kalau ketiga item (BED) ini kita anut sebagai pedoman, maka dengan sedih harus diterima bahwa kita akan atau telah GAGAL.
Contoh sederhana untuk kasus gagal ini adalah ketika kita sudah jelas-jelas dinyatakan oleh dokter ahli bahwa kita ”kolesterol tinggi” atau ”overwieght” atau apapun..dan obat mujarabnya adalah ”Olah Raga”
Apakah kita akan patuh..?
Hoho..dari 10 orang paling 1-2 yang patuh, lainnya....ya..BED itu...
1. Blame :
Perusahaan sih penyebabnya, abisnya tiap hari kita dikasih makanan kolesterol melulu di pabrik.
Perusahaan nggak ngasih sarana syang lengkap spt di perusahaan lain..disana ada fitness centre, ada kolam renang dll
Gimana olahraga, tiap hari disuruh lembur sampai malam sama bos...(ketika sibuk)
Jam kerja terlalu pagi sih...gak sempat deh...
Istri nggak pernah ngebangunin sih..kesiangan melulu dan gak sempat olah raga..dll...dll
2. Excuse :
Maklum lah kita kan nggak ada waktu olah raga, tiap hari full kerja terus..
Wajarlah..kita kan masih muda, belum perlu lah diet aneh2 dan olah raga entar aja kalo sudah tua...
Maklum dia kan masih muda jadi rajin olah raganya, saya kan sudah tua jadi maklum saja...
Maklum saya keturunan gendut2 jadi olahraga kayak apapun percuma..jadi mendingan kagak aja deh...
3. Denial :
Ngapain takut kolesterol, dan olah raga segala, kalau mati enter mati saja emang kenapa..? (padahal dalam hati dia kecut..)
Ah..alat si dokter aja yang kacau, kolesterol saya paling nggak segitu..dll
Apakah anda masuk kategori termasuk salah satu dari ke-3 hal diatas..?
Siap-siaplah anda akan jadi Loser...tapi kalau anda tidak terjamah satupun darinya maka anda adalah WINNER.
Salam FUUNuntastic
Hadi Kuntoro
MODAL TERNYATA BUKAN KENDALA UTAMA DALAM BISNIS
Apakah anda masih terbentur ke paradigma bahwa kunci sukses nomor 1 dalam bisnis itu adalah Modal..?
Saya berpikiran begitu juga, dan kurang percaya kalau ada yang “omongan” tidak seperti itu.
Tapi lama2 saya makin yakin bahwa ”omongan” itu ternyata benar!
Beberapa minggu yang lalu saya ngobrol-ngobrol di kantor milik salah seorang teman saya yang menjadi pengusaha pengadaan peralatan pabrik.Sessi obrolan seperti ini sudah biasa kami lakukan karena saya sering memberikan pelatihan beberapa materi mengeani Inventory Management.Obrolan siang itu lebih mengasyikkan daripada obrolan2 sebelumnya, karena pada hari itu saya baru terbuka kepada beliau, sang pemilik usaha, bahwa saya sekarang juga sedang membuka usaha kecil2an yakni di garment.
Bos sebut saja namanya “Mr.A” bergerak di bidang trading dan punya karyawan sudah lebih dari 100an orang ini awalnya adalah perantau yang susah.Sebagai lazimnya yang lain, beliau yang merupakan Chinese ini lebih suka nongkrong dan bergaul dengan sesama temennya di glodok, hingga akhirnya bisa sedikit2 usaha dan akhirnya besar seperti sekarang.
Yang akan saya ceritakan adalah hasil dari pertemuan saya dengan dia di suatu hari di kantornya yang sangat sejuk.Mendengar penjelasan saya, Mr.A tersenyum-senyum mungkin membayangkan beberapa puluh tahun lalu ketika beliau juga sedang tertatih-tatih memulai usaha, dan hingga akhirnya jadi perusahaan yang cukup besar seperti sekarang ini.
Bahkan dengan sungguh2 beliau menawarkan kepada saya, apakah beliau bisa bantu dengan mendatangkan barang2 dari china dan nanti saya jual di sini..?Aku bingung menjawabnya, karena kalau saya terima tawarannya itu artinya saya harus total untuk mengawasi operasionalnya, sementara untuk total dan harus meninggalkan job sekarang ini saya masih terkendala dengan belum keluarnya restu dari Ibu saya…
Akhirnya saya jawab, bahwa sekarang belum saat yang tepat dari saya.
Saya akan membuktikan hasil yang jelas2 nyata dulu kepada Ibu saya, bukan Cuma ditunjukkin angka2 saja, baru nanti restu dari beliau mau tidak mau akan muncul.
Mendengar itu Mr.A tersenyum-senyum bijak…
”Wah saya optimis anda akan berhasil”
“Any time you butuh apa-apa calling saja…” katanya…wah ini sungguh kata2 yang bener2 diluar dugaan saya, tapi saya baru bener2 memanfaatkannya kalau yakin bahwa saya bisa survive minimal setelah 1 tahun pertama.
“Gini saja, you mau nggak bisnis Jeans,Jaket Kulit atau Sepatu” katanya.
“Saya punya temen sekolah yang sekarang main begituan, pasti you bisa dapat margin dari situ.”
”Wah, saya baru bisa main di baju dan perlengkapan muslim saja Pak, untuk Jean dan jaket saya belum tertarik, tapi untuk yang ke-3, sepatu saya pengin liat..” kata saya..
”Sayang ya, saya nggak punya kenalan bandarnya baju muslim, tapi anytime kalau you tahu bandar chinese yang jualan baju muslim itu, calling2 saya saja nanti saya bantuain nego” ..si Bos ini sungguh2 baik...kataku dalam hati
”Atau you datang saja dulu ketempat temen saya ini, you liat2 barang2 itu siapa tahu tertarik, nanti kalau tertarik dalam jumlah besar bilang saja sama temen saya itu bahwa nanti saya yang kan bayar...” Tambahnya lagi ..bener2 menarik..tawaran2 spt ini kok ada saja ya..?
Ini adalah tawaran miracle yang ke-2 setelah tawarannya P.Haji, Cuma sayangnya kok bukan baju or perlengkapan muslim....Ah..tidak ada salahnya suatu saat saya akan lihat temennya yang dia sebut2 itu.....
Kamis, Awal November 2006.
Siang itu saya berniat datang ketempat temen Mr.A yang beberapa hari lalu menjadi bendar jeans,jaket dan sepatu.Penasaran seperti apa sih..? Sebelumnya saya telepon dahulu dan diluar dugaan, ternyata Mr.A sudah menghubungi temen itu beberapa hari yang lalu bahwa nanti kalu saya datang tolong dibantu...
Jadi agak jengah, karena lawan bicara di telepon yang orangnya pasti kaya sangat ramah, dan rela datang ke ruko tempat usaha dia hanya untuk menemui saya pada siang hari itu.
Tempat Pencarian ke rukonya itu cukup sulit, ...karena saya baca2 di buku peta terbaru ruko yang disebutkannya itu belum terdaftar.Berulangkali saya musti puter2 tempat yang sama hingga akhirnya ketemu tempatnya, dan ternyata dekat hanya di seputaran glodok saja...
Temen Mr.A yang namanya Mr.B ini usianya sepantaran dengan Mr.A mungkin sekitar 60an tahun, namun gerak nya masih sangat lincah, dan siang itu saya diterima dengan ramah seperti sudah kenal lama.Dari cerita2nya nampaknya dia punya hubungan yang spesial dengan pabrik2 garment di seputaran jakarta, dan beliau bermain bisnis yakni memborong sisa-sisa produksi, seperti temen saya yang sering dapat borongan selimut murah dalam jumlah besar karena sistem prduksinya lot, sedangakan aktual produksi selalu lebih dari lot yang dibutuhkan.
Siang itu kami ngobrol seputar bisnis masing2 dan Mr.B terlihat menyesal karena tidak bisa menyediakan apa yang saya butuhkan, dan saya juga menyesal karena tidak bisa mengambil barang beliau, yang di dominasi Jeans,Jaket kulit dan sepatu, serta celana laki2.Padahal kalau saya lihat merknya cukup terkenal, misalnya sepatu2 bagus merk ”Neckermann”, celana Nina Richi, yang suka dipakai bos-bos dll...
Khusus untuk sepatu Neckermann, saya agak tertarik, karena harganya bisa 1/3 dari harga banderol..! sehingga kalau kita jual kepada reseller dengan harga diskon 50%pun masih untung besar. Namun pembeliannya memang harus banyak, paling tidak 10 Lusin, setiap model setiap warna.
Contoh sepatu Neckermann, yang stok sedang banyak waktu itu adalah tipe sport atau kegiatan outdoor atau untuk anak2 sekolah, warna hitam, stock ada 3000an pasang menurut dia.Saya yakin suatu saat saya bisa ada bisnis besar dengan beliau (moga2 entar kalo sdh tda) dan sebagai tanda ikatan saya mengambil 12 pasang (1 box) sepatu warna hitam tersebut. Otak kiri saya tadinya pesimis apa ya laku sepatu seperti itu..?
Ternyata bisikan2 itu berhasil dikalahkan setelah sampai dirumah ternyata anak saya naksir berat sepatu itu, dan alhamdulillah pesenan juga mengalir dari 1,2 pasang sampai lusinan. Bila kita sabar dan dijual eceran 100ribu hasilnya kita untung lebih dari 50ribu!Kalau saya jual grosirpun untungnya bisa lebih dari 25rb%.
Pantesan pedagang2 sepatu di pasar anyar bisa cepet kaya, seperti kata pak Roni...
Cuma sayangnya, passion saya belum nyantel di sepatu, namun okelah suatu saat saya akan bisnis kesana juga.Temen2 terutama TDA sepatu, apakah ada yang tertarik..?
Kalau tertarik anda bisa lihat gambar sepatu yang ada di blog saya, harganya murah kok untuk dijual lagi, syukur2 anda bisa jual partai besar keluar jawa.
Belum lama Mr.B kirim ke Irian 7000an pasang katanya.Kalau anda tertarik nanti bisa kerjasama dengan saya....
Insya Allah sample sepatu Neckermann itu akan saya bawa ke acara Halal Bilhalal di cibubur nanti...
Semoga Postingan ini bermanfaat.
Salam Fuuntastic
Hadi Kuntoro
Apakah anda masih terbentur ke paradigma bahwa kunci sukses nomor 1 dalam bisnis itu adalah Modal..?
Saya berpikiran begitu juga, dan kurang percaya kalau ada yang “omongan” tidak seperti itu.
Tapi lama2 saya makin yakin bahwa ”omongan” itu ternyata benar!
Beberapa minggu yang lalu saya ngobrol-ngobrol di kantor milik salah seorang teman saya yang menjadi pengusaha pengadaan peralatan pabrik.Sessi obrolan seperti ini sudah biasa kami lakukan karena saya sering memberikan pelatihan beberapa materi mengeani Inventory Management.Obrolan siang itu lebih mengasyikkan daripada obrolan2 sebelumnya, karena pada hari itu saya baru terbuka kepada beliau, sang pemilik usaha, bahwa saya sekarang juga sedang membuka usaha kecil2an yakni di garment.
Bos sebut saja namanya “Mr.A” bergerak di bidang trading dan punya karyawan sudah lebih dari 100an orang ini awalnya adalah perantau yang susah.Sebagai lazimnya yang lain, beliau yang merupakan Chinese ini lebih suka nongkrong dan bergaul dengan sesama temennya di glodok, hingga akhirnya bisa sedikit2 usaha dan akhirnya besar seperti sekarang.
Yang akan saya ceritakan adalah hasil dari pertemuan saya dengan dia di suatu hari di kantornya yang sangat sejuk.Mendengar penjelasan saya, Mr.A tersenyum-senyum mungkin membayangkan beberapa puluh tahun lalu ketika beliau juga sedang tertatih-tatih memulai usaha, dan hingga akhirnya jadi perusahaan yang cukup besar seperti sekarang ini.
Bahkan dengan sungguh2 beliau menawarkan kepada saya, apakah beliau bisa bantu dengan mendatangkan barang2 dari china dan nanti saya jual di sini..?Aku bingung menjawabnya, karena kalau saya terima tawarannya itu artinya saya harus total untuk mengawasi operasionalnya, sementara untuk total dan harus meninggalkan job sekarang ini saya masih terkendala dengan belum keluarnya restu dari Ibu saya…
Akhirnya saya jawab, bahwa sekarang belum saat yang tepat dari saya.
Saya akan membuktikan hasil yang jelas2 nyata dulu kepada Ibu saya, bukan Cuma ditunjukkin angka2 saja, baru nanti restu dari beliau mau tidak mau akan muncul.
Mendengar itu Mr.A tersenyum-senyum bijak…
”Wah saya optimis anda akan berhasil”
“Any time you butuh apa-apa calling saja…” katanya…wah ini sungguh kata2 yang bener2 diluar dugaan saya, tapi saya baru bener2 memanfaatkannya kalau yakin bahwa saya bisa survive minimal setelah 1 tahun pertama.
“Gini saja, you mau nggak bisnis Jeans,Jaket Kulit atau Sepatu” katanya.
“Saya punya temen sekolah yang sekarang main begituan, pasti you bisa dapat margin dari situ.”
”Wah, saya baru bisa main di baju dan perlengkapan muslim saja Pak, untuk Jean dan jaket saya belum tertarik, tapi untuk yang ke-3, sepatu saya pengin liat..” kata saya..
”Sayang ya, saya nggak punya kenalan bandarnya baju muslim, tapi anytime kalau you tahu bandar chinese yang jualan baju muslim itu, calling2 saya saja nanti saya bantuain nego” ..si Bos ini sungguh2 baik...kataku dalam hati
”Atau you datang saja dulu ketempat temen saya ini, you liat2 barang2 itu siapa tahu tertarik, nanti kalau tertarik dalam jumlah besar bilang saja sama temen saya itu bahwa nanti saya yang kan bayar...” Tambahnya lagi ..bener2 menarik..tawaran2 spt ini kok ada saja ya..?
Ini adalah tawaran miracle yang ke-2 setelah tawarannya P.Haji, Cuma sayangnya kok bukan baju or perlengkapan muslim....Ah..tidak ada salahnya suatu saat saya akan lihat temennya yang dia sebut2 itu.....
Kamis, Awal November 2006.
Siang itu saya berniat datang ketempat temen Mr.A yang beberapa hari lalu menjadi bendar jeans,jaket dan sepatu.Penasaran seperti apa sih..? Sebelumnya saya telepon dahulu dan diluar dugaan, ternyata Mr.A sudah menghubungi temen itu beberapa hari yang lalu bahwa nanti kalu saya datang tolong dibantu...
Jadi agak jengah, karena lawan bicara di telepon yang orangnya pasti kaya sangat ramah, dan rela datang ke ruko tempat usaha dia hanya untuk menemui saya pada siang hari itu.
Tempat Pencarian ke rukonya itu cukup sulit, ...karena saya baca2 di buku peta terbaru ruko yang disebutkannya itu belum terdaftar.Berulangkali saya musti puter2 tempat yang sama hingga akhirnya ketemu tempatnya, dan ternyata dekat hanya di seputaran glodok saja...
Temen Mr.A yang namanya Mr.B ini usianya sepantaran dengan Mr.A mungkin sekitar 60an tahun, namun gerak nya masih sangat lincah, dan siang itu saya diterima dengan ramah seperti sudah kenal lama.Dari cerita2nya nampaknya dia punya hubungan yang spesial dengan pabrik2 garment di seputaran jakarta, dan beliau bermain bisnis yakni memborong sisa-sisa produksi, seperti temen saya yang sering dapat borongan selimut murah dalam jumlah besar karena sistem prduksinya lot, sedangakan aktual produksi selalu lebih dari lot yang dibutuhkan.
Siang itu kami ngobrol seputar bisnis masing2 dan Mr.B terlihat menyesal karena tidak bisa menyediakan apa yang saya butuhkan, dan saya juga menyesal karena tidak bisa mengambil barang beliau, yang di dominasi Jeans,Jaket kulit dan sepatu, serta celana laki2.Padahal kalau saya lihat merknya cukup terkenal, misalnya sepatu2 bagus merk ”Neckermann”, celana Nina Richi, yang suka dipakai bos-bos dll...
Khusus untuk sepatu Neckermann, saya agak tertarik, karena harganya bisa 1/3 dari harga banderol..! sehingga kalau kita jual kepada reseller dengan harga diskon 50%pun masih untung besar. Namun pembeliannya memang harus banyak, paling tidak 10 Lusin, setiap model setiap warna.
Contoh sepatu Neckermann, yang stok sedang banyak waktu itu adalah tipe sport atau kegiatan outdoor atau untuk anak2 sekolah, warna hitam, stock ada 3000an pasang menurut dia.Saya yakin suatu saat saya bisa ada bisnis besar dengan beliau (moga2 entar kalo sdh tda) dan sebagai tanda ikatan saya mengambil 12 pasang (1 box) sepatu warna hitam tersebut. Otak kiri saya tadinya pesimis apa ya laku sepatu seperti itu..?
Ternyata bisikan2 itu berhasil dikalahkan setelah sampai dirumah ternyata anak saya naksir berat sepatu itu, dan alhamdulillah pesenan juga mengalir dari 1,2 pasang sampai lusinan. Bila kita sabar dan dijual eceran 100ribu hasilnya kita untung lebih dari 50ribu!Kalau saya jual grosirpun untungnya bisa lebih dari 25rb%.
Pantesan pedagang2 sepatu di pasar anyar bisa cepet kaya, seperti kata pak Roni...
Cuma sayangnya, passion saya belum nyantel di sepatu, namun okelah suatu saat saya akan bisnis kesana juga.Temen2 terutama TDA sepatu, apakah ada yang tertarik..?
Kalau tertarik anda bisa lihat gambar sepatu yang ada di blog saya, harganya murah kok untuk dijual lagi, syukur2 anda bisa jual partai besar keluar jawa.
Belum lama Mr.B kirim ke Irian 7000an pasang katanya.Kalau anda tertarik nanti bisa kerjasama dengan saya....
Insya Allah sample sepatu Neckermann itu akan saya bawa ke acara Halal Bilhalal di cibubur nanti...
Semoga Postingan ini bermanfaat.
Salam Fuuntastic
Hadi Kuntoro
PELUANG USAHA SEPATU NECKERMANN
Beberapa tahun yang lalu saya termasuk gandrung dengan sepatu or sandal merk Neckerman ini karena pas bener di kaki.
Harga baik sandal maupun sepatu 10an tahun yang lalu sekitar 30-50 ribu, saya yakin harga saat ini lebih dari 100ribu.
Sehingga ketika ada sepatu neckermann dengan banderol 159ribu saya tidak heran.
Yang membuat saya heran adalah ketika Mr.B menyodorkan harga ke saya yang sangat murah, dan kurang lebih sama dengan sandal jepit model sekarang yang biasa saya pakai , saya sungguh terkejut.
”Kok murah banget..?” kataku garuk2 kepala
”Ada stock 3000 pasang kalau anda mau...” katanya Mr.B
”Wah peluang yang menarik untuk TDA sepatu nich...” kataku dalam hati....
Anda pengin menangkap peluang menarik ini..?
Sepatu itu ada 2 model, yakni strip Green dan Silver. Warna dasar hitam, dan bahannnya kulit campur kain.
Cocok untuk jogging,sekolah,kuliah,naik gunung,dan kegiatan outdoor lainnya.
Nomor yang tersedia 38,39,40,41,42 dan untuk pembelian 10 lusin harganya 55ribu saja, dan bila beli lebih dari 20lusin 50ribu, dan lebih dari 50lusin 47.5rb gak apa2.
Lebih dari itu bisa lebih murah lagi karena saya tidak kehilangan ongkos transport dan barang bisa langsung kirim ketempat anda.
Ini sangat cocok kalau anda jual grosiran. Ingat banderol sepatu ini 159rb, dan untuk lebih yakinnya coba anda amati gambar sepatu ini kemudian mainlah ke supermarket..bandingkan harganya.
Sample Sepatu


Kalau anda tertarik email saja ke saya ya..mudah-mudahan anda tidak terlambat... dan mohon maaf itu harga di seputaran JABOTABEK saja ya...harga diluar itu entar kita itung2an lagi..
Selamat berjuang
Hadi Kuntoro
Beberapa tahun yang lalu saya termasuk gandrung dengan sepatu or sandal merk Neckerman ini karena pas bener di kaki.
Harga baik sandal maupun sepatu 10an tahun yang lalu sekitar 30-50 ribu, saya yakin harga saat ini lebih dari 100ribu.
Sehingga ketika ada sepatu neckermann dengan banderol 159ribu saya tidak heran.
Yang membuat saya heran adalah ketika Mr.B menyodorkan harga ke saya yang sangat murah, dan kurang lebih sama dengan sandal jepit model sekarang yang biasa saya pakai , saya sungguh terkejut.
”Kok murah banget..?” kataku garuk2 kepala
”Ada stock 3000 pasang kalau anda mau...” katanya Mr.B
”Wah peluang yang menarik untuk TDA sepatu nich...” kataku dalam hati....
Anda pengin menangkap peluang menarik ini..?
Sepatu itu ada 2 model, yakni strip Green dan Silver. Warna dasar hitam, dan bahannnya kulit campur kain.
Cocok untuk jogging,sekolah,kuliah,naik gunung,dan kegiatan outdoor lainnya.
Nomor yang tersedia 38,39,40,41,42 dan untuk pembelian 10 lusin harganya 55ribu saja, dan bila beli lebih dari 20lusin 50ribu, dan lebih dari 50lusin 47.5rb gak apa2.
Lebih dari itu bisa lebih murah lagi karena saya tidak kehilangan ongkos transport dan barang bisa langsung kirim ketempat anda.
Ini sangat cocok kalau anda jual grosiran. Ingat banderol sepatu ini 159rb, dan untuk lebih yakinnya coba anda amati gambar sepatu ini kemudian mainlah ke supermarket..bandingkan harganya.
Sample Sepatu


Kalau anda tertarik email saja ke saya ya..mudah-mudahan anda tidak terlambat... dan mohon maaf itu harga di seputaran JABOTABEK saja ya...harga diluar itu entar kita itung2an lagi..
Selamat berjuang
Hadi Kuntoro
Langganan:
Postingan (Atom)